
" Assalamu'alaikum selamat pagi semua " ucap Ikhsan sembari melangkah masuk ke kelas di mana dia mengajar.
Semua murid nya langsung diam tak lagi ada yang ngobrol sendiri atau sibuk dengan kegiatan mereka sendiri kecuali menjawab salam dari Ikhsan dengan serentak " Wa'alaikumsalam,,, pagi juga pak. " serentak semua murid bahkan Fatma pun ikut menjawab salam dari Ikhsan, suaminya.
Ikhsan menaruh buku yang ia bawa dari luar di atas meja nya, berbalik menatap para murid satu persatu menyatukan kedua tangan nya di depan. Matanya berhenti di wajah yang tengah senyam-senyum seperti orang gila entah apa yang dia pikirkan. " Rico pimpin doa, " ucap Ikhsan begitu nyaring.
Rico tersentak gelagat kikuk dan senyum kaku keluar dengan tangan menggaruk tengkuknya yang tak gatal " hehehe,,, iya Pak. " ucapnya miris, " berdoa mulai " teriak nya seketika membuat semua teman-teman nya menunduk dan berdoa sebelum mulai nya pelajaran pun berlangsung dengan tenang.
Pelajaran pertama di mulai begitu tenang. semuanya nampak fokus dengan materinya yang Ikhsan berikan. Kelas yang dahulu sangat anti dengan ketenangan sekarang sudah menjelma menjadi kelas yang paling tenang dan peningkatan akan prestasi nya pun perlahan-lahan kelas itu dapat kan.
Teng teng teng....
Lonceng berbunyi semua mengucapkan syukur membereskan buku mereka masing-masing memasukkan ke laci mereka dan bergegas untuk keluar.
" ingat, kalian harus belajar yang lebih giat lagi karena ujian sebentar lagi akan datang " ujar Ikhsan begitu sangat jelas.
" baik Pak,,,!!
" Assalamu'alaikum, "
" Wa'alaikumsalam,,,!! ucap semua serentak dan langsung berhamburan keluar sebelum Ikhsan keluar semuanya mendahului Ikhsan yang masih setia di sana membereskan buku nya.
Semua keluar tak terkecuali Fatma yang di ikuti Mirna, Santi dan tentunya Rico yang berjalan di belakang mereka dengan menyembunyikan kedua tangan nya di kedua saku celana dan berjalan sok cool.
Mereka berempat terhenti saat melihat terjadi kegaduhan di lapangan karena begitu penasaran mereka mendekati lapangan untuk melihat kejadian apa yang tengah terjadi.
" Ada apa sih " heran Fatma dan menyerobot masuk di tengah-tengah kerumunan para siswa.
mata Fatma terbelalak saat dia sampai paling depan dan langsung di sambut dengan begitu besar nya buket bunga mawar merah dan menutupi siapa yang membawa bunga itu. " apa-apaan ini, apa ada acara lamaran di tengah keramaian begini, emang siapa yang sedang menjadi ratunya saat ini,? Fatma celingukan begitu sangat heran siapa sebenarnya yang akan mendapatkan bunga yang begitu indah itu.
" Dulu aku tak pernah memandang mu, dulu aku sangat membenci mu, bahkan tak sudi untuk menjawab pertanyaan mu, tapi entah kenapa semua rasa itu berubah. aku begitu ingin selalu memandang mu ingin selalu berada di sampingmu membahagiakan mu dan selalu melihat senyummu.
Hening,,,,,
Fatma begitu bingung siapa sebenarnya yang ada di balik bunga itu.
" dulu aku merasa kau adalah gadis tergila di sekolah ini. gadis yang paling tak waras dari yang lain. gadis paling menyebalkan dan paling membuat darah ku mendidih.....
" tapi lihatlah sekarang,? aku adalah murid paling gila itu sekarang. aku tergila-gila dengan gadis yang aku anggap gila. bahkan sekarang darah ku juga semakin mendidih saat kamu mengucapkan nama pria lain di hadapan ku...
" Fatma Amelia , aku mencintaimu, aku sayang padamu, aku ingin hidup bersama mu untuk selamanya. Fatma Amelia jadilah bidadari yang akan menemani hidupku menemani di saat susah dan gembira ku, Fatma Amelia jadilah kekasih ku, aku berjanji akan membuat mu bahagia. " ucap nya dengan begitu keras.
semua murid yang menyaksikan itu merasa baper sendiri jarang-jarang ada orang yang menyatakan cinta secara langsung seperti ini. bahkan ini adalah yang pertama kalinya. Semua menutup mulut mereka tak percaya. bahkan ada yang bersiul.
Namun tidak dengan gadis yang langsung menjadi pusat perhatian itu. matanya terbelalak mulut nya menganga lebar. perlahan-lahan darah di ubun-ubun nya mulai memanas dan mulai mendidih. " siapa sih loh,,!! sinis Fatma.
Perlahan-lahan bunga mulai bergerak ke samping wajah pelaku, pelaku pun mulai terlihat dan langsung meringis penuh percaya diri.
