
Malam semakin larut, semua manusia sudah banyak yang terlelap dan hanya beberapa persen saja yang masih terjaga.
Begitu pula dengan semua penghuni pesantren di tempat Akhsan tinggal, semuanya sudah tidur dan seperti tak ada kehidupan di sana, hanya suara-suara hewan malam yang terus berdendang dengan begitu merdu.
Angin malam yang begitu dingin membuat semuanya lebih memilih tidur dengan cepat daripada begadang dan mereka akan kedinginan. Hanya tinggal dua penjaga yang ada di pos pintu masuk saja yang masih setia membuka mata mereka dengan di temani secangkir kopi untuk masing-masing.
Sesekali penjaga itu beranjak dan berjalan-jalan mengontrol semua tempat dan memastikan keamanan untuk semua penghuni ya ada di dalam.
" Alhamdulillah, aman" ucapnya dan kembali masuk dan duduk di pos jaga.
Memang enak malam yang dingin seperti sekarang ini dengan di temani kopi yang hangat, yang bisa menghangatkan tubuh mereka.
Brakkk....
Kedua penjaga itu langsung berlari setelah mendengar benda yang jatuh tak jauh dari sana. Mereka sudah di beri amanah untuk mengamankan tempat itu dan dengan semangat mereka harus memastikan semua dalam keadaan aman terkendali.
Keduanya lari terbirit-birit, mendatangi tempat di mana suara itu berasal. Keduanya terus celingukan tatkala belum menemukan medan yang menghasilkan bunyi itu tadi dengan sangat keras.
" nggak ada apapun? ini sangat aneh" ucap salah satu dari mereka.
Dengan senter yang aada di tangan satunya terus mengamati, menerawang jauh tempat yang bisa di jangkau oleh senternya.
" iya, sepertinya memang tidak ada apapun di sini. Tapi suara tadi? tidak mungkin kan ada suara sekeras itu tapi tak ada apapun " jawab nya.
" iya juga sih, tapi kenyataannya memang tak ada apapun. Sudahlah yuk kembali. " ajak penjaga yang satunya.
Keduanya pun segera pergi dari sana dan bergegas kembali ke tempat pos yang semula. Baru juga setengah jalan keduanya di pukul oleh seseorang di bagian tengkuk nya hingga membuat mereka berdua langsung tak sadarkan diri.
Bugh... Bugh...
" Akh... "
Brukk.....
Keduanya langsung jatuh tersungkur di tanah dalam keadaan rak sadarkan diri.
Brakkk....
Kedua orang penyusup itu membuang tongkat yang menjadi alat mereka untuk memukul dua penjaga itu. Keduanya menyeringai senang rencana awal berjalan sesuai rencana.
🌾🌾🌾🌾🌾
Mata Akhsan yang baru mulai terpejam kembali terbuka lebar saat dia mendengar ada suara yang sangat mengganggu tidur nya. Akhsan bangun dan bergegas untuk melihat apa yang telah membuat nya terganggu itu.
__ADS_1
Entah kenapa tapi perasaan Akhsan tiba-tiba tidak enak dan merasa sangat gelisah tanpa adanya sebuah alasan apapun.
" Sebenarnya ada apa ini? kenapa aku merasa sangat tak enak? dan juga aku merasa sangat gelisah begini? " tanya Akhsan pada dirinya sendiri.
Akhsan keluar dari kamar nya, lalu menutup pintunya perlahan karena tak mau mengganggu Kairi yang kini tengah terlelap dalam tidur nya yang sangat nyenyak.
Akhsan menyalakan lampu tengah, memerangi semua ruangan itu. Keadaan yang sangat sunyi senyap membuat Akhsan tak percaya sebenarnya tapi perasaannya yang tak enak membuatnya harus memastikan semuanya.
" semoga semua yang ku rasakan saat ini bukanlah pertanda hal yang buruk " gumam nya.
Akhsan keluar Pendopo, matanya terus celingukan mengamati setiap sudut dalam cahaya yang remang-remang.
Tak ada yang aneh untuk sekarang, semuanya aman terkendali. Akhsan pun berniat untuk kembali ke kamar nya. " tidak ada apapun, mungkin hanya perasaan ku saja " ucapnya begitu lirih.
Bugh.... bugh...
" akh... "
Suara pukulan dan rintihan terdengar sangat jelas di telinga Akhsan membuatnya kembali menoleh dengan mata yang menatap tajam dan mencari sumber suara.
