
" Loh pak, ini kita ada di mana.? jangan bilang Bapak mau melakukan hal yang tak baik ya sama Fatma. "
Mobil Ikhsan berhenti di sebuah perumahan yang tidak bagus banget namun bisa dibilang pantas lah dan lebih dari cukup. dan itu membuat Fatma berfikiran yang tidak-tidak akan Ikhsan.
Ikhsan mengeluarkan nafas panjang. kata-kata itulah yang sedari tadi Ikhsan pikir kan akan keluar dari mulut Fatma dan ternyata benar. kata-kata itu muncul begitu saja.
" kamu jangan berfikir yang tidak-tidak Fatma. apakah selama ini aku melakukan hal buruk padamu.? tidak kan.! jadi kenapa kamu bisa berfikiran buruk padaku. " jawab Ikhsan.
" terus.? kenapa kita kesini.? bingung Fatma.
Ikhsan lebih dahulu turun dari mobil berjalan memutar lewat depan dan membuka pintu Fatma untuk meminta nya turun. " turunlah. "pinta Ikhsan pada Fatma.
" tapi pak. "
" sudah, ayo turun. " kekeuh Ikhsan.
dengan berat hati Fatma keluar dari mobil dan Ikhsan pun menutupnya. mata Fatma terus melihat rumah itu rumah yang indah bagi Fatma. meskipun tak begitu besar namun itu sangat besar bagi Fatma. " kenapa pak Ikhsan membawa ku kesini.?
" yuk masuk. " ajak Ikhsan dan mendahului Fatma.
Ikhsan membuka pintu dan masuk memperlihatkan semua ruangan pada Fatma. rumah itu sangat lengkap bahkan rumah itu sangat indah. Ikhsan menunjukkan salah satu kamar dan itu katanya akan menjadi kamar Fatma yang jelas membuat Fatma semakin bingung.
" ini kamar kamu Fatma. " ucap Ikhsan memberi tau.
" kamar Fatma, maksudnya.?
" rumah ini untuk kamu Fatma. mulai malam ini dan seterusnya kamu harus tinggal di sini. " terang Ikhsan.
Fatma begitu bingung mau Jawab apa kali ini Fatma mau memakai alasan apapun pasti Ikhsan akan tetap kekeuh untuk meminta Fatma tetap tinggal. " tapi Pak.?
Ikhsan keluar dari kamar. tak akan enak jika sampai ada yang melihat nya " sudah Fatma jangan banyak protes lagi. aku minta kamu tetap tinggal di sini ya. demi kenyamanan kamu dan keselamatan kamu juga lagian dia sini kamu bisa lebih fokus juga kan untuk belajar. kalau di sana kamu pasti akan merasakan takut setiap hari. "
benar juga sih yang dikatakan oleh Ikhsan. tinggal di gubuk itu sangat tidak nyaman bahkan Fatma terus khawatir jika ada penjahat yang tiba-tiba datang dan juga kalau sampai ada badai menerjang pasti gubuk itu akan hancur.
" tapi saya tidak mau hutang budi sama Bapak. saya pasti tak akan pernah bisa membalas nya." jawab Fatma kelu.
Ikhsan tau Fatma pasti tak akan mudah menerima begitu saja. Fatma adalah gadis yang sangat mandiri dan juga anti dari hutang budi jadi Ikhsan harus pintar-pintar untuk bisa membuat Fatma setuju untuk tinggal.
" saya tak akan pernah meminta kamu membalas budi Fatma, yang penting kamu harus belajar yang rajin dan kamu harus jadi orang sukses. dan saat itu aku anggap kamu telah membayar hutang budi kamu. " jawab Ikhsan.
" tapi pak.?
" sudah lah Fatma. lagian semua barang-barang kamu sudah ada di sini. dan juga sepeda mu juga sudah ada di depan jadi kamu harus tinggal mulai sekarang. "
Fatma tersentak bagaimana bisa semua barang-barang nya sudah ada di sana, siapa yang melakukan itu, pak Ikhsan.? tidak mungkin kan seharian Dia bersamanya terus.? pasti orang suruhan Ikhsan.
" tapi pak. " Fatma masih saja ragu.
" saya mohon Fatma. kali ini saja jangan kamu menolak nya. saya ikhlas saya tidak akan minta apapun darimu. "
Fatma terus diam, di sungguh bingung ini adalah keputusan yang sangat berat sebenarnya tapi dia juga tak enak menolak kebaikan Ikhsan yang selama ini selalu membantunya.
" baik lah pak, tapi suatu saat Fatma pasti akan balas kebaikan Bapak. dan Fatma janji tidak akan mengecewakan Bapak. " ucap Fatma nurut.
" terimakasih Fatma. sekarang kamu istirahat lah. aku mau pulang ini sudah malam tidak enak jika ada orang yang lihat. Assalamu'alaikum. " pamit Ikhsan.
