
" sudah sepuluh menit yuk pul....." ucapan Akhsan terhenti karena ada orang yang datang dan berteriak dengan suara keras.
" apa yang kalian lakukan di sini,! apa kalian mau memata-matai rumah sakit ku,,!! " Ucap Marco yang entah dari mana datangnya, dan tiba-tiba sudah berada tepat di depan mereka berdua.
Akhsan dan Kairi tersentak mereka berdua terkejut dengan kedatangan Marco yang begitu tiba-tiba.
" Tuh kan bener. baru saja aku takutkan udah nongol aja orangnya " batin Akhsan.
Akhsan dan Kairi berdiri dari duduknya, Kairi yang sudah lama mendapatkan bentakan sedikit ketakutan dan bersembunyi di belakang Akhsan " Mas, " lirih Kairi yang benar-benar sudah takut.
Akhsan membiarkan Kairi bersembunyi di balik punggung nya, dan menatap Marco yang seakan ingin menantang Akhsan dengan tatapan matanya yang begitu tajam.
" apa yang kalian lakukan,,!! " bentak Marco sekali lagi.
Akhsan sama sekali tak mengubah ekspresi wajahnya, dia sama sejati tidak takut pada Marco yang seakan-akan ingin menelannya hidup-hidup.
" bukankah ibu rumah sakit, kalau kami datang ke rumah sakit yang jelas untuk memeriksakan kesehatan kan. " jawab Akhsan datar.
" halah,, jangan sok polos deh kamu, aku tau apa tujuan mu sebenarnya datang kesini, kamu mau memata-matai rumah sakit ini kan, mencari kelemahan nya supaya kamu bisa mudah menjatuhkan ku, iya kan.!!" seru Marco.
Pikiran Marco memahami sudah tak pernah sejalan lagi dengan Akhsan, mereka tak pernah sependapat lagi dalam hal apapun.
" Astaghfirullah, Marco. sampai kapan hatimu akan di penuhi dengan kebencian dan juga dendam seperti ini,? buang jauh-jauh pikiran buruk itu Marco. " ucap Akhsan mengingatkan
" pergi kalian dari rumah sakit ku, pergi,!! " usir Marco.
Mata Marco tak lepas dari Akhsan namun jari telunjuk nya menunjuk arah pintu keluar untuk mengusir Akhsan dan Kairi.
" baik kami akan pergi " jawab Akhsan
Dengan merangkul pundak Kairi, Akhsan menuntun nya untuk segera pergi dari sana. sebenarnya masih ada yang mengganjal di hati Kairi tapi semua itu dia simpan dalam-dalam karena tak mau melihat Marco dan juga Akhsan bersitegang.
🌾🌾🌾🌾🌾
Sesuai rencana Fatma akan jalan-jalan bersama teman-teman sekelasnya merayakan kenaikan kelas mereka.
Semua tampak bahagia semua naik kelas dan juga dengan nilai yang mengejutkan pastinya. Di bawah naungan Ikhsan yang dulunya kelas paling terbelakang dan paling error sekarang menjadi kelas yang favorit dengan nilai yang di luar dugaan.
Atas nilai yang begitu memuaskan itu, kelas Fatma mendapatkan apresiasi dari kepala sekolah, dan mereka dapat meminta sesuatu dari Kepala sekolah dan yang pastinya akan di kabulkan.
Tak banyak yang di minta Fatma dan para teman-teman nya, hanya satu permintaan mereka. mereka tak mau di pisahkan setelah berada di kelas 12 , dan benar saja permintaan itu di kabulkan oleh kepala sekolah. tak ada perubahan dari jumlah siswa di kelasnya Fatma dan juga tak terganti satupun. mereka tetap bersama-sama dalam kelas yang sama lagi.
" wah,, akhirnya. kita tetap dalam satu kelas ya. beruntung kita tak terpecah-belah " ucap Mirna.
Ya, mereka semua kini sedang berada di salah satu rumah makan di pinggiran. Sembari menikmati sejuknya udara pedesaan mereka berkumpul bersama. Ya bisa di sebut piknik kecil-kecilan.
