
Bunga-bunga begitu indah bermekaran di sebuah toko yang cukup besar dan juga ternama. berbagai macam bunga ada di sana entah itu bunga asli atau bunga buatan untuk penghias ruangan saja.
seorang gadis tengah bersemangat menata dan juga memilah-milah bunga yang masih segar dan mengambil bunga yang sudah layu, siapa lagi kalau bukan Kairi. gadis cantik berhijab yang selalu menebar senyum meskipun hanya dengan bunga-bunga di hadapan nya.
" bunga yang cantik " ucapnya sembari tangan menyentuh bunga yang baru saja dia petik dari kebun khusus milik toko tersebut.
ya meskipun itu hanya toko bunga namun toko itu menanam sendiri bunga-bunga yang mereka jual ya meskipun ada beberapa yang datang dari pemasok sih, tapi lebih banyak tanaman sendiri.
" Kairi..!! teriak seorang perempuan yang lebih tua dari Kairi
Kairi tidak terkejut karena itu memang sudah terbiasa, suaranya dari sang pemilik toko yang selalu Kairi dengar.
" Iya Bik, sebentar.! jawab Kairi juga dengan teriak.
karena Kairi tak kunjung datang pemilik Toko tersebut datang sendiri menghampiri Kairi dengan marah dan tentunya dengan langkah yang sangat cepat.
" apa kamu nggak denger kalau aku panggil, hahh.!! bentak perempuan itu.
perempuan yang selalu marah-marah tak jelas dengan Kairi, entah hanya karena tak datang karena di panggil atau tidak mendengar perempuan itu selalu saja marah-marah. ya sebut saja namanya Mulan.
" maaf Bik, " jawab Kairi
" maaf maaf.!! saya kan sudah bilang kalau saya panggil itu langsung datang, apa kamu mau aku pecat. " ucap Mulan
" jangan bik, jangan.! kalau Kairi di pecat bagaimana Kairi bisa mendapatkan uang untuk pengobatan bapak, bik. " jawab Kairi takut.
" makanya jangan membantah.!!
" iya bik, maaf. " jawab Kairi menyesal.
" untung saya masih berbaik hati memperkerjakan kamu di sini, kalau tidak pasti kamu dan bapak mu yang sakit-sakitan itu sudah jadi gelandangan " sinis Mulan.
" ingat Kairi, sekali lagi kamu membuat saya kesal, maka saya pastikan kamu dan bapak kamu itu benar-benar menjadi gelandangan, yang hanya akan makan dari belas kasih dari orang-orang " sambung Mulan.
Kairi menunduk dia benar-benar tak berdaya jika di singgung soal keluarga nya, Kairi harus bisa menahan hinaan apapun yang dikatakan oleh Mulan semuanya itu demi mempertahankan pekerjaannya demi memenuhi biaya pengobatan bapaknya dan juga satu adiknya yang masih sekolah.
" saya janji Bik, saya tidak akan membuat bibik kesal lagi " jawab Kairi
" bagus kalau kamu tau diri " ketus Mulan. " saya hanya mau bilang, saya mau keluar untuk mencari bibit bunga yang baru, jadi kamu jaga Toko baik-baik jangan kelayapan, jangan mengantarkan bunga ke siapapun pembeli sebelum saya pulang " tutur Mulan
Kairi mengangguk lalu menunduk takut, Kairi benar-benar tak berani menatap mata Mulan saat berbicara" baik bik. " jawab Kairi
dengan kepergian Mulan membuat Kairi lebih bisa bernafas lega seenggaknya tidak akan ada lagi yang terus memaki nya dengan kesalahan yang sebenarnya itu bukan kesalahan menurut Kairi.
" Huff... Alhamdulillah" ucap Kairi lega.
Kairi kembali dengan aktivitas nya dengan semua bunga-bunga yang sudah menjadi sahabat setiap hari nya.
Kairi bukanlah gadis yang suka bergaul dengan gadis seusia nya, dia lebih memilih untuk sibuk dengan pekerjaan nya supaya bisa menghasilkan uang. dan itu menjadikannya tak punya teman apa lagi seorang sahabat.
