
Mobil masuk ke area hotel dengan cepat dan langsung terparkir di dalam area dengan manis. Kedua pria keluar beriringan. " kenapa Aisyah di sini, apa yang dia lakukan" gumam Akhsan.
Gedung hotel yang menjulang sangat tinggi dan begitu indah, hotel bintang lima yang akan membutuhkan biaya yang luar biasa untuk sekedar menginap semalam saja.
Akhsan dan Ikhsan berdiri tegak menatap gedung itu dengan tidak percaya.kenapa Aisyah berada di sini melakukan transaksi yang cukup besar juga di sini apa yang sedang Aisyah lakukan, apa tujuannya.?
" Bang, untuk apa Aisyah kesini ya.? mau ngapain dia ya. " bingung Ikhsan.
" Tau dek. kita akan segera tau setelah masuk ke dalam dan bisa menemukan si pelaku yang menghamburkan uang hanya untuk menginap di sibuk satu malam saja. " jawab Akhsan.
" apa yang kamu lakukan di sini Aisyah, apa yang sedang kamu rencanakan. Apa kamu sedang melakukan hal yang mulia atau malah sebaliknya. " batin Ikhsan bingung.
Akhsan dan Ikhsan berjalan masuk ke hotel dengan tergesa-gesa. Langkah nya semakin mereka percepat setelah melihat Aisyah yang tengah senyum-senyum dengan hp kesayangan yang sedang menyala di tangan nya , entah apa yang membuat Aisyah begitu bahagia hingga dia tak melihat Akhsan dan Ikhsan yang sudah di sebelah nya.
Akhsan berdiri di sebelah kanan sedang Ikhsan ada di kiri, tangan mereka berdua langsung beraksi menarik telinga Aisyah satu-satu. Karena terkejut atau hanya pura-pura saja sehingga hp Aisyah jatuh di lantai sedangkan sang empu malah meringis.
" hehehe Abang-abang tampan, lama amat sih Bang nemuin Aisyah, padahal Aisyah kan hanya di sini kenapa Abang begitu lama bergerak. " ucap Aisyah enteng dengan nada mengejek.
Kedua Abang nya terus menarik telinga Aisyah keatas hingga Aisyah pun harus berjinjit dan mengikuti telinganya yang semakin keatas. " Bang, sakit Bang. Lepasin Bang, apa Abang tidak malu tuh di lihat banyak orang tuh lihat semua sedang menggunjing Abang. " ketus Aisyah.
" Ya Tuhan tolongin Aisyah. jangan biarkan kedua Abang ku memotong telinga Aisyah. Aisyah masih mau mempergunakan nya dengan baik, Aisyah janji. " Aisyah mendongak ke atas langit-langit berharap ada bantuan dari sang Tuhan untuk menyelamatkan dia dari kemarahan dua Abang nya.
" Diam kamu.! atau mau Abang lempar ke Mars sana biar di makan sama makhluk luar angkasa.! atau mau Abang lempar ke sungai Amazon, hahh.!! sinis Akhsan.
" kejauhan Bang, lebih baik kita remet-remet aja nih anak kita bikin bergedel " saut Ikhsan meninpali perkataan Akhsan yang serasa masih kurang bagus sarannya.
Wajah Aisyah berkedut dia begitu pasrah sekarang mau di apain aja ayok saja tak akan menjadi masalah asalkan dia mendapatkan maaf dari Abang nya karena dia pun juga telah mengaku bersalah " terserah Abang aja deh Aisyah pasrah lahir batin Bang, mau di apain juga nggak masalah Aisyah kan emang salah. " jawab Aisyah dengan lemas.
Tumben nih anak ngaku salah biasanya mereka akan berdebat dulu sebelum salah satunya kalah. Mungkin Aisyah sudah lelah mengerjai kedua Abang nya jadi dia rela mau di jadiin apapun juga.
Akhsan dan Ikhsan mengerutkan dahi nya karena heran, sejak kapan Aisyah jadi seperti ini, sejak kapan Aisyah pasrah begini di tindas oleh kedua Abang nya.? apakah mungkin ini rencana baru dari Aisyah untuk kembali membuat kedua abangnya pusing. " kamu ngigau dek.? tanya Akhsan bingung dan akhirnya melepaskan tangan nya dari telinga Aisyah begitu juga dengan Ikhsan.