"iya, kamu bener Mir. kita sangat beruntung bisa tetap berada dalam satu kelas. tambah atau tergantikan satu saja. sudah pasti akan mengubah aura kelas kita yang terkenal dengan kelas error. " jawab Santi setuju.
Semuanya mengangguk membenarkan. sembari makan bersama mereka sesekali berbincang-bincang dan bersenda gurau.
Semuanya nampak senyum bahagia, tapi tidak dengan Fatma. dia cemberut tak semangat sembari mengaduk-aduk makanannya.
" kamu kenapa mis, " tanya Santi heran.
Fatma tak menjawab bahkan sekarang terlihat dia tengah melamun.
" kenapa sih Mas Ikhsan nggak bisa ikut. coba saja dia ikut pasti akan seru " gerutu Fatma dalam hati.
Rico yang duduk nya tak terlalu jauh hanya tersenyum melihat kata-kata yang di sembunyikan oleh Fatma. Ternyata hilangnya semangat dari Fatma karena Ikhsan tak ikut serta dalam acara itu.
" Seperti nya ada yang lagi galau nih.?" celetuk Rico dengan suara keras, membuat semua teman-teman nya menatap nya.
" siapa..?
" siapa..?
" siapa.?
Tanya Semua teman-teman nya bersamaan.
Rico menyunggingkan bibir nya dan juga menunjuk Fatma dengan menggunakan matanya. Semua pun langsung paham.
" Ohhh... "
Tanpa aba-aba Fatma langsung menjatuhkan sendok nya ke piring, dan beranjak dengan cepat. " aku mau pulang, males aku di sini. " seru Fatma dan melenggang begitu saja.
" lah,,, miss jangan gitu dong. kita kan belum puas. bentar lagi ya. " protes Mirna.
" bodo. " Fatma tetap tak perduli dan terus melenggang dan meninggalkan sepatah kata saja untuk teman-teman nya.
__ADS_1
" kita juga harus pulang nih, kalau ada tidak kita bisa di tinggal sama bis nya. kita kan tau sendiri kalau mis sudah mulai bertitah semua pasti akan sesuai dengan kehendak nya. " seru Mirna.
meskipun dengan kesal semuanya beranjak dengan cepat. berlari mengejar Fatma yang sudah agak jauh.
Bis melaju dengan cepat, menuju jalan kota untuk mereka ke tempat di mana mereka berkumpul tadi yaitu di depan sekolah.
Banyak diantara mereka yang tertidur tapi ada juga yang tetap terjaga. contohnya Fatma yang tengah kesal, Mirna dan Santi yang sedari tadi asyik berdendang mengikuti lagu yang di putar. dan juga Rico yang sedari tadi melihat keadaan sekitar yang di lalui.
Bis sudah mulai memasuki kota, mereka masih saja asyik dengan kegiatan mereka masing-masing.
" pak berhenti,,!! " teriak Rico saat matanya melihat dua gadis yang tengah kebingungan di pasar aksesoris.
Bis pun berhenti karena permintaan Rico. ada tiga wajah kesal yang menatap Rico.
" ada apa sih Co.? " tanya Fatma.
" iya, kenapa sih.? " imbuh Mirna dan Santi hanya mengangguk.
" gue mau turun di sini, gue ada acara di sini " ucap Rico bohong sembari tangan nya meraih tasnya dan menaruh di punggung nya.
" oh. " jawab Fatma malas. untung saja Fatma sedang dalam mood yang tidak baik, kalau tidak pastilah seribu pertanyaan akan menghajar Rico.
🌾🌾🌾🌾🌾
Dua gadis kecil berkeliling di pasar yang khusus menyediakan aksesoris dan juga perlengkapan untuk hadiah. Kedua nya terlihat bingung hadiah apa yang pantas untuk di berikan pada David.
Siapa lagi mereka berdua kalau bukan Aisyah dan Shelvia.
" Kak, sebenarnya kakak itu cari apasih.? heran Aisyah. dari tadi hanya muter-muter terus gempor nih kaki Aisyah. " gerutu Aisyah kesal.
" bentar lah Aisyah, aku sendiri juga bingung. "
satu orang cowok datang mendekati mereka berdua, mengapa nya dengan sinis seketika membuat Shelvia kesal.
