
"kau terindah kan slalu terindah
aku bisa apa tuk memilikimu
kau terindah kan slalu terindah
harus bagaimana ku mengungkapkan nya..
kau pemilik hati..
kau pemilik hati kau pemilik hatiku...
Iqbal berjalan di sebelah Fatma dengan mendendangkan lagu yang mungkin bisa mewakili hatinya saat ini. ya bukan hatinya sih lebih tepatnya rayuan maut nya untuk melelehkan hati Fatma yang selama ini membeku.
dengan jalan cepat Fatma terus berusaha menjauh dari Iqbal. rasanya sangat sebal dengan melihat wajah Iqbal apalagi sampai mendengar suaranya, sungguh rasanya ingin muntah saat itu juga.
" cantik. berhenti lah dulu aku ingin bicara serius dengan mu. cantik..!! Iqbal terus mengikuti langkah Fatma yang semakin di percepat membuat Iqbal harus berjuang penuh untuk bisa jalan sejajar dengan Fatma.
" Cantik..!!
Fatma berhenti mendadak dengan mata yang tajam lalu menatap Iqbal dengan dongkol.
" hey ketos.! bisa nggak sih sehati saja nggak gangguin Fatma. apa belum puas dengan gadis-gadis yang selalu mengejar loh itu. dan ya ,untuk apa loh deketin gue. untuk balas dendam, iya. " ucap Fatma kesal.
" astaga dari mana dia tau apa tujuan ku sebenarnya. apa dia bisa membaca pikiran orang lain. eits itu nggak mungkin kan. "
" kenapa diam.! mulai sekarang jangan pernah gangguin gue lagi jauh-jauh lah dari gue. gue nek lihat tampang loh yang sok tampan itu rasanya gue pingin muntah kalau lihat loh. " jelas Fatma.
mungkin untuk gadis lain akan senang di dekati oleh Iqbal namun tidak dengan Fatma. Iqbal sudah mendapatkan cap hitam di hati Fatma cap sebagai playboy cap badak yang harus di jauhi sejauh-jauhnya.
" astaga cantik-cantik mulutnya pedes amat kayak cabai rawit. lembutan dikit napa sih jadi cewek. apa nggak takut nanti di jauhin jodoh. " ucap Iqbal.
" bodo..!! Fatma kembali melanjutkan perjalanan nya untuk sampai di kelas. tak akan ada habisnya jika terus berdebat dengan ketos itu. bagaimana pun dia juga cerdas pasti dia akan mendapatkan ide ide untuk tetap mendekati Fatma.
" astaga, cantik tungguin.!! Iqbal berlari dengan cepat mengejar Fatma yang semakin menjauh.
" Iqbal..!!! panggil salah satu guru. dan seperti nya itu adalah Kepala sekolah.
Iqbal menghentikan langkah dan secepatnya menoleh melihat siapa yang telah memanggilnya. " pak kepala sekolah.? " Iqbal beralih kepada kepala sekolah dan sekali melirik Fatma sekilas yang sudah sangat jauh.
" tunggu saja tanggal mainnya Fatma. kau tak akan bisa lari lagi atau kalau tidak aku akan membuat kamu di permalukan. "
langkah Iqbal begitu malas menghampiri Kepala sekolah. niatnya untuk pagi ini telah hancur berantakan dan itu semua karena kedatangan kepala sekolah.
" iya, ada apa pak. " jawab Iqbal lesu.
" Iqbal, apakah kamu sudah mulai mempersiapkan acara cerdas cermat yang akan di adakan beberapa hari lagi.? saya harap kau akan membuat acara itu menjadi sangat meriah. " ucap kepala sekolah.
" sudah kok Pak. saya sudah mulai mempersiapkan dengan baik. " jawab Iqbal percaya diri.
" syukur lah. sekarang pergilah dan lanjutkan apa yang harus kamu lakukan. "
" baik Pak. saya permisi. " yang harus saya lakukan telah Anda kacaukan pak. seandainya saja Bapak nggak datang, pasti saya sudah berhasil mengejar Gadis tengik itu, ahh sungguh sial. "
🌾🌾🌾🌾
Brakk...