"'playboy Cap badak,,!! pekik Fatma tak percaya mendapatkan kejutan pernyataan cinta dari orang yang selalu mengganggu nya dan paling membuat darah nya langsung mendidih saat berhadapan padanya.
" weh ketos kita tuh....
__ADS_1
" wawww,,, ketos beneran bucin sekarang..?
" What,,, ketos kita udah tobat..!
" astaga tak bisa di pikir kan ternyata pilihan ketos kita gadis paling gila di sekolah. "
begitu banyak nyinyiran sadis yang Fatma dengar membuat telinga nya ingin sekali dia sumpal dengan apapun yang ada supaya tak mendengar kan kata yang lebih lagi nanti nya.
" Terima,,, Terima,,,, Terima,,,,
teriak semua antusias.
Fatma semakin nek mendengarkan semua itu. matanya menatap satu orang yang tengah terdiam mematung di ujung sana dengan mata tak bersahabat dan amarah yang langsung bisa terbaca oleh Fatma. orang itu berbalik dengan kesal dengan tangan terkepal.
Fatma menutup mata nya sejenak sebelum dia berlari untuk mengejar orang itu dan menenangkan hati yang tengah mengalami kecemburuan yang begitu besar.
Fatma berlari dalam diam membuat semua menoleh melihat punggung Fatma yang semakin jauh.
" Yahh,,, drama nya ter pending." ucap semuanya kecewa.
begitu juga Iqbal ketos yang masih setia membawa bunga itu dia yang lebih kecewa dari semua yang ada di sana. "apa kah aku di tolak.?
" Lah miss tunggu,,!! teriak Mirna dan langsung berlari di ikuti Santi dan Rico.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Fatma berlari mengejar orang yang tadi melihat adegan itu dengan penuh kecemburuan. Fatma terus mondar-mandir mencari-cari di mana dia berada namun tak kunjung dia temukan. siapa lagi yang dia cari kalau bukan Ikhsan suaminya.
" Astaga, seperti nya aku berada dalam masalah besar. Pak Ikhsan aku mana mungkin akan menerima Iqbal jika Fatma sudah menjadi milik Bapak. eishhh, pak Ikhsan sungguh pencemburu. astaga kemana sih pak Ikhsan berlari " gumam Fatma.
Pak kepala sekolah menggeleng dan pastinya sangat bingung dan heran dengan kedatangan Fatma yang tiba-tiba. " tidak, tak ada satupun orang yang datang di ruangan ini selain saya " jawab Kepala sekolah dengan datar.
" oh.. ya udah maaf telah mengganggu, Fatma permisi pak " ucap Fatma dan segera keluar dari ruangan Kepala sekolah.
" Hmm," jawab kepala sekolah dengan dingin.
Fatma berdiri di balik pintu mengatur ritme jantung nya yang berdebar tak karuan saat berada di ruangan kepala sekolah. dia sangat takut akan mendapatkan teguran atau mendapatkan hal yang lebih buruk lagi dari kepala sekolah tapi Alhamdulillah itu tak terjadi. " huff huff... lega nya.
" Ya Allah di mana pak Ikhsan. " ucap Fatma frustasi.
Fatma begitu kebingungan mencari keberadaan Ikhsan yang tak kunjung dia temukan. Semua tempat sudah dia datangi namun tak ada satupun tempat yang menandakan keberadaan Ikhsan.
Fatma menekuk wajah nya dan duduk sebentar di bangku di depan salah satu kelas untuk berfikir dan mengistirahatkan tubuh nya yang sangat lelah.
" apa mungkin,,,?
Fatma kembali berlari menaiki satu persatu tangga. hingga dia sampai di tangga paling atas di lantai lima sekolah itu. kakinya melangkah dengan cepat membuka pintu berharap Fatma bisa menemukan Ikhsan di rooftop sekolah itu.
Matanya menatap ke depan begitu lega akhirnya dia bisa menemukan orang yang sedari tadi dia cari. Fatma berjalan perlahan meremas jari-jarinya dan berfikir apa yang akan dia katakan saat berada di hadapan suaminya.
Ikhsan sadar kalau Fatma telah datang dan berjalan mendekat di belakang nya, namun dia masih sangat enggan untuk berbalik dan terus menatap jauh menaruh kedua tangan nya di pagar di sana.
__ADS_1
Plukkk,,,,
Fatma belum sanggup untuk bicara dia langsung memeluk Ikhsan dari belakang menaruh Kepalanya di punggung Ikhsan yang masih terus diam.
Hening,,,,,,
" dia lebih tampan dari ku. dia juga lebih muda dariku. dan dia juga lebih populer dari pada aku. kau berhak memilihnya jika kamu mau aku tak akan melarang mu jika itu bisa membuat kamu bahagia " ucap Ikhsan dengan dingin.
