
Semua rumah sakit sudah di datangi semua klinik kesehatan pun sudah di datangi juga namun tak ada satupun yang tempat yang ada tanda-tanda Aisyah dan Shelvia berada, entah dimana anak itu berada.
Keraguan kembali muncul di pikiran Akhsan dan Ikhsan, jika mereka tidak bisa di temukan di semua rumah sakit terus mereka ada di mana.?
Akhsan dan Ikhsan sudah kalang kabut mencari keduanya tak henti-hentinya dalam lima hari ini bahkan semua anak buah sudah dikerahkan tapi tetap saja belum membuahkan hasil.
" Dek, bagaimana kalau Rico itu hanya salah lihat, kalau beneran itu terjadi seharusnya mereka ada kan di salah satu rumah sakit di Kota ini, nggak mungkin kan dia akan di bawa ke luar negeri. " Bingung Akhsan, menatap bingung semua arah di luar rumah sakit yang mereka datangi.
" entah lah Bang, aku sendiri juga bingung. tapi kenapa aku masih tetap yakin apa yang di katakan oleh Rico ya Bang.?
" kemana lagi kita harus mencari mereka Dek, " Akhsan mengusap wajah frustasi. " kita hanya bisa berharap semoga orang-orang kita mendapatkan petunjuk, kalau tidak entahlah. Mungkin kita harus menyerah. "
" Jangan dong Bang,,!! kita harus tetap menjadi mencari mereka. aku yakin mereka ada di suatu tempat, hanya kita belum bisa menemukan nya saja. " kekeuh Ikhsan yakin.
" sudah lah ini sudah sore, kita pulang dan teruskan pencarian besok. " ajak Akhsan, dan di angguki oleh Ikhsan, " Yuk. "
Dengan mobil yang berbeda keduanya pergi dari rumah sakit itu, dan harus pulang dan istirahat tentunya, pencarian ini sungguh menguras segalanya bagi mereka berdua. dari mereka yang tak pergi ke perusahaan mereka masing-masing dan juga tak lagi bisa selalu bersama istri-istri mereka tentunya.
Dalam perjalanan mereka tak henti-hentinya berfikir, kemana lagi mereka akan melanjutkan pencarian untuk besok. apakah harus ke luar kota atau bahkan ke luar negeri, tapi kemana,? bahkan rumah sakit besar dan berfasilitas lengkap sudah berjajar rapi di kota itu bagaimana mungkin mereka berdua akan di bawa ke rumah sakit di luar kota. Rasanya sungguh mustahil.
Semua keluarga belum tau aktivitas keduanya dengan jelas hanya Fatma dan juga Kairi saja yang sudah tau. semua itu karena mereka berdua tidak mau Fatma dan juga Kairi khawatir jika mereka berdua tak kunjung pulang.
🌾🌾🌾🌾🌾
Kairi dan Fatma tengah menunggu kepulangan suami mereka dengan sejuta kata doa yang selalu keluar dari mulut mereka berdua untuk hasil dari pencarian Aisyah dan juga Shelvia tentunya.
" Kak, semoga saja hari ini membuahkan hasil ya. aku sudah tidak sabar ingin bertemu mereka berdua, aku sangat merindukan mereka" ucap Fatma penuh harap dan itu adalah harapan terbesar bagi Fatma.
" iya Fatma, kita hanya bisa berdoa saja semoga semua ada hasilnya. entah apa yang terjadi pada mereka berdua sekarang, entah apa yang mereka alami semoga mereka dalam keadaan baik-baik saja " jawab Kairi yang sama penuh harap.
Tinnnn....
Bunyi klakson mobil begitu keras terdengar di telinga mereka berdua, keduanya langsung berhamburan lari ke arah mobil suami mereka masing-masing setelah mengetahui dengan jelas siapa yang ada didalam nya.
Kairi dan Fatma menyambut tangan mereka mencium punggung tangan suami mereka dengan pelan dengan segunung pertanyaan di benak mereka saat melihat raut wajah mereka yang biasa-biasa saja bahkan terlihat jelas seperti kecewa. Dan itu artinya mereka belum bisa menemukan Aisyah dan juga Shelvia.
