Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
49.Genderuwo Jantan


__ADS_3

Fatma menggeliat setelah mendengar suara adzan yang sudah seperti alarm baginya. Setiap kali suara itu terdengar Fatma pasti akan langsung terbangun untuk segera menjalankan ibadah sholat subuh.


Ada benda yang begitu berat berada di atas perut Fatma membuat nya bingung namun masih terasa enggan untuk membuka matanya. Tangan nya merasakan menempel ke benda yang sedikit hangat dan begitu lembut bahkan terasa sedikit kenyal. Tangan Fatma mencubit-cubit apa yang ia pegang kenapa semakin lama semakin terasa aneh dan semakin hangat.


Ikhsan yang merasa sangat terganggu tidur nya langsung membuka mata karena pipinya terasa semakin lama semakin terasa sakit. " Astaga. " mata Ikhsan membulat namun bibir nya tersenyum melihat bibir Fatma yang berkali-kali mengerucut dan di buat mainan untuk dirinya sendiri. " Astaga pagi-pagi udah mendapatkan cobaan yang begitu besar. Ya Tuhan tolonglah aku " batin Ikhsan yang begitu menderita melihat bibir Fatma yang berwarna merah Jambu seakan menggugah hasrat yang semalam sudah tertidur pulas.


" apa ini.? kenapa begitu hangat, apa aku tidur sama badak.? tapi kenapa begitu kenyal. Atau jangan-jangan aku tidur dengan genderuwo jantan, kan genderuwo semakin lama semakin panas. Astaga apa ini.? ya Tuhan jangan kau uji aku dengan setan laknat yang akan mengganggu ku. " gerutu Fatma masih dengan mata terpejam sedangkan tangan terus mencubit pipi Ikhsan.


Mata Ikhsan kembali melotot dengan lebar dan begitu tajam , sejak kapan dirinya menjadi badak.? bahkan sejak kapan dia berubah menjadi genderuwo jantan. " Astaga Fatma. " Ikhsan benar-benar ingin menangis karena kata eror dari istri nya.


" Be-berarti tangan yang ada di perutku adalah tangan..? ah tidak tidak.! aku kan wanita solehah, mana ada genderuwo dan sejenisnya mengganggu wanita baik-baik seperti ku. " racau Fatma semakin menjadi. " Emak, Abah tolongin Fatma, Fatma nggak mau di bawa mereka ke alam mereka. "


Ingin sekali Ikhsan menghentikan kata-kata Fatma yang semakin menyakitkan.Tapi kalau di rasa-rasa menarik juga jika Ikhsan juga ikut serta dalam permainan Fatma yang tidak menyadarinya. " Fatmaaaa... ยก! ucap Ikhsan dengan suara berat.


Fatma semakin merinding mendengar namanya di panggil. Fatma berusaha melepaskan diri namun Ikhsan semakin erat memeluknya hingga Fatma tak bisa lagi bergerak dan terus berontak dengan tangan dan kakinya yang terus menendang selimut.


" Ahh jangan bawa aku pergi. biarkan aku hidup di dunia ini,! Dunia kita berbeda kita tak sama, pergi..!! teriak Fatma semakin keras.


" huuuu huuuu...


" akk.!! pergi sana. jangan ganggu aku, pergil.!! Fatma membaca ta'awud berkali-kali membaca surat An-nas juga berkali-kali, ayat kursi pun tak ketinggalan, semua yang ia hafal ia keluar kan dari mulut nya, untuk mengusir genderuwo jantan seperti yang ia katakan.


Ikhsan terus menahan tawa mendengar semua yang keluar dari mulut Fatma, mantra-mantra yang tak akan pernah mempan untuk mengusir nya, bahkan Ikhsan malah semakin menjadi memeluk Fatma dengan sangat kuat.


" hufff hufff..., nafas ku habis, hufff hufff aku akan mati, malaikat maut jangan ambil Fatma,Fatma masih mau hidup." Fatma kehabisan nafas, dadanya terasa sesak karena dada Ikhsan dan Fatma menempel sempurna dengan kuat.


" astaga..!! Lagi-lagi Ikhsan hanya mengadu pada dirinya sendiri betapa dia tersiksa dengan permainan nya sendiri. " ya Tuhan dia gadis belum matang bahkan semuanya masih rata, bagaimana bisa aku menggilai nya, Astaga Ikhsan. "


" emakk...!! Abahhh..!! teriak Fatma.


Ikhsan tersadar dari lamunannya saat Fatma berteriak dengan keras. " Astaga ,nih anak pagi-pagi mulutnya udah pedes amat ya. Cupp.. " Ikhsan dengan sengaja menghentikan mulut Fatma yang mungkin akan semakin menjadi. menahan bibir nya di bibir Fatma hingga cukup lama.


" Akk..., jangan kau ambil ciuman pertama ku. pergi pergi..!! Fatma kembali berteriak dan terus berontak hingga tak sengaja kuku Fatma yang tajam menggores leher Ikhsan.