Air mata Fatma luruh begitu saja di kemeja Ikhsan karena perkataan nya barusan. Kepala nya terus menggeleng dengan cepat bagaimana Fatma bisa meninggalkan Ikhsan yang terus menghujani kasih sayang yang tak pernah dia dapatkan. bagaimana bisa Ikhsan mengatakan itu dengan mudah padahal Fatma sendiri tau kalau Ikhsan sangat menyayangi nya.
" pergilah. seperti nya dia lebih pantas dari pada aku untuk menjadi pendamping mu. aku tak akan pernah keberatan " ucap Ikhsan yang semakin membuat Fatma terisak.
Fatma menggeleng terus menerus. dia tak akan mungkin meninggalkan Ikhsan hanya karena orang yang lebih tampan atau lebih muda dari Ikhsan " tidak tidak, Fatma tidak mau pergi. Fatma hanya mau dengan pak Ikhsan saja Fatma tak mau apapun, " ucap Fatma di tengah isakan yang tak berhenti.
" pak Ikhsan jangan katakan itu pada Fatma, Fatma sangat takut, Fatma tak mau pergi kemanapun kalau tidak dengan Pak Ikhsan. pak Ikhsan adalah segalanya untuk Fatma "'
" Fatma janji bakal menjauhi siapapun jika pak Ikhsan ingin kan. bahkan Fatma siap untuk keluar dari sekolah ini. Fatma tak apa-apa tak sekolah tinggi asalkan Fatma tetap bersama pak Ikhsan. Fatma hanya ingin bersama pak Ikhsan sampai kapanpun " Fatma terus terisak.
" pergilah Fatma,,"
" tidak, Fatma tak mau pergi dari Pak Ikhsan, Fatma tak mau pergi "
Ikhsan melepaskan tangan Fatma dari tubuhnya, entah kenapa melihat adegan itu membuat Ikhsan terasa sangat sakit padahal dia sendiri tau kalau Fatma tak akan mungkin meninggalkan nya.
Tubuh Fatma merosot ke bawah dia terduduk lemas di lantai dengan mata terus mengeluarkan air mata nya dan wajah yang menunduk. sikap Ikhsan saat ini membuat nya sangat hancur bahkan dia tak mampu untuk berdiri saja tenaganya hilang bersamaan dengan keluar nya air mata nya yang tak ada henti.
Ikhsan berjalan beralih dibelakang Fatma duduk di belakang Fatma dan memeluk tubuh kecil istri nya dan menciumi puncak kepala Fatma dengan menyesal. " maafkan aku. aku hanya takut kamu akan pergi meninggalkan ku. aku juga sangat takut, Fatma, aku sangat takut " ucap Ikhsan.
" tapi sekarang aku sangat yakin kamu tak akan pernah pergi dari ku, kamu akan selalu menemaniku. Terima kasih karena membuat aku percaya penuh pada dirimu Fatma, terimakasih. " Ikhsan memeluk Fatma dengan sangat hangat.
Fatma berbalik dan langsung berhambur ke pelukan Ikhsan hingga mereka saling berpelukan. " jangan pernah katakan itu lagi pak. Fatma tak akan pernah sanggup untuk mendengar nya lagi. "'ucap Fatma.
" aku janji, tidak akan lagi. ini adalah yang terakhir. " jawab Ikhsan..
Hening,,,,,,
" bagaimana dengan bunganya bagus kan, aku rasa kau sangat menyukainya, " gurau Ikhsan sembari mengusap air mata Fatma perlahan.
" apa sih pak. bunga nya sangat jelek bahkan orang nya juga sangat jelek. hanya pak Ikhsan nya Fatma yang paling bagus dan paling tampan. tak ada yang lain yang seperti pak Ikhsan Fatma " jawab Fatma.
" benarkah. tapi tadi aku melihat kamu hampir menerimanya "
" tidak tidak. bahkan aku hanya ingin membuangnya di depannya saja. supaya dia tak lagi menggangu Fatma "
" benarkah..? ucap Ikhsan dengan mata yang terus mengedip.
" ahhh pak Ikhsan genit,,!!
" tapi suka kan.?
"'Hmm,, " Fatma mengangguk cepat, " suka banget, "
__ADS_1
Ikhsan kembali memeluk Fatma dan tertawa setelah melihat wajah lucu Fatma. Kebahagiaan begitu besar Ikhsan rasakan karena dia begitu percaya akan besar nya cinta Fatma untuk nya dan juga sebaliknya. " Terima kasih telah menerima ku Fatma, telah memilih ku menjadikan ku laki-laki yang paling beruntung dari yang lain, terimakasih. "
" Inikah karma yang aku dapatkan setelah aku mempermainkan hati begitu banyak gadis di luar sana. ini kah rasa yang mereka rasakan saat di campakkan oleh ku. Ternyata rasa seperti ini sangat menyakitkan. dan mungkin ini adalah doa dari salah satu dari mereka yang telah aku sakiti. " buket bunganya terlepas dari tangan dan dia tinggal kan di sana. dia tak sanggup melihat itu lebih lama lagi, begitu sangat menyakitkan untuk hati nya, sakit.