
_______
Happy Reading....
__________________
Sarapan pagi yang begitu nikmat untuk kedua sejoli yang duduk di ruang makan. Sesekali mereka tersenyum, saling menatap dan juga bergurau, alangkah sempurna nya hidup mereka, keduanya bersatu untuk saling melengkapi kekurangan satu sama lain.
Meskipun hanya makanan yang sederhana, namun bisa membuat keduanya tetap lahap dalam sarapan mereka. Makan tidak perlu yang enak dan juga mahal tak enak pun kalau yang memasak adalah orang tercinta pasti akan sangat di nikmati karena benar-benar penuh perjuangan untuk membuatnya.
" Mas, Mas beneran tidak akan ke kampus hati ini?. " tanya Kairi setelah dia berhasil menelan nasi yang ada di dalam mulutnya.
Akhsan menoleh berhenti mengunyah sejenak lalu tersenyum begitu manis di hadapan istrinya yang masih setia menatap nya.
" Mas akan tetap ke kampus, tapi hanya sebentar. Mas ada meeting di kantor jadi nggak bisa berlama-lama di sana. Apa kamu mau ikut Mas saja ke kantor?. " tanya Akhsan dengan balas menatap Kairi.
Kairi ingin, tapi dia tidak mau pergi dari kampus sebelum menyelesaikan kelasnya. Dia tidak mau kalau sampai itu akan membuat dirinya mendapatkan masalah atau mungkin akan menjadi penghambat kelulusannya yang ingin dia percepat, lagian beberapa bulan lagi dia juga harus cuti karena kehamilannya yang akan semakin membesar.
" mau sih Mas, tapi nggak usah lah! Kairi harus mengerjakan skripsi juga " jawab Kairi yang akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di kampus dan tidak ikut dengan Akhsan ke kantor nya.
" Ya sudah, Mas janji akan jemput kamu setelah selesai kuliah nanti. " ucap Akhsan.
Kairi bernafas lega, akhirnya Akhsan akan menjemputnya nanti setelah selesai kampus. Kairi pun tersenyum sumringah pertanda dia sangat bahagia kali ini.
Akhsan pun membalas dengan hal yang sama, tersenyum dengan sangat manis. Akhsan kembali menyuapkan nasi ke dalam mulutnya lagi dan lagi hingga nasi yang ada di atas piring nya itu ludes tak tersisa meskipun hanya satu butir nasi saja.
" Alhamdulillah. " ucap Akhsan dengan sangat lega. Akhirnya perut nya kembali kenyang dan kembali terisi dengan makanan halal yang dia hasilkan dan juga masakan sendiri dari tangan sang istri tercinta.
Tanpa ragu lagi Akhsan mengambil piring kotor yang ada di hadapan Kairi membawanya ke dapur dan juga ingin mencucinya sekaligus. Sedangkan Kairi dia juga mengekor Akhsan dengan membawa dua gelas yang juga kotor.
" Biar aku saja. " Akhsan mengambil dua gelas yang ada di tangan Kairi dan juga langsung mencucinya hingga bersih dan menaruhnya di rak piring. Akhsan mengambil lap yang menggantung di hadapan, mengeringkan kedua tangannya dengan itu.
Sedangkan Kairi sudah lebih dahulu keluar dari tempat itu dan pergi ke kamar. Kairi keluar dengan membawa tas nya dan juga milik Akhsan, tak lupa dasi dan juga jas yang akan Akhsan kenakan hari ini.
Kairi menyambut Akhsan yang keluar dari dapur, mengalungkan dasinya dan memakaikan nya ke leher laki-laki tampan itu. Selesai dengan dasinya Kairi pun menyerahkan jas berwarna abu-abu itu dan membantu Akhsan memakainya.
"Terima kasih, Sayang. " ucap Akhsan dan langsung mendaratkan kecupan di kening Kairi.
" Ini sudah semestinya, Mas. " jawab Kairi.
Kairi dan juga Akhsan pun berangkat bersama dengan mobil yang seperti biasa mereka pakai.
__ADS_1
______
Kairi dan juga Akhsan pergi di lain arah, Kairi ke kelas dan seperti biasa Akhsan akan pergi ke ruangan. Akhsan hanya sebentar di sana hanyalah untuk mengangkut sesuatu yang tertinggal.
