Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
119.Masalah


__ADS_3

Akhsan dan Ikhsan tengah kebingungan di satu ruangan. Bagaimana tidak bingung? pemasukan di perusahaan tiba-tiba anjlok dan tentunya data keuangan nya pun tak sama dengan yang mereka teliti sebelum nya.


Ikhsan memangku laptop nya memeriksa semua nya, dan sepertinya memang ada yang salah dengan semua ini, lebih tepatnya memang ada yang sengaja melakukan nya untuk membuat perusahaan mereka berdua hancur secara perlahan.


" Siapa sih yang melakukan ini, Bang??" tanya Ikhsan.


Tangan Ikhsan terus menari-nari di laptop nya mencari sesuatu yang terasa menjanggal.


"udah ya pak, Rico mau pulang ada banyak kerjaan. " pamit Rico dan hampir mau beranjak namun kembali lagi duduk. " oh ya. jangan terlalu di pikirkan akan mereka berdua, lebih baik kalian lebih fokus dengan perusahaan kalian. jangan sampai ada di tusuk dari belakang oleh orang lain " ucapnya mengingatkan.


Kata-kata Rico waktu itu langsung terputar dengan sangat jelas di otak Akhsan. Inikah yang di maksud dengan Rico,? Perusahaan yang di tusuk dari belakang oleh orang lain? tapi kenapa Rico tak menjelaskan secara rinci dan hanya sedikit saja kata-kata itu?.


" Ikhsan, mungkin tidak sih apa yang terjadi saat ini adalah yang Rico katakan saat itu? " Akhsan menoleh menatap Ikhsan yang langsung menoleh ke arah nya juga.


Ikhsan termenung sejenak. Mungkin kah memang iya? dan kenapa Rico tau lebih dahulu apa mungkin semua yang terjadi ada campur tangan dari Rico.? tapi tidak mungkin kan Rico dan keluarga nya tidak ada yang ikut berperan dalam apapun di perusahaan mereka berdua.


" tapi masak sih, Bang?. Setau ku Rico anaknya sama seperti biasa, da tidak ada yang aneh dalam dirinya. " jawab Ikhsan yakin.


" Terus? "


Ikhsan menaikan menjentikkan kedua bahunya ke atas, dia juga tidak tau pasti tapi dia sangat yakin kalau Rico tidak pernah melakukan hal yang seperti itu.


Ikhsan dan Akhsan kembali Fokus dengan laptop nya mencari dan terus mencari di mana letak kesalahan.


" Dapat " seru Akhsan begitu semangat.


Matanya nya telah menangkap hal yang dia curigai dan dia sangat yakin bahwa itu adalah akar dari keadaan nya sekarang.


Ikhsan menggeser duduknya dan mendekat pada Akhsan, melihat apa yang Akhsan lihat, yang bisa membuat Akhsan begitu bahagia dan menyeru dengan suara keras.


" Dapat apa Bang? " tanya Ikhsan penasaran.


Tangan Akhsan menunjukkan data yang dia curigai di layar laptop nya." Coba lihat ini? " ucapnya.


Ikhsan pun antusias untuk segera melihat nya. sekilas memang raja ada yang aneh dengan data itu, tapi setelah di telisik dengan benar barulah akan terlihat begitu sangat jelas.


" Abang benar " jawab Ikhsan membenarkan.


Satu masalah di perusahaan Akhsan sudah terpecahkan dan hanya tinggal di tempat Ikhsan yang belum.


Ikhsan kembali mengotak-atik laptop nya lagi sedangkan Akhsan pun sama namun langsung berusaha memperbaiki semuanya. sekaligus menghubungi Ardi untuk tugas nya.


Ikhsan pun juga langsung mendapatkan apa yang dia mau. sebuah jejeran data yang telah di sabotase entah oleh siapa tapi semua nya terlihat sangat jelas.


" kalian kira akan susah menemukan kalian, Hemm" Ikhsan menyeringai sinis dengan tangan nya yang masih terus beraksi.


Meskipun tidak berada di perusahaan nya sendiri sekarang, Ikhsan tetap bisa melakukan apapun yang ia mau dan dia kehendaki. semua masalah harus selesai dengan secepatnya.

__ADS_1


Ikhsan pun sama menghubungi Anton dan memintanya untuk segera membereskan sumber masalah yang membuat perusahaan lagi-lagi dalam masalah.


" Kita harus lebih perketat lagi Bang. Jangan sampai hal ini kembali terulang lagi" ucap Ikhsan.


Mereka harus lebih waspada seperti yang Rico katakan. meskipun mereka berdua sudah menyelesaikan nya dalam sekejap tapi bisa jadi mereka hanya orang yang bekerja untuk orang lain, dan mungkin orang itu lebih berbahaya dari yang mereka bayangkan.


Akhsan mengangguk mengiyakan. Perusahaan yang di bangun oleh Oma nya dan opa Buyut nya tidak boleh hancur begitu saja karena orang yang iri atau dengki atau mungkin dendam dengan mereka atau keluarga mereka berdua.


" Kamu benar Dek. kita harus lebih waspada lagi. " Jawab Akhsan.


🌾🌾🌾🌾🌾


Kairi terus berjalan seorang diri di lorong kampus. tak seperti biasanya yang selalu bersama Nara kalau dia ada atau mungkin dengan Akhsan.