Ikhsan mengaduh perih. Astaga, bukan hanya eror tetapi Fatma ternyata ganas juga. Mau diapain nih anak biar membuka matanya dan malu karena mengatai suaminya sendiri dengan genderuwo jantan. Astaghfirullah Fatma.


Ikhsan mendekatkan bibir nya di telinga Fatma dan berbisik hingga berhasil membuat Fatma membuka matanya.


" Fatma, kalau nggak buka matanya akan aku buat kamu hamil. " bisik Ikhsan.


" Akkk... " Fatma mendorong Ikhsan dengan kuat hingga berhasil membuat Ikhsan jatuh di lantai beserta selimut nya.


Gludukk...


" Aww.. Fatma apa yang kamu lakukan. " keluh Ikhsan memegangi punggung nya yang terbentur dengan lantai. " Astaga punggung ku..


Fatma duduk dengan cepat, matanya melotot melihat Ikhsan yang sudah meringis," ehh pak Ikhsan kenapa disini. ehh jangan-jangan" Fatma memeriksa sekujur tubuhnya yang masih lengkap dengan bajunya yang masih utuh. " Alhamdulillah. Eh Bapak kenapa pagi-pagi udah di kamar Fatma sih. "


Ikhsan kembali duduk di kasur mengusap lehernya yang sedikit tergores dan memijat punggung nya yang juga sangat sakit. " apa kamu lupa Fatma. Kita kan sudah syah menjadi suami istri, bagaimana bisa kita tidur di tempat terpisah.dasar.. "


" masak sih.?

__ADS_1


" iya Fatma, itu benar. "


" Astaga. kenapa aku udah pikun gini ya. berarti tadi yang mencium Fatma pak Ikhsan. ?


" iya. apa kamu pikir genderuwo jantan yang mencium mu. bahkan aku tak akan rela kamu di sentuh sama orang apa lagi sama dedemit. " jawab Ikhsan. " sekarang ambil wudhu sana, nanti abis waktu nya lagi. " pinta Ikhsan.


Fatma beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi," iya-iya. " matanya melihat semua titik ruangan itu seperti nya Fatma telah melewatkan hal yang menarik tadi malam. " Astaga, kenapa aku tak mengingat apapun.? gumam Fatma.


" Fatma.. "


" iya-iya. "


Shalat subuh berjamaah telah Ikhsan dan Fatma laksanakan. Sebagai awal yang baik dan akan menjadi rutinitas setiap mereka selesai sholat ,Fatma mencium punggung tangan Ikhsan Dan Ikhsan membalas dengan mengecup kening Fatma hingga membuat hati Fatma bergetar hebat karena perlakuan Ikhsan.


"astaga. hatiku begitu tak karuan. "


Ikhsan tersenyum melihat Fatma yang tertunduk lalu beranjak membuka koper nya mengambil sesuatu di sana. " Fatma sini.! pinta Ikhsan yang sudah duduk kembali di ujung kasur.


Fatma mendekat dan masih mengenakan mukena atas, Ikhsan sama sekali belum melihat seberapa dan seperti apa rambut Fatma, entah itu lurus atau bergelombang, hitam, pirang atau putih, iya kali putih. " mau apa pak. " Fatma berdiri di hadapan Ikhsan dengan bingung.


Ikhsan meraih tangan Fatma dan menariknya hingga Fatma berhasil duduk di pangkuan Ikhsan dengan memunggungi nya. " mana tangan mu. "


Fatma begitu menurut memperlihatkan tangan nya pada Ikhsan, jari-jari yang begitu kecil namun kukunya begitu panjang. " untuk apa pak. "tanya Fatma bingung.


" sini. " Ikhsan menarik tangan Fatma dan memotong kuku Fatma satu persatu.


Fatma terbelalak tak rela sekian lama dia merawat nya hingga sampai panjang dan sekarang harus di potong begitu saja oleh Ikhsan. " pak.! kok di potong sih. sia-sia dong Fatma merawat hingga panjang begini. "


Ikhsan menggeleng. merawat kuku hingga begitu panjang dan sekarang kuku itu di buat untuk mencakar Ikhsan, siapa yang nggak kesal coba. " ini hanya kuku Fatma, lagian kamu mau kuku mu ini menjadi tempat bersarang nya para jin. " jawab Ikhsan tegas dan terus memotong kuku Fatma.


" iya Fatma, udah sekarang harus di potong semua, bukan hanya itu saja tapi aku juga nggak mau setiap pagi kau mencakar ku. Udah kayak kucing garong saja. " ucap Ikhsan.


" hiks hiks hiks.. pak, sejak kapan ada kucing garong secantik ini. emang benar aku menjadi kucing garong.? mana buktinya. " Fatma berbalik menghadap Ikhsan memeriksa apakah ada bekas dari keganasan nya.


" nih.. " Ikhsan menunjukkan leher yang tergores kuku Fatma, terdapat tiga garis di sana dan mengeluarkan sedikit darah di setiap garisnya.


