
Pagi begitu cerah, semua mulai menjalani aktivitas seperti biasanya, begitu pula dengan Akhsan dan juga Ikhsan. Mereka berdua sudah mulai sibuk dengan pekerjaan nya di perusahaan nya sekaligus menyiapkan kejutan kecil untuk David, Om mereka.
Keduanya nampak serius menjalankan semua pekerjaan mereka, semuanya mereka percepat bahkan meeting pun juga mereka ajukan karena mereka gak mau ada kekurangan sedikitpun dalam acara itu.
begitu juga dengan Kairi dan juga Fatma yang memang sudah di beri tahu akan rencana kejutan mereka. Kairi dan Fatma nampak sibuk dengan apa yang di perintahkan oleh Para suami mereka.
Berbagai keperluan sudah mulai di siapkan oleh Kairi dan juga Fatma, mereka berdua nampak sibuk membuat Tasya dan juga Fahmi terheran karena mereka berdua memang tidak tau menahu akan tujuan sebenarnya.
Tasya duduk di sebelah Kairi yang tengah sibuk dengan laptopnya, Kairi nampak sedang mengotak-atik nya dan ternyata dia sedang mengirimkan beberapa undangan khusus untuk para teman-teman dari David yang seperjuangan.
" kamu sedang apa,? " tanya Tasya lirih dengan suara khas nya orang yang berusia lanjut dan tentunya dengan suara yang mulai gemetar.
Kairi tersenyum kecil, menatap Tasya yang bertanya padanya. " nggak ngapa-ngapain kok Oma, " sontak Kairi menutup laptopnya dengan cepat tak mau sampai Tasya melihat nya.
" sebenarnya apa yang di lakukan Kairi dan Fatma, dari tadi mereka begitu sibuk " batin Tasya bingung.
" apa ada masalah,? " tanya Fahmi.
Dengan cepat Kairi menggeleng, " tidak kok Opa, " jawab nya dengan sedikit gugup.
Tasya dan Fahmi saling lempar pandang, tak mungkin tak ada apapun, pasti ada yang sedang di sembunyikan oleh Kairi.
" Baiklah kalau begitu biar Oma dan Opa pergi dulu." ucap Tasya lalu mengajak Fahmi pergi dari tempat itu" yuk Abi kita keluar mungkin Kairi sedang sibuk." imbuh Tasya.
Fahmi mengangguk dan beranjak dengan cepat Mengikuti Tasya yang sudah terlebih dahulu beranjak dan mulai berjalan meninggalkan ruangan itu," Assalamualaikum'' satu kata yang ditinggalkan oleh Fahmi untuk Kairi.
" Wa'alaikumsalam, " jawab Kairi dengan tersenyum kecil.
Kairi menghembuskan nafas panjang dia begitu lega akhirnya nya Tasya dan Fahmi pergi dari sana juga dan Kairi bisa melanjutkan pekerjaannya lagi.
" Untung saja Oma dan Opa apa sudah pergi kalau tidak pekerjaanku tidak akan selesai." gumam Kairi.
Sementara Fatma, dia ditugaskan keluar untuk membeli semua perlengkapan untuk kejutan besok. Fatma pergi berdua dengan Aira. mereka berdua berkeliling-keliling Mall membeli semua perlengkapan.
Mata Fatma melihat Rico yang sedang duduk seorang diri dengan melamun mengabaikan makanannya nya mengaduknya terus menerus. jiwa iseng Fatma langsung tumbuh begitu saja mendekati Rico dan mengejutkannya." Dorrr.. " teriak Fatma.
Rico tersentak kaget dan langsung menoleh ke arah Fatma dengan begitu kesal " dasar miss tiada akhlak." gerutu Rico.
" kamu kenapa.? " tanya Fatma dan tanpa persetujuan dari Rico Fatma langsung duduk begitu saja bergabung di meja Rico yang tentunya bersama dengan Aira juga.
" nggak ada." jawab Rico malas.
Fatma menyunggingkan bibirnya nya, mana mungkin dia akan percaya begitu saja dengan yang dikatakan oleh Rico.
" Heleh,, bilang aja lagi patah hati. untung bukan patah tulang. " seru Fatma.
" darimana miss tahu.?" Rico terhenyak.
" tuh kan bener. emang kenapa sih, ada masalah.? tapi nggak mungkin kan situ patah hati, situ kan jomblo. " ledek Fatma.
"'Jodoh gue mau pergi jauh miss, jadi lagi galau aku. masak iya aku mau ngintilin dia, " jawab Rico.
" emang kamu udah di jodohkan?, terus dia mau pergi kemana.? " tanya Fatma bingung.
" sudah, aku sudah di jodohkan oleh Allah dengan bidadari surga. dan sebentar lagi dia akan pergi. dan entah kapan dia akan kembali. " jawab Rico semakin malas.
