
" Papa mengusir Aisyah,,! "
Seru Aisyah dengan sangat kesal tentunya dengan wajah yang tertekuk dan juga kedua tangan nya yang bersedekap dada dan jangan lupakan posisi duduknya yang menyandarkan punggung nya di sofa dengan begitu angkuh.
Sebagai hukuman dari Rayyan untuk kenakalan Aisyah, Rayyan akan mengirim Aisyah ke Kairo bersama dengan Faisal. Aisyah tidak akan berbuat seperti itu lagi di sana.
Dan juga Aisyah harus menimba ilmu di sana, Aisyah langsung di kirim ke salah satu sekolah islam di Kairo dan juga akan tinggal di Asrama.
"Ma.. Aisyah tidak mau pergi. " rengek Aisyah.
Tak ada yang bisa menentang keputusan dari Rayyan, meskipun Keisha terus membujuknya tapi Rayyan tetap kekeuh, Rayyan tidak mau kalah sampai Aisyah mengulangi kenakalan yang serupa lagi atau mungkin lebih parah.
" apa tidak sebaiknya kita pertimbangkan dulu, Pa. Aisyah masih terlalu kecil untuk tinggal di sana, Pa. " ucap Keisha membujuk semberi terus mengelus pundak Aisyah.
Sementara ketiga Abang nya Aisyah, mereka hanya diam tak mau menyerukan pendapat mereka, mereka masih terlalu kesal dengan Aisyah tapi bukan berarti mereka senang jika Aisyah di kirim ke Kairo.
"keputusan Papa sudah bulat. Aisyah akan berangkat besok dengan Faisal. Aisyah harus menerima hukuman ini. Aisyah harus tinggal di sana selama lima tahun sampai dia lulus SMA, Dan Papa akan persilahkan baru memilih untuk kuliah di manapun terserah kamu. " kekeuh Rayyan dengan keputusan nya yang sudah final.
" Papa tidak adil,,!! Papa kan belum tau apa alasannya Aisyah melakukan ini semua, Papa harus dengerin penjelasan Aisyah dulu, Pa. " ucap Aisyah.
" apapun yang kamu lakukan, kamu harus tetap menerima hukuman nya Aisyah. kamu tidak boleh menentang Papa, "
Rayyan beranjak dan melakukan pergi ke kamar nya.
" pa, " rengek Aisyah
Aisyah ikutan beranjak setelah tak di gubris oleh Rayyan, Aisyah berlari dengan membawa tangisnya ke dalam kamar nya.
" Aisyah,, " lirih Keisha.
Keisha merasa berada di tempat yang membuat nya bingung, dia tak tega melepaskan Aisyah untuk ke Kairo karena dia masih terlalu kecil, tapi dia juga tidak bisa melawan perintah dari suaminya.
" maafin Mama, Syah. Mama tau ini sangat berat untuk mu. tapi Mama yakin kamu pasti kuat. " batin Keisha.
Di dalam kamar Aisyah terus menangis, dia membaringkan tubuh nya dengan tengkurap memeluk salah satu boneka kesanggupannya yang lama dia tinggalkan.
" kenapa Papa harus mengirim ku ke sana. Aisyah nggak mau Pa,, Aisyah nggak mau, "
Aisyah terus memukuli kasur nya dia menangis sejadi-jadinya di sana menumpahkan semua penolakan nya yang tetap harus dia terima.
" setelah kamu pulang besok berarti kita tidak bisa bertemu lagi ya, dan mungkin ini yang terakhir kali nya "' ucap Rico gelisah.
" kamu akan tau sendiri alasannya setelah kamu pulang. semoga kelak Tuhan benar-benar bisa mempertemukan kita lagi " ucap Rico yang penuh harap.
Kata-kata Rico terputar dengan sangat jelas di otak Aisyah membuat nya termenung sejenak.
__ADS_1
" Apakah ini yang di maksud Bang Rico?, apakah Bang Rico tau kalau Aisyah akan pergi, tapi nggak mungkin kan Papa bilang sama Bang Rico, lagian Papa juga nggak tau kalau Aisyah masih hidup, terus dari mana Bang Rico bisa tau.? "
Seribu pertanyaan tentang Rico hadir di pikiran Aisyah.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Aisyah berjalan tak semangat di Bandara, dia masih terus merengek untuk tidak pergi. dia masih harus melakukan banyak hal di sini.
" Ma,, Aisyah tidak mau pergi " ucapnya.
" kamu yang sabar ya, sayang. kamu pasti bisa melewati lima tahun di sana. kamu harus jadi anak baik dan membuat Papa bangga dan bisa memaafkan mu " ujar Keisha.
Meskipun Keisha sebenarnya masih sangat merindukan Aisyah dan juga masih ingin mendengarkan semua cerita dari Aisyah, Keisha tetap tak mampu melawan keputusan Rayyan.
" tapi Ma,, " ucap Aisyah melemah.