Fatma menyentuh leher Ikhsan dengan pelan, ih ngeri, begitu ganaskah dia hingga membuat Ikhsan seperti sekarang. " ini pasti sakit kan pak. " tanya Fatma menatap mata Ikhsan hingga mata mereka saling bertemu begitu dekat.


Tangan Ikhsan melingkar di punggung Fatma supaya tak terjatuh dan kokoh di pangkuan nya. " sakit sekali bahkan sangat sakit. " jawab Ikhsan.


" masak sih.? hanya gini juga. mana yang sakit." ?


"yang sakit hasrat ku, Fatma. aku ingin menyentuhmu tapi belum bisa. Dan aku harus bisa menahan sampai kamu lulus nanti dan memberikan nya dengan suka rela padaku. "


" pak. "


" Ya!! Ikhsan tersentak. " sini kuku mu. aku nggak mau setiap pagi hari seperti ini lagi. " ucap Ikhsan.


"kenapa pak Ikhsan jadi ketus begini. apa salah Fatma .? Fatma bingung dengan perubahan Ikhsan yang tiba-tiba hingga dia melamun dan mengerucutkan bibir nya di hadapan Ikhsan.


" astaga nih anak,menguji kesabaran ku. mau di makan nih. "

__ADS_1


Cup.


Ikhsan mencium bibir Fatma dengan cepat membuat mata Fatma membulat. " ihh pak Ikhsan mesum.. " teriak Fatma setelah Ikhsan melepaskan bibir nya." pak Ikhsan jangan ambil kesempatan gitu dong. "


" hahaha.!! lagian mesum sama istri sendiri nggak apa-apa kan. baru aja di cium doang belum diapa-apain udah teriak begitu, bagaimana kalau sampai di apa-apain.?


", eits, awas ya kalau pak Ikhsan berani, Fatma ikat di tiang sekolah. " ancam Fatma.


" di tiang sekolah.? lakuin nya aja di sini ikat nya di tiang sekolah, mau buat pajangan. terus kau mau bilang pada teman-teman mu kalau kamu aku apa-apain gitu, hayokk." tantang Ikhsan semangat.


" ehhhh....


Ikhsan semakin mengeratkan punggung Fatma hingga dia tak bisa bergerak lagi. " yok siap-siap.!


" mau ngapain.?


" mau.? ngapa-ngapain kamu. "


" akkk...!! jangan jangan. Fatma belum siap hamil, Fatma masih sekolah masak nanti Fatma sekolah dengan perut besar apa kata yang lain" jawab Fatma.


" ya kalau mereka bertanya, bilang aja kamu lagi cacingan. " Ikhsan tersenyum.


" cacingan.? nggak nggak.


Fatma berontak dan berusaha kabur dari Ikhsan. Fatma bisa terlepas dari Ikhsan dan hampir saja berlari namun Ikhsan kembali menarik mukena Fatma hingga dia kali terjatuh di pangkuan Ikhsan. " mau kemana.?


" pak lepasin Fatma ya., Please.. "


" nggak sebelum aku melihat kecantikan mu seluruhnya" kekeuh Ikhsan " Fatma, apa aku tidak boleh melihat rambut mu. " tanya Ikhsan.


" hehh.. " Fatma tersentak dan wajah nya kembali berbalik di hadapan Ikhsan.


Ikhsan membuka mukena Fatma perlahan dan Fatma malah menutup matanya. rambut nya panjang namun sedikit menggelombang dan juga sedikit pirang mungkin karena kebiasaan Fatma berada di bawah terik sinar matahari jadi rambut nya agak pirang.


Ikhsan meniup rambut Fatma yang menutupi wajahnya. Wajah Fatma yang tirus sungguh cantik dengan rambut yang tak begitu tebal.


" subhanallah. " puji Ikhsan. Ikhsan kembali meniup Fatma namun di kedua telinga Fatma bergantian sangat menyenangkan melakukan itu, apa lagi melihat reaksi Fatma.


Bulu kuduk Fatma merinding merasakan hembusan angin dari Ikhsan yang begitu halus. tubuhnya menegang tak mampu untuk melakukan apapun.


Ikhsan kembali mencium Fatma dan membuat Fatma semakin bertambah gugup. " nggak mungkin kan pak Ikhsan akan meminta hak nya sekarang. meskipun sudah ada kesepakatan sebelum pernikahan tapi aku sebagai seorang istri tak boleh kan menolak permintaan suami aku nggak mau menjadi istri durhaka. "


" makasih Fatma, telah hadir di hidup ku. jangan pernah kamu bersedih dan menangis lagi, apapun masalahmu katakan padaku mulai sekarang apapun masalah mu akan menjadi masalah ku juga, oke. " ucap Ikhsan.


" Hmm.. "


" sekarang bersiaplah, kita akan pulang. "


" Hmm.. "


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ

__ADS_1


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Haduhh, Author baper nih.


__ADS_2