Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
101.Amarah Ikhsan


__ADS_3

Semua tengah duduk menunggu kedatangan Fatma yang tak kunjung pulang hingga sore hari. Semua kebingungan begitu juga Ikhsan, Dia adalah orang pertama yang paling cemas memikirkan Fatma, entah dimana dia sekarang.


Ikhsan terus mondar-mandir dengan kecemasan matanya terus melihat pintu namun tak kunjung ada yang masuk.


Penyesalan memang akan selalu datang belakangan karena kalau awal namanya pendaftaran(wkwkwk) Ikhsan begitu menyesal telah mengabaikan Fatma , karena kecemburuan yang tak beralasan dengan jelas Ikhsan meninggalkan Fatma dari pagi dan berujung hingga seperti sekarang.


" Fatma, pulang Fatma," Ikhsan begitu cemas tak henti-hentinya dia berdoa.


" Ikhsan, apa kamu dan Fatma sedang ada masalah.? selidik Akhsan berdiri di depan Ikhsan menghadang nya yang akan kembali berjalan." Ikhsan, "


" Hm. " Ikhsan terhenyak, dia sadar dia telah melakukan kesalahan sekarang. Fatma mungkin marah padanya karena dia yang meninggalkan nya dan juga mengabaikan nya.


" hanya salah paham Bang. " Jawab Ikhsan.


" Salam paham " Akhsan mengangguk teratur tak mungkin hanya sekedar salah paham dan membuat Fatma pergi dan tak pamit dan memberitahu pada siapapun pasti ada lah cek cok sedikit di antara mereka berdua. " Ingat ini baik-baik Ikhsan, Jika istri mu bersalah jangan sesekali kamu membentak nya, memukul nya apa lagi meninggalkan nya. Tetapi peluk lah dia, senyum lah padanya dan cium lah dia, agar dia sendiri yang sadar akan kesalahan nya. Semua masalah pasti akan ada jalan keluar nya dan bisa di bicarakan dengan baik-baik, kamu harus bisa lebih bersabar menghadapi istri mu, karena kamu adalah imam untuk nya dan kamu yang akan menuntun nya hingga ke surga kelak, Ikhsan. " tutur Akhsan begitu banyak.


" Wanita itu hatinya begitu lembut, Ikhsan. dia akan mudah menangis dan juga mudah sekali sakit hati, sekali saja dia tertekan dia akan menjauh dan akan susah lagi untuk di dekati. sekali saja hatinya patah tak akan mudah di sambung lagi, sekali saja hatinya hancur akan sulit untuk di perbaiki lagi. Jadi kamu harus benar-benar bisa mengerti akan semua itu, Ikhsan. " sambung Akhsan.


Hati Ikhsan seperti tertampar oleh kata-kata Akhsan barusan. Dia telah membentak nya tadi malam, mengabaikan nya hingga dia tak membangunkan Fatma saat subuh, dan yang paling parah nya lagi Ikhsan telah meninggalkan Fatma. " aku menyesal Bang. " Ikhsan benar-benar menyesal tertunduk lesu dengan segudang penyesalan karena kelalaian nya sendiri hanya karena cemburu buta.


" syukur lah kalau kamu sudah menyadarinya. setelah Fatma pulang nanti bicarakan semuanya baik-baik, selesaikan masalah kalian, jangan sampai masalah nya berkepanjangan apalagi sampai membuat keretakan antara kalian, kamu paham kan maksud Abang.?


Ikhsan mengangguk. " iya Bang " jawab nya. Akhsan benar semuanya harus di bicarakan dengan baik-baik dengan kepala dingin tentunya. " aku akan berusaha Bang "


Akhsan mengurai senyum sebelum dia mengelus bahu Ikhsan dan pergi dari sana. Ikhsan sudah menyadari kesalahannya itu baik-baik dan kini tinggal bagaimana dia akan memperbaiki semua nya dan kembali membuat Fatma nyaman padanya.


" Fatma pulanglah, jangan buat aku khawatir dan ketakutan begini. Apa kamu tidak kasihan padaku,? apa kamu benar-benar telah marah padaku,? Fatma aku minta maaf, aku janji tidak akan mengulangi semuanya lagi. Itu akan menjadi yang terakhir kalinya Fatma, " gumam Ikhsan lirih.


" Yang sabar ya Bang, Ini ujian " Faisal menepuk pundak Ikhsan sebelum dia masuk ke kamar nya di susul dengan Akhsan dan Kairi juga yang juga pergi dari sana.


" Ikhsan, Mama nggak mau tau, pokoknya kamu harus perbaiki hubungan mu dengan Fatma, kalau perlu cari dia, temukan dia dan bawa pulang, yakin kan dia kalau kamu benar-benar telah menyesal. " Keisha pun tak mau kalah menasehati Ikhsan.


