Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
146.Bryan yang bringas


__ADS_3

Younes dan Bryan tertawa bahagia, suara nya begitu menggelegar memadati ruang yang di penuhi para wanita bayaran di dalam clup malam, tepatnya di ruang VVIP.


" hahaha,,!! " tawa Bryan benar-benar bahagia.


Beberapa kali para wanita itu menyodorkan minuman haram kepada Bryan dan juga Younes dan dengan begitu bahagia nya mereka berdua menerima setiap perlakuan para wanita itu.


" Terima kasih manis " ucap Bryan.


Tangan Bryan juga tak henti-hentinya membelai wajah kedua wanita yang ada di sebelah nya, duduk di apit oleh dua wanita cantik dan yang mampu membuat nya bahagia sungguh terasa seperti berada di dalam surga menurut nya.


Rayuan dari para wanita itu dan juga tangan tangan halus nya yang tak lagi sungkan meraba tubuhnya dengan sangat nakal membuat Bryan juga Younes malah semakin menikmatinya.


Kebahagiaan mereka berdua semakin bertambah besar saat ada salah satu dari anak buahnya mengatakan kalau mereka telah berhasil memecah belah antara Akhsan dan juga Ikhsan.


" hahaha,, nyatanya hanya segitu saja kasih sayang kalian. hanya dengan sedikit saja api yang aku nyalakan dan sekarang,, Boommm..


kalian berdua terpisah.. Hahaha,,!!


Bryan sungguh bahagia, dia telah berhasil.


" rencana mu kali ini sungguh membuahkan hasil Bryan. Ternyata tak perlu susah payah kita menunggu Marco sialan itu datang, sekarang kita telah berhasil, hahaha,,!!"


Dua ibu jari mengarah langsung untuk Bryan dari Younes. Younes benar-benar memuja keberhasilan dari yang di lakukan Bryan kali ini.


Bryan mengembangkan senyum nya, seharusnya dia tidak hanya mendapatkan dua acungan jempol semata seharusnya dia mendapatkan penghargaan.


" bukankah aku sudah bilang, kita akan berhasil tanpa adanya Marco. kita tak bisa mengandalkan dia lagi, sekarang entah dimana dia. tapi aku pastikan sekali saja aku menemukan dia akan aku bunuh dia karena telah mempermainkan ku. "


Binar mata Bryan berubah menjadi bengis setelah mengatakan ingin membunuh Marco, nampaknya Bryan sudah sangat kesal dengan Marco yang tak kunjung ada kabar.


Begitu juga dengan Younes, dia juga melakukan hal yang sama, matanya melotot dengan aura negatifnya beserta dengan tangan nya yang terkepal sempurna ini sekali dia melakukan yang di katakan oleh Bryan saat ini juga.


" sabar tuan. " seru satu wanita di sebelah Younes, mengelus dada Younes sembari meletakkan sebelah wajah nya di dada Younes yang bidang. " jangan marah-marah tuan, bukankah saat ini lebih baik kita bersenang-senang untuk merayakan keberhasilan tuan " imbuhnya.


Younes dan Bryan manggut-manggut, " benar apa yang kamu katakan. kita seharusnya bersenang-senang sekarang Bryan. kita rayakan satu keberhasilan kita, dan kita tambah lagi perayaan nya setelah kita kembali berhasil besok." ucap Younes.


" Hm.. " jawab Bryan singkat.

__ADS_1


Bryan termenung sejenak, menatap satu gadis yang ada di hadapan nya yang entah mengapa seolah-olah wajah nya tergantikan dengan wajah Kairi yang tengah tersenyum padanya.


" Kairi " pekik Bryan.


Bryan beranjak mendekati gadis yang baru masuk ke ruangan itu dengan mengenakan seragam khusus yang yang begitu minim.


" Kairi "


Langkah Bryan sempoyongan, seperti nya Bryan sudah di kendalikan oleh minuman haram yang ia minum.


Gadis yang mengenakan kemeja putih lengan pendek yang di padukan dengan rok pendek berwarna hitam itu begitu menggugah keperkasaan dari Bryan.


" Kairi " lirih Bryan.


