
Pagi menjelang, matahari bersinar dengan begitu cerah. Semua sudah bersemangat beraktivitas seperti biasanya namun berbeda berbeda dengan Kairi dan Fatma, keduanya terlihat kembali uring-uringan di kasur setelah sholat subuh.
Akhsan dan Ikhsan terus berusaha memberikan semangat duntuk mereka berdua di kamar mereka masing-masing tapi seperti nya tak berhasil sama sekali.
Akhsan yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya masih sempat mendekati Kairi dan sekali lagi berusaha membangun kan Kairi namun Kairi masih sangat enggan.
" Kairi, ayolah bangun apa kamu tidak akan ke kampus? " tanya Akhsan dengan tangan membelai pipi Kairi dengan lembut.
Akhsan lebih lega sekarang karena Kairi tak lagi demam, dan suhu tubuh nya sudah kembali normal tapi hanya masih lemas katanya.
" Kairi malas Mas, Kairi nggak ke kampus dulu aja ya, hari ini" jawab Kairi memelas.
Baru saja selesai mengatakan nya Kairi langsung beranjak dan lompat turun dari ranjang nya dan berlari ke kamar mandi.
Perut Kairi rasanya di aduk-aduk membuat Kairi harus memuntahkan semua isi yang ada di dalam perutnya yang kosong.
Akhsan pun ikut berlari mengejar Kairi msik ke kamar mandi," Astaghfirullah Kairi " Pekik Akhsan, dan memijat tengkuk Kairi.
Kairi terus membungkuk mengeluarkan isi perutnya di wastafel namun hanya cairan bening saja yang keluar. " Mas aku lemas" keluhnya menoleh ke arah Akhsan dengan wajah pucat.
" kamu pucet banget, kita ke rumah sakit ya? ucap Akhsan dan Kairi hanya menggeleng tak mau. " kenapa?
Kairi terus menggeleng, dia tak mau ke rumah sakit, Kairi hanya masuk angin saja mungkin dengan istirahat dia akan baikan, pikir nya.
" nggak usah Mas, Kairi hanya mau istirahat " tolak Kairi.
" Tapi?
" sudah lah. Kairi nggak apa-apa kok, sungguh "
" Baiklah" Akhsan merangkul bahu Kairi menuntun nya keluar dari kamar mandi dan kembali ke ranjang nya. " kamu istirahat saja. soal sarapan nanti aku minta Mama yang anterin ke sini. dan sekalian Mama nemenin kamu" ucap Akhsan.
" Hm" Kairi mengangguk sembari naik ke ranjang dan cepat merebahkan tubuh nya dan langsung kembali di selimuti oleh Akhsan.
" maaf ya Mas ada meeting pagi ini jadi nggak bisa nemenin kamu, tapi Mas janji setelah selesai meeting Mas akan langsung pulang " ucap Akhsan yang duduk di sebelah Kairi lalu beranjak.
" Mas" Kairi menarik tangan Akhsan mendekatkan punggung tangan Akhsan dan mencium nya. " selamat bekerja, Mas harus semangat " Kairi menarik senyum meskipun dengan wajah pucat dukungan untuk suaminya harus tetap dia berikan dalam kondisi apapun.
" makasih sayang " Akhsan beralih memberikan Kairi kecupan di kening nya lalu buru-buru pergi karena di kejar waktu " Assalamu'alaikum. "
" Wa'alaikumsalam " jawab Kairi.
Begitu pula di kamar Ikhsan, Ikhsan yang duduk di sebelah Fatma yang masih terbaring di kasur hanya terus merayu Fatma yang yak kunjung mau bangun.
Berkali-kali Ikhsan mengingatkan tentang ujian nya yang tinggal dua minggu lagi tapi sama sekali tidak di gubris oleh Fatma yang sudah terlanjur malas.
" Fatma ayo lah bangun, kamu harus sekolah kan? " ucap Ikhsan.
" Hm " Fatma menggeleng asyik tak mau mendapatkan kata apapun lagi dari Ikhsan. " Fatma lagi males Mas, hari ini saja biarkan Fatma nggak masuk dulu ya, please. " ucap Fatma memelas.
" tapi Fatma?
" Mas pleaseee... " Fatma memasang wajah imutnya pada Ikhsan membuat Ikhsan pasrah dan membiarkan Fatma tidak masuk sekolah dulu dalam satu hari.
" tapi sehari saja ya, oke "
" Hm" Fatma mengangguk patuh.