" hey bocah, ketemu lagi kita.udah lama banget nggak ketemu gimana kangen nggak.? " tanya cowok itu begitu percaya diri.
Mata Shelvia langsung melotot tajam kearah cowok yang sedang meringis dengan kepercayaan diri begitu besar, siapa lagi kalau bukan Iqbal.
" ihhh,, pede amat loh. mana ada gue Kangen sama spesies model situ. ihhh amit-amit deh " seru Shelvia bergidik ngeri.
Aisyah terperangah dengan tingkah Shelvia dan cowok yang sama sekali tidak ia kenal. hanya saja Aisyah sudah pernah melihat nya beberapa kali saat bertemu dengan Shelvia namun mereka selalu saja sama tak pernah akur saat bertemu.
pletakk..
" sembarangan kalau ngomong, mana ada. aku masih waras Aisyah, kita kan tidak boleh tuh pacar-pacaran bisa di kuliti aku sama Mama. " jawab Shelvia setelah berhasil mendaratkan sentilan keras ke kening Aisyah.
" ohh,, kirain udah mulai pikun " lirih Aisyah.
" kalian berdua ngapain di tempat seperti ini, nggak takut hitam.? " tanya Iqbal.
" bukan urusan mu. "
Iqbal tersenyum miris untuk dirinya sendiri, kenapa dia selalu saja di perlakuan seperti ini saat bertemu dengan bocah ini, seakan ketampanan nya tiada harganya sama sekali.
" aku temenin, di sini banyak preman. " ucap Iqbal, dan mulai mengikuti Shelvia yang sudah mulai berjalan sedangkan Aisyah berjalan paling belakang.
" hufff,, aku di lupakan " gerutu Aisyah.
" Aisyah,,!!! " panggil seseorang dan Aisyah langsung berhenti dan menoleh ke belakang. matanya langsung mendapati Rico yang tengah berlari mendekati nya.
" Bang Rico. " pekik Aisyah.
Shelvia dan Iqbal pun tak ketinggalan mereka berdua juga menoleh sama persis seperti yang di lakukan Aisyah.
" kamu. ngapain kesini? " tanya Rico setelah berhenti di depan Aisyah dan sedikit membungkuk dengan nada ngos-ngosan.
" terus, Bang Rico ngapain kesini.? kalau Aisyah dan Kak Shelvia mau cari hadiah untuk Papa nya Kak Via. " jawab Aisyah.
" ya sudah aku ikut. yuk. " ucao Rico dan bergegas berjalan mendahului Aisyah.
" lah,, belum ada jawaban juga. udah nyelonong aja " ucap Aisyah.
Rico berhenti tepat di depan Iqbal yang berdiri di hadapan nya sekarang. Rico menoleh menatap Aisyah dan Shelvia bergantian.
" kalian kenal sama dia.? " tanya Rico sembari jari telunjuk nya menuding ke arah Iqbal.
" tidak " jawab Aisyah.
" dia orang nggak waras " ketus Shelvia.
__ADS_1
Iqbal menatap kesal Shelvia yang mengatai dirinya tidak waras itu.
Shelvia pun membalas tatapan Iqbal dengan bengis. " kenapa lihat-lihat, emang benarkan yang aku katakan. "' ucap Shelvia.
" terserah " jawab Iqbal.
Iqbal berjalan melaju ke arah Shelvia, Shelvia senang karena Iqbal sudah mau pergi dengan sendirinya tapi ternyata perkiraan Shelvia salah, karena Iqbal ternyata menarik lengan Shelvia membuat Shelvia terseret.
" ehh,,, apa yang kamu lakukan lepaskan. " protes Shelvia.
" diam kamu, kamu sudah membuatku kesal jadi nurut" sinis Iqbal.
" ehhh lepasin kak Shelvia,,!! " teriak Aisyah dan bergegas ingin berlari mengejar Shelvia dan Iqbal namun di hadang oleh Rico. " jangan halangi aku bang, aku harus ke sana"
" ikutlah dengan ku, aku mau bicara sebentar "' ucap Rico.
