Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
76.Muslihat


__ADS_3

" Mas, sebenarnya apa yang terjadi pada Fatma.? kenapa dia bisa mengalami hal yang seperti semalam, emangnya kalian pergi ke mana,? Tanya Kairi begitu banyak dan ikut duduk di sebelah Akhsan yang tengah memasukkan semua berkas ke dalam tas nya.


Akhsan menoleh menghentikan kegiatan nya,


" Yang terjadi pada Fatma sangat lah buruk dan tidak benar Kairi, saya harap ini adalah yang terakhir kalinya terjadi pada keluarga kita. " jawab Akhsan.


" kasian Fatma " Kairi tertegun mengatakan itu membayangkan jika semua itu terjadi padanya pasti dia tak akan sanggup" Mas, Sebenarnya siapa yang melakukan itu pada Fatma, Mas,? benarkah orang yang mau menikahi Aira dengan paksa?


Akhsan mengangguk " Ya. dia orang yang sama, " jawab nya penuh keyakinan.


Akhsan terlamun sejenak. Akhsan begitu tak percaya Marco bisa tega melakukan itu padahal Marco yang dulu tak pernah menyakiti orang bahkan sekedar mengatakan hal buruk saja tak pernah. tapi sekarang,? sedikit pun tak ada kebaikan yang lahir darinya semua yang terlihat baik pasti ujung-ujungnya juga menyangkut dengan hal buruk.


" Mas,, Mas,, " panggil Kairi dan mengejutkan lamunan Akhsan.


Akhsan terhenyak kaget. menoleh dengan cepat kearah Kairi dan langsung mengeluarkan senyum cerah pada istri nya. " maaf, "


" maaf untuk apa.? tanya Kairi menatap bingung Akhsan yang tiba-tiba minta maaf padanya. " Mas tidak melakukan kesalahan kan,? selidik Kairi.


Akhsan menggenggam tangan Kairi dan duduk miring ke arah Kairi " bukan kesalahan Kairi, aku hanya minta maaf karena kemarin tak mengangkat panggilan mu, kamu pasti sangat khawatir bukan, maaf ya. "


" Mas tidak salah. Kairi yakin Mas kemarin sangat sibuk dan sangat mengkhawatirkan Fatma makanya Mas nggak angkat telfon Kairi," jawab Kairi mengerti.


Akhsan merengkuh pundak Kairi membawa nya ke dalam dadanya memeluknya dengan penuh kehangatan. Akhsan begitu bersyukur bisa memiliki istri yang bisa mengerti keadaan Akhsan dan tak pernah menuntut apapun darinya.


Akhsan menciumi puncak kepala Kairi berkali-kali hal yang membuat Akhsan sangat senang dengan melakukan itu. "' Kairi,, "


" Hmm,,?


" Hmm,,? Akhsan melepaskan Kairi membuka tas nya memperlihatkan dua tiket penerbangan menuju Bali. " aku ada kerjaan di sana apa kamu mau ikut,? aku sudah menyiapkan segalanya di sana" ucap Akhsan. Entah itu benar-benar urusan pekerjaan atau rencana bulan madu kejutan untuk Kairi, hanya Akhsan lah yang tau.


Kairi menerima kedua tiket itu, wajahnya berbinar terang benarkah dia bisa datang ke Bali dan menjelajahi wisata di sana,? tempat yang paling Kairi impi-impikan. " benarkah kita akan ke sana.?


" iya,! apa kamu mau ikut.?


Kairi mengangguk dengan cepat. Dia benar-benar sudah tak sabar menginjakkan kakinya di sana di tempat wisata yang begitu terkenal akan keindahannya. " mau mau,! jawab nya antusias.


" kita akan berangkat hari ini jam sepuluh nanti. jadi kamu nggak usah ikut ke kantor dan siapkan semua keperluan kita selama di sana. aku ke kantor hanya sebentar setelah itu akan aku jemput nanti "ucap Akhsan.


" Baiklah,, " Kairi memeluk Akhsan dengan erat di begitu senang akhirnya sebentar lagi dia akan datang ke tempat yang dari dulu ada di dalam angan-angan nya saja. " Terima kasih Mas. "


" Sama-sama sayang. "


" Bali I'm coming,,,!!! teriak Kairi mengangkat kedua tangan nya tinggi dan kembali memeluk Akhsan setelah itu.


