Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
68.Tak boleh terjadi


__ADS_3

Malam begitu sunyi senyap tak ada satupun orang yang masih terjaga di kediaman keluarga besar Rayyan Faris Saputra. Hanya suara jangkrik dan katak lah yang menjadi teman malam yang sangat sunyi.


Segerombolan orang berbadan besar bermata tajam dan raut yang menyeramkan datang dengan membawa senjata yang sangat tajam ada yang membawa golok, celurit dan ada q yang membawa pistol yang sudah terdapat banyak peluru di dalam nya.


Pria berbaju hitam komplit dengan penutup wajah dan juga kepala yang berjalan paling terdepan mengarahkan semuanya untuk berpencar mencari mangsa yang akan mereka binasakan untuk malam itu.


Pria itu menyeringai dengan begitu sinis memikul senjata api di pundaknya dan berdiri menunggu para ajudannya datang membawa semua orang yang tinggal di tempat itu.


Pria itu duduk di sebuah ayunan menumpang satu kakinya ke kaki yang lain memainkan senjata nya dan mengarahkan ke arah pintu keluar dari salah satu pendopo yang ada di depannya. " kalian akan mati sekarang juga. kalian harus membayar semua kejahatan kalian" gumam pria itu begitu lirih dan setelah kemudian dia tertawa terbahak-bahak karena bahagia akhirnya hari ini datang.


Tak butuh waktu lama semua penghuni di seret keluar dengan paksa. semua nampak berontak tapi tak bisa melawan karena mereka mengarahkan senjatanya di leher dan kepala mereka semua.


Tangisan ketakutan begitu menggema dan memenuhi telinga pria itu yang masih dengan senyum licik dan tawa kepuasan nya.


" siapa Anda, dan apa yang Anda inginkan dari kami " teriak Rayyan dan menatap semua anak istri dan orang tuanya bergantian.


" hahaha,,,! apa yang aku ingin kan.!! nyawa kalian lah yang aku ingin kan. aku tak butuh semua kekayaan kalian karena aku sudah mempunyai nya tapi nyawa kalian, nyawa kalian lah yang paling aku ingin kan saat ini " tukasnya dengan begitu sadis.


Semua mata terbelalak mendengarkan bahwa nyawa mereka semua lah yang dia ingin kan itu artinya malam ini adalah malam terakhir mereka menghirup udara di dunia ini. Dan setelah ini mungkin tempat ini akan menjadi lautan darah yang mengalir dari tubuh mereka semua akibat pembantaian dari orang yang tidak mereka ketahui itu siapa karena wajah nya di tutup rapat.


Semuanya nampak berontak berusaha untuk menyelamatkan diri namun sekuat apapun mereka mencoba mereka tak bisa lepas dari kungkungan dari para penjahat itu.


Rayyan sekali mengedarkan pandangan nya menatap semua keluarga semua ada hanya Aisyah saja lah yang tak terlihat. pikiran Rayyan begitu tak tenang tak melihat anak gadis nya tidak ada di depan mata nya.


Dengan sekali arahan dari ketua mereka semua langsung bergerak menghajar ketiga anak laki-laki Rayyan dan baku hantam pun terjadi diantara mereka semua.


Rayyan pun tak tinggal diam dia juga melawan orang yang ada di samping nya sedangkan istri Rayyan yang begitu ketakutan hanya terus berteriak sedangkan kedua orang tuanya Rayyan hanya bisa berharap ada pertolongan karena mereka tak lagi ada kuasa untuk melawan karena keadaan mereka yang sudah tua yang tak lagi mempunyai tenaga yang besar.


Jeritan histeris Keisha begitu menggema dengan suara yang sangat keras di saat keempat laki-laki yang begitu dia sayang yang bertarung tak lagi ada kuasa untuk melawan semua orang.


Ketua dari gerombolan itu menembaki satu persatu Rayyan beserta anak-anak nya. dan setelah itu beralih kepada Keisha beserta kedua mertuanya yang sudah pasrah akan akhir hidup mereka.