__ADS_1
Fatma membanting tas nya dengan sangat kasar lagi-lagi paginya harus badmood seperti biasa dan itu semua gara-gara si ketos yang sangat menyebalkan.
Fatma duduk dengan wajah yang sangat kesal seandainya tak ada Ikhsan di hadapan nya mungkin Fatma sudah menendang meja atau kursi yang ada di hadapan nya saat ini. amarah nya benar-benar harus tersalurkan seperti biasa saat sedang marah.
Ikhsan yang melihat itu hanya menggelengkan kepala seperti biasa gadis yang duduk di bangku yang pas berada di hadapan nya ini pasti selalu membuat hal yang mengejutkan setiap pagi. dan kali ini Ikhsan juga terkejut karena Fatma datang tanpa menyapa siapapun dan malah membanting tasnya sendiri dengan kasar.
"kenapa lagi nih dengan gadis atu. apa lagi PMS sehingga amarah nya tak terkendali. "
Ikhsan beralih dengan semua tugas yang ada di hadapan nya yang harus dia periksa dan di sampaikan pada murid-murid nya hari ini juga.
hasil ulangan yang benar-benar mengejutkan bagi Ikhsan. kenapa bisa semua nilai dari 35 murid semuanya sama padahal seperti nya mereka tak saling menyontek tapi bagaimana bisa terjadi.?
setelah selesai berdoa Ikhsan berdiri dan membagikan hasil ulangan pada semuanya tak ada yang mendapatkan peringkat pertama maupun terakhir karena dari semua mata pelajaran nilai nya sama.
Ikhsan mengeluarkan nafas berat. mereka pasti menjawab dengan satu jawaban yang sama dan yang pasti satu orang lah pelakunya, tapi siapa.? tidak mungkin ini kebetulan kan. mana mungkin kebetulan kok semua mata pelajaran.
" pak siapa yang peringkat pertama.!! teriak Rico.
"iya Pak. jadi penasaran aku. " saut Mirna.
Ikhsan berdecak kagum dengan para murid-murid nya bisa-bisanya mereka melakukan akting yang sangat luar biasa. salut dari Ikhsan untuk semuanya.
" pak.!! teriak Santi.
Ikhsan duduk di kursinya menumpu dagunya dengan kedua tangan menatap semua murid nya bergantian mencari pelaku utama yang bergelar sebagai sutradara dari semua ini.
tak ada yang aneh. semuanya seperti biasanya. tertawa mengobrol tak ada yang merasa takut atau canggung akan ulah yang dia sebabkan.
mata Ikhsan berhenti pada Fatma yang tampak lesu dan tak semangat, ada apakah dengan gerangan ini. apa mungkin Fatma pelaku utama nya tapi mana mungkin.? semuanya harus membutuhkan bukti.
" lagi broken heart pak.!! teriak Mirna.
" Hahahaha..!! mana ada broken heart. kekasih saja nggak punya masak broken heart. " saut Rico dan di sambut gelak tawa dari semua teman sekelas nya.
" iya broken heart sebelum jadian. tunas barunya sudah pupus sebelum tumbuh. hahaha..!! tawa Rico girang.
Fatma memberikan tatapan membunuh pada Rico dan seketika membuat nya terdiam. seolah mulut nya di lempar sepatu dan tak bisa berucap lagi.
" diam loh tuyul durhaka.!! bentak Fatma kesal.
" berdosa loh sama miss kalau masih ngomong ngawur. " sambung Fatma.
Bugh...
ah sungguh sakit hati Rico lagi-lagi dia mendapatkan kata-kata yang membuat nya seperti terpukul dengan kayu rotan. miss nya sungguh keterlaluan memberikan julukan untuk nya. " astaga tuyul durhaka."
" maaf miss " Rico tertunduk lemah tak berdaya dengan tatapan mematikan dari Fatma. seperti seekor tikus yang takut saat berhadapan dengan kucing buas yang kelaparan.
" ya, gue maafin. "'sinis Fatma.
" astaga, nih anak ampuh juga ya. bisa membuat orang lain tertawa tiada henti dan juga bisa membuat orang lain mati kutu karena ketakutan padanya. ilmu apa yang ada di dalam tubuh gadis ini. "
" Fatma.!!