" darimana kamu tau dia jodoh mu, dan darimana kamu tau kalau dia akan pergi jauh.? " bingung Fatma namun sedetik kemudahan. " oh iya aku lupa, kamu kan.."
" udah jangan di teruskan, dasar mulut kayak kompor meleduk. " Sinis Rico.
"siapa jodoh nih anak. dan dia mau pergi kemana emang.? " batin Fatma.
" Yang pasti bukan pergi ke surga. dia harus izin dulu dengan ku kalau mau pergi ke surga. " celetuk Rico sekenanya.
Fatma ternganga, menatap Rico tak berkedip sama sekali " astaga aku lupa. eh,, Co. siapa sih dia? cerita dong, ya ya.. " desak Fatma.
__ADS_1
" nggak.!! udah aku mau pulang, udah di cariin sama emak. " Rico cepat beranjak, yang pasti membuat Fatma kecewa besar.
" huhh,, dasar cowok aneh. " kesal Fatma " yuk Dek kita juga pulang " ajak Fatma dan Aira mengangguk.
" Kak Fatma, cowok tadi siapa? temen kakak?, " tanya Aira yang akhirnya membuka suara juga setelah dari tadi hanya menjadi pendengar saja.
" iya, dia temen kakak di sekolah. kenapa, kamu naksir?, kakak bilangin ya, jangan naksir sama cowok sableng kayak dia, bisa-bisa cepet tua kamu nanti " ucap Fatma sembari terus melangkah.
" emang kenapa kak.? "
" nggak ada alasan dan nggak ada jawaban. udah sekarang kita pulang. " ajak Fatma dan mempercepat langkahnya.
🌾🌾🌾🌾🌾
Hari yang sangat di nanti-nanti dan begitu diharapkan oleh Aisyah dan juga Shelvia, hari di mana mereka bisa melihat perubahan dan perubahan pada Marco menjadi semakin baik.
Di malam yang terakhir mereka ada di rumah Marco di saat itulah mereka berdua begitu bahagia bisa melihat langsung Marco kembali menjalankan sholat, dan kembali membuka kitab suci Al-Quran dan melantunkan nya dengan begitu merdu.
Karena saking bahagia nya dan begitu terharu Aisyah malah meneteskan air mata nya. dia sudah berhasil dengan misinya.
" Kak, kita berhasil. kita telah berhasil, "' ucap Aisyah yang malah terisak.
" Iya Syah. kita berhasil dan di waktu yang tepat. " jawab Shelvia sembari merengkuh kepala Aisyah dan mendekapnya.
Marco menutup Al-Quran nya dan mencium nya terlebih dahulu sebelum menaruhnya di atas nakas. Telinga Marco mendengar isakan dari Aisyah dia pun langsung menoleh sembari melipat sajadah nya.
" Putri, Via. " panggil Marco " kenapa kalian berdiri di situ, sini. "
Aisyah semakin terisak, baru kali ini Marco bicara dengan begitu lembut padanya dan juga Shelvia. " iya Bang " jawab Aisyah dan Shelvia bersamaan lalu berjalan masuk ke kamar Marco.
" sini duduk " Marco menepuk sofa di sebelahnya, meminta Aisyah dan Shelvia untuk duduk di sana. " kenapa kalian menangis.? " tanya Marco bingung.
" Aisyah bahagia bisa melihat Abang menjadi baik lagi. Aisyah bahagia abang bisa kembali sholat lagi. " ucap Aisyah dalam tangis.
Sebenarnya Aisyah menangis bukan hanya karena itu saja. melainkan karena ini adalah hari terakhir dia ada di sana, dia begitu sedih.
" Bang, maafkan aku dan Aisyah ya. karena selama ini kami selalu bikin Abang susah. " ucap Shelvia yang tanpa sengaja mengucapkan nama Aisyah.
Marco terdiam, dia bingung " Aisyah,,? bukannya dia Putri. ?"
" Bang maafkan kami, " lirih Aisyah.
" apa maksud ini, kenapa kalian minta maaf. " ucapan Marco meninggi.
" Saya, saya Aisyah Rahma saputri, Bang. anak gadis dari Papa Rayyan. " jawab Aisyah, " dan Kak Via, dia adalah Shelvia Anggraeni, anak tunggal dari Aunty Airin. " imbuh Aisyah menjelaskan.
" ja-jadi... ka-kalian masih hidup, kalian belum meninggal? " ucap Marco yang belum percaya begitu saja.
" iya Bang. saya Aisyah yang selalu minta gendong Abang waktu kecil. dan selalu minta di gandeng saat belajar berjalan. "
Aisyah dan Shelvia sudah bertekat bulat, apapun yang terjadi dia harus menceritakan nya pada Marco.
