
Bryan dan juga Younes mengerang penuh amarah saat membuka laptopnya dan ternyata ada masalah besar yang datang pada mereka.
Tak tau kenapa tapi penjualan saham mereka anjlok begitu saja, padahal beberapa menit lalu tak ada masalah dan penjualan saham mereka lancar-lancar saja tapi sekarang?.
" ada apa ini? kenapa bisa seperti ini. Pasti ada yang mau main-main dengan kita!. Younes, cari tau siapa otak di balik masalah ini. " suruh Bryan dengan sangat marah.
Tanpa menjawab Younes langsung mengerjakan apa yang Bryan minta. Tangannya langsung sibuk dengan laptopnya dan mulai mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang telah berani berurusan dengan nya.
Hampir setengah jam Younes mencari namun tetap saja belum menemukan apapun yang mengganjal. Namun itu tak membuat nya menyerah dia terus mencari tau.
Begitu juga dengan Bryan dia juga ikut mencari namun sama-sama nihil tak bisa mengetahui apapun.
Bryan menoleh ke Younes yang masih sibuk.
" gimana? masih belum tau juga? " tanya Bryan dan Younes mengangguk sembari melirik Bryan sebentar.
" Sial! Siapa yang berani menantang ku. Aku pastikan akan membunuhnya jika aku menemukan nya " umpat Bryan dengan amarah besarnya.
Bryan masih kesal karena rencananya kemarin gagal dan sekarang harus di tambah lagi dengan kehancuran perlahan untuk usahanya.
" Arrgghhh!!... Kenapa semuanya bisa gagal dan selalu tak bisa membuahkan hasil. " ahhh!! " teriak Bryan.
" Gara-gara wanita tua itu ayah ku meninggal, perusahaan yang di bangunnya telah hancur. Aku belum bisa puas sebelum membalaskan dendam Ayah. Kehancuran harus di balas dengan kehancuran, dan nyawa harus di bayar dengan nyawa. "
" Bukan hanya wanita tua itu saja yang aku inginkan tapi semuanya, semua keluarga nya. Kalian semuanya harus mati di tangan ku, kalian harus tiada dan setelah itu ayah akan tenang di sana. " amarah Bryan kembali memuncak setiap mengingat akan ayahnya.
Tangan Bryan mengepal sempurna dengan mata yang melotot tajam ke sembarang arah.
🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
Akhsan masuk ke kamar Tasya atas panggilan Oma nya itu. Entah apa yang akan di katakan atau di beritahukan Tasya padanya.
Kedatangan Akhsan sudah di sambut oleh Tasya dan juga Fahmi di sana. Akhsan pun langsung mendekati dan mengucapakan salam sebelumnya. " Assalamu'alaikum " sapa Akhsan.
Tasya dan Fahmi segera menoleh dan juga menjawab salam dari Akhsan seraya tersenyum manis. " wa'alaikumsalam " jawab keduanya bersamaan.
Tasya meminta Akhsan untuk duduk di sana mengarahkan dengan tangan nya. Akhsan pun menurut dan langsung duduk di sana sesuai arahan dari Oma nya.
" ada apa Oma? apa ada hal yang sangat penting? " tanya Akhsan.
Segera Tasya mengeluarkan apa yang ingin dia perlihatkan pada Akhsan dari dalam sakunya, sebuah lambang Ular berkepala tiga, itulah yang berhasil Tasya keluarkan dan itupun dia dapat dari Akhsan yang tak sengaja menjatuhkan nya.
Tasya segera menyodorkan benda itu dan yang pasti langsung membuat Akhsan mengerutkan dahi karena bingung. Bagaimana Oma nya bisa mendapatkan benda itu, dan darimana?
Akhsan menerimanya melihat dengan jelas karena tak ingin salah mengenali benda itu. Dan ternyata Akhsan tak salah benda itu adalah benda yang beberapa hari ini dia cari.
Seharusnya bukan Akhsan yang mengatakan itu dan Tasya lah orang yang tepat untuk mengatakan itu, meskipun benda itu dari Tasya Oma nya namun itu juga di dapat dari Akhsan.
" seharusnya Oma yang bertanya, Akhsan. Dapat dari mana kamu benda itu? Oma tau pasti itu bukan milikmu. Milik siapa itu " tanya Tasya mendesak.
Akhsan mendapatkan itu dari orang yang hampir mencelakai nya dan juga Ikhsan waktu itu dan dia sendiri juga tak tau milik siapa benda itu. Sampai sekarang mereka berdua masih mencari kebenaran itu.
