Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
21.Kesenangan Fersi Fatma.


__ADS_3

Gadis kecil terlihat kesal di depan Sekolah. bibirnya terus mengerucut sebal sedari tadi dia menunggu jemputan namun tak kunjung datang. kakinya berkali-kali di hentakan di tanah alangkah sebalnya gadis itu. menunggu itu bukanlah keahlian nya dia benar-benar tak menyukai nya.


matahari yang masih sangat panas menjadikan pertambahan beban untuk nya. bagaimana kalau nanti kulit nya menjadi hitam. bagaimana kalau kulit nya rusak karena terkena paparan sinar matahari. ahh sungguh-sungguh menyebalkan.


" Awas kau Bang. akan aku unyeng-unyeng tuh kepala sampai botak. " gerutu gadis kecil itu siapa lagi kalau bukan Aisyah.


sebenarnya dia selalu pulang lebih awal namun karena hari ini dia ada les tambahan jadinya dia harus pulang sampai Sore.


Aisyah Rahma Saputri dia adalah anak ke empat dari Rayyan dan juga Keisha. dia berumur 13 tahun dan sekarang masih duduk di bangku SMP kelas 7 .


otaknya sama-sama cerdas dari ketiga abangnya. dan gadis itu sudah mendapatkan gelar master piala di sekolah karena setiap ada pertandingan cerdas cermat selalu dia yang menjadi wakil sekolah nya dan dia selalu menjadi peringkat pertama.


gadis putih, manis dan pipinya tembem selalu mendapat kan julukan pipi bakpao dari kedua Abang kembarnya. meskipun Aisyah tak menyukai julukan itu namun dia selalu saja tak bisa marah dengan kedua abangnya.


" mana sih. udah muda udah lelet amat, hanya jemput doang di sekolah bukan di negara orang. lagian hari gini juga nggak macet kan. eishh kau ini bang membuat darahku mendidih." gumam Aisyah kesal.


sembari menunggu Aisyah duduk di bangku depan sekolah. kakinya sesekali dia ayunkan kedepan dan belakang mungkin itu bisa menahan rasa jenuhnya menunggu.


ketenangan dan kesenangan Aisyah harus terganggu karena kedatangan dua preman yang mendekatinya. preman yang berbadan tinggi dan besar membuat Aisyah bergedik ngeri hanya dengan melihatnya.


" hey cantik sendirian aja ya. bagaimana kalau ikut paman, nanti paman belikan boneka di ujung sana. " ucap salah satu dari preman tersebut.


" mana ada boneka di ujung sana yang ada hanya semak belukar yang tak ada penghuninya kecuali mahluk gaib doang. " batin Aisyah.


" cantik yuk ikut paman. " saut yang satunya.


" paman-paman ini sungguh keterlaluan. masak menggoda gadis kecil kayak Aisyah, apa untungnya coba. "


" hey cantik, kenapa malah melamun, ayo ikut paman. " rayunya.


" maaf ya paman-paman saya nggak tertarik untuk ikut sama paman. lagian di rumah juga sudah banyak boneka jadi saya udah nggak butuh lagi boneka pemberian paman-paman. jawab Aisyah berani.


" ohh... anak orang kaya nih bro. pasti kita akan kaya kalau menculiknya dan meminta tebusan pada orang tuanya. "


" kamu benar. kita pasti akan kaya raya. hahaha..!!! ayo cantik ikut sama paman. " tangan preman itu menjulur dan hendak menarik tangan Aisyah namun dengan cepat Aisyah mundur jadi preman itu tak mendapatkan tangan Aisyah.


" mungkin ini sebabnya Papa selalu minta aku untuk berlatih ilmu bela diri. di dunia ini bukan hanya di huni orang baik saja. eishh aku jadi menyesal karena menolak permintaan Papa. " batin Aisyah.


" sayang ayo ikut sama paman, jangan takut ya paman orang baik kok. "


" mana ada orang baik mau nyulik anak orang dasar muka dua. " maaf paman tapi saya nggak mau ikut sama paman. " tolak Aisyah


" ayolah ikut..


" iya ayolah.. "


kedua preman itu berhasil menarik tangan Aisyah. Aisyah pun tak henti-hentinya berontak namun apa mau di kata dia hanya anak kecil yang lemah yang tak mempunyai kemampuan apapun untuk melawan.


Cang Ci Men...!!!!


Cang Ci Men....!!!


terdengar suara yang begitu keras tak jauh dari sana. mata Aisyah terus mencari namun belum juga menemukan orang yang terus berteriak cang Ci men itu.


Aisyah menggigit tangan kedua preman itu dan akhirnya ada kesempatan untuk dia lari dan menyelamatkan diri. apapun yang terjadi dia tak mau sampai kembali tertangkap.


Aisyah terus berlari dan kedua preman itu pun mengejar Aisyah. mata Aisyah tak begitu melihat saat di belokan jalan dan di saat yang bersamaan Fatma muncul tiba-tiba dan membuat tabrakan terjadi dan keduanya terjatuh.