Tangan Bryan mulai nakal membelai pipi gadis itu dengan lembut, namun gadis itu terus berusaha menolaknya.


" tuan, saya bukan Kairi tuan " ucapnya.


Gadis itu mulai ketakutan dengan apa yang di lakukan oleh Bryan. Gadis itu terlihat masih sangat muda, mungkin dia bekerja di sana hanya untuk mengantarkan pesanan saja bukan wanita nakal pada umumnya.


Gadis itu mulai gemetar, bahkan dua botol minuman alkohol dan juga dua gelas yang ada di tangan nya ikut bergerak.


" Kairi "


Bryan mengambil nampan dari tangan gadis itu dan menaruhnya di meja dengan cepat dan kembali lagi kepada gadis itu.


" Kairi ikutlah dengan ku. " Bryan mulai menarik tangan gadis itu dengan paksa karena gadis itu mulai berontak.


Younes yang melihat nya hanya terus tertawa dan menyerukan kata semangat untuk Bryan.


" semangat lah Sobat. puas-puasin bersenang-senang bya dengan wanita itu. "' ucap Younes yang seperti nya juga sudah mulai ikutan terpengaruh dengan minuman haram itu.


" aku pasti akan bersenang-senang malam ini, sobat. Lihatlah, kairiki telah datang sendiri padaku. hahaha,,!! " tawa Bryan keras.


Gadis itu semakin ketakutan, dia terus mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman Bryan tapi dia tak cukup kuat untuk melawan Bryan.


" tuan, lepasin saya tuan. " ucap gadis itu.

__ADS_1


" kau sudah datang, dan sekarang kamu tidak akan bisa pergi " Bryan terus menarik tangan gadis itu.


" Tuan, lepaskan..!! "


Kesal karena gadis itu terus berontak Bryan berhenti dan langsung mengangkat tubuh itu dan menaruhnya di satu bahunya.


"Tuan, lepaskan,!! " gadis itu terus berontak memukuli punggung Bryan namun sama sekali tak berpengaruh pada Bryan.


Dengan kasar Bryan menjatuhkan tubuh wanita urusan ke atas ranjang di salah satu kamar yang selalu dia pesan. Bryan merangkak naik mengejar wanita itu yang terus berusaha menghindari dan mulai menangis karena ketakutan.


" jangan takut, Sayang. aku orang baik. " ucapnya.


Gadis itu terus ketakutan dan terus mengindari Bryan terus naik namun berakhir karena punggungnya terpojok oleh kepala ranjang.


" Tuan, jangan tuan. Jangan. " ucapnya dengan tersedu.


Isakan dari gadis itu nyatanya malah seperti menjadi kepuasan tersendiri dari Bryan, dengan cepat karena tak mau membuang-buang waktu lagi Bryan mengurung tubuh gadis itu dan merobek bajunya dengan kasar.


" Tuan,, jangan..!!! hiks hiks.. "


" Jangan menangis, ini akan enak rasanya. " ucap Bryan dengan senyuman menyeringai puas.


" Tuannnn,,!!!! "


🌾🌾🌾🌾🌾


" Aku akan pergi dari rumah ini.! aku tidak akan sudi lagi tinggal di rumah ini dan satu atap dengan, DIA,, " tunjuk Ikhsan pada Akhsan.


Dua laki-laki kembar itu tengah bersitegang di depan gerbang pesantren tempat nya tinggal. Semua perseteruan itu berawal karena apa yang ada di laptop mereka masing-masing.


" aku juga tak sudi tinggal dengan seorang yang tega menjatuhkan saudara nya sendiri " seru Akhsan dengan sadis.


Keduanya masuk ke dalam dengan jalan yang berbeda dengan amarah yang tentunya terlihat nyata di wajah mereka berduaan.


Laki-laki yang bersembunyi di semak-semak tersenyum dan mengangkat jempol nya pada teman satunya, seperti nya mereka bahanya dengan perseteruan dari laki-laki kembar yang ada di hadapan nya.


" kita laporkan pada bos, semuanya sesuai dengan apa yang kita rencanakan " ucapnya.

__ADS_1


" iya, kamu benar " jawab nya dengan mengangguk.


🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2