
" Woiiiii berhenti,,,
beraninya main keroyokan.!!!!! lawan aku jika kalian berani,,,.!!!
Teriak gadis kecil berhijab.Tatapan mematikan sang Oma kini telah ber transmigrasi ke mata gadis itu matanya menatap bengis preman-preman yang sudah berjalan memunggungi sang gadis dengan senjata yang ia bawa.Tangan Aisyah berkacak pinggang dengan aura wajah yang begitu menyeramkan.
Semua preman-preman menoleh pada gadis kecil itu siapa lagi kalau bukan Aisyah putri bontot dari Keisha dan Rayyan. mendengar tantangan dari Aisyah memunculkan gelak tawa dari para preman hingga semuanya tertawa terpingkal-pingkal di depan Aisyah.
" Hahaha,,,!! hanya bocah ternyata. " ledek salah satu dari mereka mengatas namakan bocah pada Aisyah. " lihatlah teman-teman ada gadis kecil yang menghentikan kita, lihatlah. hahahaha,,, " tawanya lagi begitu nyaring.
" Hahaha,, " semua ikut tertawa dengan mengikuti arahan ajudan mereka.
" hey bocah, lebih baik kamu pulang dan tidur lah dia pangkuan ibumu. di sini bukan tempat nya untuk bermain,sana pulang. " ujarnya " atau kamu mau minta di belikan es krim.? tapi maaf om tidak punya uang jadi maaf ya. "
Aisyah semakin kesal mendengarkan ocehan preman yang tak bermakna bagi dirinya. tatapan nya semakin menantang dan kian tajam. "'lepasin dia. " jari Aisyah menunjuk Faisal yang sayup-sayup melihat wajah Aisyah.
" A-i-syah,,,, " lirih Faisal hingga tak terdengar oleh Aisyah. " Aisyah pergi,, " teriak Faisal sekuat tenaga namun hanya samar-samar di dengar oleh Aisyah.
" Lepaskan dia,,!! atau kalian akan menanggung dari dosa kalian sekarang juga. Aku masih berbaik hati pada kalian jika kalian mau melepaskan dia dengan suka rela. Tapi tak akan baik jika kalian menolak permintaan saya." ucap Aisyah begitu sadis.
" Hahaha,,,!! besar juga nyali mu hey bocah. lebih baik kamu saja yang pergi kamu tidak ada apa-apa nya dari kami bahkan aku ragu meskipun hanya seujung kuku saja. " ledek nya.
" Benarkah seujung kuku saja,? Ck ck ck , tapi sepertinya kalian salah besar. bahkan semut saja bisa mengalahkan gajah bagaimana kalian bisa begitu percaya diri menganggap ku selemah itu. " jawab Aisyah dengan angkuh nya.
" oh iya paman, paman ini sudah tua bahkan paman-paman sudah bau tanah begini seharusnya paman-paman banyak istighfar memohon ampun pada Allah supaya saat berpulang kalian bisa tenang, bukanya malah berbuat dosa seperti ini, nggak takut di bakar di api neraka, hahh,!!" sinis Aisyah.
" Hey bocah tengik, kami tak membutuhkan ceramah dan simpati dari mu. terserah kita mau ngapain saja ini hidup kami mau di bakar di neraka pun tidak ada urusannya dengan mu. lebih baik kamu pulang dari pada nasib mu sama seperti dia pria pembawa kabur anak orang. "
" oh ternyata suruhan Fans. kuat juga Fans itu begitu banyak anak buah yang seperti ini. "
" oh berarti kalian juga tak membutuhkan kebaikanku juga kan. maka tanggung lah dosa kalian sekarang dan bersiaplah untuk menjemput ajal kalian. " sinis Aisyah.
" hahaha,,,!! tawa mengejek keluar dari mulut mereka semua.
Tangan Aisyah naik sampai ke atas bahu, bertepuk dua kali dan para ajudan setianya yang berjumlah empat orang itu turun dari mobil dengan begitu gagah dan satu pun tak ada yang membawa senjata.
" beri mereka semua pelajaran. orang-orang seperti mereka tak layak berada di muka bumi ini terlalu lama. sampah-sampah masyarakat yang harus di singkirkan. " ucap Aisyah. katanya yang lembut dan penuh dengan keusilan sekarang bermetamorfose menjadi kata-kata yang menakutkan membuat para pengawal nya bergidik ngeri di saat Aisyah sudah berubah seperti sekarang ini.
" Nona nggak ikut bersenang-senang juga. bukanya tadi Nona bilang mau olahraga. " tanya Jon pelan.
Mata tajam Aisyah langsung menusuk mata Jon dan membuat nya langsung bungkam dari pertanyaan dan menunduk takut. " percuma aku mengajak kalian kalau aku masih turun tangan. apa kalian sudah tak mengharapkan uang saku kalian dalam lima tahun belakangan." sadis Aisyah.