Akhsan segera berlari dengan cepat, pergi kearah sumber suara. Akhsan begitu panik karena suara yang dia dengar bukanlah suara yang biasa dan juga bukan suara yang wajar.
" Astaghfirullahalazim! " pekik Akhsan.
Dalam kepanikan nya Akhsan terus mengamati sekitar, mungkin dia bisa melihat ada orang di sana namun ternyata tak ada satupun yang dia lihat kecuali hanya mereka bertiga.
" pak.. pak... " panggil Akhsan berkali-kali sembari tangannya terus menggoyang tubuh kedua penjaga itu dan beralih ke pipi mereka secara bergantian.
Setelah beberapa saat Akhsan berusaha, akhirnya kedua nya membuka mata dan langsung memegangi tengkuknya yang terasa sangat sakit.
" astaghfirullah.. kenapa sakit sekali? " keluhnya.
" awww.... " sementara yang satunya hanya meringis menahan sakit.
Akhsan menatap keduanya dengan lega akhirnya bisa bangun juga setelah Akhsan berusaha keras untuk membangunkan mereka.
" Pak, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa bapak-bapak bisa pingsan di sini? " cerca Akhsan pada keduanya.
" Tadi kami... "
Keduanya langsung menceritakan dari awal sampai mereka berdua dipukul oleh orang yang sama sekali mereka tidak tau kedatangannya, dan tidak mereka tau siapa sebenarnya mereka.
"benarkah ada penyusup? " batin Akhsan.
__ADS_1
Akhsan langsung panik, dia beranjak sembari mengajak kedua penjaga itu untuk melihat semua tempat dan memastikan semua dalam keadaan baik-baik saja.
" Pak.. ikutlah dengan ku! kita harus tau sebenarnya apa yang telah terjadi. Aku tidak mau sampai ada penyusup yang ingin membuat masalah di sini. " ajaknya.
Seketika kedua penjaga ikut beranjak, dan langsung mengikuti Akhsan meskipun mereka masih merasakan sakit, namun dengan sekuat nya mereka menahan itu demi tugas akan pekerjaan mereka.
Mereka bertiga terus berkeliling dengan langkah yang tergesa-gesa, dari satu sudut ke sudut lain tak ada yang ketinggalan.
Akhsan memang tak berniat membangunkan siapapun sekarang, dia berfikir bisa mengatasinya dengan bantuan kedua penjaga yang terus mengikutinya.
Dari sekian banyak tempat yang mereka lihat namun satupun tak ada yang mencurigakan, semuanya baik-baik saja tak ada masalah.
Mereka bertiga berhenti di depan pendopo milik Akhsan, dan Akhsan pun masuk seorang diri untuk memastikan tak ada masalah.
Akhsan bernafas lega saat dia melihat istrinya yang masih setia dengan tidur nya yang nyenyak, Akhsan pun kembali keluar.
" tinggal tempat Papa dan juga Opa yang belum saya pastikan keamanan nya. " ucapnya.
Akhsan pun kembali berlari pergi ke tempat Papanya dan berharap tak ada apapun juga di sana.
🌾🌾🌾🌾🌾
Tasya dan juga Fahmi begitu sangat lelap dalam tidur nya, keduanya tidur dengan bersebelahan dan tentunya di atas ranjang yang sama.
Terlihat Tangan Fahmi yang setia memeluk perut Tasya dengan pakaian tidur nya. Sementara Tasya juga sama, dia juga tidur dengan nyenyak menaruh tangannya di atas tangan Fahmi yang berada di atas perutnya.
" Kalian harus membayar semuanya, nyawa harus di bayar dengan nyawa "
Kedua orang penyusup itu ternyata masuk kedalam kamar mereka berdua, dan tentunya dengan maksud untuk mengakhiri hidup keduanya.
Kedua orang itu masuk dengan mengendap-endap, dengan pakaian yang serba hitam dan juga wajah yang tertutup rapat, hanya bagian mata dan mulut saja yang terlihat.
" dengan racun ini, kalian berdua akan langsung pergi ke tempat Tuhan kalian setelah kalian menghirup nya, Hemm.. " ucapnya seraya mulut menyeringai sinis menatap Tasya dan juga Fahmi.
" Kita harus cepat menjalankan tugas ini, sebelum ada orang yang sadar akan kedatangan kita " ucap salah satu dari mereka mengarahkan kepada temannya untuk segera bertindak.
Keduanya melangkah perlahan, satunya berjalan di sisi Tasya dan satunya di sisi Fahmi.
" Sekarang. " pinta satunya yang pasti akan mendapatkan anggukan day teman nya.
" Hmm... "
🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1