
Dengan wajah yang menyedihkan Fatma bersandar di tiang musholla seorang diri. meratapi hidup yang tak pernah sejalan dengan apa yang selalu dia inginkan. mungkin ini memang rencana Tuhan yang harus Fatma terima.dari terpisah dan tak dianggap oleh orang tuanya, terpisah dengan adik satu-satunya yang begitu dia sayang, dan perjuangan untuk bisa hidup dalam semua keterbatasan.
dengan mukena parasut nya Fatma selalu menceritakan keluh kesah nya pada sang pencipta meskipun tak bersuara tapi Fatma yakin bahwa Tuhan selalu mendengar nya meskipun hal-hal yang tak bisa di ucapkan sekaligus.
teriris memang menjalani hidup yang sungguh berat ini. tapi mau bagaimana Fatma hanya gadis yang kini sebatang kara yang tak mempunyai siapapun dalam kesehariannya. seandainya adiknya bersamanya mungkin Fatma akan lebih bisa bahagia, namun itu juga menjadi kelemahan untuk Fatma yang tak akan mungkin bisa membahagiakan Adiknya tersebut.
"maafkan kakak dek. kakak hanya bisa berharap padamu, semoga kamu kelak bisa sukses dalam kehidupan mu. kakak tidak akan pernah bisa jika kamu seperti kakak. kakak akan terus berjuang demi kamu dek. " gumam Fatma lirih.
dengan segenap rasa derita Fatma menumpahkan segalanya pada sangat pencipta. matanya berkaca-kaca tak mampu menahan rasa yang lama-lama mengikis kepercayaan akan hidupnya sendiri.
" ya Tuhan sampai kapan aku akan seperti ini. tak ada tempat untuk aku berlabuh selain Engkau. sampai kapan aku akan terus hidup seorang diri seperti ini. sampai kapan kesepian ini akan berakhir. "
" seandainya bisa, mungkin aku lebih baik pergi dari dunia ini mungkin dengan begitu aku tak akan pernah kesepian lagi karena Engkau pasti bersamaku. tapi.? itu tidak akan mungkin karena Engkau pasti akan menjauh dariku dan tak akan pernah menemuiku jika aku mengakhiri hidup ku. "
" ya Tuhan, jika memang tak ada lagi kebahagiaan untuk ku kenapa Kau biarkan aku tetap hidup. kenapa kau tak menjemput ku saat ini juga. " keluh kesah Fatma yang tak pernah ada akhir, terucap begitu saja dengan di temani bulir-bulir air mata nya.
" jika Tuhan belum menjemput mu itu berarti Tuhan sudah menyiapkan kebahagiaan yang harus kamu jemput Fatma. kebahagiaan yang harus kamu perjuangkan. dan aku yakin kebahagiaan itu akan datang secepatnya jika kau benar-benar menginginkan nya. " ucap Ikhsan yang ternyata sudah sedari tadi dia mendengarkan apa yang Fatma katakan.
Dengan cepat Fatma menghapus air mata nya. dia tak boleh terlihat lemah di hadapan siapapun dia harus terlihat kuat meskipun itu dengan Ikhsan sekaligus.
" Se-sejak kapan bapak berada di sini.? apa bapak nguping pembicaraan ku dengan Tuhan.? ucap Fatma.
" tidak.! tapi seperti nya Tuhan yang memberitahu ku tentang keluh kesah mu. dan seperti nya Tuhan juga yang mengirim ku untuk datang kesini." Jawab Ikhsan enteng.
" mana bisa.!
" hem.. ya mungkin bisa. nyatanya aku datang kan sekarang.! jawab Ikhsan dan duduk di hadapan Fatma dan menatap mata Fatma yang masih basah. " nih hapus ingus mu.! cantik-cantik kok ingusan.! ledek Ikhsan sembari memberikan sapu tangan nya pada Fatma.
" yee..!! siapa juga yang ingusan. bapak kali yang ingusan." ketus Fatma.
" ya sih.lagian lihat gadis cantik mewek seorang diri begini siapa yang tidak ikut ingusan. pasti virus mu terlalu kuat dan menyebabkan orang sekeliling mu ikut ingusan juga. " gurau Ikhsan.