" mana ada.? orang mata melek gini bisa ngigau situ kali yang ngigau. " ketus Aisyah dan kembali duduk seperti semula. " nih kartu Abang Aisyah kembaliin.! Aisyah udah nggak butuh lagi.! lagian udah di blok juga kan sama Abang. " Aisyah memberikan kartu ATM pada Akhsan dan Ikhsan satu persatu.
" ya jelas di blok, kamu sih mau buat Abang bangkrut. Emang buat apa sih uangnya.? selidik Ikhsan menatap setiap titik wajah Aisyah yang sedang memejamkan matanya. " Aisyah.!
__ADS_1
Kedua Abang Aisyah semakin bingung karena Aisyah masih tak mau bicara dan terus diam sembari menutup mata. " eh malah ngorok nih anak. "Syah Aisyah..!! panggil Akhsan dengan menyentuh hidung Aisyah berulang-ulang.
Aisyah membuka matanya menatap kedua Abang nya bergantian, ada rasa bersalah di hati Aisyah dadanya terasa sedikit sesak melihat wajah kedua Abang nya yang begitu terlihat lelah. Aisyah merangkul kedua leher Abangnya membawa wajah Abangnya hingga menempel di pipi Aisyah. " maafin Aisyah ya Bang. " menyesal Aisyah matanya mengeluarkan setetes demi setetes bulir air mata yang semakin deras.
" Bang maafin Aisyah ya. Aisyah banyak salah sama abang kembar Aisyah selalu memaksakan kehendak Aisyah, Aisyah tak pernah memikirkan Abang, maafin Aisyah ya. " ucap Aisyah sembari sesenggukan.
Akhsan dan Ikhsan menatap Aisyah menghapus air mata Aisyah lalu memeluknya dengan begitu hangat. Apapun yang di lakukan Aisyah mereka tak akan pernah bisa membenci nya, Aisyah adalah bagian dari hidup mereka bagian dari kebahagiaan mereka yang tak akan pernah bisa di hilangkan begitu saja hanya karena kenakalan Aisyah.
" Abang sudah maafin Aisyah kok. sekarang jangan nangis Ok. lihatlah Abang juga jadi cengeng nih, nih lihat. " Akhsan pun juga tak luput dari rasa bersalah Aisyah.
" Abang juga sudah maafin kamu, Syah. jadi jangan bersedih lagi ya. " sambung Ikhsan.
Kasih sayang yang begitu dalam di hati mereka bertiga. satu saja ada yang menderita maka mereka akan merasakan nya juga. sekecil saja ada masalah pasti mereka akan ikut merasakan meskipun tak dikatakan.
" Aisyah, boleh Abang tanya. " ucap Akhsan.
" Hmm.. " Aisyah mengangguk mungkin sekarang emang saatnya karena waktu sudah hampir gelap dan semuanya harus segera bersiap untuk acara kejutan dari Aisyah.
" Abang mau tanya apa.?
" sekarang mereka dimana.?
" disini.!
" kamu juga tau di mana semua orang rumah.? lagi-lagi Aisyah mengangguk.
" semuanya ada di sini Bang, Kak Fatma, Kak Kairi, Mama Papa, Oma Opa, Bang Faisal, dan juga paman jandi dan juga Abang jelek juga di sini, semuanya disini. dan sekarang kedua Abang kembar juga disini kita semua disini. " terang Aisyah.
" kita mau ngapain disini.? tanya Ikhsan "pantes aja pengeluaran begitu banyak ternyata Aisyah membawa semua orang kesini.?
" bentar. " Aisyah membuka tas nya mengeluarkan dua map dan memberikan nya pada Ikhsan dan Akhsan . " Abang lihat aja sendiri. "
Dengan bingung Akhsan dan Ikhsan membuka map yang sudah ada di tangan mereka. Sebuah salinan surat perlengkapan untuk pernikahan Akhsan dan Ikhsan pastinya. " apa ini maksudnya Aisyah. ? bingung Akhsan.
