
" Mas, kasian Aisyah ya. Aku seneng banget ternyata dia bener-bener masih hidup, kemarin tampa Aisyah rumah ini begitu sepi dan sekarang menjadi lebih lagi. padahal Di sini banyak penghuninya tapi tetap saja ada yang kurang " ucap Kairi.
Akhsan yang tengah tertegun, menoleh dengan cepat menatap istrinya yang tengah membereskan buku-buku nya dengan wajah yang tertekuk.
Akhsan beranjak mendekati Kairi dan duduk di belakang nya, mengangkat tangannya dan memijat perlahan bahu Kairi.
" mas sebenarnya juga kasian, tapi mau bagaimana lagi ? Kita tidak bisa melawan kehendak dari Papa. " jawab Akhsan.
Kairi berbalik dalam duduknya menatap Akhsan yang juga menatapnya, Kairi menatap dalam mata Akhsan sehingga membuat Akhsan mengerutkan dahi karena bingung. " kenapa? "
" Mas, jika anak kita sudah lahir dan sudah besar nanti apa Mas juga akan melakukan hal yang seperti itu. " tanya Kairi.
Akhsan tersenyum, menggenggam tangan Kairi dan mencium punggung tangannya.
" semua orang tua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anak-anak nya, bukan hanya Papa saja tapi Mas juga pasti bakal melakukan hal yang terbaik. mungkin Mas juga akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Papa jika kelak anak kita melakukan hal yang seperti itu. " jawab Akhsan.
Kairi mengangguk meskipun dia merasa sangat khawatir. " Hm. "
" sekarang istirahat lah, ini sudah malam " ukar Akhsan dan di angguki oleh Kairi.
🌾🌾🌾🌾🌾
Ikhsan mendelik melihat ke layar laptop yang ada di depan nya. Ikhsan begitu bingung kenapa sebagian data-data perusahaan nya tersebar bebas dan yang membuat Ikhsan lebih bingung karena yang melakukan nya adalah Akhsan, Abang nya.
" Apa-apaan ini ?. apa yang di lakukan Abang, kenapa semua data perusahaan bisa tersebar begini dan kenapa Abang yang melakukan nya? sebenarnya ada tujuan Abang melakukan ini.?" Bingung Ikhsan.
Berkali-kali Ikhsan mengulangi nya dan hasilnya tetap sama, Akhsan lah yang telah melakukan nya.
" aku harus bertanya dengan Abang, sebenarnya apa maksudnya Abang melakukan ini padaku secara diam-diam. tidak mungkin kan Abang mau menghancurkan ku..?" gumam Ikhsan tak percaya.
Ikhsan segera menutup laptop nya dengan cepat, beranjak pergi dari ruang kerjanya untuk bergegas ke perusahaan Akhsan untuk menanyakan apa maksud dari semua itu.
Ikhsan terhenti di depan perusahaan nya saat mendengar percakapan dua orang laki-laki yang sama sekali tidak dia kenal.
" Jaman sekarang itu pada aneh ya, orang asing jadi saudara sedangkan saudara menjadi orang asing. dan semua itu hanya karena saingan dalam bisnis dan juga karena harta. " seru satunya.
__ADS_1
" iya. kemarin di tempat ku ada saudara yang saling menjatuhkan. mereka saling iri karena hal yang di miliki masing-masing. " jawab lawan nya.
" semoga saja semua orang tidak ada yang mengalami hal itu lagi. "
Ikhsan terdiam dan berseru dalam hatinya.
" tidak mungkin abang melakukan itu. aku kenal abang, dia tidak akan mungkin menjatuhkan saudara nya sendiri. " gumam Ikhsan seorang diri.
Tekat Ikhsan sudah bulat, dia harus mengetahui alasannya. Ikhsan pun bergerak cepat masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil nya dengan cepat.
🌾🌾🌾🌾🌾
Sama halnya dengan Akhsan, Akhsan yang duduk di kursi kebesaran nya dengan tangan terus mengutak-atik laptop, dia juga melongo tak percaya dengan apa yang di lihat oleh matanya sendiri.
" apa yang kamu lakukan, Dek. Bagaimana bisa kamu melakukan ini semua dengan Abang. Lihatlah karena ulah mu keuangan perusahaan Abang merosot dengan cepat " gumam Akhsan.