" ya siapa suruh dekat-dekat dengan Fatma. Fatma kan emang cewek ingusan, bodoh, miskin lagi. seharusnya siapapun tidak pantas berada di dekat Fatma. " ucap Fatma.
" tapi seperti nya aku suka sama cewek yang ingusan begini. bisa di kerjain biar selalu ingusan.udah ingusan, cerewet, nyebelin dan eror lagi, pasti nggak bikin bosan. "
" Ihhhh.." kesal Fatma.
kalau bapak kesini hanya mau menghina lebih baik bapak pergi aja deh. di sini bukan tempat orang saling menghina. di sini tempat yang suci tak boleh ada kata buruk yang keluar di sini. "
" ya kamu memang benar. " Ikhsan mengangguk. " kamu udah sholat.?
" sudah.! bapak belum.?
" sudah juga.! kenapa kamu nggak nungguin aku untuk sholat.! kan kita bisa sholat bersama"
" huff... bapak ini mau bikin gosip baru di sekolah ini. seorang guru SMA sholat berjamaah dengan murid nya dan hanya berdua saja di ruangan khusus. ada apakah dengan mereka.? ucap Fatma.
" nggak ada apa-apa.tapi bo'ong. " jawab Ikhsan.
" maksudnya.?
" udah lah. aku hanya mau bilang ada tugas untuk kamu.?
" tugas apa pak, kayaknya serius amat.?
" iya ini sangat serius. minggu depan akan di adakan lomba cerdas cermat antar kelas. dan aku mau kamu yang mewakili kelas kita. "
" lah kok Fatma sih pak.!
" sudah jangan banyak protes. pokoknya kamu harus siapkan diri kamu. saya nggak mau kalau kamu sampai kalah. kamu harus buktikan kalau kelas kita itu mampu untuk bersaing. kelas kita juga berhak mendapatkan prestasi yang membanggakan bukan prestasi kelas paling bodoh, itu bukan prestasi tapi hinaan, kamu paham.! tegas Ikhsan.
" tapi pak.? Fatma kan bodoh.!
" bodoh.? itu karena kamu sendiri yang tidak mau berusaha. makanya kamu harus bisa buktikan kalau kamu tidak bodoh. aku percaya padamu Fatma, kamu pasti bisa. "
__ADS_1
" tapi pak.?.
" please Fatma, jangan berdebat lagi. kelas hampir di mulai cepat kembali ke kelas . ingat Fatma kamu adalah harapan Bapak. " ucap Ikhsan sembari berdiri dan melangkah pergi.
Ikhsan kembali menoleh melihat Fatma yang masih terdiam dalam kebingungan. Ikhsan tau sebenarnya Fatma bukan gadis yang bodoh yang seperti dia katakan.Fatma hanya tidak mau saja mengembangkan saja. dan yang jelas Fatma tidak mau serius dengan pendidikan nya dan lebih serius dengan cari uang.
" aku akan rubah pendirian mu Fatma. sekolah memang tak menghasilkan uang. tapi dengan ilmu yang kita dapatkan itu lah yang akan membawa kita dalam kesuksesan dan memperoleh uang. kau harus bisa maju Fatma. kau harus bisa berubah mulai sekarang, gadis cang ci men itu memang tidak buruk karena itu juga pekerjaan yang halal. tapi kamu harus bisa menjadi gadis yang lain yang lebih pantas dari itu. " gumam Ikhsan.
sembari melipat mukena nya Fatma terus berfikir bagaimana bisa Fatma mengikuti cerdas cermat itu. dan bagaimana bisa Ikhsan mempercayai dirinya. itu sungguh mustahil sih seperti nya.
" aku harus bagaimana.? aku kan sangat bodoh.? bagaimana kalau aku kalah? aku pasti akan sangat mengecewakan Pak Ikhsan. pak Ikhsan kau begitu menyiksa ku dengan kepercayaan ini. " gumam Fatma.
Fatma keluar dari musholla dan lagi-lagi ada rintangan yang menghalangi nya. " cantik.!! astaga tak ku sangka kau ternyata gadis sholehah, kau benar-benar gadis primadona harapan setiap kaum adam. " ucap Iqbal menggombal.
" Huff.. kau ini tak punya kerjaan selain mengganggu ku.? bukannya ketos itu kerjaan banyak kenapa seperti nya kamu sangat lalai akan tugas mu. " ketus Fatma.
