Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
86.Broken heart


__ADS_3

Pletakkk....


" Kejem banget ya loh ketos. mentang-mentang situ menang lo ngerjain gue gitu aja. loh tau nggak,? gara-gara loh uang saku gue abis,, " Sungut Yofan sahabat satu-satunya dari Iqbal.


Iqbal terus terdiam. Menaruh tas di pundak nya bergegas pergi ke kelas karena dia tak mau telat sedikit pun.


Bugh....


" sialan lih ya, kemarin ngerjain gue sekarang diemin gue. lagi pms situ hahh,, "


" Apa sih Fan. gue lagi nggak mod untuk debat. gue lagi ogah ceramah intinya sekarang gue mau fokus dulu pada sekolah gue, bentar lagi ujian.. " ketus Iqbal.


" idiihh,,, obat waras loh abis.? tumben otaknya tidak normal begini. biasanya juga gimana. Tenang ngapain sih hanya ujian juga pasti lulus lah. oh iya kemarin gue lihat loh sama gadis kecil di mol,gebetan loh yang baru ya. " Ucap Yofan dengan cengiran khasnya.


Mata Iqbal terbelalak terang menghentikan langkah nya menatap Yofan yang sudah mengubah wajah nya acuh " inget ini baik-baik ya. dia bukan gebetan gue, gue nggak kenal sama cewek bocah kayak dia dan dia juga bukan kriteria gue, paham,!!


Yofan manggut-manggut, mungkin memang yang di katakan Iqbal benar mana bisa Iqbal tertarik dengan gadis kecil seperti yang di temui di mol kemarin." oh gitu ya, bagus deh.


" Hmm.. "


Mata Yofan melihat kedatangan Mirna pujaan hati nya sekaligus yang sudah resmi menjadi pacar beberapa bulan yang lalu. Yofan sangat berbeda dengan Iqbal dia begitu setia dengan satu pasangan saja tapi berbeda dengan Iqbal dia lebih sering gonta-ganti pacar. tapi entah dengan belakangan ini dia terlihat berbeda dari Iqbal yang playboy.


" wehh bidadari gue datang tuh. Nanti lanjut ya bro gue lagi mau apel.,,, Yayang Mirna.. " Yofan berlari meninggalkan Iqbal seorang diri menjemput sang pujaan yang tengah datang.


Iqbal menatap punggung Yofan sejenak. ternyata dirinya tak seberuntung seperti Yofan, Iqbal lebih tampan dan lebih segala-galanya namun dia belum juga mendapatkan tambatan hati, dan belum juga bisa meluluhkan hati seorang Miss Eror adik kelasnya.


Mata Iqbal tertuju pada Seseorang yang selalu ada di dalam hatinya, gadis nya terlihat sangat berbeda saat ini wajah nya lebih bersinar dan lebih cantik. " Fatma " lirih Iqbal.


Iqbal berlari ke arah Fatma. Namun sebelum benar-benar sampai Iqbal kembali mundur saat melihat Ikhsan yang datang di sisi Fatma dengan senyum indah nya dan membuat Fatma juga tersenyum manis padanya.


" Apakah aku harus benar-benar mundur perlahan-lahan menjauhi gadis yang aku sayang demi orang lain.? atau kah aku harus maju terus berjuang untuk mendapatkan nya.? bukankah sebelum janur kuning melengkung aku masih bisa berusaha. dan sebelum para saksi mengucapkan kata syah berarti masih ada kesempatan." gumam Iqbal, hatinya begitu berharap akan Fatma yang akan menjadi miliknya.


Iqbal berbalik arah setelah Fatma dan Ikhsan lebih dahulu pergi. Iqbal pergi dengan kecewa dan menahan rasa sakit hati yang begitu menyayat. " Mungkin aku masih bisa berjuang tapi tidak untuk sekarang. " Iqbal menoleh sekejap kearah Fatma dan Ikhsan yang tengah tertawa bersama , Ihh sungguh menyakitkan bukan..