" Aww.... " pekik Aisyah


" aww.. kalau jalan hati-hati dong..!! teriak Fatma namun masih tak melihat.


" hahaha.!! mau lari kemana kamu bocah.! ucap preman itu yang Akhirnya bisa menyusul Aisyah.


" paman yang baik jangan culik Aisyah ya. Aisyah hanya orang miskin dan makannya banyak, apa paman tidak takut rugi nanti kalau mau nyulik Aisyah. " ucap Aisyah


" Nyulik.? Fatma mendongak melihat gadis kecil yang tangguh namun sebenarnya tengah ketakutan dan juga kedua preman yang terus tersenyum senang mendengar perkataan dari Aisyah.

__ADS_1


" ayo ikut..!! bentak preman dan menarik paksa Aisyah.


Aisyah terus berontak dia tak mau ikut dengan preman-preman itu. Aisyah benar-benar sangat takut. " kakak tolong Aisyah..!! teriaknya penuh harap kepada Fatma.


mata Fatma menatap dengan kasar kedua preman itu dia sangat mengenal nya dan juga sangat membenci mereka berdua. kedua preman yang selalu memalak dan membuat kejahatan di setiap tempat.


" kalian lagi kalian lagi, apa nggak kapok setiap kali bonyok karena di keroyok masa hahh..!! bentak Fatma jengkel.


kedua preman itu melihat Fatma. gadis ini sungguh selalu membuat mereka kesal, karena Fatma mereka sering mendapatkan amuk masa. gadis yang selalu mengacaukan semua rencananya.


" gadis sialan. loh itu makhluk apaan sih selalu saja muncul di mana-mana. udah gitu selalu membuat kami bonyok lagi. " kesal salah satu preman dan yang satu hanya mengangguk.


" terus kenapa.? masalah buat kalian. sekarang lepas anak itu atau aku akan panggil masa untuk ngerokok kalian lagi. suara ku sangat keras jadi sekali teriak satu kampung pada keluar semua, ayo cepat lepas. " ucap Fatma


" nggak..!! kalau mau teriak teriak saja. " tantang preman.


" yeee... nantangin nih orang. maling..!!! maling..!! teriak Fatma begitu keras


mata preman pun celingukan namun tak ada satupun orang yang datang. " hahaha teriak lagi sepuas-puasnya. sekarang kami yang menang. hahaha..!!


berkali-kali Fatma teriak namun tak ada satupun yang datang membuat Fatma benar-benar marah. suaranya hampir habis. Fatma harus bisa memutar otak untuk bisa melawan para preman itu dan melepaskan gadis kecil itu.


" Ahaa..!!


Fatma kembali membungkuk mencari-cari sesuatu yang berada di tumpukan dagangannya. senjata yang sangat ampuh Fatma dapatkan senyum menyeringai pun keluar dari mulut Fatma.


" lepaskan atau aku tembak kalian.!! tantang Fatma. tangannya sudah membawa senjata Api dan dia todong kan pada kedua preman.


seketika preman itu langsung merinding. dari mana gadis ini mendapat senjata itu, tapi yang pasti mereka akan mati jika terkena tembakan tersebut.


" hey taruh senjata itu, taruh.!!


" tidak.! aku akan bunuh kalian jika tidak melepaskan dia. " teriak Fatma


Fatma dan preman terus berdebat. Fatma semakin melangkah mendekat sedangkan preman berjalan mundur. berbeda dengan Aisyah , gadis kecil itu hanya menjadi pendengar perdebatan antara Fatma dan kedua preman itu.


" lepaskan. atau..? satu dua tiga.. Doorrr.....


" hahahaha.!! Fatma tertawa terpingkal-pingkal


bahkan perutnya teras begah karena kebanyakan angin yang masuk dari mulut nya.


sedangkan Aisyah seperti orang mati kutu, dia berdiri karena ketakutan senjata yang di bawa Fatma mungkin akan melukai nya juga.


" kenapa dengan mu, kamu tidak apa-apa kan" tanya Fatma


" jangan dekati aku aku takut sama itu. " ucap Aisyah


" hahaha kamu juga takut sama ini. hahaha..!! Fatma masih terus tertawa dan menaikan senjata nya.


" Woiiii...!! apa yang mau loh lakukan pada adek gue..!! teriak seseorang dan berlari dengan cepat dan langsung berdiri di depan Aisyah.


" eh.!! siapa loh, minggir jangan ganggu dia. " ucap Fatma yang mengira orang itu adalah penjahat yang lain.


" Bang.. Aisyah takut Bang. " ucap Aisyah dan terus bersembunyi di punggung laki-laki itu yang tak lain adalah Faisal.


Faisal Reza saputra . dia adalah adik dari Akhsan dan Ikhsan, anak ketiga dari Rayyan dan juga Keisha. pria yang sekarang duduk di bangku kelas 12 itu juga tak kalah tampan dari kedua abangnya. hanya yang membedakan Faisal lebih menurut pada kedua orang tua nya. dan juga lebih agamis orang nya jadi Oma dan Opa nya lebih mempercayakan pesantren padanya untuk kedepannya.


" Abang.?


