Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
129.Harus...


__ADS_3

" BANGUN,,!!! " teriak Aisyah dengan suara kerasnya. membangunkan Marco yang hanya tidur di ruang tengah saja. untung dia bukan Akhsan atau Ikhsan kalau sampai mereka pasti Aisyah akan membangunkan nya dengan cara yang lain.


Marco terjangkit kaget bahkan kedua kakinya sampai naik ke atas. Marco seketika menutup telinganya suara toa dari Aisyah benar-benar akan merusak gendang telinga miliknya.


" Hahaha,,!!


Tawa Aisyah terpingkal, perutnya sampai terasa keras dan sakit karena kelakuan nya sendiri. apalagi melihat wajah Marco yang terkejut sungguh membuat nya tak ingin menghentikan tawanya.


Marco melepaskan kedua tangan dari telinga nya kakinya dia turunkan di lantai dan duduk menghadap Aisyah dengan wajah yang penuh dengan kekesalan.


Mata Marco terbelalak kesal melihat Aisyah yang masih ketawa dengan tangan yang memegangi perutnya dan juga badan yang sedikit membungkuk.


" Diam,!! teriak Marco begitu kesal. " kenapa sih kamu tak pernah bosan-bosan mengganggu ketenangan ku,? sebenarnya apa yang kamu inginkan dari ku, Hahh,!! ucapan Marco meninggi dan menghentikan tawa Aisyah.


" Upss,,"


Aisyah langsung kicep dengan tangan yang beralih menyumpal mulutnya sendiri, menatap mata Marco yang seakan mau menyayat nya karena matanya yang begitu tajam.


" Sebenarnya apa mau mu!, ini masih terlalu pagi dan kau sudah membuat gara-gara dengan ku, apa kamu memang sudah bosan tinggal di sini.?" tanya Marco tegas.


Aisyah meringis. Aisyah tak akan pernah berhenti mengganggu Marco sebelum dia benar-benar berubah dan bertobat, karena itulah kenapa Aisyah ada di sana.


" mau ku?. mau ku sekarang Bang Marco bangun dan ikut sholat subuh berjamaah dengan kita semua, bagaimana " jawab Aisyah ting.. Aisyah mengedipkan satu matanya pada Marco berniat untuk merayunya yang jelas.


Marco berdiri dan ingin segera pergi dari sana tak mau menanggapi Aisyah yang tak henti-hentinya mengganggu nya.


Dengan cepat Aisyah berlari dan menghadang Marco yang sudah berjalan dengan cepat menuju ke kamar nya.


" eitss,,,!! mau kemana Bang,? abang nggak boleh pergi sebelum mengikuti Keinginan putri"


Aisyah merentangkan tangan nya menghadang Marco.


Marco berdecak semakin kesal, menatap jengah Aisyah keras kepala " Ck.. pergi sana, aku mau ngapain aja terserah, semua itu bukan urusan mu " kesal Marco.


Aisyah berkacak pinggang di hadapan Marco, menatap tajam Marco dengan wajah yang mendongak, Aisyah yang masih pendek akan sangat susah untuk menjangkau wajah Marco yang begitu tinggi.


" memang susah ya ngomong sama orang yang kepala batu, kerasnya minta ampun apa perlu pakai bogem biar ancur sekalian! " ucap Aisyah yang semakin tak sabaran.


" Diaaammm!!!! " teriak Marco yang benar sudah terbawa emosi.


Aisyah terhenyak, dahinya mengkerut karena teriakan Marco barusan bahkan Wajah nya sampai mundur beberapa senti dari tempat yang tadi.


" kasar banget sama anak kecil, abang belum pernah lihat anak kecil ngamuk ya? apa perlu aku ngamuk dan menghancurkan rumah dan yang punya juga, iya.!! " ketus Aisyah.

__ADS_1


Marco terkekeh. tak percaya jika anak kecil yang di hadapan nya itu berani mengancam nya dan juga mana mungkin dia akan bisa menghancurkan rumah dan juga semua isinya termasuk penghuninya juga.


" dasar bocah " ucap Marco sembari tersenyum sinis kepada Aisyah. " emang tau apa bocah seperti kamu? taunya hanya memangfaatkan orang saja kan? Hmm,, sok-sokan mengancam seorang Marco. "


Aisyah menarik senyuman yang tak kalah sinis dari Marco, hanya orang bodoh saja yang tak bisa memahami dengan jelas kecerdikan Aisyah, dan Marco ternyata manjadi daftar baru dari orang-orang itu.


" Abang beneran nggak mau ikutan sholat nih? " tanya Aisyah dan Marco hanya menggeleng sebagai jawaban. " baiklah. oh iya bang, Aisyah punya hadiah untuk Abang. dan seperti nya hadiah ku akan membuat Abang senang."


" Nih, untuk abang.!!


Aisyah memberikan flashdisk pada Marco kemudian dia pergi begitu saja dari sana, namun Aisyah kembali berbalik menatap Marco yang masih setia berdiri dengan memutar-mutar flashdisk itu di tangan nya.


" jangan lupa di lihat ya, Bang. dan sepertinya Abang juga harus secepatnya bertanggung jawab atas semua yang Abang lakukan " ucap Aisyah dan kembali berjalan hingga dia benar-benar pergi dari sana.


" apa maksud bocah itu? dan apa yang harus aku pertanggung jawabkan?"


Marco di buat pusing pagi ini, dengan membawa flashdisk itu Marco berjalan ke kamar nya dengan cepat untuk segera mengetahui apa yang ada di dalam flashdisk tersebut.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Kairi, bagaimana keadaan Nara sekarang? " tanya Akhsan.