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Ikhsan dan Fatma berjalan beriringan di lorong sekolah. dengan sesekali bercanda gurau mereka tertawa dan tersenyum bersama, tak ada satupun dari semua murid yang curiga akan kedekatan mereka karena itu hanyalah kedekatan yang wajar dari murid dan juga Guru.


Fatma celingukan memastikan tak ada murid yang ada di sekitar mereka, yang pastinya akan membuat Ikhsan heran dengan tingkah Fatma " Mas, Fatma cantik nggak hari ini, Cantik kan.? tanya Fatma mendekatkan wajahnya di dekat telinga Ikhsan.


Ikhsan tersenyum. sampai kapanpun dan keadaan apapun, meskipun mulus atau pun sudah keriput Fatma tetap lah yang paling cantik di mata Ikhsan " Cantik. emang kenapa,? oh jangan bilang kamu mau genit sama cowok-cowok lain. Atau kamu mau deketin tuh ketos. " Mode waspada Ikhsan langsung tumbuh subur.


" ehhhh,,,!! siapa juga yang mau genit dosa kali Bang. bodoh bodoh gini Fatma masih tau adat lah, jadi jangan berpikiran negatif ya tentang Fatma "


" padahal aku inginnya kamu positif bukan negatif, kan biar rame gitu. rumah kita jadi lebih berwarna gitu dengan keberadaan si kecil yang agresif, blasteran antara Ikhsan dan juga Fatma. ihh seru kali ya. " Ikhsan tersenyum geli membayangkan betapa indahnya dan sempurna nya saat itu benar-benar terjadi.


Pletakkk...!!

__ADS_1


" Jangan kebanyakan mengkhayal di sekolah. nanti ketempelan sama dedemit tuh pohon. " ketus Fatma jari telunjuk nya menunjuk pohon besar yang ada di depan mereka.


" Apa salahnya berkhayal, enak kali apalagi kalau benar-benar terjadi,, uhhh bahagia aku "


" Aduh Mas, jangan kebangetan ya. belum saatnya itu terjadi ingat masih ada satu tahun lagi. "


" What,,,!! Mas..!! nggak salah dengar kan telinga Santi. atau mungkin telinga Santi lagi eror ya nih. " Pekik Santi yang entah dari mana datangnya dan mengejutkan Fatma dan juga Ikhsan.


Fatma dan Ikhsan menatap Santi dengan terkejut dan langsung gugup. apakah mereka sudah ketahuan sekarang,? " San.. hehehe,," meringis Fatma kikuk namun ternyata Santi sepertinya tak paham dan malah mengorek telinga nya dengan jari kelingking nya. " San.. "


" Kalian lagi belajar main drama ya, kok Miss Fatma bisa panggil pak Ikhsan dengan sebutan Mas.? tanya Santi.


" Drama.? terkejut mereka berdua dengan mata saling lempar pandang lalu kembali menatap Santi yang masih menunggu penjelasan " drama,, hehehe,, iya kita lagi belajar drama hehehe. " meringis Fatma begitu kikuk.


" Drama apaan.?


" udah lah jangan kepo sama urusan orang, yuk kelas, " Fatma segera menarik lengan Santi dan menyeret nya pergi " permisi pak Ikhsan " pamit Fatma, sesaat kembali menoleh kebelakang dengan mengedipkan matanya genit.


Ikhsan tersenyum namun juga mengelus dada akhirnya bisa terlepas juga dari Santi yang mulai kepo dan seandainya dia sedang ada di rumah dan hanya berdua saja dengan Fatma mungkin dia akan langsung menubruk Fatma karena telah menggoda nya. " Sabar sabar. "


Ikhsan berjalan mengambil jalan lain untuk keruangan nya sebelum pelajaran di mulai.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Kairi, Pak Akhsan,! pekik Nara saat melihat Keduanya datang ke kampus dengan mobil yang sama bahkan Akhsan memperlakukan Kairi sangat spesial, membukakan pintu Kairi dan setia menunggu nya untuk keluar.


Nara mengucek matanya berkali-kali berharap itu adalah sebuah mimpi buruk dalam tidur nya dan akan hilang di saat terbangun. Nara membuka matanya namun pemandangan itu masih tetap dia lihat. " ternyata aku tidak sedang bermimpi, dan semua ini adalah benar."