__ADS_1
" Wa'alaikumsalam, Bapak hati-hati di jalan. " jawab Fatma.
" akhirnya aku sudah tak lagi khawatir padamu Fatma. ketakutan ku sekarang tak lagi ada setidaknya nya aku bisa bernafas lega kamu bisa tinggal di tempat yang layak." batin Ikhsan dan melangkah keluar.
Fatma mengantarkan Ikhsan sampai di depan pintu dan kembali masuk setelah Ikhsan benar-benar sudah pergi. Fatma menutup pintu nya rapat dan melihat sekeliling ruangan itu memeriksa dengan rasa tak percaya bisa tinggal di tempat yang layak.
" apa dengan begini aku seperti gadis matre ya.? bagaimana kalau ada orang yang berfikir macam-macam tentang ku dan Pak Ikhsan. " gumam Fatma lirih.
Fatma masuk ke dalam kamar. ini benar-benar sebuah kamar yang pantas dan terasa Fatma yang tak pantas. Fatma duduk di kasur sungguh empuk dan halus sama seperti kasur Ikhsan yang ada di kantor.
" apakah ini nyata.? atau aku hanya mimpi.? Fatma mencubit tangan nya sendiri dan dia langsung teriak kesakitan. " Awww..!! ini benaran sakit berarti aku tidak mimpi. "
lelah mengagumi Fatma pun tertidur di kasur barunya dan terbang ke alam mimpi dengan indah.
pagi menjelang hari baru untuk Fatma telah tiba kebahagiaan pasti akan datang hari ini. di mana hari ini adalah hari dimana Fatma akan mengikuti acara cerdas cermat yang di adakan oleh sekolah nya.
dengan baju yang rapi Fatma berangkat ke sekolah di temani oleh sepeda kesayangannya untuk mengantarkan sampai di tempat tujuan.
keramaian sungguh terlihat jelas di sekolah semua murid sudah datang di pagi yang cerah itu. Fatma memarkirkan sepeda nya di tempat biasa dan langsung menuju ke kelas nya sebelum nanti dia akan ke tempat dimana acara cerdas cermat berlangsung.
" Cantik...!! teriak seorang siapa lagi kalau bukan Iqbal yang selalu saja menggoda nya di setiap mereka bertemu.
Fatma menghentikan langkah. Fatma menatap dengan jengah Iqbal yang selalu saja mencari kesempatan untuk mendekatinya.
"'kenapa loh kesini.? ada maksud apa lagi sekarang.? sinis Fatma..
" tenang saja Cantik, jangan sinis begitu napa. aku kesini hanya mau menawarkan penawaran yang menarik untuk mu, gimana.? ucap Iqbal yakin.
Fatma bersedekap dada" maksudnya penawaran.? tanya Fatma.
" begini. saya yakin kamu tidak akan bisa menang tapi aku bisa membuat mu menjadi pemenang, bagaimana kamu bersedia kan. "
" yang jelas aku akan membuat mu menjadi pemenang. tapi ada syaratnya..
" Syarat nya.?
" kamu harus menjadi kekasih ku, gimana.?
tuh kan benar. tak mungkin Iqbal mendekati Fatma tanpa ada maksud tertentu dan ternyata benar Iqbal sungguh kelewatan. "'aku nggak butuh.! sinis Fatma dan melangkah pergi.
" Fatma, ayo lah. apa susah nya sih menjadi kekasih ku. dan kamu bisa menjadi terkenal kan di sini."
" kau pikir aku akan senang jika aku menang dengan cara yang curang. aku lebih baik kalah dan tetap terhormat daripada aku menang dengan cara curang seperti yang kamu tawarkan. " Fatma melangkah semakin cepat dia tak mau lagi melihat wajah yang begitu menyebalkan itu untuk nya..
"Fatma..!! kau akan menyesal karena telah menolak ku kau akan menyesal.!! teriak Iqbal.
dengan langkah cepat dan kesal Fatma terus berjalan menuju kelas. dia tak habis pikir seorang ketua OSIS bisa melakukan kecurangan seperti itu. meskipun beliau orang yang berkuasa tidak seharusnya kan dia melakukan itu demi hal pribadi, sungguh tak bisa menjadi contoh yang baik.
" kamu adalah gadis yang baik Fatma. aku percaya kau takkan melakukan itu meskipun dengan embel-embel uang juga. " gumam seorang yang berdiri tak jauh dari sana.
acara telah di mulai semua sudah berada di tempat yang sudah di sediakan untuk berlangsung nya acara cerdas cermat begitu juga dengan Fatma. dia sangat gugup dan takut kalau sampai dia gagal mendapatkan nilai yang baik.
semua teman sekelas nya menaruh harapan besar pada Fatma akan keberhasilan nya begitu juga dengan Ikhsan yang juga tengah was-was menunggu acara itu berlangsung. di sini kemampuan Ikhsan benar-benar di pertaruhkan, jika Fatma bisa berhasil seenggaknya mendapatkan peringkat tiga besar saja itu sudah sangat baik dan bisa menjadi penilaian yang baik dari para guru-guru lain.