" Mas, bagaimana.? tanya Fatma merangkul lengan Ikhsan dan ikut berjalan di samping nya, Fatma ikut berwajah cemberut dan kecewa saat mendapatkan gelengan kepala dari Ikhsan, " Yahh,,,!!! kecewa nya Fatma
__ADS_1
Ikhsan tersenyum kecil pada Fatma melihat berapa lucunya wajah Fatma saat cemberut, dan itu seperti menjadi obat lelah bagi Ikhsan. Ikhsan mencubit hidung Fatma dengan gemas dan terkekeh kecil " nggak usah cemberut, aku pasti akan menemukan mereka, kamu tenang saja. " ucap Ikhsan.
" Tapi bener ya. kalau bohong besok Fatma mau ikutan " ancam Fatma kesal. " Fatma akan mencari hingga keliling dunia bila perlu yang penting Mereka berdua harus ketemu. "
" Iya-iya,! besok hari minggu kamu boleh ikut. kita cari sama-sama, " jawab Ikhsan membuat wajah Fatma berbinar terang.
" Makasih Mas, Muach.. " ciuman berhasil mendarat di pipi Ikhsan membuat sangat empu tersenyum bahagia, sering-sering lah melakukan itu Fatma, ingin nya Ikhsan.
Sementara Akhsan dan Kairi hanya tersenyum melihat kedua sejoli di sampingnya itu. bermesraan boleh asalkan jangan di tempat umum juga kan, lihatlah sekeliling mereka banyak anak di bawah umur yang melihat mereka dengan senyuman yang tak bisa diartikan.
" Mas mau juga.? celetuk Kairi membuat Akhsan langsung menoleh ke arah Kairi yang memberikan senyum padanya. " aku bisa lakukan juga. " sambung nya.
wajah Akhsan mendekat ke sebelah kiri wajah Kairi membuat Kairi GR, mungkinkah Akhsan yang akan menciumnya.? wajah Kairi langsung berubah menjadi merah, dia begitu gugup, matanya menatap sekeliling.
Akhsan terkekeh geli melihat itu padahal dia hanya mau membisikan sesuatu saj aku pada Kairi tapi lihatlah apa yang dia dapatkan, " jangan tegang, aku nggak mau ngapa-ngapain kok. Kalau aku mau nya tidak di sini, tanggung kalau disini, aku mau di semua tempat bukan hanya di pipi doang, kurang enak. " bisik Akhsan.
Benar-benar telah membangkitkan bulu kuduk Kairi dari bisikan Akhsan, bahkan bukan hanya ciuman saja yang Akhsan ingin kan melainkan yang lain juga. " Bugh,,,, apa sih Mas,,! suara Kairi mengeras membuat Ikhsan dan Fatma langsung menoleh kearah mereka berdua bingung.
Ikhsan mengangkat dagunya sebagai pertanyaan namun hanya membuat Akhsan tersenyum saja " Dasar aneh " kesal Ikhsan.
" Hahaha,,!! tawa Akhsan keras-keras.
🌾🌾🌾🌾🌾
" Ma,! Mama harus makan, Mama juga harus sehat kalau Mama sakit Shelvia akan sedih lihat lah tubuh Mama, menjadi kecil seperti ini, bagaimana Mama akan memasakkan makanan kesukaan Shelvia kalau Mama sakit. " Shelvia terus memohon, menyodorkan sendok yang penuh dengan nasi beserta lauknya. berusaha keras untuk menyuapi Airin yang sangat susah untuk makan akhir-akhir ini.
" Shelvia, kamu pergi kemana nak,? kenapa kamu tinggalin Mama Mama nggak bisa hidup tanpa kamu, " Hati Airin begitu tersayat mengingat akan kepergian Shelvia yang begitu tiba-tiba dan tak meninggalkan apapun sebagai perpisahan mereka berdua.
" Mama ngomong apa sih. bukannya Shelvia ada di sini di depan Mama, bahkan seandainya Shelvia pergi, Shelvia akan selalu di hati Mama kan. jadi Mama nggak usah sedih. kemana Shelvia akan pergi kalau tidak dengan Mama, dan kalau pun Shelvia pergi pasti juga akan kembali untuk Mama, iya kan. " tutur Shelvia bijak.
