
Brukkk....
Dengan sengaja Fatma menjatuhkan tubuh nya di kasur lipat milik nya. kasur yang hanya muat untuk satu orang saja dan itu hanya untuk nya. tak ada yang lain yang tinggal di sana hanya Fatma dan terkadang adik perempuan nya yang terkadang pulang saat hari-hari tertentu.
rumah yang berukuran 2Γ2 meter itu terlihat begitu kecil bahkan sangat kecil dan hanya terdapat satu ruangan.
ruangan yang hanya terdapat kasur lipat, karpet kecil untuk duduk-duduk bersantai dan juga beberapa kardus yang berisikan dengan pakaian dan juga buku-buku Fatma. dan juga galon dan beberapa piring , mangkok dan gelas yang terbuat dari plastik saja.
rumah yang sangat kecil di sana lah Fatma tinggal dalam kesendirian setiap hari. rumah yang sebenarnya tak pantas di sebut rumah karena lebih cocok seperti kandang kambing saja. pagar yang hanya berbahan dari barang rongsokan dan kardus-kardus bekas sebagai pelindung dari angin malam. dan juga atap yang hanya terbuat dari susunan plastik yang yang sewaktu-waktu akan bocor kalau hujan dan mungkin akan mudah terbang jika ada badai besar.
tanah yang hanya numpang di pekarangan orang lain pun menjadi pikiran yang sangat menakutkan bagi Fatma. jika sewaktu-waktu tempat itu di minta sama sang pemilik nya maka mau tak mau Fatma harus pergi dan akan tinggal entah dimana.
" Ya Tuhan sampai kapan aku akan hidup seperti ini. " gumam Fatma meratapi sebuah nasib yang tak kunjung berubah.
siang malam Fatma harus berjuang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan hidup . terkadang bisa makan dengan nasi, terkadang hanya Mie instan saja dan kadang hanya roti seribuan saja sebagai Pengganjal perut.
berjualan Cang Ci Men pun tak banyak menghasilkan uang untuk Fatma, tapi mau bagaimana lagi, mencari pekerjaan sangat susah. apalagi dia masih harus sekolah, terkadang Fatma malas untuk sekolah dan lebih semangat mencari pundi-pundi rupiah yang dia harapkan bisa mengubah masa depannya.
sedari kecil Fatma sudah tak tinggal bersama dengan kedua orang tuanya. orang tuanya meninggalkan Fatma dan adiknya di jalan dengan sengaja. dan yang paling Fatma ingat sebelum mereka di tinggal kan, ibu dan bapaknya berkata bahwa mereka berdua hanya sebagai beban untuk hidup mereka. bahkan mereka juga mengatakan bahwa mereka adalah pembawa sial dalam hidup nya.
dan sejak saat itu mereka tak saling ketemu, dan Fatma pun yang mengetahui itu adalah kata-kata yang menyakitkan sampai sekarang pun dia tak ada niatan untuk mencari mereka.
" ya Tuhan hanya Engkau lah yang aku punya saat ini, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku dalam keadaan apapun. " doa Fatma penuh harap.
dengan membawa tekat yang kuat Fatma harus segera kembali dengan dagangan nya dia harus bisa mendapatkan rejeki yang banyak hari ini, pikir nya.
selesai mengganti bajunya, Fatma langsung meluncur dengan sepeda yang kemarin sudah Fatma bawa ke bengkel untuk di benahi dan juga sudah di ganti dengan cat yang baru sehingga lebih terlihat pantas daripada kemarin.
mengayuh dengan pelan namun pasti itulah yang Fatma lakukan setiap hari nya. dan berharap dia akan kembali masuk ke dalam rumah nya saat malam hari dengan membawa rejeki yang melimpah.
" Cang Ci Men..!! teriak Fatma setelah sampai di tempat yang sedikit rame.
Fatma mengambil tempat sebuah taman yang besar untuk berjualan. dan di sanalah Fatma selalu mendapatkan rejeki yang terkadang lumayan. tapi jika tempat itu sepi satu rupiah pun pernah tidak dia dapatkan.
" cang Ci men...!!! cang Ci men..!! teriak Fatma berulang-ulang.
matahari yang masih begitu terik membuat Fatma kepanasan dan dia putus kan untuk istirahat duduk dan berlindung di bawah pohon yang rindang.
mata Fatma mengamati para gadis-gadis seusianya, betapa senang hidup mereka bisa bersenang-senang dengan teman-teman mereka, bisa jalan bareng dengan pasangan mereka tanpa memikirkan beban hidup, tanpa memikirkan bagaimana bisa mendapatkan uang untuk bisa mengisi perut.
itulah takdir yang tak bisa di tentukan oleh kita, takdir yang sudah tertulis dalam buku kehidupan setiap manusia. takdir yang mungkin bisa kita ubah dengan tekat namun tetap takdir itu tak pernah luput dari apa yang memang sudah di garis kan untuk kita.