Akhsan tidak mengajar karena Ada pekerjaan penting di perusahaan, bahkan katanya sangat penting dan tak bisa di tinggal kan jadi Kairi hanya mempersilahkan dan mendukung saja.


Sedangkan Nara, sudah beberapa hari ini dia tidak berangkat bahkan tak ada kabar sama sekali. Setiap Kairi menghubungi Nara selalu saja tidak di angkat di chat pun tak pernah di balas. Sehingga Kairi putus kan setelah dari kampus dia akan pergi ke rumah Nara untuk mengetahui apa alasannya.


" Sepi sekali" gumam nya.


Sebenarnya bukan tempat itu yang sepi karena tempat itu sangat lah ramai dengan dengan mahasiswa yang lain.Tapi? hati Kairi lah yang merasa kesepian tak ada suaminya dan juga tak ada sahabat nya.


" Assalamu'alaikum "


Seorang pemuda tampan menghadang langkah Kairi, membuat nya langsung berhenti dan mendongak memastikan siapa yang telah berdiri tegak di hadapan nya. "Bryan.?


" Wa'alaikumsalam " Jawab Kairi.


Meskipun malas namun Kairi harus tetap menjawab salam dari Bryan karena menjawab salam adalah wajib jadi tak ada pilihan lain kan?


Bryan tersenyum kecil, puas rasanya meskipun Kairi terus menunduk dan terus mengacuhkan nya tak tak masalah seenggaknya Kairi mau menjawabnya.


" Kairi sendirian aja? tanya Bryan basa-basi." Hm. boleh aku temenin? imbuhnya.


Kairi mendongak sekejap lalu kembali membuang tatapan nya dari Bryan.


" Maaf, saya harus pergi " ucap Kairi dan segera melangkah.


Bryan tak mau di acuhkan, tak mau lagi di tolak oleh Kairi, apalagi di tinggalkan begitu saja. Bryan menangkap pergelangan tangan Kairi yang sudah berjalan beberapa langkah darinya, menariknya, membuat Kairi kembali lagi ke tempat semula.


Tatapan tajam dari Kairi dia lontarkan pada Bryan yang dia rasa sesuka hatinya sendiri. Kairi berontak, mencoba untuk melepaskan tangan nya dari genggaman Bryan.


" Lepas,!! " ucapan Kairi meninggi tapi ama sekali tak berpengaruh pada Bryan "'lepas saya bilang!!


Bryan hanya tersenyum puas melihat Kairi yang berontak dan mengeluarkan suaranya yang tinggi, bukannya membuat Bryan sakit hati tapi malah menjadi kesenangan tersendiri baginya.


" lepas!!

__ADS_1


Sekali lagi Kairi menghempaskan tangan nya dan kini berhasil membuat tangan nya terlepas dari Bryan.


" Kairi, bicaralah padaku. aku hanya ingin bisa selalu bicara kepadamu, jangan pernah kamu mengacungkan aku, Kairi " ucap Bryan.


" Maaf saya nggak bisa, sudah bersuami jadi berhenti lah berharap yang lebih atas saya" tegas Kairi.


Kairi kembali melangkah untuk pergi tapi lagi-lagi tangannya di tarik oleh Bryan dan sekarang membuat Kairi langsung tertangkap di pelukan Bryan.


Kairi terus berontak, berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan dirinya dari Bryan, namun tak akan semudah membalikkan telapak tangan.


Bryan mengunci tubuh Kairi dengan tangan nya, memeluknya dengan sangat erat.


" Mau kemana Kairi, kamu tidak akan bisa terlepas dari ku dengan mudah. " ucap Bryan penuh percaya diri.


Kairi terus menoleh ke arah kanan dan kiri mencoba untuk minta tolong dengan orang yang ada di sana, tapi waktu pun tak berpihak dengan Kairi, semua mahasiswa sudah masuk ke kelas karena pelajaran sudah mulai.


Kairi terus berontak seorang diri. berusaha terus menerus dengan tenaganya yang terbatas.


" lepaskan Bryan, lepaskan,,!! ucapan Kairi kian meninggi.


Bryan hanya cengengesan tanpa dosa. menatap dengan puas wajah Kairi yang pas di depan matanya. apa lagi bibir merah muda Kairi begitu sangat menggairahkan rasanya ingin dia gapai dan ia cicipi sekarang juga.


" kenapa Kairi, apa kamu takut kalau ketahuan suami mu?, tenang suamimu tidak akan datang suamimu sedang sibuk dengan masalah di perusahaan nya. toh masalah nya tak akan mudah untuk di selesaikan, jadi kita punya banyak waktu untuk berdua tanpa takut ketahuan oleh suamimu "


"lepaskan Bryan, saya mohon lepaskan. " Kairi terus memelas meminta di lepaskan dari dekapan Bryan tapi gak akan mungkin la secepat itu Bryan akan menurutinya.


Bryan menarik senyum menatap Kairi penuh dengan teka-teki " boleh saja, tapi ada syaratnya " ucap Bryan tak mau membuang kesempatan lagi.


" apa!!..


" tidak banyak, satu saja yang aku minta dari mu, dan setelah itu aku akan melepaskan mu dan membiarkan mu pergi, bagaimana? , "


" apa syarat nya!!? "


" Cium aku.....


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Aduh Akhsan datang lah, kasian istrimu..


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK JEMPOL NYA YA.JUGA VOTE , LIKE DAN KOMEN.. πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


😘😘😘😘😘😘😘


Salam sayang dari Author......

__ADS_1


__ADS_2