Dor,,,,, Dor,,,,, Dor,,,,,


Tembakan tiga kali mengakhiri hidup dari semua keluarga Rayyan. Tawa kemenangan dan kepuasan terdengar menggelegar di tempat itu di iringi gelegar petir yang tiba-tiba menyambar tiada henti di sana dengan hujan yang begitu lebat dan menggenangi ke tujuh tubuh yang kini sudah menjadi jenazah.


" Hahaha,,,!!! tawa orang itu dengan sangat puas wajah nya menengadah air hujan tangannya merentang menikmati dendam yang sudah terbalas.


" Akkkk. " teriak histeris dari gadis yang baru datang. matanya melotot tajam mulutnya langsung tertutup akan telapak tangan nya sendiri dan kembali menjerit lalu berlari menghampiri keluarga nya yang sudah tak bernafas. " Mama,, Papa,, Abang,,!! teriak nya di tengah langkah cepat nya.


Aisyah menghampiri semua, menangis sejadi-jadinya di hadapan ke-tujuh mayat. tubuh nya berpindah-pindah membangunkan semuanya menepuk-nepuk pipi semuanya menggoyang kan tubuh semuanya namun semua hanya sia-sia.


Orang itu tersadar ternyata masih ada satu lagi yang tersisa dan itu harus dituntaskan saat itu juga dan berakhir lah sudah semua keturunan dari Fahmi dan Tasya.


Orang itu menarik lengan Aisyah paksa. matanya menatap bengis gadis yang menangis tiada henti. " Bangun,,!! sentaknya begitu kasar.


Aisyah berontak. menolak tarikan orang itu karena masih ingin berusaha lagi membangun kan semua keluarga nya. " Tidak,,!! jawab Aisyah lebih kasar dari orang itu.


Orang itu begitu kesal dengan keberanian Aisyah. Orang itu melepaskan hijab Aisyah dengan kasar menatap wajah Aisyah penuh nafsu, wajah imut kecil cantik siapa yang tak akan tergoda dengan itu " cantik juga kau anak kecil, kita bersenang-senang dulu sebelum kau menyusul keluarga mu "'ucap orang itu dengan senyum menyeringai.


Di bawah guyuran air hujan yang begitu deras orang itu merobek baju yang Aisyah kenakan masa bodoh dengan semua ajudan yang melihat nya, nafsu nya sangat besar dan ada gadis kecil yang akan memuaskan nya.


" puaskan aku sayang " ucap nya dan membanting tubuh Aisyah dengan kasar ke tanah.

__ADS_1


Aisyah terus berontak di sisa-sisa pakaian yang masih ada. Tangan Aisyah menarik penutup wajah orang itu hingga dia dapat melihat dengan jelas siapa yang melakukan kejahatan pada keluarga nya dan pada dirinya.


" Kakak, " pekik Aisyah. " kakak jangan sakiti Aisyah, kakak bukan orang yang jahat tapi kenapa kakak jadi begini. kakak lepaskan Aisyah!! " teriak Aisyah histeris.


" kakak lepaskan Aisyah,,!! Aisyah menangis dengan keras dan sangat ketakutan. orang itu tak mendengarkan semua teriakan Aisyah. hatinya sudah tertutup dengan kegelapan dan menguasainya menutup hati nuraninya yang sebenarnya orang yang sangat Baik.


" Kakak lepaskan,,!!


" kakak lepaskan,, "" teriak Aisyah tiada henti.


" Kakak jangan, jangan lakukan ini pada Aisyah, kakak jangan,,!! teriaknya berkali-kali.


" Aisyah,, dek dek,, bangun dek bangun " Akhsan menepuk-nepuk pipi Aisyah berkali-kali membangun kan Aisyah dari mimpi buruk yang saat ini tengah mendarat di tidur nya.


"'Astaghfirullah dek, bangun dek bangun " ucap Akhsan Frustasi.


" Kakak jangan,,!! Aisyah terhenyak dan terbangun dari tidur nya dan mimpi itu lenyap begitu saja.


Peluh keringat Aisyah keluar membasahi sekujur tubuhnya bahkan bajunya basah karena keringat. Tubuh nya bergetar hebat menyimpan ketakutan yang sangat besar. sesaat tatapan nya kosong ke depan sebelum sedikit menoleh dan mendapati wajah Akhsan yang begitu khawatir dengan nya.