" iya Pak. " jawab Fatma dan beralih melihat Ikhsan yang berjalan mendekat dan berdiri di depan bangku Fatma.
Deg deg...
__ADS_1
Hati Fatma tiba-tiba berdisko di dalam sana tumben tak seperti biasa yang selalu baik-baik saja saat di hadapan Ikhsan tapi sekarang jantungnya benar-benar tak bersahabat dan terus bekerja dengan cepat tanpa paksaan.
Fatma menundukkan wajah nya dia benar-benar tak berani menatap mata Ikhsan saat berbicara. entah takut ketahuan atau takut mendapatkan marah karena perbuatan nya di ketahui oleh Ikhsan.
" bapak kenapa menatapku seperti itu "'gugup Fatma.
" cie cie cie.!!! teriak Mirna mengompori
" ah seperti nya kita bagaikan nyamuk saja di sini man teman atau mungkin kita bagaikan rumput liar yang tak dianggap dan tak berguna. yuk kita keluar takut ganggu dua insan yang lagi lope lope " ucap Rico.
semua sudah berdiri dan menurut dengan saran yang di berikan oleh Rico. seperti nya Rico kali ini tak takut lagi dengan miss nya yang barusan memberikan tatapan yang sangat mengerikan padanya.
" woiii..!! berani kalian keluar. maka keluar lah untuk selamanya dan jangan pernah masuk lagi. " teriak Fatma dengan sangat keras.
Ikhsan menahan ketawa saat ini rasanya sungguh ingin tertawa terbahak-bahak. siapa di sini gurunya dan siapa yang memerintah itu sungguh luar biasa.
" maaf miss. kita anak-anak baik kok kita semua nurut kok. " jawab Santi dan di angguki yang lain. mereka pun kembali duduk seperti semula.
" bukan hanya gadis yang menakutkan tapi juga gadis barbar yang mengendalikan semua murid satu kelas. aku yakin Fatma lah pelakunya. tak akan ada yang berani melakukan itu kecuali dia.".
" Fatma ikut ke ruangan ku sekarang. " pinta Ikhsan dan mulai berjalan. " dan untuk kalian cepat kerjakan tugas kalian. "
" baik Pak. " jawab semuanya patuh.
Di ruangan Ikhsan.
" kenapa sih Pak.? tanya Fatma.
Ikhsan meminta Fatma untuk duduk di sofa sedangkan Ikhsan mengambil kursi dan duduk di hadapan Fatma dan siap menginterogasi Fatma saat ini.
" kenapa kau memberikan contekan pada semua teman-teman mu, hah. "
"Con-contekan apa.? bapak ini jangan sembarangan kalau bicara. mana bisa Fatma melakukan itu. " elak Fatma mencoba mangkir dari perbuatan nya.
" Fatma..!! jawab yang benar. "
" apa sih Pak nggak ada contek contekan semuanya murni dari hasil kami masing-masing . "
" Fatma..!!
" apa sih Pak.!!
" apa susahnya sih hanya ngaku saja. saya tidak akan marah, Fatma. saya hanya mau tau apa alasannya saja. " ucap Ikhsan.
" kita hanya mau tinggal bersama-sama atau naik bersama-sama Pak. kita semua sudah seperti saudara jadi susah senang harus di jalani bersama-sama kan. " jawab Fatma.
" tuh kan benar. pasti kamu lah pelakunya. "
"ehh... saya tadi bilang apa.? bingung Fatma yang tak sadar apa yang dia katakan barusan.
" apa.? masih mau mengelak lagi. "
Fatma menggeleng. " tidak. "
" sebagai hukuman nya kamu harus menyelesaikan tugas di dalam buku ini untuk hari ibu setelah pulang sekolah. kamu tak akan bisa pulang sebelum selesai. " Ikhsan memberikan satu buku yang sangat tebal pada Fatma.
Fatma mengeluh. lagi-lagi penindasan untuk otaknya yang bodoh. sampai kapan penindasan ini akan berakhir. " ya Tuhan lepaskanlah Fatma dari cerita ini. "
__ADS_1