Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
48.Istri tercinta


__ADS_3

Fatma dan Kairi berlari dengan tergesa-gesa masuk ke rumah sakit dan mencari dimana keberadaan kamar Aisyah sekarang.Mereka sangat khawatir dengan adik barunya itu bagaimanapun mereka sangat berhutang budi pada Aisyah karena pernikahan mereka.


" Kak, Fatma takut. " ucap Fatma.


" kamu tenang Fatma semuanya pasti baik-baik saja. " Kairi mengelus pundak Fatma dan mereka berusaha kembalikan berlari.


mereka berhenti di bagian informasi dan menanyakan kamar Aisyah berada. Tak susah untuk mengetahui dengan cepat bagaian informasi pasti akan rela memberitahu informasi yang mereka butuhkan.


Fatma dan Kairi kembali berlari setelah berhasil mendapatkan informasi. kamar mawar nomor 33 . ke sanalah tujuan mereka berdua semarang.


langkah mereka berhenti setelah sampai di depan pintu kamar yang ia yakini adalah kamar dari Aisyah. Kairi mendorong handle pintu dan masuk bersama dengan Fatma.


" Assalamu'alaikum.. " ucap keduanya bersamaan.


Semua mata menoleh pada Mereka berdua dan tersenyum setelah memastikan siapa yang datang, istri Akhsan dan Ikhsan menantu dari keluarga mereka.


" Wa'alaikumsalam, sini sayang. " ucap Keisha menyambut kedua menantu nya yang baru beberapa jam yang lalu.


" Wa'alaikumsalam kakak ipar. " jawab Aisyah yang ternyata sudah siuman sepuluh menit yang lalu. Aisyah tersenyum manis melihat kedua kakak ipar nya yang malah mengeluarkan air mata. " kakak jangan menangis, kan Aisyah sudah tidak apa-apa. bahkan sekarang Aisyah merasa lebih sehat. " sambung Aisyah, ya mungkin lebih sehat karena Aisyah bisa memejamkan mata setelah sekian lama tak bisa tidur, ya meskipun dalam pengaruh obat sih.


" kamu benar-benar nggak kenapa-napa kan.? tanya Fatma yang masih ragu. kenal dengan Aisyah terasa Fatma telah menemukan adiknya yang sekarang entah tak tau dia dimana sekarang.


" Aisyah baik-baik saja Kak Fatma. tuh bahkan Aisyah sekarang sangat kuat. " Aisyah mengangkat tangannya memperlihatkan ototnya yang sama sekali tak ada.


" hahaha..!!! semuanya tertawa melihat aksi lucu dari Aisyah. Meskipun dia sedang sakit namun Aisyah ya tetap Aisyah yang selalu bisa membuat semuanya tersenyum.


" syukur lah kalau kamu sudah kuat," Jawab Fatma.


" Cepat sembuh ya Aisyah sayang. dan jangan buat kita khawatir lagi. " ucap Kairi, dengan tangan membelai lembut pipi Bakpao Aisyah.


" iya kakak ipar, Terima kasih. " jawab Aisyah.


Malam semakin larut bahkan sekarang sudah jam dua belas malam lebih namun semuanya masih berkumpul di rumah sakit menunggu Aisyah yang sedari tadi tetap tak bisa memejamkan matanya.


" Abang Ikhsan dan Abang Akhsan nggak mau pulang, tuh lihat kasian sama kakak ipar mereka sangat lelah. Oma dan Opa juga harus pulang dan istirahat." ucap Aisyah.


Semua menoleh pada Aisyah yang matanya masih terang benderang sendiri sedangkan yang lain hanya tinggal beberapa watt saja dan hampir saja terpejam.


" Tapi Aisyah. " jawab Akhsan.

__ADS_1


" Sudah ya Abang, besok kan bisa kesini lagi. " Aisyah terus merayu.


Dengan rayuan mautnya akhirnya Akhsan dan Ikhsan pun pulang dan menuju hotel di mana tadi acara berlangsung, semua barang-barang mereka masih di sana dan juga ada kejutan dari Aisyah untuk acara malam pertama mereka meskipun entah akan terjadi atau tidak malam ini namun ini adalah awal mereka bersama dan pastinya akan menjadi kenangan untuk seumur hidup mereka.


Semua ikut dengan permintaan Aisyah dan hanya tinggal Keisha dan Rayyan saja yang menemani nya di rumah sakit. Rayyan dan Keisha tidur di sofa dan sekarang mereka sudah terlelap namun tidak dengan Aisyah. Dia harus pura-pura tidur dulu untuk membuat kedua orang tuanya mau tidur.


Aisyah mengambil ponsel nya yang berada di nakas dan mulai mengoperasikan nya diam-diam tanpa ada sedikit pun suara yang ia hasilkan. " Astaga, 31 panggilan dari pak Jon dan juga beberapa chat darinya. " pekik Aisyah setelah membongkar ponsel nya.


