Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
190.Akal-akalan Fatma


__ADS_3

___


Happy Reading...


__________________


Brukk....


Fatma dan juga Suci terjatuh bersamaan saat mereka berpapasan di tikungan dan mereka yang tengah jalan dengan buru-buru. Keduanya langsung mengadu sakit di bagian belakang dan juga meringis dengan tangan yang memijat tulang belakang mereka masing-masing.


Tatapan keduanya juga langsung saling bersi tubruk, dan saling terkejut satu sama lain. Fatma hanya bisa mengeluh dalam hatinya sekarang, pikirannya yang sedang kacau balau kini harus di tambah lagi bertemu dengan wanita yang selalu berusaha mendekati suaminya.


Tak mau makan hati Fatma langsung berusaha bangun, namun belum juga terjadi ada tangan kekar yang membantunya dari arah belakang, sontak membuat nya langsung menoleh. " Pak Ikhsan. " ucapnya, dia terkejut namun dia juga sangat bahagia akhirnya pangerannya datang untuk menolongnya.


"Kamu tidak apa-apa? apa perlu ke rumah sakit, sekarang?. " Ikhsan mengamati sekujur tubuh Fatma yang memang sedikit menahan sakit, dia sangat khawatir dengan istri cang ci men nya tersebut.


Fatma menggeleng, dia tak butuh ke rumah sakit sekarang. Hanya dengan Ikhsan menolongnya saja sakitnya terasa sudah lenyap. " Tidak usah, aku tidak apa-apa kok. " jawab Fatma.


Sementara Suci harus bangun sendiri tanpa bantuan dari siapapun, padahal dia berharap juga akan mendapatkan bantuan dari Ikhsan seperti Fatma tapi sepertinya itu hanya sebuah mimpi di siang bolong saja.


" dulu hanya di ajak foto saja dia tidak mau, dia sama sekali tak mau dekat dengan seorang wanita tapi dengan Fatma? bahkan dia tak keberatan menyentuhnya dan juga terlihat sangat mesra lagi, sudah seperti pasangan suami istri saja. " batin Suci.


Fatma melihat ekspresi yang tak suka di wajah Suci, bahkan itu terlihat sangat jelas oleh matanya. Fatma nyengir kuda dan semakin melakukan kegilaan tepat di hadapan Suci.


" Pak, punggungku sangat sakit. " rengek nya, yang jelas itu bukanlah kenyataannya tapi akting dari seorang ratu error di sekolah itu." Tolong bantu Fatma ke ruang UKS ya Pak. Fatma harus di periksa di sana. " imbuhnya dengan tampang yang sangat menyedihkan.


" Beneran kamu sakit!?. " Ikhsan terlihat sangat panik mendengar Fatma sakit. Ikhsan menoleh ke arah Suci dan dia terlihat baik-baik saja dan kembali lagi menoleh ke arah Fatma yang masih terlihat kesakitan.


" Bu Suci, Bu Suci tidak apa-apa kan? kalau tidak apa-apa saya harus pergi ke UKS untuk mengantarkan Fatma. " ucap Ikhsan.


Suci mengangguk dengan lesu, berharap mendapatkan madi yang begitu manis nyatanya dia malah harus mulai mencicipi kamu yang pahitnya tak terkira. " Saya tidak apa-apa, Pak. Antarkan saja Fatma ke UKS, takut dia terluka karena benturan tadi. " jawab Suci dan harus pura-pura tersenyum tulus.


" Saya permisi, Bu. " pamit Ikhsan. Tanpa aba-aba lagi Ikhsan langsung mengangkat Fatma, menggendong nya dengan begitu cekatan. " Assalamu'alaikum. " Ikhsan langsung berlalu pergi.


" Wa'alaikumsalam. " jawab Suci.

__ADS_1


Suci menatap iri Fatma yang di perlakuan sangat manis olehnya, jangankan di gendong, saat dia mendekati saja Ikhsan pasti akan menjauh darinya." Hubungan seperti apa sebenarnya yang mereka jalani. Mereka bukan lagi selayaknya sepasang kekasih, tapi lebih seperti sepasang suami-istri. " gumam Suci yang mulia menatap curiga kepada keduanya.


_____


Ikhsan menurunkan Fatma ke brangkar di UKS dengan sangat pelan, dia begitu hati-hati karena takut punggung Fatma akan semakin sakit nantinya.


"Pelan-pelan, " ucapnya. " Sebenarnya apa sih yang kamu lakukan sampai seperti ini? kamu selalu saja ceroboh. " ucap Ikhsan yang mulai mengomel. Ikhsan langsung sibuk untuk mencari sesuatu yang ada di sana, mungkin dia akan mendapatkan obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa sakit yang di derita oleh Fatma.


Fatma bangun, dia duduk dan menatap setiap polah Ikhsan yang terlihat kebingungan. Fatma melipat satu kakinya dan menempelkan dagunya di lututnya. Fatma tersenyum, kekhawatiran Ikhsan yang selalu seperti inilah yang Fatma selalu rindukan. " Manis sekali. " celetuknya dengan mata yang tak berkedip menatap Ikhsan seraya tersenyum kecil.


Fatma yang bengong menatap Ikhsan kini tertangkap oleh Ikhsan, Ikhsan langsung tau kalau semua ini hanyalah akal-akalan nya Fatma saja, entah untuk mencari perhatiannya atau untuk memanasi Suci.