Ikhsan sekali lagi memeriksa kening Fatma masih sedikit panas tapi tidak setinggi semalam sih. " Mas berangkat dulu, Mas janji akan pulang siang nanti. ingat banyak istirahat jangan keluyuran "
" Iya Mas "
" Assalamualaikum " salam Ikhsan dan segera pergi.
" Mas.!!
" Hmm. "'
" Fatma mau makan bubur ayam, boleh ya" ucap Fatma.
" bubur ayam? " Ikhsan mengernyit bingung, tak biasanya Fatma minta bubur ayam, tak masalah hanya bubur ayam saja kan? bahkan apapun yang Fatma minta Ikhsan aja berikan.
" baiklah, nanti Siang Mas bawain kalau pulang"
Fatma mendengus kenapa harus nanti siang? padahal dia maunya sekarang. " Mas,!! panggil Fatma dengan bertekuk wajah.
Ikhsan kembali menoleh " apa lagi? " tanyanya bingung
" aku mau sekarang " wajah memelas keluar dari wajah Fatma. wajah memohon begitu jelas terlihat di wajah Fatma membuat Ikhsan tak tega " ya ya.. "
Ikhsan berjalan kembali mendekati Fatma kembali duduk di sana " tapi Mas harus meeting Fatma " ucap Ikhsan menjelaskan dengan pelan.
__ADS_1
" ya sudah sana pergi saja. nggak usah hiraukan Fatma, Fatma mah tidak penting kan. " Fatma menjatuhkan tubuh nya kasar, menutupi sekujur tubuh dan Wajah nya dengan selimut.
" Fatma, " lirih Ikhsan
" pergi Mas, nanti Mas telat meeting nya. Wa'alaikumsalam.. " Ucap Fatma acuh.
Ikhsan semakin bingung. apa mungkin dia harus membelikan apa yang Fatma minta tapi bagaimana dengan Meeting nya?, Ikhsan menghembuskan nafas pasrah dan akan memberikan apa yang Fatma minta terlebih dahulu, sedangkan meeting bisa lah di handle oleh Anton.
" iya Mas beliin, tapi jangan marah gitu dong " ucap Ikhsan, dan Fatma tak menjawab sepatah katapun.
*****
Setelah kepergian Akhsan dan Ikhsan, Keisha yang sudah di beri tahu bahwa kedua menantunya sedang tidak enak badan langsung menjenguk keduanya bergantian, tentunya dengan membawa sarapan untuk keduanya.
Mendengarkan ciri-ciri yang di ceritakan oleh Akhsan dan Ikhsan, Keisha langsung paham dan berinisiatif membeli 2 Testpack untuk mereka.
" Kairi ini sarapan mu" ucap Keisha lembut memberikan piring yang penuh untuk Kairi.
" maafin Kairi Ma. Kairi jadi merepotkan Mama " ucap Kairi menyesal.
" tidak sayang, sudah sekarang makan dan jangan lupa minum obat nya. " pinta Keisha yang sekaligus membawa obat yang ternyata hanya sebuah Vitamin saja. " dan ya,! ini buat kamu, kamu test dengan ini, siapa tau apa yang Mama pikirkan itu benar " imbuh Keisha memberikan testpack pada Kairi.
" ini,,,?? tangan Kairi mengambil nya dan tau itu apa.
Keisha mengangguk dan mengukir senyum, " semoga saja. " ucapnya.
" iya Ma" Jawab Kairi patuh.
Setelah dari kamar Kairi Keisha pun melakukan hal yang sama untuk Fatma, membawa kan sarapan sekaligus memberikan testpack pada Fatma.
" hehehe,, iya Ma. " jawab Fatma ngilu.
"periksa lah. semoga kalian benar-benar akan memberi Mama cucu" ucap Keisha penuh harap.
Keisha berjalan keluar meninggalkan Fatma yang masih terus mengamati alat test kehamilan itu. " masak sih? entahlah. " Fatma menaruh testpack itu di nakas dan saat itu juga Ikhsan masuk membawa Bubur ayam yang di minta oleh Fatma.
" Assalamu'alaikum " salam Ikhsan dan Fatma langsung menoleh
" Wa'alaikumsalam, " jawab Fatma, " gimana bubur nya dapat kan? " tanya Fatma tak sabaran.
Ikhsan mengangguk, menyodorkan bubur ayam pada Fatma " nih, makan lah dan harus di habiskan.. " ucap Ikhsan.
