Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
74.Lepaskan


__ADS_3

" Ini rumah siapa,,? bingung Akhsan melihat rumah yang begitu indah di depan matanya. Matanya begitu mengagumi rumah yang berwarna keemasan namun kekaguman itu terhenti saat melihat begitu banyak penjaga yang ada di sekitar rumah itu dan terus mondar-mandir dengan mata celingukan.


Akhsan menunggu Ikhsan untuk turun dari mobil, setelah Ikhsan datang barulah mereka akan menghadapi semua orang di sana jika mereka tak bisa di ajak bicara baik-baik.


" Mana sih Ikhsan,? Akhsan benar-benar tak sabar. Dia begitu tak tenang memikirkan Fatma dan Aira yang ada di dalam entah apa yang mereka alami sekarang.


Tinn...


Mobil hitam milik Ikhsan telah datang dan parkir di belakang mobil Akhsan. Ikhsan turun dengan cepat dia sangat takut akan keadaan Fatma saat ini. entah kenapa dia begitu sangat takut.


tok tok tok...


" Bang, cepat turun. " panggil Ikhsan setelah mengetuk kaca mobil milik Akhsan.


Akhsan keluar dari mobil. mereka berunding terlebih dahulu sebelum bertindak, " gimana setuju.? ucap Akhsan setelah menjelaskan apa yang harus mereka lakukan saat ini.


" Hm.. " Ikhsan mengangguk paham.


Akhsan dan Ikhsan menuju gerbang yang tertutup rapat namun dapat melihat jelas kondisi di dalam sana. badan-badan besar, wajah-wajah seram dan mata-mata tajam tengah berkeliaran di sana bahkan ada dua orang yang datang menghampiri Akhsan dan Ikhsan.


" Mau apa kalian kesinii,,!! ucap penjaga dengan suara keras.


Semua sudah benar-benar di persiapkan oleh Akhsan dan Ikhsan. Mereka membawa sebuah kardus besar entah apa itu isinya sepertinya hanya kardus kosong dan itu supaya gerbang di buka dan mereka bisa masuk dengan mudah. Karena tak akan mungkin mereka bisa masuk jika tak ada alasan yang tepat. " ini mau ngantar paket pesanan tuan anda, " ucap Ikhsan bohong.


penjaga bingung. tak biasanya tuan mereka pesan paket tanpa memberitahu mereka dulu tapi sekarang tiba-tiba ada paket apa itu tidak mencurigakan.? "maaf, tapi tuan tidak mengatakan kalau tuan memesan paket, " jawab nya.


" tapi ini benar-benar alamat ini kan? tanya Ikhsan menyodorkan alamat lengkap rumah itu dengan ponsel nya.


" Benar, "


" nah itu artinya paket ini di pesan dari sini kan "


" Tapi,,?


" apa anda mau tuan anda marah karena pesanan nya kalian tolak. saya mah tak masalah kan bukan saya yang kerja di sini. jadi kalau situ di pecat jangan salah kan saya, ya. " Ikhsan terus berusaha merayu penjaga supaya dia bisa masuk di sana.


" Baiklah "


Gerbang perlahan-lahan terbuka kardus bekas yang begitu besar Akhsan dan Ikhsan gotong bersama-sama untuk memasuki tempat itu. Tak ada yang tau kalau itu hanya kardus kosong Akhsan dan Ikhsan benar-benar pintar memainkan sandiwara itu. " ini taruh mana pak," tanya Akhsan yang pura-pura tersiksa dengan beban berat yang ia bawa.


" taruh situ saja, sekarang pergilah. "


" maaf Pak saya masih ada keperluan di sini " jawab Akhsan.


" Tolooonngggg......!!!!!


Suara Fatma benar-benar menggema di telinga Ikhsan. tak mungkin Fatma teriak sekeras itu jika tak terjadi apapun padanya. " Fatma,,!! Ikhsan lari meninggalkan Akhsan di sana.

__ADS_1


" Heyyy,,,!! apa yang kau lakukan,,!! teriak penjaga dan mau menyusul Ikhsan berlari, namun kakinya langsung di tendang oleh Akhsan hingga dia terjatuh. " Bruk..


