
Di sebuah restoran yang begitu mewah dan sangat besar, Akhsan tengah mengadakan meeting dengan Bryan di dampingi oleh para Asisten mereka masing-masing.
Bagi Akhsan tak butuh tempat yang mewah dan mahal untuk melakukan meeting, hanya di perusahaan masing-masing atau rumah makan sederhana saja sudah cukup untuk Akhsan. Tapi bukan Bryan kalau akan bersedia begitu saja dengan tawaran dari Akhsan.
Akhsan tak bisa menolak ataupun mundur lagi, dia sudah bertekad mengambil jalan itu dan tak mungkin mundur setelah dia melangkah maju.
" gimana Pak Akhsan, apakah anda bersesia dengan persyaratan yang telah saya berikan tadi? " Ucap Bryan.
Pembangunan hotel di kota X menjadi alasan pertemuan kali ini mereka lakukan. Sebenarnya kemarin Akhsan sudah bertekad untuk pembangunan ini akan menjadi kerja sama nya dengan Ikhsan saja, namun kar diya masalah yang datang membuat Akhsan dan Ikhsan menggunakan pembangunan itu untuk mencari tau kebenaran Bryan yang belum sepenuhnya terungkap
Akhsan nampak menimang-nimang kata-kata Bryan. Bukanya dia tak mau tapi dia merasa sangat keberatan dengan syarat yang Bryan ajukan untuk nya.
" kenapa Pak Akhsan,apakah anda keberatan.?" tanya Bryan dengan senyuman meremehkan yang yang ia keluarkan.
" Hm.. aku yakin pak Akhsan akan keberatan dengan syarat ku. Aku sengaja melakukan itu karena aku ingin mengetahui seberapa hebatnya anda, Pak Akhsan. " batin Bryan yang terus meremehkan Akhsan.
" gimana ini pak? kalau kita setuju, kita pasti akan rugi besar. Jika pembangunan nya bisa di percepat kenapa harus di perpanjang waktu nya. Kita tak mungkin menerima nya kan, pak. " bisik Ardi.
Akhsan masih terdiam. Yang di katakan Ardi benar. Tapi kalau mereka menolak nya Akhsan tidak akan tau semua nya tentang Bryan, dan semua rencananya akan gagal total. Namun jika Mereka menerima nya pasti Perusahaan Akhsan akan rugi karena harus mengeluarkan dana yang begitu besar terlebih dahulu.
Akhsan tau semua ini memang akal-akalan nya Bryan untuk menjatuhkan perusahaan nya. Tapi Akhsan harus tetap optimistis, dia pasti bisa mengalahkan Bryan dan sejuta maksud dan tujuan buruk nya.
" Baik, saya terima tawaran Pak Bryan. " seru Akhsan dengan sangat jelas.
Ardi melongo tak percaya. Bagaimana bisa Akhsan mengambil resiko yang sangat besar. Sebenarnya apa tujuan Bos nya sekarang ini. " Pak, " lirih Ardi.
Bryan tersenyum bahagia dan penuh dengan kemenangan. Akhirnya syarat yang cukup mustahil yang dia berikan pada Akhsan bisa di terima begitu saja tanpa pikir panjang dan tanpa meminta kelonggaran waktu.
" Baik. Selamat bergabung dengan perusahaan saya pak Akhsan. Semoga kerja sama ini bisa menguntungkan kita semua, " ucap Bryan seraya mengangkat tangan dan berjabat tangan dengan Akhsan. " meskipun aku tidak yakin anda akan beruntung. Karena saya sendiri yang akan pastikan anda tidak akan mendapatkan satu sen saja sen dari penghasilan hotel itu kedepannya. " batin Bryan dengan picik nya.
" Terima kasih pak Bryan. Doa anda akan saya wujud kan. Jika salah satu di antara kita ada yang mangkir maka saya juga akan pastikan tak akan bisa mendapatkan penghasilan dari hotel itu. Entah saya sendiri atau ANDA. " ucap Akhsan menekankan di akhir kalimat namun Akhsan mengurai senyum saat itu jadi tidak ada ketegangan yang terjadi.
__ADS_1
" Hm.. anda benar. " jawab Bryan. "sial. kenapa pak Akhsan seolah-olah bisa membaca pikiran ku, dia tidak punya mata batin kan? tidak mungkin. Pak Akhsan pasti hanya mengarang saja. " batin Bryan dengan kesal.
"kalau begitu saya undur diri, Pak Bryan. Masih ada kerjaan penting yang harus saya kerjakan. " ucap Akhsan.
" Silahkan pak. Terima kasih sudah mau menerima undangan saya ke sini. Terima kasih. " jawab Bryan.
" Sama-sama Pak. Assalamu'alaikum." Akhsan beranjak. Membenarkan jas nya dan segera melangkah pergi dari sana yang pasti nya di iringi Ardi di belakang nya yang sembari membawa semua barang-barang yang tadi mereka bawa.
