
Aisyah begitu senang mendapatkan uang tiga ratus ribu dari Ikhsan, seandainya mau pasti dia akan dapat yang lebih lagi jika dia minta pada Akhsan juga tapi sekarang dia tak mau melakukan itu. Dia harus bertemu dengan Shelvia dengan cepat.
Aisyah memasukkan uang nya ke saku dengan cepat, berlari meninggalkan gedung yang sekarang berada di tangan Ikhsan.
" Pak Jon jalan..! perintah nya dengan tegas. dan mobil pun dengan cepat berjalan setelah mendapatkan arahan dari Nona yang berkuasa atas segalanya.
Rencana yang kian matang dari Aisyah dan juga Shelvia, dan semua itu harus terjadi hari ini juga, tak boleh tertunda lagi semakin lama.
" pak Jon, cepatlah. Kak Shelvia pasti akan sangat marah kalau terlambat " gerutu Aisyah.
" Iya Nona, sabarlah sebentar " jawab Jon was-was.
" potong gaji dalam dua bulan. "
Lemas sudah Jon kali ini. baru saja berangkat sudah di potong saja gajinya, dua bulan lagi. menangis lah hati Jon meratapi nasib nya yang belum beruntung " Malang nian nasibku, mendapatkan majikan kecil yang sungguh menguras emosi tapi tak sanggup untuk melakukan apapun, hiks hiks.. " jeritan hati Jon yang benar-benar pilu. ( sabar ya Jon ujian, besok juga lulus, wkwkwk.)
" Astaga, Pak Jon. kau begitu lambat kita bisa terlambat beneran!! Aisyah semakin kesal.
" iya Nona, saya akan berusaha secepatnya, "meskipun mustahil, itu lebih baik daripada terus di omelin "
Mobil semakin cepat meskipun tak mungkin sampai tepat waktu karena keadaan jalan yang begitu ramai tapi apa salahnya kan mengiyakan apa yang Aisyah minta.
Aisyah menggerutu kesal. waktu yang ia kira kan sepuluh menit saja harus berujung dengan setengah jam dan itu hanya di habiskan di perjalanan saja. " tunggu saja, besok Aisyah akan bangun jalan pribadi, tak boleh satupun roda yang boleh berputar bebas di sana " omel nya sembari turun dari mobil yang sudah terhenti.
" ini lagi, Kak Shelvia. katanya mau nunggu di sini eh malah dianya belum nongol. " Lagi-lagi Aisyah hanya mengomel seperti orang stress baru keluar dari RSJ.
" Heyyyy Aisyah,,,!! udah dari tadi.? Begitu pd nya Shelvia datang dengan senyum mengembang cerah tak melihat betapa buruknya wajah Aisyah saat ini " napa tuh wajah.? lagi kurang garam.? hambar banget. "
Diam. itulah yang Aisyah pilih dan berlalu meninggal kan Shelvia masuk terlebih dahulu di mobil nya. "kakak kira hanya kakak yang bisa marah, Aisyah juga bisa. janjian nya gimana dan sekarang gimana, dasar. " omel Aisyah yang hanya di dalam hati.
Shelvia termenung sejenak, apakah kesalahan nya.? belum sadar Shelvia bahwa keterlambatan nya adalah kesalahan terbesarnya sekarang. " kenapa dengan Aisyah, hedeh.. " Shelvia menepuk jidatnya lalu lari terbirit-birit mengejar Aisyah " Aisyah tunggu.!!
" pak Jon Jalan." kali ini Shelvia yang memberikan arahan karena sepertinya Aisyah tengah marah besar padanya dan memalingkan wajah nya dengan begitu acuh, " Syah.! panggil Shelvia.
" Hmm.. " jawab nya singkat.
Shelvia membalikkan tubuh Aisyah dan menatap nya " aku minta maaf oke. " ucapnya tegas.
