
Dari tadi Ikhsan hanya bisa uring-uringan di atas kasurnya. Dia sama sekali tak bisa tidur meskipun malam sudah sangat larut, bahkan Fatma istrinya sudah mendengkur halus terdengar di telinga Ikhsan.
Entah apa yang yang membuat Ikhsan seperti sekarang, dia sama sekali tak tau alasan sebenarnya. Tapi yang jelas dia dari tadi ingat terus dengan Oma dan Opanya yang berada jauh darinya.
Ikhsan duduk menoleh sekejap ke arah Fatma lalu dia mengusap rambutnya dengan kasar karena merasa frustasi. Sebenarnya dia mengantuk namun matanya sama sekali tak mau terpejam.
" ihh..." gumam nya penuh frustasi.
Ikhsan menatap jam dinding yang menempel di dinding pas lurus dengan matanya, " jam dua belas? kenapa aku sama sekali tak bisa tidur ya? "
Ikhsan turun dari ranjangnya, dan bergegas pergi ke kamar mandi dan memilih mengambil air wudhu untuk dia menjalankan sholat sunah saja. Mungkin dengan itu hatinya akan tenang dan dia bisa tidur nantinya.
Sepuluh menit Ikhsan berada di dalam kamar mandi, dia keluar dengan wajah yang masih basah akan air wudhu, Ikhsan bergegas mengambil kopyah, sarung dan juga sajadah yang bertengger manis di atas meja rias nya Fatma.
Ikhsan memakai sarung dan juga kopyah nya dengan cepat, lalu membentangkan sajadah menghadap kiblat untuk dia menjalankan sholat yang sudah dia niatkan dalam hatinya.
Empat rakaat dua kali salam Ikhsan sudah selesaikan, tak lupa di berdzikir sejenak di sambung dengan doa sesuai dengan apa yang dia inginkan dan dia rasakan. Yang pasti dia juga akan meminta kebaikan dan kebahagiaan untuk rumah tangganya dan juga kebahagiaan dan kebaikan untuk semua keluarga besarnya.
Meskipun sudah selesai menjalankan sholat hati Ikhsan masih saja merasa tak enak, bahkan sekarang terganti dengan gelisah yang amat sangat dan pikiran nya selalu tertuju pada Oma dan juga Opa nya.
" ada apa ini sebenarnya? kenapa perasaan ku tidak enak sama sekali? apa sesuatu terjadi pada Oma dan Opa? Aku harus cari tau! " Ikhsan beranjak dengan cepat mengambil ponsel nya yang ada di nakas sebelah kasurnya.
Beberapa nomor Ikhsan hubungi, Nomor, Akhsan, Papanya, Mamanya, Oma, Opa, bahkan nomor telepon umum di pesantren semua sudah dia hubungi namun satupun tak ada yang mengangkat nya, bahkan di chat pun tak kunjung di baca apalagi di balas?.
" aneh" Ikhsan merasa heran, ini tak seperti biasanya. Biasanya jam berapapun dia menghubungi rumah pasti akan di angkat. Apalagi Akhsan dia akan menjadi orang pertama yang akan mengangkatnya lalu dia akan menegurnya karena telfon malam-malam.
Sekali lagi Ikhsan menoleh ke arah Fatma yang masih sangat terlelap, dia sangat khawatir dengan keadaan Oma dan Opa nya namun dia juga tidak tega membangunkan Fatma dalam tidur nya.
" aku harus bagaimana?
Ikhsan duduk di ranjang nya dengan tenang, dia mainkan ponsel nya dan akhirnya dia bisa melihat kondisi dan situasi yang terjadi di pesantren sekarang. Awalnya tak ada masalah sama sekali, namun sejurus kemudian dia langsung tersentak dan langsung panik saat melihat dua penyusup datang ke sana dan membuat kedua penjaga di sana jatuh pingsan.
" Astaghfirullah,, inilah yang membuat pikiran ku tidak tenang. Aku harus segera kembali " ucap Ikhsan dalam keterkejutan nya.
Ikhsan beranjak dan ingin segera berlari, namun dia urungkan saat dia teringat akan Fatma. Lagi-lagi Ikhsan di buat bingung saat dia teringat akan Fatma.