" Mama mu benar Ikhsan. Kamu harus membuat Fatma memaafkan kamu, jangan sampai masalah nya semakin besar lagi. " Saut Rayyan menimpali.


" iya Ma, Pa. " Ikhsan mengangguk, dengan wajah menunduk dengan penyesalan nya.


Semua seakan-akan Ikhsan yang telah bersalah sekarang, ya meski dia sendiri juga menyadari semuanya. tapi, sebenarnya Fatma juga bersalah karena menceritakan laki-laki lain pada Ikhsan dan membuat nya cemburu dan melakukan hal yang mengakibatkan semua itu terjadi.


" Maaf Fatma " lirih nya.


Semua pergi meninggalkan Ikhsan seorang diri, menunggu Fatma yang tak kunjung datang di hadapan nya. semakin lama Ikhsan semakin tak sabar menunggu hal yang tak pasti membuat nya begitu menyedihkan. " aku akan mencarinya. " Kata-kata Keisha ada benar nya lebih baik Ikhsan mencari Fatma daripada menunggu dengan tidak jelas.


🌾🌾🌾🌾🌾


Fatma terus berlari dari kejaran Marco, belum jadi makan udah ada masalah yang memaksanya lebih baik pergi dan menyelamatkan diri dari pada sampai tertangkap dan entah apa yang akan terjadi padanya.


Nafas nya terus terengah-engah menahan sesak karena begitu haus juga. Ini nih yang tidak Fatma sukai, kenapa dia selalu dikejar-kejar orang tidak baik seperti seorang buronan saja " ya Allah selamatkan aku, kirimkan orang yang bersedia menolong ku tanpa pamrih " doa nya sungguh-sungguh, beristirahat sejenak.


Fatma membungkuk, menaruh kedua tangan nya di lutut, mengambil oksigen banyak banyak dan menampung nya di dalam paru-paru nya. " Huff aku sangat lelah, bahkan perut ku sakit " keluh nya dan beralih meremas perutnya dengan kuat.

__ADS_1


" Woii,,!! mau kemana kau. " teriak Marco dengan langkah cepat nya.


" sial. " Fatma menoleh dan menggerutu sebal


" kurang kerjaan banget sih tuh orang " Fatma kembali berlari dengan begitu cepat.


Fatma bersembunyi di semak-semak dengan gemeteran dan ketakutan, bagaimana kalau dia tertangkap.? ini tidak boleh terjadi kan " aku harus bisa lepas dari laki-laki gila itu. dia orang jahat, aku tidak akan berakhir baik jika tertangkap " gumam nya.


Marco semakin mendekat, Fatma benar-benar ketakutan sekarang pada siapa dia akan minta tolong di tempat sesepi ini bahkan tak terlihat satu pun orang yang ada di sana kecuali dirinya dan juga Marco. " Manis, kamu dimana.? keluar lah aku tak akan menyakiti mu " teriak Marco.


" Manis,,!! teriak nya lagi.


Fatma menutup mata nya pasrah saat Marco sudah tepat di belakang nya, berharap akan ada keajaiban yang mungkin bisa menolongnya.


" Ya Allah, ku serahkan semua hidup dan mati ku pada-Mu, ku serahkan segalanya takdir ku pada-Mu, aku hanya memohon, berikan aku takdir yang terbaik hingga akhir hayat ku. "'Doa Fatma sungguh-sungguh.


" Di sini kamu rupanya. " Ucapan Marco membuat Fatma mati kutu dan tak bisa bergerak terasa semua nya langsung kaku begitu saja.


Rasanya ingin teriak saat ada seseorang yang memakai kan jaket pada Fatma dan menuntun nya di saat Fatma memejamkan matanya.


" Sayang, yuk pergi. Aku sudah bosen di sini " suara laki-laki yang merangkul pundak Fatma dan mengajak nya pergi menjauh dari hadapan Marco.


Jantung Fatma terpacu begitu cepat, tubuh nya gemetar hebat, matanya terasa susah untuk terbuka, atau mungkin memang tak mau membukanya karena tak mau menerima kenyataan bahwa dia telah tertangkap oleh Marco.


Marco hanya menyunggingkan bibir nya acuh mengira mereka berdua adalah anak sekolahan yang sedang di mabuk asmara dan berduaan di tempat sepi seperti ini, atau mungkin mereka habis melakukan hal di luar nalar melihat baju yang mereka kenakan terlihat berantakan.


Marco berjalan pergi meninggalkan tempat itu dengan kesal lagi-lagi mangsanya lolos. Hati Marco benar-benar belum tertata lagi dengan jelas, kadang dia merasa menyesal dengan semua kejahatan nya, tapi hanya dengan sekali hasutan hatinya kembali lagi dengan kebringasan nya.