" Hm.. " lagi-lagi Aisyah memalingkan wajah nya tak semudah itu kemarahan nya reda. dan tak semudah itu juga dia akan memaafkan Shelvia. biasanya Shelvia juga akan marah kalau Aisyah terlambat dan sekarang giliran nya telah datang.
Shelvia pasrah, menyandarkan punggung nya melipat kedua tangan nya di leher belakang dan di menjadikan sebagai bantalan nya, matanya menatap lurus ke depan tak lagi mau merayu Aisyah yang tak bersedia memaafkannya " ya sudah kalau masih mau marah ya marah saja. aku lagi malas merayu soalnya " ucap Shelvia asal.
" Kakak,, " Aisyah merajuk. biasanya kalau Shelvia lagi marah dia mati-matian untuk merayunya dan sekarang Shelvia malah pasrah begitu saja dengan apa yang Aisyah lakukan. " kakak kok gitu sih. nggak asyik tau. "
Mobil berhenti di depan bangunan yang sangat besar. Jon membunyikan klakson dan pintu gerbang terbuka lebar dan mobil pun masuk sebelum gerbang kembali di tutup.
" Selamat datang Nona Nona " sapa para penjaga.
Ya keduanya tengah berada di bangunan kebanggaan Anastasya Wilona Putri saat ini, Markas geng Hantu yang kian hari kian hilang dan tak beroperasi dengan stabil lagi setelah sang penguasa undur diri dan di gantikan anaknya. dan sekarang anaknya hanya akan datang sesekali saja ke sana dan itu pun jika ada keadaan yang genting.
" makasih, tapi sambutan nya tak enak begitu membosankan. " ucap Aisyah dan berlalu begitu saja setelah mengucapkan kata-kata yang terasa menusuk dada mereka.jlebb..
uhh menyakitkan...
" maaf ya pak. Dia lagi nggak waras, obat nyamuk habis " Ucap Shelvia dengan memiringkan jari telunjuk nya di kening dan berhiaskan senyum gagu karena takut akan ada yang tersinggung dengan kata-kata Aisyah.
" nggak apa-apa Nona, itu sudah biasa. " jawab nya.
" Hmm. " Shelvia mengangguk dan berlari dengan cepat mengejar Aisyah yang semakin jauh darinya." Aisyah,, tunggu.. !!! eitsss anak ini kalau udah marah semuanya kena batunya, Aisyah,,!! Shelvia semakin gencar larinya.
Aisyah terus berjalan dengan cepat. Semua penjaga menunduk hormat dengan kedatangan Aisyah, semua yang pernah berada di bawah naungan Tasya seakan-akan menemukan lagi pimpinan mereka, wibawa dan aura Aisyah benar-benar sama persis dengan Aisyah.
πΎπΎπΎπΎπΎ
__ADS_1
" Assalamu'alaikum,, halo.!!
" *Bos, gawat. !! Nona Aisyah,, Nona Aisyah..
Ikhsan tersentak berdiri dengan cepat dan terkejut, Ikhsan begitu panik mendengar anak buah nya yang begitu panik saat mengatakan Nona Aisyah.
" ada apa dengan Aisyah, katakan Arlan. katakan..!!
Ikhsan tak mampu menahan rasa penasaran nya dan berkata dengan keras pada Arlan yang berada di jauh sana.
"Nona Aisyah, Nona Aisyah dan Nona Shelvia datang ke markas Oma Tasya. dan semua orang-orang yang mengincar tempat itu beberapa hari yang lalu juga ada di sana, dan sepertinya mereka berniat buruk pada Nona Aisyah, Bos. " terang Arlan.
Ikhsan mengacak rambut nya kasar dia begitu Frustasi , bagaimana kalau sampai mereka mencelakai Aisyah dan Shelvia di sana.
" apa kamu sudah hubungi Abang..!!