" Abang " ucap Aisyah lirih.


Akhsan mengangguk. " ya ini Abang " jawab Akhsan yang seketika ikut merasakan ketakutan dari Aisyah.


Aisyah menubruk Akhsan memeluknya dengan sangat kuat, ternyata semuanya hanyalah mimpi dan Abang nya dalam keadaan baik-baik saja. " Abang Aisyah takut " ucap nya dan air mata langsung meluncur dengan deras di pipi Aisyah.


" Aisyah,,!! Ikhsan masuk dengan tergesa-gesa setelah mendengarkan teriakan Aisyah yang begitu jelas dari kamar nya. " Dek kamu kenapa.? tanya Ikhsan dan berlari ke arah Aisyah dan Akhsan yang masih berpelukan.


" Abang Ikhsan " mata Aisyah menggerilya sekujur tubuh Ikhsan dan ternyata baik-baik saja . Aisyah beralih memeluk Ikhsan setelah semuanya sudah pasti.


" Aisyah takut Bang " lirih Aisyah dan masih terisak.


Ikhsan melepaskan pelukan Aisyah menatap wajah Aisyah yang sangat ketakutan " Heyyy, apa kamu mimpi buruk " tanya Ikhsan dan Aisyah hanya mengangguk. " itu hanya mimpi sayang, mimpi adalah bunga tidur kan. jadi Aisyah tidak usah takut " ucap Ikhsan mencoba menghilangkan rasa takut Aisyah.


" tapi semua itu seakan nyata Bang, Aisyah sangat takut " ucap Aisyah.


" Memang Aisyah mimpi apa.? tanya Akhsan.


" Aisyah mimpi......................


Aisyah menceritakan semua mimpi itu pada kedua Abang nya. membuat Akhsan dan Ikhsan juga merasa sangat khawatir seketika mendengar mimpi Aisyah.


" pantas saja Aisyah ketakutan. mimpi Aisyah benar-benar mengerikan bahkan aku yang mendengar saja langsung gemeteran begini bagaimana Aisyah yang memimpikan nya. " batin Akhsan.


" Hmm, bagaimana kalau sekarang kita sholat saja dan memohon perlindungan pada Allah. " ucap Ikhsan memberikan saran.


" Abang Ikhsan benar, yuk dek kita sholat bersama " jawab Akhsan setuju. dan Aisyah pun menurut pada kedua abang nya.


" apakah mimpi Aisyah ini adalah sebuah pertanda kalau memang tengah ada yang mengincar keluarga ini. aku harus lebih waspada saya rasa ini adalah sebuah peringatan " batin Ikhsan setelah Aisyah melepaskan diri darinya dan beranjak dengan Akhsan untuk mengambil air wudhu.


Mereka bertiga sholat berjamaah di kamar Aisyah. dengan Akhsan sebagai imam. Doa memohon keselamatan dan di jauhkan dari bahaya tak luput dari mereka bertiga.


"*ya Allah kenapa mimpi itu seakan nyata, apa ini sebuah peringatan dari mu supaya kami lebih berhati-hati. apakah benar ada orang yang tengah ingin menghancurkan keluarga Aisyah. Ya Allah lindungi semua keluarga Aisyah jangan biarkan kejahatan masuk ke tempat Aisyah. lindungi kami ya Allah, Aisyah memohon perlindungan pada Engkau.

__ADS_1


" Jika memang itu sebuah peringatan maka Aisyah harus mempersiapkan segala nya jika suatu saat benar akan terjadi* "' doa Aisyah dalam hati yang tak mampu untuk dia keluar kan dan tak ingin terdengar oleh kedua Abang nya.


"Dek, ini masih malam lebih baik kamu tidur lagi ya "" ucap Akhsan.


" iya dek. dan jangan pikirkan mimpi itu lagi, itu hanya bunga tidur saja. " saut Ikhsan.


Kedua Abang nya hanya bisa mengucapkan yang baik di mulut saja tapi tidak di dalam hati mereka, mereka langsung khawatir dan harus bisa lebih waspada jika semua itu akan benar-benar terjadi.