" itu adalah semua perlengkapan untuk pernikahan Abang kembar. semua ini Aisyah lakukan khusus untuk Abang kembar, mungkin kemarin Abang mengira kalau Aisyah pengacau bukan.? tapi semua itu hanya sebuah rencana untuk bisa membuat semua rencana Aisyah berjalan lancar. Abang kembar akan segera menikah malam ini. dan semuanya sudah siap hanya kedua Abang saja yang harus mempersiapkan diri saja. " terang Aisyah.
__ADS_1
Akhsan dan Ikhsan begitu terkejut ternyata semua yang Aisyah lakukan sama ini semua demi kebahagiaan kedua Abang nya bahkan mereka berdua sempat berniat ingin mengurung Aisyah.
Lagi-lagi Akhsan dan Ikhsan memeluk Aisyah akhirnya semua nya terjawab alasan yang keduanya selidiki terus menerus dan sekarang sudah terkuak semua dan Aisyah sendiri yang mengatakan nya. " Terima kasih Aisyah. " ucap keduanya.
Pelukan mereka semakin erat saat ada dua orang lagi yang datang dan juga bergabung memeluk mereka bertiga siapa lagi kalau bukan Keisha dan Rayyan . Kebahagiaan begitu lengkap saat Faisal pun datang dan ikut bergabung.
keluarga yang sangat lengkap bahkan kebahagiaan juga sangat lengkap, semuanya saling mendukung dan juga saling memberikan kasih sayang. " Terimakasih Aisyah. kebahagiaan ini semua terjadi karena mu. Terima kasih. "
"kenapa ini.? seharusnya aku bahagia karena sebentar lagi apa yang saya lakukan, kerja keras ku akan berjalan. pernikahan kedua Abang ku akan berlangsung kebahagiaan kita semua akan lengkap tapi kenapa aku masih merasa sangat khawatir, kenapa aku tidak enak begini sih. Ya Tuhan lindungi semua keluar ku jauhkan kami dari segala mara bahaya yang terus berkeliling di dekat kami. " batin Aisyah.
Kepekaan Aisyah memang tak bisa di ragukan lagi dia begitu peka akan hal apapun semua yang ada di pikiran nya selalu saja tak pernah meleset. pikiran Aisyah begitu tak tenang meskipun semua keluarga nya ada bersamanya sekarang namun tetap saja mereka tak tenang. apa yang sebenarnya akan terjadi entah itu kepada dirinya atau pada salah satu dari keluarganya.
"ihhh kalian mau membuat Aisyah mati nggak bisa nafas.sudah sudah.! sekarang kalian bersiap saja. Aisyah nggak mau mewek lagi, Aisyah udah lelah mau tidur dulu. " ucap Aisyah membubarkan pelukan dari mereka semua
semuanya melepaskan pelukan nya dan tersenyum melihat tingkah Aisyah yang kembali seperti sebelumnya. mulutnya mulai lagi dengan kata-kata yang yang selalu mereka rindukan.
" kamu kenapa dek.? tanya Faisal dengan wajah bingung.
" Abang yang kenapa.? apa Abang mau juga naik pelaminan sekarang.! apa Abang Faisal ingin juga menikah malam ini. sepertinya Aisyah juga udah punya mempelai yang pantas untuk Abang. "
" Ihh mulut mu dek. " Faisal mencubit hidung Aisyah dengan gemas.
" Abang..!!
" kenapa nggak sekalian kamu juga dek, Abang juga udah punya mempelai yang cocok sama kamu" balas Faisal tak mau kalah.
" siapa.?
" tuh Abang Diman penjual cilok keliling. lagian dia masih bujang meskipun sudah ubanan. kamu cocok padanya dan kamu bener-bener akan menjadi istri solehah nanti saat kau patuh padanya. " saut Faisal.
" Abang.!! kesal Aisyah.
Faisal berlari meledek Aisyah dengan beberapa kali menjulurkan lidahnya dan berbalik badan. " " kejar aja kalau bisa. weekkk. " ledek Faisal.
" awas kau Bang..!! Aisyah ikut berlari mengejar Faisal yang sudah semakin menjauh dari mereka semua. " Abang..!!!
__ADS_1
" Hahahaha...!! tawa Rayyan, Keisha, Akhsan dan Ikhsan bersama-sama.