"maaf bos, bos Akhsan tak mengangkat ponsel nya, seperti nya di sangat sibuk hari ini ada meeting dengan kolega bisnis dari luar negeri sekarang. "
" kamu kerahkan orang-orang untuk ke sana apapun yang terjadi kalian harus melindungi Aisyah dan Shelvia kamu mengerti Arlan..!!
" mengerti bos, saya akan laksanakan secepatnya. tapi bos sendiri.?
" saya akan datang. saya tak akan mungkin membiarkan mereka kenapa-napa, Bodoh..!!
Tuuuttttt.....
Ikhsan berlari dengan cepat semuanya harus baik-baik saja, tak akan dia biarkan mereka menyakiti adik yang baru saja membuat nya kesal. " Aisyah, Shelvia kalian harus baik-baik saja. aku tak tau seberapa bahaya nya mereka tapi Abang tak akan biarkan apa-apa terjadi pada kalian tidak akan. " Ikhsan terus berlari menuju ruangan pribadi nya untuk mengambil kunci mobil yang sempat dia tinggalkan di sana.
" Pak..!! teriak Anton, berlari ke arah Ikhsan yang ternyata di acuhkan begitu saja. " lah malah pergi. gimana aku mau minta tanda tangan nya. Ck.. tertunda lagi kan pekerjaan ku."
gerutu Anton dan terpaksa menghentikan langkah nya karena tak mungkin juga dia akan mengejar Ikhsan yang sudah sangat jauh.
Dengan mengganti mobil yang biasa dengan mobil sport, mungkin dengan itu dia akan lebih sampai di awal sebelum terjadi apa-apa dengan Aisyah dan Shelvia.
" Abang, kamu sedang ngapain sih, ini benar-benar genting bang.. " gumam Ikhsan.
Ikhsan menaruh ponselnya dan kembali fokus dengan jalan yang ia tempuh. dalam waktu normal dia baru bisa sampai setelah satu jam itu pun kalau gak ada halangan apapun. tapi kalau sampai ada hal yang lain.? Ikhsan sangat khawatir dia akan terlambat sampai di tempat.
" Arrrggghhh... """ Ikhsan memululi setir saat dia harus terjebak di lampu merah, dan sial nya lagi ada banyak mobil di depan nya, alias macet.
" sial sial..!! "".
Ikhsan kembali mengambil ponsel nya dan kali ini dia benar-benar berharap bahwa Akhsan akan mengangkat nya. " angkat Bang, Ikhsan mohon. "
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
" Terima kasih atas waktu yang Anda khusus kan untuk datang ke sini tuan Younes. semoga saja kerja sama ini bisa berjalan dengan baik. " ucap Akhsan setelah berjabat tangan dengan kolega nya yang bernama Younes.
" Sama-sama Pak Akhsan, saya sangat senang bisa kerja sama dengan perusahaan sebesar ini. Anda begitu hebat Pak Akhsan, di usia anda yang sekarang sudah sukses sampai seperti ini, saya benar-benar salut " jawab Younes.
" kalau begitu saya permisi Pak Akhsan, saya ada tempat yang ingin saya datangi sebelum kembali ke negara saya " pamit Younes.
" mari saya antar "Akhsan mengayunkan tangan kanannya ke depan mempersilahkan Younes untuk berjalan lebih dahulu dan dia mengikuti nya.
" Terima kasih Pak Akhsan, anda sangat baik. "
Perbincangan terus terjadi hingga mereka sampai di parkiran, dan berakhir setelah Younes sudah masuk ke dalam mobil nya dan melambaikan tangan nya pelan. " permisi Pak Akhsan, semoga kita bertemu lagi. " ucap Younes untuk yang terakhir.
" pasti, tuan. pasti akan bertemu lagi. " jawab Akhsan.
Mobil melaju meninggalkan Akhsan dengan cepat. Wajah ramah tamah nya seketika hilang di wajah Younes dan tergantikan dengan senyuman picik yang menakutkan. " tunggu lah Pak Akhsan.Hmm.."