" kurang ajar, ternyata kalian penyusup, Penyusup,,!! teriak orang itu dan semua bala bantuan datang dan langsung mengepung Akhsan.


" Beraninya kau menginjakkan kaki di sini, apa urusan mu sebenarnya,,?


" Urusan ku bukanlah urusan mu, "


" bedebah,, cari mati kau ternyata. Hajar dia,,!!


Akhsan di keroyok oleh begitu banyak orang. Mereka beradu otot untuk saling melumpuhkan lawan. Akhsan melayang kan pukulan-pukulan mautnya yang selama ini dia pendam, tak ada yang tau selain keluarga besar nya karena dari sana lah dia dapatkan ilmu itu.


Bugh..


Bugh..


Pukulan-pukulan demi pukulan Akhsan layangkan untuk menghalau semua serangan dari orang yang begitu banyak yang mengeroyok dirinya. Dia begitu menyesalkan kenapa tadi dia tak sempat mengundang para bala tentara nya untuk menolong nya. jika ada team nya mungkin dia bisa mengejar Ikhsan dan membantu nya.


Krek,,, Bugh,,,,


kletuk.... brukkk...


Bugh,, Bugh,,, Bugh,,,,


Semua bisa dengan mudah di halau oleh Akhsan, dia begitu terampil memainkan ilmu bela dirinya yang di ajarkan langsung dari sang Oma tercinta.


" Rasakan ini,,!! Bugh bugh bugh,,,,


" Hajar dia,,!!


Akhsan mengeluarkan senyum mautnya matanya menajam menatap semua yang hadir di sana. kedua tangan nya berada di atas dadanya mengambil aba-aba dengan tangan mengepal dan siap kembali melayang kan tinjuan tinjuan mautnya.


🌾🌾🌾🌾🌾


Prang,,,,!!


Prang,,,,!!! Fatma terus menghindar dari Marco. Fatma begitu kelelahan sudah begitu banyak luka yang ada di sekujur tubuh nya karena berkali-kali dia terjatuh dan terkena pecahan-pecahan vas dan juga kaca, bahkan bukan hanya pecahan barang-barang berharga milik Marco yang berserakan di sana namun darah Fatma pun kian menjadi hiasan di sana juga.


Seragam yang tadi Fatma kenakan pun sudah tak lagi layak di pakai. semuanya sudah robek karena tarikan tarikan kuat dari Marco yang menghancurkan segalanya mungkin sekali saja di tarik langsung memperlihatkan tubuh Fatma yang hanya mengenakan bra saja. Begitu juga dengan rok yang Fatma kenakan semuanya sudah sobek karena Fatma terlalu semangat berlari dan memperlihatkan paha putih milik Fatma yang menambah Marco semakin tergoda dengan melihat itu semua.


" kesini lah sayang. jangan terus berlari nanti kamu kelelahan dan kita gak bisa menyelesaikan beberapa ronde yang saya ingin kan" ucap Marco.


Fatma begitu ketakutan tangis nya semakin keras. Dia sadar bahwa dia sudah sangat malu dengan pakaian yang ia kenakan sudah tak berbentuk lagi selayaknya sebuah baju.


" jangan dekati aku, pergi pergi,,!! Fatma terisak dan terus melemparkan apapun yang dia lihat.


" bagaimana aku pergi, kita bahkan belum memulai nya. Ayolah jangan lari terus nanti kamu kelelahan dan tak akan bisa mendapatkan pelajaran yang baik dari ku. " ucap Marco.

__ADS_1


Fatma terpojok dan tak lagi bisa berlari lagi. Fatma begitu ketakutan bagaimana dia akan melindungi dirinya sendiri dari iblis yang terus mengejar nya bahkan sekarang sudah tepat berada di depan nya.


Marco menyeringai senang melihat tubuh Fatma dari atas sampai bawah dan kembali ke atas lagi, namun tatapan itu terhenti saat melihat paha yang terbuka dan terlihat sangat jelas.


Mata Marco tak berkedip, lidah nya menjulur keluar menjilati bibir nya sendiri sebagai tanda dia sudah tak sabar ingin merasakan tubuh Fatma secara langsung.


" pergi,,! jangan dekati aku, aku mohon,,!! teriak Fatma dan semakin terisak.