" Hahaha,,!! tawa Akhsan begitu nyaring. melihat wajah berbinar dari sang istri. " imut sekali "' Akhsan mencubit hidung Kairi dengan sang gemas.


" Mas sakit,,!!! keluh Kairi.


" maaf sayang, sini aku sembuhin,,!!


" caranya,?


" pejamkan matamu, " perintah Akhsan dan Kairi pun langsung menurut " begini caranya " Akhsan menyatukan bibir mereka berdua, melihat senyum yang selalu terukir manis di bibir Kairi membuat Akhsan langsung tergoda dan ingin melakukan kegemarannya, menciumi bibir Kairi menautkan lidah mereka hingga mereka kehabisan nafas setelah itu dan saling berebut nafas setelah terlepas.


Mata Kairi terbelalak, yang sakit hidungnya tapi kenapa yang di cium bibirnya,? bukankah itu hanya muslihat Akhsan saja untuk bisa mencium bibir nya, Akhsan sungguh cerdas.

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾


Akhsan duduk di ruang makan dengan begitu tenang dan nyaman, tangan nya menyuapkan sarapan paginya yang sudah di sediakan oleh Kairi barusan.


Sarapan yang sangat enak melahap tanpa gangguan dan tanpa ketergesa-gesaan membuat Akhsan sangat menikmati itu. " masakan mu sangat enak " puji Akhsan yang membuat Kairi tersipu di dekat semua orang yang ada di sana termasuk satu adiknya orang tuanya dan juga Oma Opa nya.


Semua tersenyum melihat Kairi yang malu karena kata-kata Akhsan barusan. apakah itu salah satu sifat wanita yang yang tak bisa di miliki oleh para laki-laki, yang jika di puji langsung tersipu,? ya mungkin itu memang benar lagian mana ada laki-laki malu-malu karena pujian dari wanita yang ada pasti sebaliknya kan. " Hmm " jawab Kairi tersenyum simpul.


" bang,! kalau mau gombal jangan di depan Aisyah, abang mau mengkontaminasi akal sehat Aisyah,,!! eishh kau ini Bang, nggak bisa lihat-lihat tempat " gerutu Aisyah kesal


" hahaha,,,!! tawa semua bersamaan.


" kenapa pada ketawa,,!! ketawain Aisyah, Oma lihat lah semua nya pada menindas Aisyah. " ucap Aisyah mengadu.


Tasya tersenyum kecil cucu satunya ini benar-benar selalu membuat nya geleng-geleng kepala dan bisa membuat nya tersenyum. " sudah sudah, lanjutin sarapan nya nanti keburu dingin, nggak enak " ucap Tasya.


" Iya Oma, " jawab Akhsan dan Aisyah bersamaan.


" Assalamu'alaikum pagi,,!! sapa Ikhsan yang baru saja datang dari kamar seorang diri tanpa Fatma.


Semua menoleh kearah Ikhsan yang berjalan semakin dekat. Akhsan pun sama matanya menatap ada yang aneh dengan Ikhsan, wajah nya begitu berbinar seperti tidak terjadi apapun kemarin seperti tak ada beban apalagi masalah. apakah ini adalah efek dari perkelahian dengan Marco dan membuat otaknya sedikit geser atau mungkin telah berkurang beberapa gram atau ons sekalian.


Ikhsan mengambil dua piring mengisinya dengan nasi dan juga lengkap dengan lauk beserta kerupuk sebagai toping di atasnya.


Semua terus menatap Ikhsan dan terus menghentikan aktivitas sarapan mereka semua. " Dek dimana Fatma, " tanya Akhsan.


" Ikhsan. gimana keadaan Fatma sekarang,? dia baik-baik saja kan, tak terjadi apapun dengan nya kan " tanya Keisha khawatir.


Ikhsan terdiam dan berfikir sejenak. bukan kejadian buruk kemarin yang dia ingat-ingat lagi bukan kejadian yang hampir merenggut kehormatan Fatma dari nya. bukan perlakuan buruk Marco pada semuanya. Tapi satu yang menjadi pikiran dan alasan kebahagiaan Ikhsan di pagi ini yaitu dia dan Fatma yang benar-benar sudah menyatu dalam ikatan selembar kertas dan juga hati dan jiwa raga mereka.