Wa'alaikumsalam. " jawab Bryan yang juga beranjak mengiring kepergian Akhsan dengan matanya yang terus menatap punggung Akhsan.
Bryan kembali duduk. Wajah nya langsung mengeluarkan aura kebencian pada Akhsan. Tangan nya mengepal sempurna dengan tatapan tajam lurus ke depan. " buktikan saja, Akhsan. Saya yang akan membuat Anda hancur. Anda tidak akan pernah bicara sombong lagi setelah itu terjadi. " ucap Bryan.
" Pak. Sekarang apa yang harus saya kerjakan sekarang? " tanya Asisten Bryan.
Bryan tidak menoleh sama sekali ke arah Asisten nya itu, namun dia tetap saja memerintah apa yang harus Asisten nya lakukan untuk nya. " pastikan semua dokumen yang saya minta tadi selesai pada waktu nya, saya tidak mau semuanya gagal. kamu mengerti,!! " ucap Bryan sinis.
" saya mengerti pak. Kalau begitu saya pamit, permisi. " Asisten itu beranjak lalu membungkuk sebelum pergi dari hadapan Bryan.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Ardi melajukan mobilnya dengan standar. Sesekali Ardi menatap Akhsan yang duduk di kursi penumpang di belakang nya.
Akhsan tau akan kekhawatiran Ardi. Bahkan Akhsan pun juga sama, tapi dia tetap harus bisa menuntaskan semua misi ini jika dia ingin hidup tenang untuk kedepannya.
" nyetir yang benar, Ardi. Jangan sampai kamu melakukan kesalahan. " seru Akhsan.
" I-iya, Pak. " jawab Ardi gagap. " Pak.. apa bapak tidak..." ucapan Ardi terhenti karena sebelum Ardi menyelesaikan nya Akhsan sudah menjawab nya dan membuat Ardi langsung terdiam tak berani berkata lagi.
" sudah, Ardi. jangan kamu memikirkan semua yang akan terjadi kedepannya. Yang terpenting sekarang kamu harus bekerja dengan sangat baik untuk ku dan juga untuk perusahaan! Akan tidak mau kamu melakukan kesalahan yang akan merugikan ku apalagi merugikan perusahaan, " Jawab Akhsan seketika membuat Ardi langsung kicep.
Tak ada lagi percakapan di antara mereka. Hingga lima belas menit kemudian Akhsan kembali mengatakan sesuatu yang berhasil membuat wajah Ardi memerah.
__ADS_1
" gimana kamu dengan Sukma? denger-denger kamu mau menikah dengan nya. Apakah kamu tidak mengundang ku? " tanya Akhsan sembari tersenyum.
" Hm. " tersentak Ardi. Ardi menelan ludahnya sendiri, sekaligus merutuki kebodohan nya sendiri yang membiarkan bosnya tau akan berita pernikahan nya dari orang lain " i-iya pak. Hm... pasti bapak dan Ibu akan saya undang pak." jawab Ardi.
" Apakah ada undangan khusus? " Tanya Akhsan dengan mengernyit.
Terbongkar sudah rahasia Ardi. Padahal dia dan Sukma sendiri yang akan mengatakan dan mengundang nya dengan khusus namun semua itu seperti nya sudah gagal.
" Tidak usah dengan undangan khusus. Dengan undangan yang seperti apapun saya dan Kairi pasti akan datang. Tapi kalau di undang sih. " gurau Akhsan.
" Apa sih, Pak. Bapak pasti di undang lah. Atau mungkin bapak kau menjadi saksi untuk pernikahan saya dan Sukma? "
" nggak.!, saksi itu berat. Takut nggak kuat! " jawab Akhsan nyeleneh.
" lah,,!! kenapa jadi kayak....
" dilan maksud mu?. nggak usah mikir-mikir jauh. Aku sudah tua, Ardi bentar lagi mau punya anak. nggak ada waktu mikirin Dilan" seru Akhsan.
" hm iya pak. " jawab Ardi seraya nyengir. " lagian siapa yang nyuruh mikirin Dilan? esh... pak Akhsan ini. Kadang-kadang bikin otak olahraga dan kadang-kadang bikin otak yoga, buat melatih kesabaran. " batin Ardi.
" Cepat, Ardi. Bukanya kamu ada janji makan siang dengan Sukma? "
" dari mana bapak tau.? " tanya balik Ardi.
" bukannya kamu sendiri yang mengatakan nya sendiri tadi sebelum berangkat meeting!"
" oh! iya. heeee.." Lagi-lagi Ardi hanya bisa nyengir.
πΎπΎπΎπΎπΎ
MAAF YA,, AUTHOR HIATUS SEMENTARA NGGAK BILANG-BILANG...
__ADS_1
MAAF... ππππ