" Anak Mama sudah besar sekarang " Airin membelai kepala Shelvia, merengkuh nya kedalam pelukan nya. " jangan pernah tinggalkan Mama, Shelvia. Mama tidak akan sanggup. "
" Mama nggak usah khawatirin Shelvia, Shelvia sudah besar, " Shelvia melepaskan dirinya dari pelukan Airin dan kembali menyuapi Airin dengan pelan " sekarang Mama makan dulu biar Mama selalu sehat " suapan demi suapan Shelvia berikan pada Airin.
Mata Airin tak pernah terlepas dari wajah Shelvia yang selalu tersenyum padanya. tak sedetik pun senyum itu pudar dari bibir Shelvia. dan semua itu hanya untuk Airin untuk Mama nya tercinta. " Alhamdulilah.. Mama udah kenyang. ?" tanya Shelvia dan Airin hanya mengangguk " minum nya Ma, " Shelvia menyodorkan gelas pada Airin dan membantunya untuk meminum nya.
" Makasih sayang " ucap Airin senang.
__ADS_1
" sekarang Mama istirahat ya. biar Mama selalu sehat. " Shelvia ingin beranjak untuk mengembalikan piring beserta gelas yang Sudah kosong ke dapur namun tangannya kembali di tarik oleh Airin " Mama kenapa.?
" jangan pergi, temani Mama istirahat ya. tidur lah di sisi Mama, Mama ingin memeluk mu, Mama merindukan mu. " ucap Airin perih.
Shelvia mengangguk menaruh piring dan gelas di nakas, merebahkan tubuh nya di dekat Airin, menaruh kepalanya di pangkuan Airin, " Shelvia juga merindukan Mama " ucap Shelvia.
Airin terus membelai lembut kepala Shelvia bahkan Airin juga mengusap perlahan-lahan kening Shelvia untuk membuat nya tertidur di pangkuan nya. " tidur lah Sayang, dan sambut hari esok dengan bahagia bersama Mama. "'ucap Airin.
Beberapa menit kemudian Shelvia bisa tertidur di pangkuan Airin membuat Airin tersenyum bahagia, Airin ikut serta menutup mata nya dalam keadaan duduk dan tangan nya tak henti-hentinya menepuk pundak Shelvia.
" Shelvia,,!! .
" Shelvia,,,!!!
" Shelvia.!!
Airin teriak histeris karena tak lagi melihat anak nya di pangkuan nya. Airin kembali menangis tersedu-sedu, mengedarkan pandangan nya ke semua penjuru namun tak ada Shelvia di sana
" Shelvia,, !! teriak Airin dan tersadar bahwa semua itu hanyalah mimpi saja.
" Shelvia,, Hiks hiks hiks.. " Airin terus menangis.
"Astaghfirullah Ma,,!! David membuka pintu dengan cepat. berhamburan duduk di depan Airin yang sudah terisak. " Mama kenapa,? Mama mimpi buruk.? tanya David khawatir.
" Shelvia pa, Shelvia ku kembali, " ucap Airin sesenggukan.
David merengkuh tubuh Airin menenangkan nya, Hati David begitu sakit. Sudah lama Airin tidak bicara sekali dia bicara itu semua hanya karena Shelvia saja. " Ma, Mama harus ikhlas. " kecupan demi kecupan terus mendarat di puncak kepala Airin.
Hati yang ikut merasakan kesedihan dari Akhsan dan Ikhsan yang hanya berdiri di balik pintu, tak berani masuk dan membuat Airin semakin bersedih.
" Bang, kita harus secepatnya menemukan mereka. " lirih Ikhsan.
Akhsan mengangguk teratur itu benar, Aisyah dan Shelvia harus cepat di temukan jika mereka tak mau melihat keadaan Aunty mereka semakin memburuk. " kamu benar Dek. kita harus berusaha lebih keras lagi. " jawab Akhsan.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
AISYAH DAN SHELVIA,,, KAU BEGITU KEJAM MENINGGALKAN PENDERITAAN PADA SEMUA ORANG.. AWAS KALIAN YA.. 🤣🤣🤣