" pergi jangan ganggu adek gue. dasar perempuan jahat, pekerjaan hanya sebagai penipuan saja, dan ternyata mengincar anak-anak untuk di jadikan uang. " tuduh Faisal.


" ehh.!! jaga bicara loh ya. gue perempuan baik-baik. gue nggak ada niatan untuk mengincar adek loh, bahkan gue yang menolong dia dari para preman. " bela Fatma.


" yee pakai alesan. palingan itu preman orang suruhan situ. ngaku aja atau aku telfon polisi sekarang. "


" telfon aja, lagian gue nggak salah kenapa gue takut. "sinis Fatma

__ADS_1


Fatma terus memainkan benda yang menakutkan itu membuat Faisal dan Aisyah takut " hey lepaskan senjata itu..!! teriak Faisal dengan sangat takut.


" heh.. kamu juga takut dengan ini. ini tidak berbahaya kok, sungguh. " gurau Fatma dan pura-pura menodongkan nya pada Faisal.


kesal karena tuduhan Faisal, Fatma harus membalas nya dengan cara yang ia punya dia akan mendapatkan kesenangan dengan itu. apalagi melihat wajah-wajah panik dari Faisal, ah sungguh menyenangkan.


" Fatma..!! teriak satu orang lagi dan yang pasti dia sudah mengenal betul dengan Fatma siapa lagi kalau bukan Ikhsan yang kebetulan lewat karena ada urusan keluar untuk meeting.


" Pak Ikhsan.." pekik Fatma


Ikhsan berlari dengan cepat bahkan Ikhsan pun juga tertipu seperti yang lain. Ikhsan merebut benda itu dari Fatma namun Fatma menolak nya dan kembali menodongkan pada Faisal. permainan ini sungguh menyenangkan untuk membalas tuduhan Faisal padanya tadi.


" Fatma.!! berikan itu. jangan main-main, Fatma. bahaya. " ucap Ikhsan yang juga langsung panik.


wajah panik mereka begitu menyenangkan bagi Fatma. maklum dia tak pernah merasakan kebahagiaan bermain dengan teman-teman selayaknya jadi itu bisa sangat menyenangkan baginya.


" Fatma..!! bentak Ikhsan dan berdiri di tengah-tengah antara Fatma dan Faisal dan berusaha merebut benda itu.


" maaf Pak ini adalah kesenangan ku jadi maaf ya. " jawab Fatma.


" Fatma jangan main-main. ini bukan permainan. kamu bisa senang dengan cara yang lain. apa masalah mu hingga kau begitu marah pada Faisal. " ucap Ikhsan


" dia jahat Pak. dia menuduhku mau menculik adiknya. padahal aku hanya benar-benar mau menyelamatkan nya dari para preman tapi apa yang dia tuduhkan benar-benar membuat aku sakit hati Pak. " jawab Fatma ngilu.


" ok ok. saya minta maaf atas nama Faisal sekarang lepaskan itu, kita bisa bicarakan baik-baik ok. "


" tidak Pak. kalian harus membayar sakit hati Fatma. " kekeuh Fatma


" jangan Fatma, jangan. " Ikhsan geleng-geleng kepala


" maaf ya pak. satu dua tiga.. doorrr..!!


" Akkk...


Teriak Fatma sendiri


semua lemas dengan teriakan Fatma namun menghilang setelah beberapa saat Fatma tertawa dengan keras. " Hahaha..!!


air menyembur dengan deras dari benda itu. benda yang membuat takut lima orang termasuk para preman dan ternyata hanya mainan pistol air saja.Astaga Fatma.


mulut semuanya menganga lebar mereka sama sekali tak percaya ternyata mereka di tipu habis-habisan oleh gadis cang Ci men. bahkan mereka tak menghiraukan lagi baju mereka yang sudah basah.


" yuhuuuu... " teriak Fatma girang.


" Fatma ikut..!! bentak Ikhsan dan terus menarik tangan Fatma dengan paksa dan membawa Fatma ke mobilnya dan mendorong Fatma masuk ke sana.


" Faisal antar Aisyah pulang..!! sambung Ikhsan sebelum benar-benar pergi dari sana.


" Bang. ingat bukan muhrim..!! teriak Faisal.


" yuk dek pulang. baju kita basah juga kan takut masuk angin nanti kalau kelamaan. " ajak Faisal.


" iya Bang. oh iya bang. kok bang Ikhsan bisa kenal ya sama kakak tadi. dan ya,bang sebenarnya tadi kakak itu benar dia yang menyelamatkan Aisyah dari preman. " terang Aisyah


" benarkah.!! kenapa kamu nggak bilang dari tadi sih dek. kakak jadi salah faham kan, Eishh kau ini. " ucap Faisal.


" maaf Bang. "


" ya sudah biar abang minta maaf kalau ketemuan lagi. "


🌾🌾🌾🌾🌾🐱🐱🐱🌾🌾🌾🌾


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸŒΉπŸŒΉπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ



Faisal Reza saputra.

__ADS_1



Aisyah Rahma Saputri.


__ADS_2