Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
06.Kesemsem


__ADS_3

Akhsan begitu senang hari ini. bertemu dengan gadis yang sangat luar biasa yang bisa membuat alergi nya tak keluar dan itu adalah gadis yang pertama.


berkali-kali Akhsan mencium aroma bunga yang masih menempel di bajunya. bunga mawar dan juga bunga lainnya.


" Huufff..., harumnya. " gumam Akhsan sembari melangkah masuk ke perusahaan yang sekarang di pimpin oleh Ikhsan.


entah kenapa tidak bertemu sehari saja rasanya ada yang aneh. mungkin karena terbiasa jalani hidup bersama-sama di negeri orang.


" pak Ikhsan dari mana.? tanya salah satu karyawan dari Ikhsan.


Akhsan berbalik menatap karyawan tersebut, apakah wajah mereka begitu mirip hingga orang itu tak bisa membedakan mereka berdua, mungkinkah.?


Akhsan tersenyum kecil kepada karyawan tersebut.


" maaf saya Akhsan, saya kembaran Ikhsan " jawab Akhsan dengan sangat sopan


orang itu manggut-manggut menahan malu bisa-bisanya dia tidak bisa mengenali atasan nya sendiri. untung saja itu hanya kembaran kalau orang lain mungkin akan marah atau salah faham.


" ma-maaf pak. saya tak bisa membedakan Anda dan pak Ikhsan " tutur orang itu.


Akhsan menepuk pundak orang itu dan memaklumi apa yang terjadi pada orang itu. bukan dia orang pertama yang salah mengenali dirinya dan Ikhsan tapi dia adalah orang yang kesekian kalinya.


" tidak apa-apa pak. saya maklum. oh ya apa Ikhsan ada di tempat.? tanya Akhsan.


" pak Ikhsan ada di ruangan nya pak, " jawab orang itu.


" terimakasih. saya permisi. " Akhsan pun pamit dan segera bergegas ke ruangan Ikhsan.


dengan lift yang khusus Akhsan naik ke ruangan Ikhsan lift yang tak sembarangan orang bisa melewati jalan pintas itu.


di dalam lift Akhsan terus tersenyum seperti orang gila yang terus tersenyum tak jelas. bayangannya selalu tertuju pada gadis cantik berhijab. gadis si pengantar bunga untuknya tadi siang.


🌾🌾🌾🌾🌾


di tempat lain juga sama Ikhsan tengah tersenyum melihat uang sepuluh ribu yang tadi dia rampas dari gadis cang ci men. Ikhsan membolak-balikan uang itu dan terus menatap nya.


Ikhsan benar-benar seperti orang gila juga yang terus tersenyum dengan uang sepuluh ribu yang menurutnya tiada arti tapi entah kenapa uang itu kini sangat berarti dan terus menjadi pusat pikiran nya.


" Ikhsan kau benar-benar membutuhkan obat sekarang. " gumam Ikhsan yang tak henti-hentinya tersenyum sangat manis.


" Assalamu'alaikum..!! Sapa Akhsan dan masuk begitu saja tanpa adanya persetujuan dari Ikhsan terlebih dahulu.


Ikhsan menoleh kearah Akhsan dan menaruh uang yang sekarang menjadi kesayangannya itu di atas mejanya.


" Wa'alaikumsalam. Abang kesini.? tanya Ikhsan


Akhsan mendengus kesal. pertanyaan apa ini Abang ke sini.? jelas-jelas dia kesini tapi pertanyaan Ikhsan benar-benar membuatnya kecewa.


" terus kamu pikir.? kesal Akhsan dan duduk begitu saja di sofa yang memang sudah ada di sana sedari dulu.


ruangan yang dulu punya Tasya sang Oma dan sekarang sudah beralih menjadi milik Ikhsan dan semuanya pun masih sama belum berubah sama sekali.


" maksud Ikhsan bukan seperti itu Bang. tapi kenapa Abang tidak bilang kalau mau kesini kan Ikhsan bisa menyambut kedatangan Abang " Jawab Ikhsan.


bukan mendengar kata-kata Ikhsan, Akhsan kembali terbang dengan pikiran nya sendiri dan kembali tersenyum. Ikhsan pun bergabung duduk bersama Akhsan, ada yang aneh dengan Abang nya saat ini apa mungkin dia juga sama seperti nya mendapatkan hal baru yang menarik.


" Abang kenapa.? tanya Ikhsan menyelidik.


hidung Ikhsan pun tak bisa dibohongi dia juga mencium aroma yang sama dari Akhsan.

__ADS_1


" Abang ganti parfum wanita.? tanya Ikhsan


Akhsan menoleh menatap datar wajah datar dari Ikhsan. " nggak.! jawab Akhsan singkat


" emang kenapa kamu bertanya seperti itu.? tanya Balik Akhsan.


Ikhsan menarik jas Akhsan dan mencium kan nya pada Akhsan " ini parfum bunga, jadi mana mungkin Abang nggak mengganti parfum. " terang Ikhsan.


" bukan parfum tapi..??


bayangan Akhsan kembali tertuju dengan kejadian tadi dan kembali tersenyum.


dahi Ikhsan mengkerut melihat Abang nya yang berkelakuan aneh, " apa Abang tengah kesemsem dengan wanita ,iya.? celetuk Ikhsan.


lagi-lagi Akhsan terdiam tak menjawab.