"'Aisyah takut Bang, Hmm,,,,? boleh kah Abang kembar temani Aisyah sampai tidur " minta Aisyah sungguh-sungguh.


Akhsan dan Ikhsan tersenyum, apa sih yang tidak untuk adik gadis nya itu jangan kan hanya menemani sampai tidur bahkan mereka tak masalah jika harus menemani Aisyah tidur dan menghilangkan rasa takut nya. " baik lah yuk abang temenin. " ucap Akhsan.


Mereka bertiga beranjak. menemani Aisyah hingga benar-benar tertidur dengan pulas.


Aisyah tidur di antara kedua Abang nya ini begitu nyaman dan menenangkan bagi Aisyah. kebiasaan nya yang tak bisa tidur, sekali saja dia bisa memejamkan matanya malah mimpi buruk yang ia dapatkan. dan kini dia hanya bisa memejamkan matanya namun tidak dengan hatinya.


Akhsan dan Ikhsan beranjak setelah mereka mengira bahwa Aisyah sudah tertidur. Akhsan menyelimuti Aisyah hingga di atas dada meninggalkan kecupan kasih sayang di kening Aisyah begitu juga dengan Ikhsan dia juga melakukan hal yang sama.


" tidur lah yang lelap adik ku " ucap Akhsan saat hendak menutup pintu di kamar Aisyah.


Ikhsan pun hanya melihat sekejap ke arah Aisyah berharap Aisyah tak kembali mengalami mimpi yang buruk seperti tadi. " Abang janji akan melindungi keluarga kita Dek, meskipun nyawa abang taruhannya, tapi abang akan pastikan kalian akan selalu dalam keadaan baik-baik saja " batin Ikhsan.


Aisyah kembali membuka mata dan kembali duduk setelah kedua Abang nya keluar. pikiran nya masih terus di hantui dengan mimpinya tadi " kakak tadi...?? kenapa seperti nya Aisyah sangat akrab ya. seperti nya kakak yang ada di mimpi Aisyah bukan lah orang yang asing, tapi siapa.? bingung Aisyah mengingat wajah pria yang hampir melecehkan nya di dunia mimpi.


" Aisyah harus lebih waspada lagi, aku tau Abang kembar pasti tak akan pernah membiarkan semua itu terjadi tapi apa salahnya kan kalau Aisyah hanya sekedar berjaga-jaga saja "'


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


" Dek, aku merasa ada yang aneh pada mimpi Aisyah. seperti semacam peringatan atau apa gitu. " ucap Akhsan.


Akhsan dan Ikhsan tak kembali ke kamar mereka masing-masing dan malah duduk di luar mencari angin malam untuk menyegarkan pikiran mereka yang ikut terbawa ke mimpi Aisyah.


" Iya, Abang benar. seperti nya itu bukan hanya sembarangan mimpi. ya meskipun kita tak boleh mempercayai mimpi sih karena itu tak akan baik. tapi apa salahnya kan kalau kita hanya berjaga-jaga dari kemungkinan yang mungkin terjadi " jawab Ikhsan.


" kamu benar dek. oh iya dek, Abang berhasil menemukan di mana alamat email itu berada. kita harus segera ke sana besok mencari tau sendiri siapa yang telah melakukan itu "ucap Akhsan .


" tapi Bang, kalau kita sendiri yang datang ke sana apa tidak akan beresiko. kita belum tau itu benar atau tidak, tapi kalau kita sendiri yang datang pasti kita akan langsung ketahuan "


" tenang saja Abang punya cara jitu untuk melabuhi mereka semua. Abang rasa itu akan berhasil "


" emang cara yang seperti apa.?


" ada deh . yang penting semuanya harus beres"


" ikut lah. terserah Abang saja. aku lagi malas mikir sekarang, setelah mendengar cerita Aisyah. aku jadi loyo seperti ini. "


" kamu benar dek, mimpi Aisyah sangat menyeramkan. Abang harap itu hanya minpi saja, dan tak ada hal buruk yang terjadi di dunia nyata. "


" apapun yang terjadi kita tak boleh biarkan kejahatan itu menyentuh keluarga kita Bang. semuanya harus baik-baik saja "'


" harus. kita harus pastikan itu. "


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2