Miris. itulah yang di rasakan Jon dan teman-temannya mendapatkan bos kecil namun kejamnya minta ampun bahkan tak bisa di tawar sedikit pun. " maaf Nona. " ucap Jon menyesal.
" Hmm,,! jawab nya dengan singkat dan dingin.
" cepat lah, dan jangan buat aku kecewa. atau kalian tau kan apa akibatnya. ingat di dalam pertarungan ada menang dan kalah, itu akan menentukan siapa yang akan mati. Jadi kalau kalian nggak mau mati secepat ini kalian harus menang "' sambung Aisyah begitu angkuh nya.
" Astaga Nona. segitu nya Nona mengingatkan kami. lagian siapa yang mau mati sekarang Nona, emang Nona tega membiarkan kami semua mati, Ck ck ck,, kau begitu luar biasa Nona. "Keluh Jon tak habis pikir.
Jon melambaikan tangan ke depan seketika teman-teman nya paham akan arahan dirinya dan segera menjalankan tugas dari Nona bos kecil mereka.
" kalian kira bisa melawan bocan kecil ini.? kalian akan kalah dan itu dapat di pastikan. " Aisyah tersenyum menyeringai senang melihat semua sudah beradu otot untuk memperebutkan sebuah kenangan.
Untung saja saat para anak buah Aisyah keluar Faisal sudah tak sadarkan diri kalau tidak pasti sejuta pertanyaan akan membuat Aisyah pusing dan kelabakan mencari alasan yang tepat untuk membohongi Faisal.
" Abang,,!! teriak Aisyah dan berlari menghampiri Faisal yang terbaring di tanah dan sudah tak sadarkan diri. " Abang, astaga. aku telat datang. Abang,,,!! teriak Aisyah begitu panik melihat Faisal yang babak belur begitu banyak luka yang ada di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
" Abang,,,!!
Setelah begitu kuat ajudan Aisyah berusaha akhirnya mereka bisa melumpuhkan lawan dan kemenangan pun berada di pihak Aisyah
" Nona,, " Jon berlutut di samping Faisal dan menatap nanar Faisal yang begitu menyedihkan.
" pak Jon bantu Aisyah bawa abang ke rumah sakit sekarang juga, abang harus secepatnya mendapatkan perawatan."
" Baik Nona. "
Dengan bantuan dari ajudan yang lain Faisal di bawa ke mobil dan secepatnya harus mendapatkan perawatan ke rumah sakit seperti nya lukanya sangat serius dan harus mendapatkan pertolongan.
" Abang, kau harus baik-baik saja." ucap Aisyah khawatir. " kalau sampai terjadi hal buruk pada Abang Faisal kamu harus hancur, Fans. " ucap Aisyah dengan sorot mata tajam.
" Bereskan mereka semua dan jangan sampai ada jejak sedikit pun, mengerti. " perintah Aisyah kepada ketiga ajudan nya sebelum dia pergi bersama Jon untuk membawa Faisal ke rumah sakit.
" Baik Nona " jawab mereka patuh.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Semua tengah begitu khawatir dengan keadaan Kairi yang tak kunjung sadar. Akhsan dan Keisha terus memijat tangan Kairi dengan penuh rasa khawatir.
"Pakai ini Ma, semoga bisa membuat Kak Kairi tersadar. " Fatma menyerahkan minyak Angin pada Keisha dengan cepat " Kak Kairi bangun dong. " ucap Fatma yang duduk di samping kaki Kairi sembari tangan memijat nya perlahan-lahan.
Perlahan-lahan Kairi membuka mata nya setelah Keisha mengoles sedikit minyak angin di bawah hidung Kairi. Semua bernafas lega seenggaknya Kairi sudah terbangun.
" Alhamdulillah, " ucap semua bersamaan.
Keisha mengambil segelas air putih dan menyodorkan nya pada Kairi, menyuruh Kairi untuk meminumnya untuk membuat nya lebih tenang. "minumlah sayang. dan kuatkan hatimu. ikhlaskan semuanya biarkan bapakmu tenang di alam sana. " ucap Keisha menasehati.
Kairi mencoba untuk kuat meskipun air mata nya kembali keluar. Keisha langsung memeluk Kairi dengan kasih sayang yang sangat dalam.
" makasih Ma, " ucap Kairi lirih.
" Sama-sama sayang, jangan pernah sungkan untuk membagi kesedihan mu pada Mama, Mama bukan hanya mertua mu Mama juga Mama mu ok. " ucap Keisha.
" iya Ma. " jangan Kairi.
Semua bernafas lega melihat Kairi yang sudah sedikit ikhlas akan kepergian Jandi. " kamu sabar ya Kairi, " Akhsan membelai lembut puncak kepala Kairi menyalurkan kekuatan untuk nya.