" aku tidak pernah lalai cantik. aku hanya rindu saja padamu.? semenit saja tak melihatmu rasanya satu tahun tak bertemu. sungguh kau telah menyiksa ku. ternyata benar kata Dilan, rindu itu berat. awww.. sihir apa yang kau bawa." ucap Iqbal.
" Basii..!!! Fatma melangkah dengan sangat kesal. dan berlari secepatnya untuk menjauh dari playboy cap badak itu.
" cantik..!! jangan tinggalkan aku.!! aku masih merindukan mu, cantik.!! teriak Iqbal.
" huff.. aku yakin kau akan terbiasa dengan rayuan ku tengik. dan kau pasti akan merindukan itu dariku, Hmm... " Iqbal menyeringai.
Fatma masuk ke kelas dengan nafas tak beraturan. nafas nya begitu memburu dengan cepat dan itu semua gara-gara Iqbal si cap badak.
melihat Mirna yang sedang minum air Fatma merebut nya begitu saja dan meneguk nya hingga tuntas. " Huff.. lega akhirnya basah juga tenggorokan ku. " ucap Fatma.
" Miss.!! kok di habisin sih air nya,! aku masih haus tau. " gerutu Mirna.
" bokap loh nggak akan jatuh miskin hanya karena sebotol air putih, Mir. lagian loh itu hanya air putih saja pelit amat. sedekah napa sama orang yang miskin. sedekah itu pahalanya banyak. " ucap Fatma menggurui.
" sedekah ya sedekah.! tapi jangan main rebut gitu dong. " kesal Mirna.
" udah udah. besok aku kembalikan lima botol. "
" iya. air comberan tapi. " jawab Fatma enteng.
" miss kira aku kecebong apa di kasih air comberan, dasar mulut nggak berpendidikan.!
" iya. nih mulut memang tak bakat berpendidikan tinggi.lagian juga nggak doyan sama bangku sekolahan. " jawab Fatma.
" iya kali doyan bangku sekolahan, emangnya rayap.! ketus Mirna.
" rayap rayap cuilah tak masalah." jawab Fatma.
" Assalamu'alaikum.. "ucap Ikhsan sembari melangkah masuk ke dalam kelas. pelajaran akan kembali berlanjut setelah istirahat.
dengan begitu jelas Ikhsan mengumumkan acara cerdas cermat yang akan di adakan satu minggu lagi. dan dengan serentak semua pun menunjuk Fatma sebagai murid yang akan mewakili kelasnya ternyata perkiraan Ikhsan benar semua pasti akan setuju dengan keputusan nya.
Dengan lemas tak semangat sekaligus wajah yang cemberut Fatma menerima semua keputusan itu. Fatma pun malah menaruh Kepalanya di meja dan menyembunyikan nya dengan kedua tangan.
" kalian semua menyebalkan , kalian bersekongkol untuk menindas ku. kalian benar-benar keterlaluan. " gerutu Fatma.
" ya elah Miss, kita tidak menindas mu bahkan sebaliknya kita semua mendukungmu. " jawab Mirna.
" diam kamu kecebong.!! kesal Fatma.
" enak aja kecebong.! cantik gini di katain kecebong. "
bukan nya menjawab Fatma malah asyik menyembunyikan kepalanya dan tak lagi menghiraukan siapapun yang memanggilnya termasuk Ikhsan.
" Fatma." panggil Ikhsan.
" aku mau mengistirahatkan otakku dulu pak sebelum aku pusing untuk besok. jadi sekarang izinkan aku tidur ya ya. " ucap Fatma.
__ADS_1
" ini bukan rumahmu Fatma. ini sekolah tempat belajar. "
" ini juga rumah Fatma pak, rumah kedua. " jawab Fatma enteng.
sampai waktu pulang Fatma benar-benar tidur dan Ikhsan hanya bisa mengalah kali ini tapi tidak setelah pulang. ada kejutan dari Ikhsan yang pasti akan lebih menyenangkan.
semuanya pulang namun tidak dengan Fatma. Fatma harus mengikuti Ikhsan dan pergi ke ruangan nya. " pak kita mau ngapain sih. Fatma harus pulang cari duit. " ucap Fatma.