" Arlan! ya.. hanya dialah yang bisa aku mintai pertolongan! '
Dengan cepat Ikhsan mencari nomor Arlan dan menghubungi nya segera, Ikhsan menceritakan semua yang terjadi di pesantren dengan Arlan, dan dengan cepat Arlan pun menyetujuinya untuk pergi langsung ke sana.
" Cepat Arlan, jangan sampai terlambat entah apa yang mereka ingin lakukan di sana. Tapi yang jelas mereka pasti memiliki rencana yang buruk " tukas Ikhsan.
" baik Ketua, saya akan segera pergi. " jawab Arlan.
Ponsel pun langsung mati setelah itu. Meskipun Ikhsan sudah mempercayakan semuanya pada Arlan namun dia tetap tak tenang dan dia juga harus memastikan sendiri.
__ADS_1
" aku juga harus ke sana sekarang! " kekeuh Ikhsan.
Perlahan Ikhsan kembali duduk di atas ranjang, mengelus kening Fatma dan memberikan kecupan sebagai kata pamit dirinya pada Fatma. Meskipun tidak tega meninggalkan Fatma namun dia tetap harus pergi ini semua demi Oma dan Opa nya yang sepertinya akan menjadi sasaran dari para penyusup itu.
" maaf Fatma, Mas harus pergi sebentar. Mas akan jelaskan nantinya setelah Mas pulang " ucap Ikhsan dengan begitu lirih pas di atas wajah Fatma dan Ikhsan pun kembali mengecup kening Fatma sekali lagi.
Kecupan dan juga ucapan Ikhsan sama sekali tak membuat Fatma terganggu apalagi bangun, Fatma tetap pulas dalam tidur nya hanya sedikit saja menggeliat dan mengubah posisi tidurnya.
🌾🌾🌾🌾🌾
Ikhsan sangat tergesa-gesa saat berada di perjalanan menuju pesantren, pikirannya sud tak karuan dan terus gundah dan berusaha secepatnya sampai tepat waktu sebelum terjadi apapun kepada semua anggota keluarganya.
Semuanya seperti sudah di rencanakan dengan matang oleh pada musuh, bahkan Ikhsan tak akan mungkin sampai di sana tepat waktu karena di tengah perjalanan mobilnya di hadang oleh beberapa orang yang bertubuh kekar dan juga bertato di mana-mana.
" Sial!!, "
Ikhsan memukul setir mobilnya setelah dia berhasil berhenti karena perbuatan orang-orang itu. Tatapan-tatapan menantang dan tatapan membunuh keluar dari semua orang itu, namun itu sama sekali tak membuat Ikhsan takut apalagi gentar. Dengan percaya diri nya dan juga keberaniannya Ikhsan keluar dari mobil dan menutup pintunya dengan keras. " Brakk! "
Orang yang berjumlah empat orang itu semuanya membawa tongkat sebagai senjata mereka untuk menghajar Ikhsan.
" jangan harap kau bisa melewati jalan ini, bocah!! kau hanya akan bisa pergi ke alam baka saja, Karena apa? karena kamu tak akan bisa lagi maju atau mundur lagi. Tak akan ada jalan untuk mu bisa keluar dari sini. " ucapnya dengan begitu sinis menatap Ikhsan dengan aura membunuh nya.
Ikhsan membalas senyum yang sama, senyum ya lebih mematikan dari mereka berempat.
" bukan aku yang tidak akan bisa pergi dari sini, tapi kalian lah yang akan bertahan di sini bahkan nyawa kalian pun juga akan tetap menjadi penghuni tempat ini, karena apa? karena aku yakin Tuhan pun tak akan mungkin menerima nyawa kalian yang terlalu banyak dosa itu!. " jawab Ikhsan begitu sinis.
Keempat orang itu siap menghabisi Ikhsan yang hanya seorang diri, sedangkan Ikhsan sudah mengambil kuda-kuda untuk melawan mereka berempat.
" majulah, jangan buang-buang waktu ku! tak perduli siapa kalian, siapapun yang berani menantang ku dan membuat masalah padaku harus berakhir saat itu juga. Majulah!! " ucapan Ikhsan benar-benar memancing amarah mereka, dengan cepat orang itu langsung maju dan mengeroyok Ikhsan.