" Jangan! jangan sentuh saya! saya mohon jangan sentuh saya!. "
Suara teriakan yang begitu keras masuk ke telinga Akhsan, suara seorang perempuan yang sepertinya tengah ada dalam masalah. Terdengar perempuan itu begitu ketakutan dan terus berteriak untuk tidak di sentuh.
" Hahaha! ayolah cantik, kita bersenang-senang sebentar saja. " ucap seorang laki-laki dengan suara yang sangat berat.
Akhsan yang mendengar itu menghentikan langkah sejenak, memastikan yang dia dengar adalah benar adanya. Baru terdiam sejenak suara teriakan itu kembali terdengar, " Tolong! tolong!. " Akhsan langsung berlari menuju sumber suara.
Sebuah gudang yang tak banyak orang melintas di sana, tempat itu begitu sepi apalagi sekarang yang semua kelas akan di mulai semua orang pasti akan berhamburan pergi ke kelas mereka masing-masing.
" Jangan! jangan!." teriakan perempuan itu semakin keras mungkin laki-laki yang ada di dalam tadi sudah ingin menyentuhnya. " Tolong! Tolong!. Hikss.. hiks.. hikss..." teriakan barusan kini sudah berganti dengan suara isak tangis tak berdaya.
Brakkk....
Pintu yang tadinya terkunci langsung terpental dalam satu kali tendangan dari Akhsan. Akhsan menatap sekitar dan langsung mendapatkan seorang gadis yang menangis tak berdaya karena ingin dilecehkan.
Gadis yang sudah terbaring tak kuasa melawan dan hanya bisa menangis dan terus berusaha berontak dan mempertahankan kehormatan nya yang akan direnggut dengan cara di paksa.
Sedangkan laki-laki yang tak tau dirinya itu sudah mengunci tubuh sangat gadis, satu tangannya memegangi kedua tangan gadis itu yang ia taruh di atas kepala gadis itu, satu tangannya mulai menjamah tubuh gadis itu yang baju yang ia kenakan sudah berhasil terbuka karena hanya mengenakan hem saja. Sedangkan mulutnya sudah mulai menikmati ciptaan Tuhan yang sangat sempurna di tubuh gadis itu.
Mata Akhsan langsung memerah, dia sangat emosi melihat kelakuan bejat dari pria itu yang berani melecehkan mahasiswa di sana di saat kampus tengah dengan semua aktivitas nya.
Akhsan berlari dan langsung menangkap baju pria itu di bagian tengkuknya, Akhsan mengangkat nya memaksa pria itu berdiri dan menghentikan kegilaannya yang sangat tak bermoral.
Bugh.....
Satu pukulan Akhsan di pipi sebelah kanan pria itu berhasil membuat nya terpental jauh dan ambruk begitu saja di lantai. Akhsan kembali menghampiri pria itu dan kembali menghajarnya tak kenal ampun.
" Beraninya kamu melakukan hal tak bermoral itu di sini! apa kamu benar-benar tak punya moral! kau tega melakukan itu pada mahasiswa di sini!.. Bugh... "lagi-lagi Akhsan memukul pria itu dengan begitu sadis.
" Maaf, pak. Saya khilaf ampuni saya, Pak. ucap pria itu dengan wajah memelas nya.
" Khilaf kamu bilang! setelah kamu berhasil menghancurkan gadis itu, apa itu masih di sebut khilaf! " seru Akhsan.
" Apa kamu tak berfikir setelah ini apa yang akan terjadi padanya! apa kamu tidak berfikir! dan sekarang kami bilang ini adalah khilaf! " Akhsan begitu emosi sekarang, dia sangat tak tega jika melihat seorang wanita di perlakuan seperti itu pasti doa akan sangat marah bukan? .
" Ampuni saya, Pak. Saya janji tidak akan melakukan ini lagi saya janji? " ucapnya yang sangat ketakutan.
__ADS_1
Baru beberapa kali pukulan yang dilayangkan oleh Akhsan namun pria itu sudah babak belur, dia sungguh cemen karena dia hanya bisa menindas seorang gadis lemah dan kini tak bisa menghadapi Akhsan.