Fatma menarik senyum dengan semangat, mengambil kantong plastik yang ada di tangan Ikhsan dengan cepat dan langsung membukanya. " Hm.., sepertinya enak nih " Fatma menghirup aromanya terlebih dahulu dan kembali menatap Ikhsan yang duduk di hadapan nya. " makasih ya Mas, makin cinta deh "
Baru saja selesai bicara Fatma sudah terlebih dahulu memakan bubur itu hingga bubur nya belepotan kemana-mana " Hati-hati Fatma, Mas nggak akan minta"
" Hm. ini sangat enak Mas, sudah berapa tahun ya aku tidak makan bubur, tapi biasanya hanya bubur putih saja sih tidak ada ayamnya begini, kan lebih ngirit " ucapnya sembari terus mengunyah.
" kalau lagi makan jangan bicara Fatma, nanti keselek " ucap Ikhsan menginginkan dan Fatma mengangguk.
Mata Ikhsan mengernyit melihat alat test kehamilan di atas nakas, jantungnya seakan mau berhenti itu tidak mungkin kan?, memang mereka berdua sering berhubungan tapi Ikhsan tak pernah melupakan untuk memakai pengaman karena Ikhsan masih tau lah kalau Fatma masih sekolah dan masih terlalu dini untuk mengandung.
" Fatma,, ka- kamu,,? kamu tidak hamil kan? tanya Ikhsan gugup, dan berharap apa yang di pikir itu salah. bukannya Ikhsan tak mau mempunyai anak, bahkan dia sangat menginginkan nya. seandainya saja Fatma sudah lulus pasti Ikhsan akan senang hati dan akan kegirangan jika Fatma hamil tapi sekarang?
" apa aku pernah melakukan kesalahan? apa aku pernah lupa memakai pengaman? tapi seperti nya tidak pernah aku melupakannya, tapi ini? tidak mungkin kan. nk
" Fatma, kamu tidak sedang hamil kan?" sekali lagi Ikhsan bertanya. Ikhsan benar-benar ketakutan sekarang, hatinya mengatakan tidak mungkin tapi dengan apa yang Fatma alami sekarang, yang begitu manja dan meminta bubur ayam di pagi hari ini bukankah itu seperti orang yang lagi ngidam?
Fatma menghentikan makannya menatap Ikhsan dan tersenyum, " menurut Mas? " tanya balik Fatma.
"menurut ku...?
" bagaimana kalau Fatma beneran hamil." ucap Fatma memotong kata-kata Ikhsan.
Ikhsan menggeleng tidak mungkin terjadi kan? " jangan bohong Fatma, aku tidak pernah melupakan...
" Mas lupa waktu itu "
" kapan?
" ya waktu itu lah. Fatma juga lupa. " jawab Fatma lalu kembali dengan bubur nya.
Wajah Ikhsan memucat. bagaimana mungkin?
seandainya benar Ikhsan harus apa? apa dia akan senang karena dia akan segera punya keturunan, atau dia harus sedih karena membahayakan Fatma dan juga pasti nya akan memutuskan cita-cita Fatma, karena kalau Fatma beneran hamil pastinya Fatma akan keluar dari sekolah atau mungkin dikeluarkan.
" Mas kenapa? tanya Fatma melihat Wajah Ikhsan yang begitu menyedihkan.
Ikhsan beranjak dan berjalan keluar kamar masih dengan pikiran tak percaya, tapi kalau benar, entah apa yang akan dia mendapatkan dari Abang nya Akhsan.
" Mas,!! Mas..!! teriak Fatma namun tidak di gubris oleh Ikhsan.
__ADS_1
Pintu tertutup. sedetik kemudahan.. " Hahaha,,,!! lucunya wajah Mas Ikhsan kalau lagi syok. hahaha...!! " tawa Fatma girang.
*****
Akhsan yang tak bisa fokus saat meeting karena mengingat Kairi yang sedang sakit lebih memilih memberikan semua tanggung jawab semuanya pada Ardi, dan pulang untuk menjaga Kairi saja di rumah.
" Assalamu'alaikum,, " salam Akhsan dan masuk ke kamar, di lihatnya Kairi yang baru selesai mandi dan sedang menyisir rambut nya di depan cermin.
" Wa'alaikumsalam, Mas kok udah pulang? meeting nya udah selesai? " tanya Kairi dan menyambut kedatangan Akhsan dan mencium punggung tangan Akhsan.
" gimana keadaan mu? " tanya Akhsan yang lebih memilih bertanya keadaan Kairi daripada menjawab pertanyaan Kairi barusan. " kamu sudah baik-baik saja kan?