Aisyah tersenyum sinis membaca salah satu chat dari Jon. hatinya sangat puas dengan kinerja Jon dan yang lain. mereka memang bisa diandalkan.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Akhsan membuka pintu hotel perlahan, meminta Kairi untuk lebih dahulu masuk dan setelah itu dirinya sendiri dan langsung menutup pintu nya dengan rapat dan otomatis pintu akan terkunci dan tak akan bisa di buka dari luar tanpa menggunakan kunci.


Kamar yang begitu indah dengan semua hiasan bunga mawar merah di semua tempat bahkan kasurnya tak terlihat karena tertutup dengan taburan bunga.


Akhsan terbelalak bagaimana bisa bocah sekecil Aisyah sudah bisa menyiapkan sampai dengan kamar pengantin sekaligus bahkan semuanya tampak sempurna dan begitu indah.


" Aku akan mandi dulu. tubuh ku sangat bau akan darah Aisyah tadi. " ucap Akhsan. Akhsan melangkah cepat masuk ke kamar mandi sedangkan Kairi tertunduk malu dan begitu gugup, ini adalah pertama kali nya dia berada di ruangan yang begitu feminim bersama dengan Akhsan.


Kairi berinisiatif menyiapkan baju untuk Akhsan, bagaimana pun juga siap dan tidak siap di harus bisa memulai untuk menjadi istri yang terbaik. meskipun dia sendiri masih malu untuk melakukan nya namun dia harus tetap menjalankan kewajibannya, yaitu melayani suami nya sekarang.


Setelah beberapa saat Akhsan keluar dan dan memakai handuk kimono dari dalam, Kairi yang melihat nya sangat malu bahkan wajah nya sudah sangat memerah.


Selama Akhsan memakai baju ganti di tempat lain Kairi duduk di depan meja rias menghapus riasan tipis dengan kapas kecantikan. Belum juga selesai Akhsan sudah kembali dan langsung berdiri di belakang Kairi.


Mata mereka saling bertemu meskipun itu hanya dari pantulan kaca saja dan itu saja sudah sangat cukup membuat Kairi bertambah gugup. " Apa kamu sangat lelah. " tanya akhsan dan Kairi hanya mengangguk ragu. siapa yang tidak lelah dari pagi dia di buat lelah oleh Aisyah hingga sampai malam acara pernikahan dia tak bisa istirahat dan belum juga acara pernikahan selesai sudah terjadi tragedi yang membuat Kairi terasa sangat lelah semuanya.


Akhsan membuka hijab Kairi perlahan, meski dia juga belum bisa melakukan penyatuan cinta mereka namun dia tetap mau melihat seberapa cantik bidadari yang di kirimkan Tuhan padanya.


Rambut yang hitam lurus panjang tergerai dengan indah di punggung Kairi menambah kesan kecantikan yang lebih dari Kairi. Dan kecantikan ini hanya Akhsan lah yang telah memiliki nya dan tak ada satupun yang boleh melihat nya.


Akhsan membungkuk dan mengecup puncak kepala Kairi. dengan penuh kasih sayang. " sudah sangat malam lebih baik kita tidur. " ucap Akhsan.


Kairi mengangguk. dia juga masih butuh waktu untuk melakukan nya, seandainya Akhsan meminta nya sekarang dia akan memberikan nya dengan senang hati, mungkin memang belum saat nya dia memilih itu di saat Aisyah masih terbaring lemah di rumah sakit. " Hmm."


Akhsan mengangkat tubuh Kairi dengan tiba-tiba dan membuat Kairi langsung mengalungkan tangannya di leher Akhsan. Tatapan mereka bertemu mereka berdua saling tersenyum. "alhamdulillah sekarang kita benar-benar telah bersama, tak ada lagi yang bisa memisahkan kita, Kairi. "


Akhsan menurunkan Kairi perlahan di kasur mengecup keningnya dan menyelimuti Kairi dengan selimut yang sudah ada. " selamat tidur istri ku. " ucap Akhsan mesra.

__ADS_1


" Hmm.. "


Akhsan berjalan memutar dan menyusul Kairi tidur di sebelahan nya. Awal nya mereka saling gugup dan diam hingga akhirnya mereka tidur saling berhadapan hingga terlelap.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Ikhsan berjalan dengan pelan, menahan beban Fatma yang berada di gendongan nya karena tidur. Saking lelahnya Fatma tak sadar jika mereka sudah kembali lagi ke hotel dan malah tidur di mobil sejak dari pertengahan jalan.


" Astaghfirullah Fatma, kau begitu ringan besok kau harus bisa menambah berat badan mu kalau tidak Mama dan Papa akan mengira aku tak pernah memberimu makan. " gumam Ikhsan pelan.