" diam kamu.! bukannya kamu sudah tidak menurut padaku tadi, dan sekarang kamu harus nurut dan tak boleh nolak apalagi pakai protes." jawab Ikhsan.
" aduh pak. sebenarnya apa yang Bapak inginkan dari Fatma. " Fatma terus membuntuti Ikhsan dan berdiri di dekat meja Ikhsan sedang Ikhsan tengah sibuk mengumpulkan buku-buku yang harus di pelajari oleh Fatma.
Brukk..
" nih untuk kamu pelajari. " ucap Ikhsan sembari menaruh tumpukan buku yang begitu banyak. bahkan buku-buku itu sangat tebal.
mulut Fatma menganga matanya melotot melihat buku yang di berikan Ikhsan padanya. bagaimana bisa Fatma mempelajari semua buku itu dalam satu minggu saja. sial sial.
" astaga benar-benar guru yang menyebalkan. " gumam Fatma. " pak bagaimana bisa Fatma mempelajari semua ini.? Fatma nggak akan bisa pak.! protes Fatma .
" tidak ada penolakan dan juga protes. kamu harus nurut sama bapak. tenang saja Fatma jika kamu menang kamu akan mendapatkan imbalan yang fantastis. " ucap Ikhsan memberikan iming-iming.
" yee.. di kira Fatma cewek matre apa.! meskipun Fatma miskin tapi Fatma tidak mau mendapatkan sogokan pak, itu tidak baik. gini-gini Fatma juga tau hukum. " ucap Fatma.
" itu bukan sogokan Fatma. tapi penyemangat.! lagian itu juga sebagai hadiah dari Kerja keras kamu. "
" Hmm..? emang apa hadiah nya. ?
" ya rahasia lah.! kalau kamu memang penasaran dengan hadiahnya kamu harus bisa berjuang untuk menang. dan untuk sekarang kamu harus ikut aku. setiap pulang sekolah kamu harus selalu ikut, aku tak akan membiarkan kamu berkeliaran di luar sana. " tegas Ikhsan.
" tapi pak.? bagaimana Fatma akan berdagang.? dan bagaimana Fatma akan makan kalau nggak dapat uang.?
"kamu tenang saja. aku juga nggak akan membiarkan kamu mati kelaparan sebelum kamu menang." sinis Ikhsan. " cepat bawa buku-buku itu dan ikut bersamaku.".
" hahh.. aku.? pak itu berat! mana mungkin Fatma kuat pak. " !
" kamu kuat Fatma." Ikhsan mulai melangkah.
" tapi pak.!!
" Fatma..!!
" iya iya. dasar guru tak punya hati.! gerutu Fatma. " Aww... mana berat sekali lagi. pak tolongin Fatma.! teriak Fatma namun Ikhsan tetap berjalan tak menghiraukan Fatma sama sekali.
dengan mobilnya Ikhsan pergi ke perusahaan nya dan tetap saja dia akan lewat jalan khusus. itu semua agar tak ada yang tau akan keberadaan Fatma.
Fatma begitu mengagumi perusahaan yang sangat besar itu. matanya tak henti-hentinya melihat semua nya dan bibir nya selalu mengungkapkan kekagumannya akan hal itu.
" ini perusahaan bapak.? tanya Fatma.
" Hmm. " jawab Ikhsan sembari mengangguk.
" masuklah dan kamu harus pelajari semuanya. jika ada yang tidak kamu pahami tanyakan pada saya. " sambung Ikhsan dan langsung fokus dengan laptopnya.
" iya pak. " jawab Fatma.
Fatma duduk di lantai dan menaruh semua bukunya di atas meja. Fatma akan lebih leluasa dengan itu daripada dia duduk di sofa. meskipun lantai nya terasa dingin namun tak menjadi masalah untuk Fatma.
dengan begitu fokus Fatma mempelajari satu persatu buku dari Ikhsan. bahkan Fatma tak sekalipun bertanya pada Ikhsan membuat Ikhsan merasa kagum sekaligus heran. katanya bodoh tapi kenapa semuanya terasa mudah untuk untuk nya.
""" πΎπΎπΎπΎπΎ
""""""'ππππππ
selalu dukung ya. ππππππ
__ADS_1
author sayang kalian. ππ