Kairi sebenarnya juga masih kuliah di Universitas AA dan itu pun juga dengan beasiswa bukan dengan berbayar.
kadang Kairi merasa tak beruntung menjadi gadis yang seperti sekarang. tidak pada gadis seusianya yang bisa jalan-jalan kemana-mana dan juga shoping-shoping dengan uang yang hanya tinggal minta atau hanya dengan ATM saja.
tapi rasa ikhlas dan rasa syukur yang di miliki Kairi lah yang menguatkan dirinya, mungkin Tuhan akan mengubah nasib Kairi di masa depan setelah dia berhasil lulus dari kuliah nya atau mungkin perjalanan yang seperti itu masih akan tetap Kairi dapatkan meskipun sudah dengan gelar sarjana.
" permisi. " ucap laki-laki berpakaian formal datang ke Toko tersebut
" Iya, silahkan masuk " jawab Kairi sopan..
" ternyata aslinya lebih cantik dari fotonya, tentu saja Pak Akhsan jatuh hati pada gadis ini " batin laki-laki itu yang tak lain adalah Ardi suruhan dari Akhsan.
" maaf mau cari bunga apa ya tuan. " tanya Kairi.
__ADS_1
" emm.. maaf saya masih bingung bisa tolong di bantu " jawab Ardi.
" boleh, mari saya temani Tuan memilih " jawab Kairi
" Hhmm, Mbak sudah lama bekerja di sini.? tanya Ardi
" sudah hampir empat tahun Tuan, tapi tidak seharian full karena saya juga harus merawat Bapak saya yang sedang sakit dan juga saya masih harus kuliah " jawab Kairi.
" ohh.. " Ardi manggut-manggut "'kalau boleh tau mbak namanya siapa ya, ya biar mudah untuk memanggil mbak nya ",
" Saya Kairi tuan " jawab Kairi " gimana tuan, Kira-kira bunga apa yang tuan ingin kan "
" Hmm, sebentar saya masih bingung mbak maaf ya "
" nggak apa-apa tuan " jawab Kairi sembari tersenyum kecil.
Ardi terus bertanya tentang Kairi entah dari bapak nya yang sakit, juga tentang kuliah Kairi, dan semuanya itu demi mendapatkan informasi yang akurat yang akan dia katakan pada bos nya.
" begini mbak, saya kan susah memilih bunga nya, bagaimana kalau mbak saja yang memilih kan nya, " pinta Ardi
" tapi Tuan, bagaimana kalau keinginan tuan tidak sama dengan selera saya " jawab Kairi yang sebenarnya sangat sungkan.
" tidak apa-apa mbak, yang penting mbak pilihkan yang paling bagus dan yang mbak suka, pasti saya akan menyukai nya " ucap Ardi
" baiklah, biar saya pilihkan " jawab Kairi yang akhirnya pasrah dengan permintaan Ardi
Kairi terus memilah-milah bunga yang dia sendiri juga menyukai nya, dan dia pun terus berharap semoga apa yang ia pilih tidak akan mengecewakan.
setelah selesai memilih Kairi pun menata nya dan membuat buket dengan bunga-bunga tersebut sebelum menyerahkan nya pada Ardi
sepuluh menit berlalu dan Kairi pun berhasil menyulap bunga-bunga itu menjadi rangkaian bunga yang sangat indah, dan itu pasti akan mudah dia lakukan dengan tangan ajaib nya
" ini tuan bunga pesanan tuan " ucap Kairi menyerahkan
Ardi tersenyum bahagia melihat betapa indahnya bunga pilihan Kairi dan itu bisa sangat mewakili karakter seseorang dari bunga-bunga yang ia sukai
" alhamdulillah kalau tuan menyukainya " jawab Kairi lega.
" ini uang untuk pembayaran nya mbak, sekali lagi Terima kasih " ucap Ardi
" iya Tuan sama-sama, jangan lupa untuk kembali lagi jika tuan membutuhkan bunga lagi" ucap Kairi
" pasti mbak, saya pasti akan datang " jawab Ardi" kalau begitu saya permisi, " sambung Ardi dan Kairi pun tersenyum ramah dan mengangguk pelan.
" Terima kasih telah datang " kalimat terakhir yang biasa Kairi ucapkan di setiap kepergian dari para pelanggan nya.
Lagi-lagi Kairi tersenyum puas bisa melihat pelanggan nya senang karena pelayanan nya
dengan sifatnya yang memang lemah lembut dan juga murah senyum membuat siapapun pasti akan senang.