Ikhsan begitu bingung saat sudah sampai di depan pintu kamar, bagaimana dia akan membuka nya.? dia tak akan mungkin membangunkan Fatma, namun bagaimana bisa.


Keberuntungan berada di dalam diri Ikhsan saat dia kebingungan ada cleaning servis yang melintas di sana dan Ikhsan pun meminta bantuan orang itu untuk membukakan pintu untuk nya.


" Terima kasih. " ucap Ikhsan setelah pintu berhasil terbuka.


" sama-sama Mas. " jawab cleaning servis lalu pergi setelah memberikan kunci Ikhsan.


Ikhsan masuk dan segera menidurkan Fatma di kasur yang ternyata sangat indah. Ikhsan tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Fatma jika dia tak tidur dan melihat semua ini. entah dia akan gugup atau mungkin akan melontarkan kata-kata eror nya seperti setiap saat dia bersamanya.


Fatma hanya menggeliat kecil saat Ikhsan menaruhnya di kasur, meski sudah dengan hati-hati namun Fatma tetap terasa namun tetap saja dia tidak bangun, Ikhsan sedikit kecewa karena dia benar-benar ingin melihat reaksi Fatma namun ternyata itu tak terwujud.


Ikhsan berlutut di sebelah Fatma tidur dan mengecup keningnya perlahan. " aku berjanji akan selalu membahagiakan mu Fatma, aku menikahi mu di usia muda ini bukan karena aku hanya menginginkan tubuhmu saja, aku benar-benar tulus ingin membahagiakan mu. dan tak akan pernah aku kasih celah untuk mu menangis kedepannya. kau harus bahagia dan tetap harus bisa menggapai apa yang kamu impikan. " Ikhsan kembali mencium Fatma sebelum dia beranjak dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Fatma hanya menggeliat saja saat Ikhsan merebahkan tubuhnya di samping Fatma. dan sekarang Fatma malah berbalik menghadap ke arah Ikhsan. Ikhsan membelai lembut pipi Fatma yang begitu halus dia begitu lega akhirnya dia bisa sepenuhnya melindungi Fatma, gadis Cang Ci Men yang selalu berdebat dan membuat keributan setiap mereka bertemu.


Ikhsan hanya tersenyum setia kali mengingat kejadian dari awal dia bertemu dengan Fatma. Di hari yang paling sial nya dulu di saat itulah Ikhsan bertemu dengan gadis yang sekarang sudah syah menyandang sebagai Nyonya Ikhsan Arfin Saputra. " selamat tidur istri eror ku. " gumam Ikhsan.


Ikhsan membawa kepala Fatma ke dalam tangan nya sebagai bantal nya dan memeluk Fatma dengan begitu hangat dan menarik selimut untuk mereka berdua. Berkali-kali Ikhsan mencium puncak kepala Fatma yang masih tertutup hijab meskipun sekarang Fatma sudah syah menjadi Istri nya Ikhsan tak akan pernah membuka hijab Fatma sebelum Fatma sendiri yang membukakan nya untuk nya.


Mungkin terasa sangat nyaman tidur dengan posisi itu hingga tampa dia sadari dia semakin mendekat pada Ikhsan hingga tubuh mereka tertempel dengan tersekat dengan baju mereka saja. dan tangan Fatma membalas pelukan Ikhsan membuat Ikhsan tersenyum senang. namun juga merasa tersiksa di bagian bawah sana. bagaimana pun Ikhsan laki-laki normal sang junior pasti akan bangun begitu saja saat berhadapan dengan gadis tercinta nya apa lagi posisi ini begitu sangat dekat.


" Huffff ... Sabar ini adalah ujian Ikhsan. sabar sabar. " Ikhsan menghembuskan nafas panjang.


" Ya Tuhan benarkah aku akan bisa tahan dalam waktu satu setengah tahun. bagaimana jika aku khilaf dan tak bisa mengontrol diriku dan menyentuh Fatma dengan paksa apa dia akan membenciku. Ya Tuhan tolong lah aku " gumam Ikhsan yang begitu menderita.


Ikhsan harus bisa mengontrol dirinya sendiri dan sang junior nya berusaha untuk bisa memejamkan mata mungkin dengan itu dia akan bisa tenang. dan benar saja setelah berjuang keras akhirnya Ikhsan bisa memejamkan matanya dan menyusul Fatma ke dunia mimpi.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Sabar Ikhsan ini cobaan. dan kamu harus bisa kuat, bukankah ini adalah kesepakatan kalian sebelum menikah, berdoa saja suatu saat Fatma akan memberikan nya dalam waktu yang tak begitu lama. satu setengah tahun.? astaga... πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


__ADS_2