"'dek,, " panggil Akhsan namun Ikhsan tak mendengar nya.


"'Ikhsan,,!! teriak Akhsan dan sekarang barulah mengejutkan Ikhsan dan malah membuat Ikhsan terkekeh.


Tangan Ikhsan melewati Akhsan begitu saja. membiarkan Akhsan melihat nya " Bang, Abang jadi ke Bali,?


" jadi,!!.


" semangat ya Bang, jangan sampai kalah dari Ikhsan, tapi seperti nya Abang sudah kalah karena Ikhsan sudah mendapatkan nya " bisik Ikhsan pas di telinga Akhsan.


Mata Akhsan terbelalak. benarkah yang Ikhsan katakan kalau Ikhsan sudah mendapatkan nya, bagaimana bisa,? maksudnya bagaimana semua itu bisa terjadi secepat ini.? bukannya Fatma masih sekolah bagaimana kalau Fatma sampai hamil.


Pletakk,,,


Akhsan menyentil kepala Ikhsan sebelum Ikhsan pergi dari sisinya. Akhsan benar-benar tak habis pikir bagaimana Ikhsan bisa melakukan itu, apa dia tak memikirkan masa depan Fatma.


Akhsan beranjak menarik lengan Ikhsan dan berjalan menjauh dari semua nya " kamu masih ingat dengan yang Abang katakan kan dek. Atau jangan-jangan kamu emosi kerena kejadian kemarin dan kamu memaksa Fatma, iya.


" apa sih Bang, sudah deh Bang ya. Ikhsan bukan anak kecil lagi Ikhsan tau semua yang Ikhsan lakukan. Lagian Ikhsan tak memaksa Fatma, dia sendiri yang memberikan nya pada ku. aku kan juga laki-laki normal tak mungkin bisa kan aku menolak begitu saja. "


" benarkah,?


" iya Abang ku sayang. lebih baik sekarang Abang mulai memikirkan cara untuk bisa mendapatkan nya dari Kak Kairi juga dengan secepatnya. itu sangat enak loh Bang, bahkan aku sangat ketagihan. bahkan makanan terlezat pun tak membuat seorang Ikhsan ketagihan tapi ini. astaga,, Ikhsan benar-benar ingin dan ingin lagi loh Bang, '


" Sialan kamu ya,, " ingin sekali Akhsan Kembali menjitak kepala Ikhsan namun Ikhsan sudah keburu kabur dari Akhsan yang sedang marah padanya.

__ADS_1


" maaf Bang,, tapi beneran sangat enak loh, aku saja sangat ketagihan. Hm, minta lagi ah setelah ini. " ucap Ikhsan dengan menyeringai dan berlalu pergi dari hadapan Akhsan.


Akhsan mendengus kesal. Ikhsan benar-benar telah membuat nya mati kutu. " dasar gila,,!! geram Akhsan.


" hahaha,,!! tawa Ikhsan girang mendengarkan kekesalan Abang nya dari jarak yang sudah jauh.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


πŸ™πŸ™SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRIπŸ™πŸ™


Meski tangan tak dapat berjabat.


Mata tak dapat melihat.


wajah pun tak saling berhadapan


dan telinga tak dapat mendengar dari apa yang kalian katakan.


Kami segenap keluarga besar dari :



Cinta Ustadz tampan dan gadis Mafia


Cinta untuk Airin


Akhsan dan Ikhsan


Author ter imut, wkwkwk.(kalau di lihat dalam keadaan mata ngantuk) hahaha..



Mengucapkan.


Taqobbalalloh minna Wa minkum


Takobbal ya karim


Minal aidzin wal faidzin.


mohon maaf lahir dan batin.


Sugeng Riyadi Sugeng riyoyo


sekalian rencang-rencang sedoyo.


Maafkan kakak Author jika ada salah yang tak di sengaja maupun di sengaja. entah dari perkataan, atau hanya lewat coretan tangan saja yang tak bermakna..maaf, πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Selamat Hari Raya Idul Fitri.


1 syawal 1442 Hijriyah.....


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


lahir batin...

__ADS_1


__ADS_2