Akhsan kembali fokus menatap jalan raya di depannya, dan sesekali dia akan menoleh ke arah Kairi untuk menunggu jawaban darinya.


" Nara, terus diam Mas. bahkan dia selalu ketakutan kalau ada laki-laki yang mendekati nya " Jawab Kairi.


" benarkah? "


Kairi mengangguk dengan cepat, semua yang dia katakan itu adalah benar. meskipun Nara sekarang sudah mulai masuk ke kampus tapi trauma itu belum juga hilang dari Nara, bahkan Nara sering teriak histeris saat ada laki-laki ya dekat padanya.


" benar Mas, " jawab Kairi jelas, Kairi duduk menghadap Akhsan yang sedang fokus dengan menyetir nya " Mas,! bagaimana? Mas udah berhasil mengetahui siapa yang melakukan itu pada Nara?, dan kapan kita bisa meminta orang itu untuk bertanggung jawab? " tanya Kairi.


" Hem.. " Akhsan menoleh sekejap. apakah mungkin ini memang saatnya untuk mengatakannya pada Kairi tentang siapa yang melakukan semua itu pada Nara sahabat nya? .


" gimana Mas? , Mas udah berhasil menemukan orang nya belum? " tanya Kairi begitu antusias.


" sebenarnya..??


" Hmm,, " Kairi semakin tak sabar untuk mendengar siapa yang melakukan itu pada Nara, semoga saja orang yang melakukan itu mau bertanggung jawab.


Akhsan masih terlihat ragu untuk mengatakan itu pada Kairi, karena setelah Dia dengar pasti dia akan sangat terkejut, ya meskipun Kairi sudah tau siapa Marco.


"Mass..!!

__ADS_1


Akhsan menepikan mobilnya terlebih dahulu dan menghentikan nya, dia butuh suatu yang membuat nya nyaman untuk mengatakan itu pada Kairi.


Kairi sempat bingung kenapa harus berhenti? bukannya Akhsan bisa kan mengatakan itu dengan mobil yang tetap berjalan.


" Mas " panggil Kairi dengan lirih.


Akhsan duduk menghadap Kairi mata mereka pun saling bertemu satu sama lain " mas, kenapa? " tanya Kairi " mas sudah mengetahui orang nya? "


Akhsan mengangguk.


" Mas sudah mengetahui Kairi, bahkan Mas juga sangat mengenalnya. " jawab Akhsan pelan.


" siapa? "


" Marco " jawab Akhsan jelas dan benar saja itu membuat Kairi langsung terbelalak setelah mendengar nya.


" Marco,!! " pekik Kairi tak percaya. Akhsan pun mengangguk dengan sangat cepat ya karena semua itu memang benar adanya, Marco lah yang telah melecehkan Nara. " terus bagaimana Mas, apa kita perlu lapor polisi?, atau kita hanya akan meminta pertanggungjawaban nya saja.?


" Tidak dulu Kairi, kita tak boleh gegabah. kita perlu dia bertanggung jawab terlebih dahulu, tapi jika dia tidak mau baru kita laporkan dia pada polisi, lagian kita juga sudah ada buktinya jadi dia tak akan bisa mengelak lagi" Jawab Akhsan yakin.


Kairi begitu senang, meskipun mereka belum bisa melaporkan Marco ke polisi tapi seenggaknya mereka sudah mempunyai bukti yang bisa membuat Marco mau bertanggung jawab atas segala yang telah dia lakukan pada Nara.


Syukur Alhamdulillah Kairi ucapkan, kebahagiaan nya benar-benar terasa saat ini. seenggaknya penderitaan Nara akan segera berakhir secepatnya.


" Alhamdulillah ya, Mas. semoga saja Marco benar-benar mau bertanggung jawab, Mas. aku berharap Nara bisa bahagia meskipun dengan awal yang menyakitkan seperti sekarang " ucap Kairi penuh harap dan doa.


Akhsan mengangguk. bahkan dia juga sangat berharap bahwa Marco mau bertanggung jawab, dan Marco bisa menerima Nara dengan baik. Dan yang paling Akhsan inginkan adalah kembali nya Marco yang seperti dulu lagi.


" Amin,, kita berdoa bersama ya untuk kebaikan mereka " jawab Akhsan.


Akhsan kembali melanjutkan perjalanan nya untuk ke kampus. kelas nya Kairi akan segera mulai takut sampai Kairi telat nanti nya.


" terus bagaimana langkah apa yang akan kita lakukan, Mas? " tanya Kairi.


" kita lihat dulu keadaan nya Nara, jika dia sudah lebih baik kita bawa dia menemui Marco. tapi sebelum itu biar aku dan Ikhsan yang mengurus segalanya, aku hanya tak mau nanti keadaan Nara akan semakin buruk kalau kita langsung bawa dia menemui Marco" jawab Akhsan.


Kairi mengangguk membenarkan. seandainya mereka langsung membawa Nara bertemu dengan orang yang telah menghancurkan nya pasti lah Nara akan syok dan trauma nya akan semakin memburuk.


" Mas benar. kita harus perhitungkan dengan baik kita tidak boleh gegabah kita harus memikirkan keadaan Nara juga " ucap Kairi.


Akhsan dan Kairi akan menuntaskan masalah Nara dan Marco, dengan cara apapun Marco harus bertanggung jawab untuk setiap perbuatan nya, entah itu berakhir dengan menerima Nara atau mungkin dia akan berakhir di balik jeruji besi, yang pasti Akhsan akan memastikan itu terjadi.


🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2