Akhsan terus mencari titik kesalahan yang di anggap perbuatan dari tangan Ikhsan, meskipun dia sendiri tidak percaya langsung tapi semua yang di lihat dengan matanya sendiri itu seakan-akan nyata.
" tidak mungkin Ikhsan tega melakukan ini semua, tapi kalau bukan Ikhsan terus siapa? "
Akhsan begitu bingung. Dia tak bisa menemukan kebenarannya secepat itu tanpa adanya bukti yang lebih riel lagi dan juga penjelasan dari Ikhsan sendiri.
" Ada apa, Ardi.?, " tanyanya to the poin.
"ada pak Ikhsan ingin bertemu pak. padahal saya sudah bilang Bapak tidak bisa di ganggu tapi Pak Ikhsan tetap kekeuh ingin menemui bapak. "'
" suruh dia masuk " tegas Akhsan.
"baik Pak. "
Telfon dari ardi langsung terputus setelah Akhsan menutupnya. Akhsan termenung sejenak, kenapa semua bisa kebetulan seperti ini? , Akhsan tengah bingung dan berencana ingin ke tempat Ikhsan tapi Ikhsan sudah terlebih dahulu datang.
" ini saat aku harus menanyakan semua alasan kenapa Ikhsan melakukan ini padaku " gumam Akhsan.
Tok tok tok......
__ADS_1
" Assalamu'alaikum.. " Seru Ikhsan memasuki ruangan Akhsan setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Wa'alaikumsalam,, masuk lah, Dek. " jawab Akhsan lemah lembut.
Ikhsan mengernyitkan dahi melihat Akhsan yang menjawab nya dengan begitu lembut namun ekspresi wajahnya begitu menyelidiki ikhsan.
" abang kenapa.? " tanya Ikhsan.
Tanpa mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Akhsan, Ikhsan sudah langsung duduk di kursi depan Akhsan, menaruh laptop dan membuka nya.
Akhsan hanya terus melihat gerak-gerik kembaran nya itu seraya berkata dalam hatinya saja, " mana mungkin Ikhsan melakukan itu, tapi bagaimana dengan semua bukti ini." bingung Akhirnya seorang diri.
" Ikhsan,, " lirih Akhsan.
" Bang, coba lihat ini. " ucap Ikhsan menyerobot kata-kata Akhsan.
Baru saja Akhsan ingin memperlihatkan laptop nya Ikhsan sudah lebih dahulu menunjukkan pada Akhsan apa yang ada di dalam laptopnya.
Akhsan memajukan tubuh nya, mendekatkan wajah nya dan mengamati isi laptop Ikhsan.
" aku percaya Abang berbuat ini, dan untuk memastikan nya Ikhsan datang langsung kesini untuk menanyakan nya pada Abang. Abang nggak ngelakuin ini kan.? " tanya Ikhsan menyelidiki.
Akhsan melongo gak percaya, dia sempat curiga dan meragukan Ikhsan tapi nyatanya sekarang Ikhsan mungkin juga tengah mencurigai nya.
Akhsan menggeleng pelan, " tidak,! mana mungkin aku akan melakukan hal kotor seperti itu. lagian kamu adalah saudara ku mana mungkin aku akan menjatuhkan mu, iyakan.? " jawab Akhsan.
" Ikhsan juga tidak percaya begitu saja. " ucap Ikhsan.
Akhsan memundurkan tubuh nya dan menunjukkan hal yang sama seperti Ikhsan dari laptop nya.
" coba kamu lihat ini, dalam sekejap saja pemasukan di perusahaan Abang langsung anjlok karena semua ini. Abang juga tidak percaya kalau ini perbuatan mu, makanya Abang baru saja mau ke tempat mu " ucap Akhsan.
" kenapa bisa kebetulan begini.? apa mungkin emang ada yang sengaja mau memprovokasi kita dan membuat kita berdua terpecah.? " ujar Ikhsan.
" basa jadi seperti itu dek. lawan kita sangat lah cerdik berarti, Dek. kita harus menyusun rencana untuk bisa melihat dan menangkan basah mereka. "
__ADS_1
" Abang benar, kita harus bisa membuat mereka keluar dengan sendiri nya. "
🌾🌾🌾🌾🌾