Kairi tersenyum sembari mengangguk. dia sudah sangat baik-baik saja sekarang. meskipun dari tadi dia terus bolak-balik kamar mandi karena mual dan harus memuntahkan semua yang ada di perut nya. " Kairi baik-baik saja Abi " jawab Kairi.
" Abi?" gumam Akhsan bingung. " maksudnya Abi? " tanya Akhsan.
" Bukan apa-apa Abi " jawab Kairi.
nampaknya Akhsan masih belum paham. dan terus bingung bahkan sempat terdiam dan melamun tapi dia masih tak menemukan jawaban nya.
"Kairi punya hadiah untuk Abi" ucap Kairi antusias" tutup mata Mas " pinta Kairi.
" kenapa?"
" sudah Abi, tutup mata nya sebentar aoa susahnya sih" ucap Kairi, dan Akhsan langsung menurut kali ini menutup mata nya erat. Kairi mengambil testpack yang ia sembunyikan dan meletakkan di telapak tangan Akhsan. " buka mata Mas "
Akhsan pun membuka matanya, mengamati apa yang ada di tangan nya. " ini?
Kairi meraih tangan Akhsan dan menuntunnya di Perut nya yang masih rata " di sini ada anak kita Mas, sebentar lagi Mas akan menjadi Abi untuk anak kita" ucap Kairi.
Akhsan terdiam. bahagia, senang, terharu tercampur di hatinya hingga tanpa sadar Akhsan mengeluarkan air mata bahagia nya di depan Kairi " benarkah? tanya Akhsan dan Kairi mengangguk.
" Alhamdulillah.. "
Akhsan mengucapkan puji syukur pada Allah karena memberikan kepercayaan untuk rumah tangga nya secepat ini. Akhsan langsung memeluk Kairi dengan bahagia " Terima kasih atas kebahagiaan ini, terimakasih. "'
" iya Mas. "
" kita harus sampaikan kebahagiaan ini pada semuanya, " ucap Akhsan tak sabar memberikan berita bahagia ini untuk semua keluarga nya.
Akhsan dan Kairi keluar setelah Kairi memakai hijab. berjalan ke ruang tengah di mana semua keluarga nya tengah berkumpul di sana begitu juga Ikhsan dan Fatma.
" Ma, Pa" Akhsan dan Kairi bergabung di sana.
" sepertinya kamu sangat bahagia Akhsan? apa ada berita baik? " tanya Rayyan.
Akhsan menatap Kairi yang tersenyum dan Akhsan pun juga tersenyum " iya Pa, ada kabar gembira. Kairi? Kairi hamil Pa" jawab Akhsan.
semuanya tersenyum bahagia, mengucapkan syukur pada sang pemberi kehidupan " Alhamdulillah " ucapnya bersamaan, tapi berbeda dengan Ikhsan yang masih terdiam dengan wajah masam.
" Ikhsan, kamu kenapa? " tanya Keisha, " Fatma bagaimana dengan kamu? " tanya nya yang beralih ke Fatma.
" Fatma..
" Fatma juga hamil Ma" jawab Ikhsan.
Akhsan langsung mendelik benarkah yang dikatakan Ikhsan, " Ikhsan,! kamu tidak mendengarkan abang! bukan nya Abang sudah bilang kalau Fatma masih terlalu muda, dan juga masih sekolah? terus gimana sekolah nya sekarang? " tanya Akhsan sedikit kesal.
Ikhsan hanya terdiam menerima apapun yang di katakan Akhsan padanya.
" terlalu bahaya untuk hamil di usia Fatma sekarang Ikhsan "
" bang Akhsan, jangan marahi Mas Ikhsan dia nggak salah kok, dan dia juga mendengarkan nasehat dari Abang " Fatma angkat bicara.
" maksud mu? " pekik Ikhsan dan menatap Fatma.
"hehehe,, Fatma belum hamil kok Mas. maaf tadi Fatma hanya ngerjain Mas Ikhsan saja, maaf" ucap Fatma menyesal.
" kamu nggak bohong kan?
" iya Mas, " jawab Fatma, lalu mendekatkan wajah nya di telinga Ikhsan untuk berbisik " tapi seharusnya aku juga hamil kan Mas. kan biar bareng sama Kak Kairi," bisiknya.
pletakkkk...
" besok kalau kamu sudah lulus " ucap Ikhsan setelah mendaratkan sentilan di kening Fatma.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Selamat ya Kairi u kehamilan nya, semoga lancar sampai hari persalinan nanti.
__ADS_1
Fatma jangan lah kau isengin suamimu, jadi sensi kan dia.