Bugh....
Satu lagi pukulan dari Akhsan dan berhasil membuat pria itu kini tersungkur tak kuasa untuk bangun lagi. Semua itu sangat pantas dia dapatkan, hukuman itu sangat setimpal untuk nya yang berusaha menghancurkan seorang gadis yang tak berdaya.
Akhsan berlari menghampiri gadis tadi, gadis yang kini meringsek di pojokan dengan terus menangis dan memeluk kakinya. Gadis itu menyembunyikan wajahnya di antara kedua kakinya dia sangat takut.
" Tenang, dia sudah tidak bisa mencelakai mu lagi. " ucap Akhsan dengan lembut.
" Hey.. hey.. " Akhsan mencoba untuk menyentuh gadis itu namun seperti nya gadis itu masih dalam kondisi yang sangat ketakutan hingga dia berteriak dan mengusir Akhsan.
" Pergi! pergi! saya mohon jangan sentuh saya, jangan sentuh saya!. " teriaknya dan terus mengibaskan tangan nya. Tubuh gadis itu terus gemetar, dia terus memegangi bajunya yang sudah rusak karena di tarik paksa oleh pria tadi.
" Saya orang baik, saya tidak akan menyakiti mu. " ucap Akhsan lagi. Akhsan yang melihat baju gadis itu rusak langsung melepaskan jasnya untuk menutupi gadis itu.
Gadis itu mendongak, memberanikan diri untuk melirik ke arah Akhsan. Melihat yang dihadapannya bukan orang yang tadi gadis itu langsung berhamburan memeluk Akhsan. " Tolong saya. Saya takut. " ucapnya.
Tubuh Akhsan seketika kaku dalam sejenak, dia sangat terkejut karena mendapatkan hal yang tidak terfikir sebelumnya di dalam otaknya. Perlahan Akhsan melepaskan pelukan gadis itu dan menatap wajah, Akhsan sangat terkejut karena gadis itu adalah Kamila yang beberapa hari ini dia bertemu dalam beberapa kali.
" Kamila! dia beneran Kamila?. " batin Akhsan bingung.
Pria yang hampir melakukan pelecehan tadi hendak kabur saat Akhsan lengah, namun belum juga terjadi Akhsan langsung menyadarinya dan kembali berlari dan menahan nya. " Mau kemana kamu! kamu pikir bisa terlepas begitu saja?!, tidak! kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu! " seru Akhsan.
Suara Akhsan yang sedikit tinggi, terdengar hingga luar dan beberapa mahasiswa yang kebetulan melintas langsung masuk karena penasaran.
" Ada apa ini, Pak! " tanya salah satu diantara mereka dengan wajah mereka yang terkejut, melihat Pria itu babak belur dan juga Kamila yang masih duduk ketakutan di pojok dengan memakai jas dari Akhsan.
" Bagus kalian datang! bawa dia kepada Dekan. Minta dia mengurus masalah ini karena dia hendak melecehkan mahasiswi di sini. Dan kamu! bantu Kamila untuk ke Dekan juga!. " titah Akhsan.
Akhsan terpaksa meminta mahasiswi yang baru datang untuk menolong Kamila, dia tak mau Kamila berbuat seperti tadi yang langsung memeluk nya.
" Baik, Pak. " jawab mereka.
Pria dan Kamila pun langsung di bawah ke ruangan Dekan, Pria itu harus mendapatkan hukuman yang setimpal sedangkan Kamila harus mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, meskipun pria itu belum benar-benar merenggut kehormatan nya.
Kamila yang sudah mulai melangkah keluar dengan di rangkul mahasiswi menoleh ke arah Akhsan, dia sangat berhutang budi pada Akhsan, entah apa yang akan terjadi padanya jika Akhsan tidak datang di waktu yang tepat pastilah dia sudah hancur sekarang.
"Anda adalah Dewa penolong saya, Pak. Saya berhutang pada Anda. Suatu saat, saya akan berikan apapun yang saya miliki meskipun itu tubuh saya sendiri, bahkan saya akan serahkan hidup saya untuk Anda jika Anda menginginkan nya. . " batin Kamila.
_____
__ADS_1
Bersambung..
_______________