Marco tak memperdulikan apapun yang Fatma katakan, matanya sudah tertarik dengan semua tubuh Fatma telinga nya pun terasa tertutup dengan hasrat yang semakin besar apalagi di bawah sana junior nya terus meminta dan meminta untuk segera di keluarkan dan ingin bebas dari sarang nya.


" sini sayangku "


" tidak,,!! pergi dari Fatma pergi,,!!! hiks hiks hiks,,, "


Marco menarik Fatma dan langsung jatuh ke dalam tubuh Marco yang sudah tak mengenakan baju dan sudah telanjang dada hanya celana nya saja yang belum terlepas.


" Rasakan, apa milik Ikhsan juga seperti ini, apa milik Ikhsan juga sehangat ini "'


Fatma sudah sangat lelah karena berlari, dia tak bisa berontak lagi hanya gerakan-gerakan kecil saja yang bisa dia keluar kan dan malah membuat Marco semakin suka dengan pergerakan kecil Fatma. " lepaskan , aku mohon lepas,,!!


Marco mengangkat tubuh Fatma dengan cepat berjalan menuju sofa dan melemparkan Fatma di sana, " Hmm.., kau sangat menggugah seleraku Nyonya Ikhsan " ucap Marco saat rok yang Fatma kenakan menyingkap sempurna dan memperlihatkan paha mulus Fatma bahkan sudah terlihat ****** ***** Fatma dan memperlihatkan pemandangan yang membuat Marco semakin bernafsu dan sudah tak sabar lagi.


Fatma langsung secepatnya menutup nya dengan rok yang seadanya melihat tatapan Marco yang tak pernah lepas dari bagian tengah Fatma membuat Fatma sangat ketakutan. Fatma terus mundur bahkan dia sudah sampai di bagian ujung dari sofa yang sangat besar. " Hiks hiks hiks,,, pergi,, pergi,, " suara Fatma semakin lirih dan hampir habis..


" Pak Ikhsan tolongin Fatma,, Fatma takut,,!! ucap Fatma yang itu juga sebagai doa agar Ikhsan datang dan menolongnya, terlepas dari manusia berhati iblis yang ada di depan nya yang terus memberikan tatapan memangsa pada Fatma.


" Suami mu tak akan datang sayang, jadi jangan sebut nama dia saat bersamaku, sebutlah namaku di dalam percintaan kita, Marco, itulah namaku.siapa tau akan hadir generasi baru di antara kita yang tumbuh di perutmu setelah ini. kamu bantuin aku berdoa ya semoga yang aku bilang itu benar-benar terjadi, maka aku akan sangat bahagia dan aku akan di panggil papa,, " ucap Marco begitu lembut dengan mimik seperti orang yang sungguh-sungguh meminta.


" jangan mimpi,,!!


" bahkan aku tak akan pernah menyerah meskipun sekedar bermimpi " Marco terus mendekat dan mengunci tubuh Fatma dengan satu tangan nya sedangkan yang sebelah lagi adalah sandaran sofa jadi sangat membantu Marco untuk memainkan satu tangan yang lain untuk menggerilya bagian tubuh Fatma yang ingin dia gapai.


Tangan Marco membelai lembut wajah Fatma. " halus " Ucap nya sontan.


" lepas,, lepaskan Fatma,, " Fatma kembali berusaha untuk berontak tangan nya terus memukul dada Marco namun tak ada reaksi kesakitan sedikit pun dari Marco.


" sini sayang, aku sudah sangat tak sabar " Marco merobek sempurna seragam Fatma dan langsung menyembul kan kedua bukit kembar Fatma yang masih tertutup dengan bra. " Hmm"


" pak Ikhsan tolongin Fatma, Pak Ikhsan,, hiks hiks hiks.. "


Marco sudah tak lagi sabar dengan cepat dia ingin menyicipi bibir Fatma dan tangan yang satunya niatnya untuk menaiki gunung kembar milik Fatma.


Sedikit saja bibir Marco menjamah bibir Fatma namun semua itu harus gagal.


Bugh,,, Bugh,,, Bugh,,,


🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Marco, ingin sekali author cincang kamu ya, awas kalau ketemu, pasti author juga lari terbirit-birit karena ketakutan, 🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2