Untuk menyakinkan dirinya Nara berlari ke arah Kairi dan juga Akhsan yang sudah mulai berjalan, " Kairi,,!! teriak Nara dan berhasil menghentikan mereka berdua.


Kairi dan Akhsan menoleh menatap Nara yang terus berlari ke arah nya dan berhenti setelah berada di hadapan mereka berdua. " Nara, kamu kenapa lari-lari.? tanya Kairi bingung, lalu menatap Akhsan sejenak.


Nara begitu ragu untuk bertanya namun apapun yang terjadi semuanya harus jelas supaya dia bisa mengambil langkah untuk kedepannya. entah dia akan kecewa karena patah hati ataupun bahagia karena tak ada hubungan apapun antara Kairi dan juga Akhsan.


Dengan nafas yang masih sedikit tersengal Nara memberanikan diri untuk bertanya " Kairi, Pak Akhsan,,, Hmmm...? boleh Nara tanya sesuatu?


" boleh, silahkan. pertanyaan mu akan kami jawab jika itu memang ada jawabannya" jawab Akhsan yakin.


" Sebenarnya ada hubungan apa Pak Akhsan dengan Kairi.? kenapa kalian selalu berangkat bersama dan pergi bersama. kalian tidak jadian kan.? Nara menatap fokus pada Akhsan dan beralih pada Kairi yang terlihat sangat Syok.


Kairi terdiam dia begitu bingung untuk menjawab pertanyaan Nara. tapi sebesar apapun dia sembunyikan semua pasti akan terbongkar juga suatu saat. " Hmm " Kairi begitu ragu untuk menjawab dia takut akan menyakiti hati Nara yang sudah menjadi sahabat nya.


Akhsan menatap Kairi yang menunduk ragu. Akhsan tersenyum menatap itu dan beralih menjadi Nara yang masih terus meminta penjelasan " benarkah kamu mau tau jawabannya.? Nara mengangguk. " tapi apapun yang terjadi apakah kamu masih mau menjadi sahabat Kairi.?


" Kairi akan tetap menjadi sahabat Nara pak meskipun apapun hubungan kalian. semua tak akan mempengaruhi persahabatan Nara dengan Kairi, iya kan Kairi.? Nara menoleh ke arah Kairi yang terus menunduk.


Kairi terhenyak dan mengangkat wajah nya menatap Nara langsung. " Hmm..

__ADS_1


Akhsan merangkul Kairi yang masih ragu. Sejenak tatapan Akhsan dan Kairi saling bertemu sebelum mereka kembali menatap Nara. " Nara sebenarnya kami bukan hanya jadian saja. melainkan kami telah syah menjadi pasangan suami istri. Kenapa saya datang kesini, mengajar di sini, itu karena saya ingin menjaga Kairi." terang Akhsan.


Pupus sudah harapan Nara untuk bisa bersanding dengan Akhsan. Ternyata memang tak lagi ada kesempatan dan harapan untuk dia bisa mengambil hati dan merebut hati Akhsan dari sahabat nya sendiri. Nara tersenyum gagu. kecewa itu pasti, sedih itu jelas namun semua itu tak akan bisa berubah lagi kan..?


Bagaikan tersambar petir hati Nara begitu sakit. Hatinya pun juga terasa tergores dengan pisau yang berkarat sungguh menyakitkan karena tak bisa langsung menyayat nya dengan cepat dan harus menyayat perlahan-lahan. "Broken heart.. " πŸ’”πŸ’”πŸ’”


" Kairi, Selamat ya. Seharusnya kamu mengatakan itu padaku bukankah kita adalah sahabat kan. " Nara tersenyum dengan begitu terpaksa. senyum untuk kebahagiaan sahabat nya harus tetap keluar meskipun hatinya tengah hancur berkeping-keping


Air mata terus tertahan di dalam mata Nara. dia tak akan bisa mengeluarkan begitu saja apalagi di hadapan Akhsan dan Kairi kan. " Selamat ya. semoga Pak Akhsan dan juga Kairi bisa membina keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Warohmah." ucap Nara ngilu. " Kairi kamu begitu jahat karena tak mengundang ku. kau bukan sahabat yang baik Kairi. " Nara memberikan pelukan selamat untuk Kairi. pelukan persahabatan dan Kairi pun membalas nya.