" makasih Mas, " ucap Kairi.
Membiarkan Kairi istirahat itu adalah hal yang paling penting untuk sekarang. Fatma dan Keisha keluar dan hanya Akhsan lah yang menemani nya saat ini.
" Mas, bapak sudah pergi. "'ucap Kairi yang begitu rapuh.
Akhsan memeluk Kairi membuat nya lebih tenang di dalam pelukan nya " stts,, sudah sudah. kamu harus kuat dan harus ikhlas. ada aku yang akan selalu bersamamu, tidur lah buatlah dirimu tenang " pinta Akhsan membantu Kairi berbaring mendekap Kairi dan mengelus punggung Kairi.
Perlahan-lahan Kairi menutup mata nya mengistirahatkan pikiran nya yang sedang kalut karena kepergian Jandi.
" kamu harus kuat Kairi, harus. ", gumam Akhsan begitu lirih.
🌾🌾🌾🌾🌾
" gimana dengan keadaan Kairi Ma, " tanya Rayyan.
Keisha dan Fatma duduk di sebelah suami mereka masing-masing sedangkan Hasan duduk seorang diri dan terus menunduk karena dia juga masih sangat terpukul akan kepergian Jandi yang dia rasa masih terlalu cepat.
__ADS_1
" Kairi sudah sadar Pa, dan sekarang dia sedang istirahat. Itu akan membuat nya lebih tenang setelah bangun nanti " jawab Keisha pelan.
" Syukur lah."
Keisha beralih menatap Hasan yang masih begitu kalut. " Hasan, kamu yang sabar ya. kamu harus bisa ikhlas ini semua sudah menjadi jalan hidup bapak kamu. " ucap Keisha.
" iya tante, Hasan akan berusaha untuk lebih ikhlas " jawab Hasan mata yang sembab menata Keisha sekejap lalu kembali menunduk.
" Hasan kamu bisa ikut kami jika kamu mau. pasti nya Kakak mu juga akan senang jika kamu ikut. " ucap Rayyan.
" Iya Hasan, ikutlah bersama kami " saut Ikhsan.
" Terima kasih Om, Kak.tapi akan saya pikirkan dahulu apakah aku akan ikut atau tidak. Dan aku harus bicara dulu dengan Kak Kairi sebelum itu. " jawab Hasan sopan.
Rayyan dan Ikhsan tau semua itu harus mendapatkan persetujuan dari Kairi juga, mereka pun tak bisa memaksakan kehendak mereka untuk mengajak Hasan untuk tinggal bersama mereka.
" baiklah, pertimbangkan baik-baik dan jangan pernah sungkan pada kami anggap saja kami adalah pengganti orang tuamu juga, Hasan. " ucap Rayyan menatap Keisha lalu beralih pada Hasan.
Hasan tersenyum kecil. Kakak nya begitu beruntung mendapatkan keluarga baru yang begitu sayang padanya dan mungkin juga dia akan merasakan kasih sayang yang sama seperti kakak nya jika dia mau. " iya Om. Terima kasih sebelum nya "
Kecemasan tak berhenti di situ saja. Baru saja mereka bernafas lega ponsel Ikhsan berbunyi dan ada nama si bontot bakpao di sana.
" Aisyah, " Pekik Ikhsan lalu bergegas mengangkat telfon dari Aisyah.
Belum juga Ikhsan mengucapkan salam, Aisyah sudah terlebih dulu menjawab nya dan langsung mengatakan apa yang menjadi tujuan.
" Wa'alaikumsalam, bang...
" Hehh,, " terkejut Ikhsan dengan suara lirih. "*nih anak minta di sate beneran nih. "
"abang Faisal terluka parah bang. dan sekarang baru dalam perjalanan menuju rumah sakit*.!!
" Aisyah apa yang kamu katakan.? .
"abang cepatlah ke rumah sakit Natas Hospital, Bang Faisal harus segera mendapatkan perawatan. "
"apa yang terjadi dengan Bang Faisal.?
" sudah jangan banyak tanya nanti Aisyah jelaskan di rumah sakit.. Assalamu'alaikum..
tut tut tut..
" Halo Aisyah, halo..!!
" ada apa Ikhsan. " tanya Keisha yang sudah khawatir mendengar kata Faisal tadi.
" Ma, kata Aisyah kita harus ke rumah sakit Natas hospital. Faisal luka parah dan harus di bawa ke sana. Aisyah sudah dalam perjalanan menuju sana. " terang Ikhsan.
" Astaghfirullah,, Pa. " panik Keisha.
"sekarang kita ke rumah sakit. " ajak Rayyan.
" Hasan tolong nanti bilang sama Kak Akhsan kalau kita ke rumah sakit Natas hospital. " ucap Ikhsan pada Hasan.
" Baik kak.. "
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