" ja-jadi kamu Aisyah dan Shelvia.? " tanya Marco dan mereka berdua mengangguk.
Senang, sedih, dan kecewa Marco rasakan. dia senang karena ternyata dia tidak membunuh gadis kecilnya, sedih dan kecewa karena dia harus di bohongi seperti sekarang. " kenapa kalian melakukan ini. " ucapan Marco melirih.
" maaf Bang, kami hanya ingin Bang Marco menghilangkan kebencian Abang dengan keluarga kami, dan yang paling utama kami ingin Bang Marco tak lagi menyalahkan Allah, semua ini sudah menjadi kehendaknya Bang. " jawab Aisyah.
Marco begitu cengeng hari ini dia menangis di hadapan Aisyah dan Shelvia begitu saja.
"'maafkan kami ya Bang, dan kami mohon jangan kembali lagi ke jalan yang salah. tetaplah menjadi Bang Marco nya Aisyah yang selalu Aisyah banggakan. " ucap Aisyah yang juga ikutan terisak.
Dengan derai air mata Marco merengkuh keduanya mendekap nya penuh kasih sayang selayaknya adiknya sendiri. " maafkan abang juga ya. "
" Bang, kami sekalian mau pamit, kami harus pulang. keluarga kami sudah menunggu, bahkan mereka belum tau kalau kami masih hidup " ucap Shelvia.
__ADS_1
Marco mengecup Kepala keduanya yang tertutup hijab, Marco begitu senang. ternyata nikmat dari perubahan nya yang baru dia mulai sudah mulai terasa.
" Terima kasih, Terima kasih. " ucap Marco.
"Bang, setelah kami pergi jangan lupakan kami ya. dan Aisyah titip kak Nara. perlakuan lah dia sebagai ratunya Abang. " ucap Aisyah.
Marco mengangguk pelan, dia sudah tak sanggup untuk bicara lagi.
Di saat air mata mereka bertiga terus mengalir, Joe masuk ke kamar itu, ternyata dia sudah mendengarkan semua percakapan mereka bertiga.
" ja-jadi kalian adalah cucu-cucu ku " seru Joe.
Semua menoleh. Aisyah dan Shelvia beranjak dan berlari memeluk Joe. " maafkan cucu-cucu Opa ini ya. kami telah nakal. " ucap kedua bersamaan.
Joe pun Akhirnya tak mampu menahan air mata nya, dia juga ikutan mengeluarkan semua tangis nya. " cucu-cucu ku " berkali-kali kecupan Aisyah dan Shelvia dapatkan dari Joe, Joe begitu bahagia.
Marco begitu terenyuh dan ikut bahagia dengan semua ini. Marco beranjak dan merengkuh mereka bertiga selayaknya keluarga besar.
🌾🌾🌾🌾🌾
Aisyah dan Shelvia keluar dari rumah Marco dengan gembira dan juga sedih, mereka berdua terus melambaikan tangannya ke udara.
" Aisyah,,!!! " teriak Farel dan menghentikan langkah Aisyah dan Shelvia.
Farel berlari mengejar Aisyah, menarik lengan nya untuk menjauh dari Shelvia.
" Kak,,!! " protes Aisyah.
" aku ingin bicara sebentar " ucap Farel.
Farel mengajak Aisyah duduk di salah satu bangku rak jauh dari tempat Shelvia.
" Kak Farel kenapa? " tanya Aisyah yang melihat Farel yang seakan-akan ingin tersenyum atau menangis.
" Terima kasih, kamu telah membuat Abang ku kembali, Terima kasih " ucap Farel.
" tapi kenapa hanya Aku, kan ada kak Via juga. "
Farel tersenyum tipis, benar yang di katakan Aisyah, tapi kenapa di kepala Farel hanya tertuju pada Aisyah saja.
" aku hanya ingin memberikan mu ini. ini adalah benda kesayangan ku, tolong jaga baik-baik " Ucap Farel.
" tapi kenapa kak. ini kan kesayangan kakak kenapa harus di berikan ke Aisyah, kan kakak bisa menjaganya sendiri dan juga menggunakan nya. " jawab Aisyah bingung.
" jagalah dengan baik untuk ku. aku lebih percaya padamu dari pada diriku sendiri "
" tapi kak? "
" saya mohon Aisyah. jaga untuk ku. " kekeuh Farel.
🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾
Wah kisah cinta segitiga FAR (FAREL, AISYAH DAN RICO) udah di mulai nih.
yuk siapa pendukung
Farel Aisyah...
siapa pendukung
Rico Aisyah....
Yuk di pilih di pilih, tapi kisah mereka tak ada di sini ya. di tunggu di Novel selanjutnya..
__ADS_1
FAR ( Farel, Aisyah, dan Rico)