" maafkan aku Nara, aku tak bermaksud, " jawab Kairi penuh penyesalan. seharusnya dia bisa jujur sejak lama dan tak memberikan harapan palsu pada Nara sahabatnya.


Nara melepaskan pelukan nya dari Nara dan langsung tertawa gagu di hadapan mereka berdua." Pengantin baru doakan aku juga ya agar bisa secepatnya menyusul kalian, hehehe." meringis Nara.


Beralih sekarang Kairi lah yang menubruk Nara memberikan pelukan sahabat. " pasti Nara, itu pasti. yakinlah kamu juga akan mendapatkannya dengan segera. itu pasti " ucap Kairi pas di telinga Nara.


" makasih Kairi, semoga doamu untuk ku itu bukan menipuku. semoga semua itu benar " jawab Nara.


" aku harus pergi, aku mau ke perpus dulu ada buku yang mau aku pinjam di sana. " pamit Nara. setelah Kairi melepaskan pelukan nya. " sekali lagi selamat ya. semoga langgeng terus dan bisa selalu istiqomah "


" makasih Nara. "


Gadis berambut panjang dan ikal di bagian ujung itu berlari dengan cepat meninggalkan Kairi dan juga Akhsan yang masih terdiam menatap punggung Nara yang semakin jauh dari mereka.


" Mas,, " Lirih Kairi. dia begitu menyesal karena tak mengatakan itu sejak dulu pada Nara. hati Nara pasti sangat lah sakit sekarang.


Akhsan kembali merangkul Kairi menatap nya " sudah lah Kairi semuanya sudah terlanjur. semuanya pasti akan baik-baik saja. dan aku yakin persahabatan mu tak akan hancur begitu saja. kamu sabar ya. " ucap Akhsan. " sekarang pergilah ke kelas aku akan ke ruangan ku sebentar. " pinta Akhsan.


" Iya Mas, assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam " . Akhsan menatap kepergian Kairi sejenak lalu kembali menatap ke arah di mana Nara pergi " semoga tak akan ada masalah di antara kalian berdua. semoga persahabatan kalian tetap terjalin dengan baik setelah ini " gumam Akhsan. Lalu pergi ke ruangan nya sendiri.


Hati Nara begitu sakit. Air mata nya tak lagi bisa terbendung, Nara menyandarkan punggungnya di dinding toilet menumpahkan semua rasa sakit hati nya di sana.


" ternyata aku memang sudah tak lagi bisa mencintai mu lagi pak Akhsan, kamu telah menjadi milik sahabat ku sendiri. meskipun aku mau tetap saja aku tak akan bisa. aku tak bisa menghancurkan persahabatan ku dan juga tak bisa membuat hati Kairi sedih. dia sudah cukup menderita dengan kehidupannya dan dengan Pak Akhsan lah Kairi bisa bahagia sekarang.


" Aku janji tak akan pernah berharap lagi pada Pak Akhsan. aku akan menghilangkan rasa ini meskipun itu sangat sakit dan akan butuh waktu lama. aku janji. "


" Hiks hiks hiks... Selamat ya Kairi kamu sangat beruntung bisa mendapatkan Pak Akhsan, Selamat. "


" Aku tak boleh nangis, aku tak boleh cengeng seperti ini. aku adalah gadis yang kuat dan harus kuat " Nara menghapus air mata nya dengan kasar, menegakkan tubuhnya dan mencuci wajahnya segera.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Mungkin memang begitu sakit melihat orang yang dicintai telah menjadi milik orang lain, apalagi itu adalah sahabat sendiri. Tapi yakinlah ada seseorang yang Tuhan ciptakan yang lebih baik dari dia. Dan itu akan datang di waktu yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2