Acara berlangsung begitu hikmat semua sangat fokus di ruangan yang terdiri dari beberapa siswa itu. dan juga di awasi dengan beberapa guru kepercayaan untuk mengawasi langsung berjalan nya acara itu.
__ADS_1
" kamu harus kalah tengik,! tak akan aku biarkan kamu menang. kau telah menolak ku tanpa memikirkan perasaan ku dan sekarang kamu harus bisa di permalukan. tunggu saja pembalasan ku. " gumam si ketos yang mengintip dari jendela belakang.
nafas lega Fatma keluarkan, akhirnya deretan soal-soal itu bisa ia kerjakan dalam waktu yang singkat. apalagi teman-teman yang lainnya belum selesai sedangkan Fatma sudah leha-leha dengan sangat lega.
Fatma merenggangkan otot-otot nya yang sempat merasa tegang. ini adalah pertama kalinya Fatma mengikuti acara seperti itu dia tak pernah berfikir untuk bisa ikut acara yang dia anggap tak ada gunanya sama sekali.
" Alhamdulillah akhirnya. huff... "
Semua yang sudah selesai di perbolehkan untuk keluar dan Fatma pun secepatnya pergi dari tempat yang terasa sangat panas bagaikan di dalam neraka mungkin karena semuanya merasa tegang dan juga pengawasan yang ketat itulah yang menjadi keadaan tak baik.
" Miss...!! teriak Santi dan Mirna sembari berlari menghampiri Fatma dan di ikuti semua teman sekelas nya.
dengan senyum yang begitu acuh Fatma melangkah menyambut semua teman-teman nya yang juga mendekat pada nya.
" huss.!! jangan berisik yang lain belum selesai." ucap Fatma.
" hahh!! miss, mana bisa miss selesai dengan cepat. jangan bilang miss ngerjainnya sembarangan ya. awas kalau sampai nggak masuk tiga besar hadiah yang ku janjikan tidak jadi " ucap Mirna yang beberapa hari lalu membuat janji jika Fatma menang akan mendapatkan hadiah dari nya.
" iya. kalau sampai kalah traktiran satu minggu gagal.!! Saut Santi.
" dan jalan-jalan nya gratis juga gagal. " sambung Rico.
semuanya memberikan janji untuk Fatma jika Fatma menang dia pasti akan panen hadiah dari semua teman-teman nya dan juga dari Ikhsan yang entah itu apaan tak ada yang tau termasuk Fatma sendiri.
Ikhsan berjalan mendekat dengan satu tangan berada di saku celana nya dan satunya di luar.
" gimana Fatma, apa sulit. " tanya Ikhsan.
Mata Fatma sungguh silau di dekati Ikhsan wajah cerah dan putih itu terasa sangat menusuk matanya namun juga sangat menarik mata Fatma untuk terus melihat nya.
" Fatma.!! panggil Ikhsan dan mengibaskan tangan nya di depan Fatma.
" eh iya. " terkejut Fatma. " hmm tadi Bapak bilang apa.?
" tadi pak Ikhsan bilang maukah kamu menikah dengan pak Ikhsan setelah lulus. " celetuk Rico dengan asal.
Ikhsan dan Fatma langsung menoleh pada Rico yang mengeluarkan cengiran khas nya anak satu ini benar-benar selalu membuat Fatma dan Ikhsan mati kutu. " bilang apa kamu.? tegas Fatma.
" apa ya,kok aku lupa.? jawab Rico dengan jari telunjuk nya tertempel di kening nya. " tapi iya kan pak, benerkan apa yang Rico katakan.? sambung Rico.
" Rico.! kamu ngomong apa sih.!
" yeee, biasa aja kali pak. nggak usah ngeles lagi aku mah tau isi hati bapak jadi nggak usah malu-malu gitu. " jawab Rico
" emang kamu paranormal. " ketus Fatma.
" ya enggak sih, tapi hanya sedikit tau aja. "
tak ada yang tau kalau Rico sebenarnya memang bisa mendengarkan isi hati seseorang yang ada di sekitar nya. namun dia hanya bisa menyembunyikan semua itu dari siapapun.
" ngarang loh pasti. " Mirna.
"iya, gue emang lagi suka ngarang. " jawab Rico.
makan siang setelah acara itu pun terjadi dan kali ini spesial traktiran dari Ikhsan semuanya tersenyum bahagia meskipun belum tentu Fatma menang. tapi semuanya bahagia karena setelah sekian lama kelas mereka bisa mengikuti acara yang seperti itu.
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