Syuttt....


Tubuh Fatma sedikit terhuyung ke belakang setelah Ikhsan menoyor keningnya. Fatma langsung tersadar namun bukannya dia minta maaf malah memasang wajah yang cemberut tak enak sekali untuk di lihat.


" Pinter sekali ya, sudah mulai pinter membohongi ku. " Ikhsan semakin mendekati Fatma bahkan kedua tangannya mulai memepet tubuh nya yang bersandar di tembok.


Fatma bergidik kali ini, dia berusaha menjauhkan tubuhnya namun dia tak bisa. Wajah Ikhsan semakin dekat dengan wajahnya, bahkan hembusan nafas Ikhsan sangat terasa di wajahnya.


" Hem. " jawab Ikhsan dengan singkat, iseng Ikhsan meniup wajah Fatma dan membuatnya semakin merinding, " Apa yang akan kamu jelaskan padaku, Sayang. " Ikhsan mengangkat satu tangannya dan dia w2gunakan untuk membelai wajah Fatma.


l" Mas, A- aku..? " jawab Fatma masih dalal yang tertutup rapat.


" Hemm..., Kau membuat tanganku lelah, apa yang akan kamu lakukan untuk menebus kesalahan mu, Fatma. " ucap Ikhsan dengan suara berat.


Ikhsan terus menggoda Fatma, membuatnya terus menutup mata dan memasang wajah gugup nya. Meskipun sudah lama mereka menikah dan juga sudah berkali-kali mereka melakukan hubungan selayaknya suami istri, Fatma masih saja gugup saat Ikhsan mendekatinya, tak mudah untuk nya menghilangkan rasa itu.


" A- aku.. "


Melihat bibir Fatma yang sedikit gemetar dan juga merah menyala membuat Ikhsan tertarik untuk menyentuhnya dengan bibirnya sendiri, dan benar saja itu akan Ikhsan lakukan. Rasa manis yang dia dapat dari bibir Fatma tak akan ada duanya dengan rasa makanan atau apapun sejenisnya.


Fatma melotot saat bibir merah saling menyentuh, mata keduanya saling bertemu dengan jelas. Terlihat Ikhsan yang begitu menikmati sedangkan Fatma melotot tak percaya kalau ternyata Ikhsan berani melakukan itu di ruang UKS, di ruang yang sewaktu-waktu akan ada yang masuk.


" Miss! kata Bu Su... ci.... " Mirna langsung cengo melihat adegan kedua sejoli yang tengah di mabuk asmara itu. Mata Mirna melotot tak berkedip dan dia juga menelan saliva nya sendiri yang terasa susah dan seakan tercekat berhenti di tenggorokannya.

__ADS_1


" Miss! tidak apa-apa... kan... " begitu juga dengan Santi. Mereka berdua langsung seperti orang bodoh di sana.


Berbeda dengan Mirna yang terus melihat, Santi lebih cepat memutar badannya setelah tadi beberapa saat melihat kejadian itu. " Astaga, mata polos ku telah ternoda. Setelah pulang harus di rendam dengan sabun colek biar kembali bersih. " celetuk Santi.


Berbeda dengan Rico, dia hanya menggeleng saja dan terus melangkah masuk. " Pak, ini sekolah bukan hotel. Kalau mau bermadu kasih jangan di sini. " seloroh Rico.


Fatma langsung mendorong Ikhsan saat mendengar akan kedatangan para sahabatnya dan langsung gugup namun berusaha untuk menetralkan dirinya sendiri. Sedangkan Ikhsan dia tetap bodoh amat, lagian dia tidak akan melecehkan seorang murid, Syah saja dia melakukan apapun pada Fatma karena dia adalah Istrinya.


Pletakk....


" Kok di pukul sih Pak! . " protes Rico.


" Kau yang lebih tau, kenapa kau ajak mereka kesini. " Ikhsan malah balik menyalahkan Rico.


" Ya elah, pak. kayak nggak kenal para cewek aja kalau udah khawatir, mereka akan menyerbu seperti menyerbu barang diskonan. " jawab Rico.


Santi dan Mirna menatap aneh Ikhsan dan Fatma secara bergantian, dan berjalan mendekati Fatma. " Miss, nggak di lecehkan oleh Pak Ikhsan kan? apa perlu Mirna balaskan?. " ucap Mirna.


" Iya miss, aku juga siap jadi tedeng aling-aling demi miss. Kalau Pak Ikhsan berani melakukan itu pada Miss kita siap hajar dia. " saut Santi.


" Fatma, ajak mereka bertiga pulang ke rumah. Kita bikin sate mereka bertiga." ucap Ikhsan. " Mereka akan tau jawabannya setelah ke rumah. Saya pergi dulu ada kerjaan. " Ikhsan langsung pergi.


" Baik, Pak. " jawab Fatma patuh.


Santi dan Mirna semakin di buat penasaran dengan hubungan mereka berdua, keduanya terus menatap punggung Ikhsan yang pergi.


Tangan Fatma langsung beraksi, menarik salah satu telinga mereka berdua dan tentunya juga memberikan ancaman pada mereka.


" Awas kalau pada jadi ember bocor, beneran aku bikin sate kalian berdua. " ancam Fatma dengan sadis.


" Aww.. sakit miss!. " meringis keduanya.


____


Bersambung..

__ADS_1


_________________


__ADS_2