Aisyah mengerutkan dahi, apakah ada hal yang serius hingga Rico terlihat begitu fokus saat mengatakan itu.
" tapi Bang, "
" sudah lah ikut" Rico menarik kerudung Aisyah..
Rico terus menarik Kerudung Aisyah dan mengajaknya duduk di suatu tempat yang sedikit sepi.
" kenapa kesini, Bang.? " tanya Aisyah.
" kenapa kamu belum pulang,! sampai kapan kamu akan Kabur-kaburan seperti sekarang ini. apa kamu tidak memikirkan orang tuamu.? " tanya Rico.
" besok aku pulang Bang. "
" beneran? " Aisyah mengangguk " setelah kamu pulang besok berarti kita tidak bisa bertemu lagi ya, dan mungkin ini yang terakhir kali nya "' ucap Rico gelisah.
" Bang Rico kenapa? Aisyah kan tetap tinggal di kota ini juga, lagian Bang Rico kan temen Kak Fatma jadi bisa lah ke sana dan kita bisa bertemu " jawab Aisyah
" Hm,, tidak Syah. "
" kenapa.?
" kamu akan tau sendiri alasannya setelah kamu pulang. semoga kelak Tuhan benar-benar bisa mempertemukan kita lagi " ucap Rico yang penuh harap.
" Bang Rico ngomong apa sih,? Bang Rico nggak sakit kan " tanya Aisyah cemas.
" tidak Aisyah, aku tidak sakit. aku punya sesuatu untukmu. " Rico merogoh sakunya mengeluarkan sesuatu dan memberikan nya langsung pada Aisyah. " di manapun kamu berada nantinya. jangan lupakan aku ya. dan... rindukan aku juga. Hahaha,, " tawa Rico renyah.
" ihh,, emang siapa yang mau pergi. lagian apa untung nya agar Aisyah merindukan Bang Rico.? " tanya Aisyah bingung.
" karena kamu tidak akan menemukan yang lebih baik dan lebih tampan daripada Aku tentunya " jawab Rico percaya diri.
" Ihh, pede amat kau Bang. banyak yang tampan contohnya Kak Farel " seru Aisyah tanpa menoleh ke arah Rico.
Rico terdiam, hatinya terasa sakit mendengar Aisyah memuji Farel meskipun tidak dengan jelas. " oh,, "' jawab Rico lesu.
Rico beranjak dari duduknya saat sudah melihat Shelvia dan juga Iqbal yang berjalan mendekat dan saling beriringan.
" ingat, jaga dirimu baik-baik. aku akan selalu berdoa kelak kita bisa bertemu lagi , dan semoga Allah selalu menjaga dirimu. " ucap Rico," Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam.. " jawab Aisyah dengan sejuta tanya dalam benaknya.
" apa maksud Bang Rico, emang Aisyah mau kemana? " batin Aisyah.
Aisyah mengamati pemberian Rico sejenak dan memasukkan nya dengan cepat setelah Shelvia memanggilnya.
" Aisyah,, ternyata kamu di sini. aku cari-cari juga. eh,, di mana Bang Rico.? " tanya Shelvia sembari mengedarkan matanya.
" dia udah pulang "'jawab Aisyah. " Kak Shelvia udah dapat hadiahnya? "
" sudah, di bantu kak Iqbal. " jawab Shelvia.
" cie cie... udah baikan nih ye.. " seru Aisyah meledek dengan wajah yang berbinar, namun seketika berubah menjadi gelisah setelah mengingat apa yang dikatakan Rico. " udah Aisyah mau pulang. Aisyah lelah " Aisyah melaju mendahului.
" et dah,, kenapa tuh bocah. " ucap Shelvia bingung. " makasih ya Kak, saya pulang. Assalamu'alaikum. "
" Wa'alaikumsalam, apa perlu saya antar.!! teriak Iqbal karena Shelvia sudah berlari.
" nggak usah..!!!
" Dasar bocah. Eh,, kenapa aku jadi nurut gini ama tuh anak. eits.... aku mulai nggak waras gara-gara sering di semprot sama Tuhan bocah" ucap Iqbal seorang diri.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