" Oma mengetahui benda itu?" Akhsan malah balik tanya pada Tasya. Dia masih enggan untuk menjawab dengan jujur karena dia pun sangat curiga melihat ekspresi wajah Tasya sekarang seperti ada sesuatu yang di sembunyikan.
Tasya termenung. Ingatan dulu kembali hadir di dalam benaknya " Ya. Dulu Oma sangat mengenal nya bahkan pemilik dari benda itu. Tapi setelah kejadian itu Oma tak pernah tau lagi. Karena Oma mengira mereka sudah tiada dan tak punya penerus. Tapi setelah melihat nya lagi, Oma percaya ada yang telah menggerakkan kelompok ini lagi dan seperti nya mereka akan balas dendam pada keluarga kita. " jawab Tasya begitu panjang.
" Benarkah? " Akhsan semakin tak mengerti, karena Tasya sama sekali tak pernah bercerita tentang kelompok pemilik benda itu dan juga kejadian itu, hanya beberapa sepenggal cerita saja yang Akhsan tau, itupun tak begitu jelas.
Tasya mengangguk, bagaimana Tasya tak mengenal nya kalau dulunya dia sempat bersaing dengan begitu sengit dengan ketua kelompok itu hingga berakhir dengan ledakan yang ternyata malah membunuh orang itu sendiri.
__ADS_1
" Oma sangat mengenal nya " jawab Tasya.
Akhsan semakin penasaran dia terus bertanya sampai akhirnya Tasya menceritakan awal mula persaingan itu terjadi hingga berakhir dengan kebencian dan juga dendam bahkan dendam itu seperti nya sampai sekarang masih melekat dengan sangat kuat di penerus kelompok itu.
Akhirnya Akhsan tau dan paham kenapa orang itu selalu mengincar dirinya dan juga Ikhsan, seperti nya memang ada dendam yang masih tersisa.
" Apakah Oma pernah dengar kalau orang itu mempunyai seorang anak atau keluarga terdekat yang di bawah kendalinya, mungkin?" tanya Akhsan yang terus mengulik semua tentang musuh yang masih menjadi sebuah teka-teki untuk nya.
Tasya menggeleng, dia sama sekali tak pernah mendengar kalau orang itu mempunyai anak atau keluarga terdekat. Bahkan Tasya sama sekali tak tau kalau orang itu menikah.
" Oma tidak tau akan hal itu. Tapi kalau kelompok ini kembali hidup itu artinya ada anak atau mungkin keluarga terdekat yang telah meneruskan nya. Karena tak mungkin hanya orang awam yang kembali membangunkan nya. " jawab Tasya penuh dengan keyakinan.
" entah itu anak nya sendiri atau orang lain tapi Oma minta kalian harus tetap hati-hati, karena kelompok ini sangatlah berbahaya. Jika suatu saat memang diharuskan kalian harus bertindak."
" Jangan sampai kalian lengah dan takut bertindak hanya karena kalian memikirkan akan sesuatu yang dilarang Allah SWT. Jangan sampai ketakutan kalian akan berujung penyesalan. Karena setau Oma kelompok itu tidak akan pernah tanggung-tanggung jika memiliki maksud, apalagi itu sebuah pembalasan dendam." ucap Tasya panjang.
Tak pernah Akhsan sangka kalau dia akan mendapatkan jawaban yang selama ini dia cari dengan Ikhsan, semua nya sudah di jelaskan oleh Tasya di hari ini. Meskipun dia sama sekali belum tau siapa yang menjadi ketua kelompok itu, seenggaknya Akhsan mulai mendapatkan titik terang.
Jika semua penjelasan Tasya dan juga penyelidikan nya di gabungkan maka Akhsan sudah berhasil meraih menemukannya. Dan untuk meyakinkan nya lagi Akhsan harus menyelidiki nya sampai semua bener-bener jelas.
" iya, Oma. Akhsan akan selalu ingat akan nasehat Oma. Terimakasih sudah menceritakan semuanya, Oma " jawab Akhsan benar-benar berterima kasih.
" semua juga demi ketenangan keluarga kita, Akhsan. Tapi jika masih bisa di selesaikan dengan baik-baik apa salahnya jika kamu coba. Itu akan lebih baik di akhirnya, Iya kan Abi. " Tasya pun menoleh ke arah Fahmi yang kini sudah tersenyum kearahnya dan menatap penuh bangga Tasya istrinya.
" Kamu benar, Bunda. " jawab Fahmi.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1