🌾🌾🌾🌾🌾
Akhsan begitu tergesa-gesa menuju tempat sang Oma setelah dia sudah memastikan keadaan tempat Papa nya yang sama sekali tak ada masalah. Karena Akhsan yang terus mengetuk pintu tempat Papanya, membuat Rayyan terbangun dan langsung ikutan panik setelah mendengar semua penjelasan dari Akhsan.
Dengan di ikuti Rayyan dan para penjaga, Akhsan akhirnya sampai di tempat sang Oma dan langsung mengetuk pintu untuk membangunkan nya, meskipun ragu namun rasa khawatir nya lebih besar daripada rasa ragu nya.
Tok... tok... tok..
" Assalamu'alaikum... Oma.. Opa... " teriak Akhsan yang terus mengetuk pintu.
Pintu yang tak kunjung si buka membuat Akhsan dan Rayyan mengubah ketukan menjadi gedoran yang semakin keras. Mereka mulai takut dan membayangkan hal yang buruk terjadi pada Tasya dan juga Fahmi.
Sementara di dalam kamar kedua penyusup itu belum juga berhasil menjalankan tugasnya. Saat saputangan hampir saja menyentuh wajah Tasya, Tasya terbangun dan dengan cepat menghindar dari bahaya.
Dengan kekuatan yang tak lagi seberapa namun Tasya harus bisa menyelamatkan diri dan juga bisa membangunkan Fahmi. Mereka berdua berjuang mati-matian untuk bisa terlepas dari kedua penyusup itu.
__ADS_1
Tasya dan juga Fahmi yang terus berontak berhasil melempar jauh saputangan yang terdapat racun di sana.
" siapa kalian sebenarnya!! " teriak Tasya dengan sangat keras.
Tasya dan Fahmi keduanya sangat waspada, umur yang tak lagi muda dan juga kekuatan yang tak sekuat dulu bisa saja membuat mereka kalah dan karena itu keduanya harus pintar-pintar melindungi diri mereka.
" Hati-hati Bunda, sepertinya mereka bukan orang yang sembarangan " ucap Fahmi.
Tasya mengangguk membenarkan terlihat dari keduanya yang begitu kuat itu membuat Tasya dan juga Fahmi percaya.
" Abi benar " jawab Tasya.
" siapa kalian sebenarnya, Hah!! " teriak Tasya sembari melangkah mundur beserta Fahmi, karena bukan hanya racun itu saja yang mereka bawa melainkan ada juga pisau yang seperti sudah di lumuri dengan racun juga.
Keduanya tersenyum sinis menatap Tasya dan Fahmi dengan tatapan tajam nya. Mereka berdua terus melangkah maju mengikis jarak dengan mereka yang pasti dengan pisau yang mereka arahkan kepada Tasya dan Fahmi.
" tidak usah kalian tau siapa kami. yang terpenting, kalian harus mati sekarang! " ucapnya diiringi senyuman sinis nya.
Dor.. dor... dor...
Gedoran pintu yang sangat keras membuat kedua menggerutu kesal dan menoleh ke arah pintu. " sial! kita harus cepat membereskannya sebelum kita tertangkap " ujarnya.
" Oma.. Opa...!! " teriak Akhsan dan terus dengan gedoran pintu dengan tangan nya.
Pintu yang di kunci oleh penyusup membuat Akhsan dan juga Rayyan kesusahan untuk masuk begitu saja.
" Akhsan... Rayyan.. Tolong..!!! " teriak Tasya dengan keras.
" Diam!! Atau kalian akan mati sekarang juga" ancam penyusup itu.
Mendengar Tasya berteriak minta tolong membuat Akhsan dan Rayyan semakin panik, dan tanpa mengulur waktu lagi mereka berusaha membuka pintu dengan paksa dengan mendobraknya.
Kedua penyusup itu terlihat bingung, pilihan apa yang harus mereka ambil , menjalankan tugasnya atau pergi dari sana dengan tangan kosong tanpa membawa sebuah hasil sama sekali.
Kode mata mereka mainkan untuk satu sama lain, di saat pintu terus berusaha di dobrak keduanya mencari celah, mengamati tempat itu dan darimana mereka akan bisa melarikan diri dari sana.
Brakk....
Pintu berhasil terbuka dengan paksa. Kedua penyusup itu mengangguk sebagai kode mereka berlari di saat semua lengah mengamati pintu yang berhasil terbuka.
Jlebb.....
" Opa!!... "
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