" ya Tuhan kenapa begitu panas sekali.? keluh Fatma
sembari mengibaskan topi sebagai kipas dan sesekali teriak Fatma masih tak mau bangkit dari duduknya masih sangat malas untuk kembali berpanas-panasan.
" cang Ci men..!!! teriak Fatma.
" Miss Fatma..!! pekik gadis yang berjalan menghampiri Fatma dengan cepat dengan senyum yang sumringah.
" Mirna., loh di sini juga.dengan siapa.? tanya Fatma
" tuh dengan Yofan. " jawab Mirna.
" ck ilah pacaran nih maksudnya nya, gebetan darimana.? Tanya Fatma
" kamu nggak kenal sama Yofan, dia kan kakak kelas kita, kelas 12 B. " jawab Mirna.
" ohh..nggak kenal aku.. "
__ADS_1
" iya lah mana mungkin kenal, loh aja jarang bergaul kalau di sekolah kalau nggak bikin onar di kelas pasti hanya semedi di perpus mana mungkin loh kenal. " sinis Mirna.
" iya juga sih. " Fatma manggut-manggut
" ya udah ya miss,gue jalan dulu udah di tunggu tuh ama ayangk bebb.. " ucap Mirna.
" iya hati-hati, ingat jangan sampai kebablasan belum halal..!! ucap Fatma menasehati.
" Siap Miss..!! Mirna memberikan hormat " dah miss..!! lambaian tangan Mirna pun tak ketinggalan sebagai tanda perpisahan mereka berdua.
" hufff asyik ya punya pacar, kemana-mana di boncengin, di traktir makan di beliin barang-barang, kapan aku punya pacar juga, huff Fatma, jangan menghayal berlebihan mana ada yang mau sama orang miskin kayak loh yang hanya tinggal di kandang, dan juga tanah nya numpang. kalau di gusur pun kamu nggak akan dapat bagian.Fatma Fatma sungguh malang nasibmu. " ucap Fatma merutuki nasibnya sendiri.
" udah lah dari pada merutuki takdir, bagaimana kalau semangat kerja cari duit yang banyak biar bisa kenyang deh perut. "
Fatma berdiri dengan senyuman sumringah
dan bersiap dan sekarang pun semakin semangat untuk bekerja dengan sepeda nya.
" Cang Ci men..!!! Cang Ci men..!!! teriak Fatma
sudah berputar-putar di taman dan kaki pun sudah loyo untuk berjalan dan mengayuh sepeda namun baru lima belas ribu Fatma dapatkan dan waktu pun semakin petang dan hampir waktu maghrib tiba.
" Allahuakbar Allahuakbar......
suara adzan menggema dengan sangat merdu terdengar dari masjid sebelah Fatma istirahat. Fatma pun bergegas memenuhi panggilan itu dan menuntun sepeda nya hingga depan masjid dan memarkirkan nya di sana.
dengan mukena parasit yang selalu Fatma bawa kemanapun dia pergi .Fatma mengambil air wudhu dan segera masuk ke masjid untuk menjalankan kewajiban nya.
meskipun nasib tak sebaik yang Fatma harapkan, tapi Fatma tetap selalu mengingat kepada sang Pencipta. Tuhan yang selalu menjaga dan melindungi Fatma, Tuhan yang tak pernah mengeluh dengan segala keluhan Fatma dan Tuhan yang selalu menjadi pendengar setia Fatma dari segala ceritanya, entah itu yang penuh duka maupun penuh dengan tawa.
" Ya Allah. maafkan lah dosa-dosa ku. maafkan segala khilaf dari semua anggota tubuh ku. maafkan mulut ku yang masih selalu senang memaki orang lain dan berkata tanpa dengan hati. maafkan Fatma ya Allah.
" limpahkan rizki untuk ku, supaya aku bisa menjadi yang lebih baik dari sekarang ya Allah. ya Allah, aku mencintaimu, aku juga sayang padamu. tetapkan lah Engkau yang pertama di hidupku. "
....
...
....
begitu banyak doa dan harapan yang selalu Fatma panjatkan untuk pangeran nya, pangeran yang benar-benar dia cintai, dan berharap dia akan mendapatkan balasan cinta itu di dunia hingga di akhirat kelak, Amin.
dengan wajah yang berbinar Fatma keluar dari masjid, rasanya begitu tenang dan senang bagi Fatma bisa selalu memenuhi panggilan dari pangeran di hatinya.
" dek. ini ada sedikit rejeki dari kami. " ucap seorang Ibu dan menyodorkan kotak box nasi.
" makasih bu. semoga rezeki Ibu semakin bertambah banyak dan berkah. " jawab Fatma dengan tangan menerima box tersebut.
" iya, makasih dek. "
" iya bu, saya yang seharusnya berterimakasih." jawab Fatma.
rejeki yang tak terduga yang Fatma dapatkan hari ini, sebuah nasi lengkap dengan lauk pauk, beserta kue yang terlihat sangat mahal ada juga di dalamnya.