*******


" Buka matamu " Ucap orang yang telah menyelamatkan Fatma barusan, keduanya sudah berada di dalam mobil dan sudah pindah tempat dari tempat tadi. " Buka " ucapnya di barengi dengan kekehan kecil.


" seperti tidak asing suara nya, seperti aku mengenalnya dengan benar, tapi siapa.? batin Fatma ragu.


" Buka matanya Mis " ucapnya lagi.


" Mis,!! berarti.? " Fatma membuka matanya pelan langsung di sambut dengan kekehan dan juga deretan gigi dari orang yang sudah di anggap penipu oleh Fatma " Rico..!! pekik Fatma tak percaya.


Rico mengangguk sombong, dia telah menjadi malaikat sekarang. bisa jadi kan dia bisa bertemu dengan gadis yang di lihat nya kemarin. " Mis, kenapa bengong " Tangan Rico melambai-lambai di depan wajah Fatma asal dan mengejutkan nya.


" Kamu benar-benar Rico "'? tanya Fatma yang masih belum percaya.


" ya Allah Mis, matanya udah mulai rabun? jelas-jelas ini Rico, emang siapa lagi? pak Ikhsan.! ketus Rico menyebutkan pak Ikhsan.


" lah gue kirain.?


" Mis sebenarnya orang tadi siap sih. mencurigakan banget. " tanya Rico antusias. melihat Marco saja Rico bisa atau kalau dia sedang tidak dalam baik. ada aura hitam yang ada di mata Marco dari pandangan nya.


"'bukan urusan mu. "

__ADS_1


" Ya Allah miss " sadis amat. " kesal Rico " mis sebenarnya miss dari mana.?


" rumah sakit.!


Hey Co. loh nggak bohongin gue kan soal Aisyah. "' mata Fatma langsung melotot mengatakan itu hampir seharian dia mencari Aisyah namun tak membuahkan hasil dan malah harus menantang bahaya juga lagi.


" Ya Allah Mis, beneran gue nggak bohong, mata ku ini beneran melihat mereka berdua. memang aku bisa melihat yang tak kasat mata tapi saya bisa membedakan mana yang asli dan yang tidak " ucap Rico keceplosan.


" ka-kamu indigo.? ragu-ragu Fatma bertanya, Fatma sempat meragukan keahlian khusus yang tak bisa di miliki semua orang itu tapi sekarang entahlah setelah mendengar Rico. " ka - kamu, beneran bisa melihat hantu dan sejenisnya gitu? tanya Fatma.


" Astaga keceplosan gue. semoga saja Nih orang bisa jaga rahasia. " iya terus kenapa.? ketus Rico asal.


" beneran.!!


" iya mis eror " jawab Rico menegaskan. " terus sekarang Mis mau kemana? biar aku anter, bahaya kalau sampai orang tadi mengejar lagi.


" ini udah sore, aku mau pulang "


" Di..?


" rumah ku lah, emang pulang ke rumah situ.?


" bukan,! tapi rumah pak Ikhsan,! benar nggak.!!


" iya iya kamu benar.


" Gitu dong yang jelas. ",Mobil mulai berjalan dengan Rico yang menyetir nya sementara Fatma tinggal duduk manis menunggu mereka sampai di rumah.


Mobil terparkir di lapangan yang sangat besar, Rico tercengang ternyata Ikhsan adalah keturunan dari seorang Kyai.


Mereka berdua turun, sepasang mata langsung menatap keduanya dengan amarah yang memuncak, baru saja dia mau pergi mencari Fatma dan sekarang dia malah pulang dengan laki-laki yang membuat nya cemburu.


langkah Ikhsan semakin cepat mengikis jarak antara mereka. tangan nya terkepal sempurna dan langsung dilayangkan ke arah Rico yang sontak menghindari nya. " kau ajari apa Fatma, Hah,,!! amarah Ikhsan tak terkendali sama sekali hatinya kembali memanas.


" slow pak Ikhsan, slow, " ucap Rico tenang, " udah ya pak Rico lagi nggak mau berantem, lebih baik pak Ikhsan tanya sendiri apa yang Fatma lakukan dan apa yang hampir membuat nya celaka. saya mau pulang, saya nggak mau pulang dalam keadaan bonyok. " Rico melenggang pergi masuk ke dalam mobilnya dan pergi begitu saja.


Mata Ikhsan masih memerah tak mau memandang Fatma yang tercengang menatap nya. Ikhsan berjalan dengan cepat meninggalkan Fatma dan masuk ke kamar mereka.


" Mas,,,!! Fatma bisa jelasin.! Fatma berlari, ini harus di luruskan.


" Mas,,,!!!


Brakk....


Pintu di banting dengan keras oleh Ikhsan, lagi-lagi Ikhsan kembali aliran marah.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2