" sudah lah dek Terima saja, lagian hanya lima tahun juga kan. dan kamu bisa kuliah di sini nantinya. berbanding terbalik dengan abang lah. " ucap Ikhsan.
" iya, Aisyah. sejarah atau nanti kamu tetep akan pergi ke sana, semua ini sudah menjadi tradisi dari Papa, jadi terima aja deh. " imbuh Akhsan.
"Lagian kamu sih, bercandanya kelewatan jadi Papa marah besar kan sama kamu" ucap Ikhsan.
" Tunggu aja ya, Bang. setelah Aisyah berangkat abang dan Papa akan menyesal setelah tau apa yang Aisyah lakukan, " sinis Aisyah.
" emang apa yang kamu lakukan.? "
ucapan Aisyah terpotong karena bunyi panggilan untuk penumpang pesawat sudah berbunyi, dan Faisal sudah menarik lengan Aisyah dengan cepat.
" yuk dek. tuh udah di panggil " ucap Faisal.
"'dada bakpao.. baik-baik ya. jangan nakal jaga makannya supaya tidak semakin bulat,!! " teriak Ikhsan.
" Ihhh" geram Aisyah.
" hahaha,, " tawa Akhsan dan Ikhsan kompak.
" sudah sudah,, yuk pulang " ajak Keisha.
Sementara dari kejauhan Rayyan hanya duduk terdiam di dalam mobil menatap anak bontot nya pergi ke negara asing di usianya yang masih sangat kecil.
" maafkan Papa, Aisyah. Papa lakukan ini karena Papa tidak mau kamu bermain-main dengan hal yang buruk. meskipun Papa tidak tau kamu kemarin di mana? tapi Papa tau apa yang kamu lakukan sebelumnya. Kamu mau mengikuti jejak Oma kan? itu sebabnya Papa mengirim mu ke Kairo, karena Papa tidak mau kamu menjadi seperti Oma dan menantang maut setiap saat. maafkan Papa Aisyah, maaf " gumam Rayyan.
Mobil Rayyan melaju untuk pulang, dia tidak mau sampai ke dahuluan Akhsan dan Ikhsan. karena Rayyan tadi tidak mau mengantarkan Aisyah, alasan nya karena dia masih kesal dengan gadis kecilnya.
πΎπΎπΎπΎπΎ
__ADS_1
Rumah nampak sepi lagu setelah Aisyah pergi. bahkan sekarang David, Airin dan juga Shelvia sudah kembali ke rumah mereka sendiri.
Semua nya tengah berkumpul di ruang tengah, begitu pula dengan Fahmi dan Tasya, Rayyan dan Keisha beserta si kembar dan juga istri mereka.
" baru saja Aisyah pulang udah pergi lagi sekarang, hufff sepi lagi deh " gerutu Ikhsan.
" kamu bener dek kepergian Aisyah seakan membawa pergi kebahagiaan rumah ini " jawab Akhsan.
" Assalamu'alaikum,! " teriak seorang.
Akhsan dan Ikhsan beranjak dengan cepat melihat siapa yang datang. " Wa'alaikumsalam,," jawab nya serentak.
Semuanya ternganga tak percaya melihat siapa yang datang saat ini. dia adalah Marco, Farel dan juga Joe.
" Marco, "pekik Akhsan dan Ikhsan.
" Kak Joe, " lirih Tasya dan beranjak dari duduknya perlahan-lahan.
" Marco " ucap Rayyan yang juga terkejut dengan kedatangan tamu yang tak di sangka-sangka.
" mari masuk "'ucap Akhsan mempersilahkan.
Semua masih ternganga, mereka sama sekali tak percaya, setelah sekian lama mereka tak datang, bahkan si panggil pun juga tak datang tapi sekarang mereka datang dengan sendiri nya.
" kami kesini hanya mau mengucapakan terima kasih, " ucap Joe membuka kecanggungan yang ada.
" Terima kasih,, maksudnya, Opa? " tanya Akhsan.
"Terima kasih karena apa apa yang di lakukan oleh Aisyah dan juga Shelvia, mereka lah yang membuat kami bisa datang kesini " jawab Joe. " terus di mana mereka? belum genap sehari saja berpisah aku sudah merindukan cucu-cucu ku yang cerdas itu " imbuh Joe.
Semuanya ternganga mendengar kata-kata dari Joe, mereka tak tau apa yang kedua bocah itu lakukan. dan sekarang mereka benar-benar tau dan faham apa yang Aisyah dan Shelvia lakukan, semua itu demi kebahagiaan dan kebaikan mereka semua.
" Aisyah,, Aisyah udah pergi ke Kairo beberapa jam yang lalu Opa, " jawab Ikhsan.
Marco dan Farel terhenyak, menatap Ikhsan tak percaya.
" Kairo,,!! " ucap keduanya serentak.
Ikhsan pun mengangguk cepat.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Bey bey semua dari Aisyah..
selamat bertemu dengan Aisyah di novel yang berbeda di Awal September..
__ADS_1
Aisyah sayang kalian semua..
ππππππ