" semoga saja pelanggan nya semakin banyak " gumam Kairi penuh harap.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Hari sudah semakin petang Kairi harus segera pulang, karena bapak dan adiknya pasti sudah menunggu dia pulang .
di perjalanan pulang seperti biasa Kairi akan mampir dulu ke warung sembako sekedar untuk membeli beras dan juga telur atau mie instan untuk dia dan keluarga nya makan.
" Buk biasa ya " ucap Kairi
" iya mbak Kairi, mbak Kairi baru pulang.? kok seperti agak telat nggak seperti biasanya " tanya Bu warung.
__ADS_1
" iya Bu, soalnya pekerjaan di toko bunga tambah banyak " jawab Kairi
" apa mbak Kairi hanya bekerja seorang diri di toko sebesar itu.?
" Hhmm, iya Bu " jawab Kairi dan tetap dengan senyuman ramah nya.
" ini mbak Kairi " Bu warung itu memberikan dua kantong plastik pada Kairi satu isinya beras dan satunya lagi adalah dua mie instan dan juga dua telur saja, bahkan biasa nya malah hanya Ikan asin saja.
" makasih Bu, ini uang nya " jawab Kairi " ya sudah saya permisi ya Bu " pamit Kairi
" iya mbak Kairi, Hati-hati di jalan "
" iya Bu, Assalamu'alaikum. " jawab Kairi
" Wa'alaikumsalam..
Kairi terus melangkah untuk cepat sampai rumah pasti bapak dan adiknya sudah sangat kelaparan karena mereka akan makan setelah Kairi pulang dan membawa lauk yang apa adanya.
rumah yang sangat kecil dan juga sangat usang dan reot dan hanya bangunan dari kayu saja yang sudah sangat tua, masih tetap berdiri dan itu adalah tempat bernaung keluarga Kairi
meskipun hanya seperti itu di situlah kebahagiaan Kairi berasal, bisa selalu melihat bapak nya dan juga adiknya tersenyum itu membuat kebahagiaan yang tak bisa di ungkapkan dari Kairi.
" assalamu'alaikum.! sapa Kairi sembari membuka pintu dan langsung masuk kemudian kembali menutupnya
" Wa'alaikumsalam. kakak kok baru pulang.? tanya adik Kairi
" maafkan kakak ya dek kakak kerjaanya bertambah hari ini jadi telat pulangnya " jawab Kairi " gimana bapak baik-baik saja kan dek " tanya Kairi
" bapak baik-baik saja Kak, tapi kita sudah sangat lapar " keluh adik Kairi sembari memegangi perutnya
" ya sudah sekarang kamu tunggu bapak, biar Kak Kairi masak dulu ya " ucap Kairi dan bergegas ke dapur yang sangat sederhana.
hanya menggunakan tungku dari tanah dan kayu bakar Kairi harus secepatnya memasak Mie instan tadi untuk mereka makan malam, kalau untuk nasi Kairi selalu pagi hari memasak nya dan itu harus cukup hingga malam hari , dan lauknya kadang telur, mie instan dan kadang hanya Ikan asin saja.
sepuluh menit berkutat di dapur akhirnya Kairi keluar dengan membawa satu mangkok berisi mie dan juga sebuah wadah terbuat dari bilik bambu sebagai wadah nasi sedari tadi pagi.
" dek tolong ambil kan piring " pinta Kairi
"iya Kak "'jawab Hasan adik Kairi dengan patuh
setelah meletakkan di meja Kairi pun menuntun bapaknya untuk bergabung untuk makan malam bersama
" maafkan bapak ya nduk, bapak nggak bisa membahagiakan kamu dan adikmu, dan bapak malah terus merepotkan kalian " ucap bapak Kairi
" apa si Pak, Kairi dan Hasan tidak pernah merasa direpotkan sama bapak, yang terpenting bapak harus tetap sehat ", jawab Kairi
" semoga nduk, semoga bapak masih di beri umur yang panjang "
" Amin." jawab Kairi dan Hasan bersamaan
makan malam yang sederhana itu pun berlanjut dengan penuh haru dan juga bahagia. bisa selalu bersama-sama itu adalah kebahagiaan untuk Kairi dan juga Hasan.
bapak yang terus saja sakit-sakitan dan juga ibu Kairi yang sudah lama meninggal membuat Kairi harus berjuang penuh menjadi tulang punggung keluarga.
meskipun kadang terasa sangat melelahkan tapi itulah hidup, dia harus terus berjuang demi orang-orang yang dia sayang.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Vote....
Like....
Rate...
__ADS_1
And Comment...
ππππππΉπΉπΉ