Akhsan berjalan masuk setelah mobil sudah tak terlihat lagi. baru beberapa langkah dia harus berhenti karena ponsel nya terus bergetar. " astaghfirullah, aku lupa " ucap Akhsan yang telah lupa mengaktifkan nada dering pada ponsel nya.
__ADS_1
" Ikhsan " pekik Akhsan dan langsung mengangkat nya.
" Assalamu'alaikum dek. "
" Bang cepat lah pergi ke markas Oma, Aisyah dan Shelvia ke sana, dan orang-orang yang kemarin seperti nya berniat buruk pada mereka, cepat lah Bang, Ikhsan sedang di tengah-tengah kemacetan, takut tak keburu. " terang Ikhsan yang telah lupa menjawab salam dari Akhsan.
Tuttt....
Ponsel Akhsan matikan dan langsung berlari ke mobilnya untuk cepat sampai ke tempat dimana Aisyah dan Shelvia berada.
" kenapa kalian harus ke sana sih.? Akhsan buru-buru menyalakan mesin nya dan tancap gas pol untuk sampai di tempat dengan cepat
" semoga kalian baik-baik saja, semoga abang belum terlambat " ucap Akhsan penuh harap.
setengah jam dalam perjalanan dan akhirnya Akhsan dan Ikhsan sampai di tempat dengan bersamaan, Akhsan mengambil jalan pintas dan Ikhsan harus menyewa motor dan meninggalkan mobilnya di tempat dan meminta anak buah nya untuk mengurus nya.
" Bang..!! teriak Ikhsan.
" dek, gimana.?
" seperti nya belum ada pergerakan apapun Bang, " jawab Ikhsan.
Ya kedua nya menghentikan mobil dan motor mereka di sisi yang lain jadi para musuh tak menyadari kedatangan mereka berdua.
" kita harus hati-hati dek. "
" iya bang, pasti. "
keduanya berjalan mengendap-endap, tak ada yang tau. namun mereka berdua mendengar semua yang mereka katakan, dan juga tawa mereka entah itu kebahagiaan karena apa. Akhsan dan Ikhsan belum terlalu ngeh pada percakapan mereka.
" hahaha,,,!! sebentar lagi, keturunan Tasya itu akan binasa, hahaha..!! tawa orang itu girang.
" satu persatu dari mereka harus lenyap termasuk dengan bangunan ini. semuanya harus lenyap, hahaha..!!!
Akhsan dan Ikhsan tak percaya bahwa itu lah tujuan mereka ada di sini. menghancurkan salah satu keturunan dari Tasya dan juga ingin menghancurkan tempat ini. " ini tidak boleh di biarkan. "
" mari kita pergi, dan kita bersenang-senang. minum lah sepuasnya dan nikmati semua hadiah yang bos berikan. " hahaha.. "
Semua musuh pergi dengan mobil mereka dengan cepat. dan tergantikan dengan mobil anak buah Akhsan dan Ikhsan yang datang.
Akhsan dan Ikhsan membuka gerbang semuanya nampak sepi seperti tak ada kehidupan di sana. mereka berdua semakin khawatir, " cepat Bang, kita harus selamatkan mereka semua. "
" kamu benar.
Namun semua itu tak bisa mereka lanjutkan, hal yang benar-benar mengerikan telah terjadi di depan mata mereka berdua dan di depan semua anak buah mereka yang datang dan menyaksikan kejadian itu.
Ledakan yang begitu dahsyat dan seketika menghancurkan meluluh lantahkan tempat itu hingga tak bersisa.
Bummm.....
Bummm.....
" Tidak..!! teriak keduanya bersamaan.
" Aisyah,,,, !!!!
" shelvia...!!!!
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Dan hancur lah hati mereka berdua seiring dengan hancur nya bangunan kebanggaan Anastasya Wilona Putri.
__ADS_1
ππππππΎπΎπΎπΎπΎ