" Terima kasih ya Allah. " gumam Fatma
hari yang begitu melelahkan meskipun hanya mendapat uang lima belas ribu saja Fatma putuskan untuk pulang dan dia akan makan di rumah. mungkin bisa juga buat sarapan besok, daripada dia harus membeli makanan , itu akan membuang uang saja kan.
dengan box yang ada di atas keranjang dan sudah mengikatnya. Fatma mulai melajukan sepeda dengan pelan karena pencahayaan pun tak jelas jadi Fatma harus lebih hati-hati.
__ADS_1
" bukankah itu Fatma.? benarkah dia baru pulang berdagang. " gumam Ikhsan yang tak sengaja melihat Fatma dengan sepeda nya.
cahaya yang sangat minim membuat Ikhsan tak lagi bisa melihat Fatma, entah berbelok kemana Fatma.
di saat di persimpangan jalan tiba-tiba ada mobil yang melaju sangat cepat dan karena tak begitu melihat akhirnya mobil itu mengenai keranjang Fatma dan membuat Fatma terjatuh beserta semua dagangan nya dan juga nasi box yang ia dapatkan tadi di masjid.
pengendara mobil itu benar-benar keterlaluan dia kabur begitu saja dan tak bertanggung jawab sama sekali.
" Woiiii..!! kalau jalan hati-hati.!! mentang-mentang orang kaya jalan seenak jidat sendiri, gue sumpahin mobil loh kecemplung jurang..!! teriak Fatma yang tanpa sadar dia telah menyumpahi hal buruk pada orang lain.
begitu banyak luka di kaki dan tangan Fatma. dia harus benar-benar bisa berdiri dan berjalan untuk pulang.
" Aww..!! kakiku kenapa susah banget buat berdiri, awww. " ucap Fatma.
kakinya Fatma benar-benar tak bisa buat berdiri saat itu juga mungkin ada yang kesleo saat terjatuh. Fatma terus teriak meminta tolong berharap ada orang yang mau menolong nya.
" tolong..!!! tolong..!! teriak Fatma sekeras-kerasnya.
meskipun dia tak yakin akan ada yang menolong nya karena tempat nya sangat sepi tapi tak membuat Fatma untuk tetap teriak meminta tolong.
" tolong..!! tolong..!! ya Allah tolong lah aku, aku benar-benar tak bisa berdiri, tolong aku. " gumam Fatma dengan butiran-butiran bening yang tak terasa mengalir begitu saja.
" Astaga dek. apa yang terjadi.!! pekik seorang bapak-bapak yang kebetulan lewat saat mau berangkat ke masjid.
" tadi ada mobil yang menabrak saya pak, tapi dia tak mau tanggungjawab. pak bisa tolong saya, kaki saya susah bergerak. " ucap Fatma.
" coba bapak lihat. " bapak itu langsung memeriksa kaki Fatma. dan ternyata benar kaki Fatma kesleo jadi susah untuk bergerak.
dengan telaten bapak itu membantu Fatma dan mengurut kaki Fatma hingga bisa di gerakkan lagi.
" sudah, coba sekarang di gerakkan. "
" Alhamdulillah sudah bisa pak makasih. tapi.. tapi maaf pak saya tidak ada uang untuk membayar bapak, ini ada beberapa tapi buat beli makan besok, tapi kalau bapak mau ini untuk bapak saja, sebagai tanda Terima kasih saya. " ucap Fatma.
" tidak usah dek saya ikhlas, simpan uang nya dan besok buat beli makan ya. "
" tapi Pak."
" sudah nggak apa-apa bapak ikhlas. apa sekarang bisa buat berjalan, atau mau saya antarkan sampai ke rumah kamu.?
" nggak usah pak, saya bisa sendiri. "
" ya sudah, hati-hati jalan nya ya.
" iya makasih ya Pak. "
sungguh sial hari ini sudah uang dapat nya pas-pasan, seneng karena dapat makan gratis pun sekarang melayang, menyesal Fatma tadi tidak di makan saat masih berada di masjid.
perlahan-lahan Fatma memunguti dagangan nya dan juga mengambil lauk dari nasi box tadi yang masih bisa di makan, dan juga roti yang kotor sebelah dan harus di potong dan di buang yang sudah tak layak.
ngilu rasanya hati Fatma dia benar-benar ingin teriak sekencengnya. derita ini, air mata ini, kerja keras ini sampai kapan akan berakhir. meskipun Fatma selalu ceria dan kuat di hadapan orang lain, namun sebenarnya dia sangat lemah. dia sangat rapuh, dan tak bisa menahan air mata nya saat dia hanya seorang diri.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Author nangis nulisnya. ππππ
yang sabar ya Fatma. πππππππ
dan maafin author ya. πππππ
__ADS_1