" sepertinya memang benar Abang gue bener-bener tengah jatuh cinta. alergi Abang tidak kumat saat berhadapan dengan gadis itu.? tanya Ikhsan dan Akhsan hanya menggeleng.


" sepertinya gadis itu sangat luar biasa, dan mungkin dia jodoh Abang kali ya. " ucap Ikhsan dan membuat Akhsan langsung terjengkit dan menatapnya.


" ngawur kalau ngomong. mungkin itu hanya sebuah kebetulan saja kan. " ucap Akhsan yang tak percaya.


Akhsan berdiri dan berjalan mendekati meja kerja Ikhsan dan duduk di sana. mata Akhsan menangkap uang sepuluh ribu di atas meja dan mengambilnya begitu saja.


" uang untuk apa ini.? apa kamu mulai bangkrut Dek, mengumpulkan uang sepuluh ribuan gini. " tanya Akhsan menyelidik juga.


Ikhsan yang tersadar pun langsung berlari dan merebut uang yang ada di tangan Akhsan. dan langsung memasukan nya kedalam saku jasnya.


uang itu sangat berharga jadi mana mungkin Ikhsan akan membiarkan Akhsan mengambilnya begitu saja.


" bukan urusan Abang, i-ini uang kembalian beli makan siang tadi " Jawab Ikhsan bohong dan juga dengan gugup.


Akhsan pun sama seperti Ikhsan dia juga mengerutkan dahi hingga terdapat barisan di sana. aneh menurut Akhsan kenapa Ikhsan sampai segitu takutnya uang itu di ambil oleh Akhsan, seperti nya ada yang di sembunyikan oleh Ikhsan padanya.


" mana ada. Ikhsan nggak nyembunyiin apapun dari Abang.! jawab Ikhsan.


" ya udah kalau nggak mau jujur sama Abang, emm besok pasti Abang akan tau sendiri. " ucap Akhsan. " oh ya, Dek gimana mengajar mu tadi lancar.?


" lancar apanya.? Ikhsan benar-benar sial Bang, Ikhsan mendapatkan kelas yang paling di luar nalar se sekolah itu, semua murid nya nggak ada yang bener semua eror semua " jawab Ikhsan mulai menerangkan dari awal masuk hingga dia keluar.


Akhsan mendengarkan dengan seksama dan begitu fokus, mendengarkan nasib Ikhsan yang menurut nya benar-benar di luar keinginan Ikhsan.


" Buahaha....!! tawa Akhsan begitu menggema dengan keras memadati ruang kerja Ikhsan.


kesialan Ikhsan malah menjadi sebuah ajang tertawaan dari Akhsan. Ikhsan pun mendengus kesal karena perbuatan Akhsan.


" puas Abang menertawakan nasib Ikhsan " ucap Ikhsan menahan kesal.


" Abang begitu sangat puas, puas banget malahan, akhirnya adek ku ada penindas nya juga, ingat dek dunia itu berputar, tidak selalu di atas, mungkin kamu dulu selalu menindas orang lain dan sekarang giliran kamu yang di tindas orang. satu satu kelas lagi. hahahaha..!!


" pulang sana.!! kalau kesini hanya mau menertawakan ku. pergi pergi. " usir Ikhsan dengan terus mendorong Akhsan.


Akhsan terus tertawa terbahak-bahak dia sungguh senang. dia pikir perjalanan Ikhsan untuk mengajar di Sekolah Tunas Bangsa akan baik-baik saja namun nyatanya sungguh-sungguh tak terduga.


🌾🌾🌾🌾🌾


Hari telah berganti Akhsan dan Ikhsan pulang bersama. dan Ikhsan pun hanya menebeng mobil Akhsan karena mobilnya sendiri harus di masukkan ke bengkel karena tengah mengalami masalah.


" makanya dek ganti mobil baru napa.mobil udah tua gitu masih aja di gunakan, jual aja terus ganti yang baru. ? ucap Akhsan.

__ADS_1


" sebulan lagi Bang, nunggu gajian. " jawab Ikhsan.


"helehh.sejak kapan seorang bos nunggu gajian. kamu tinggal bilang sama Papa, terus beres deh. pasti Papa nggak akan keberatan. " ucap Akhsan dengan sesekali menoleh kearah Ikhsan dan kembali fokus lagi ke depan.


" bos baru satu hari juga. lagian ya bang semua itu harus ada proses nya kali nggak langsung ambil begitu saja, kita bekerja kan baru satu hari udah mau main ambil aja bagaimana pandangan para karyawan kita kalau begitu " jelas Ikhsan.


" kamu benar sih Dek, tapi apa salah nya kan pinjem dulu gitu terus besok kembalikan kan bisa begitu,, kalau nggak emang kamu mau numpang terus berangkat pergi. " jawab Akhsan.


" ya bisa sih Bang, bagaimana kalau aku pinjem sama Abang aja. sebulan lagi aku kebalikan deh plus bonus juga, gimana. "


" ogah.!!


" lah. situ yang memberikan saran juga, cepet banget nolaknya. " jawab Ikhsan tak habis pikir.


" bukan begitu Dek, kamu kan tau juga, Abang juga baru sehari bekerja, masak iya berani pinjemin uang begitu besar padamu, apa kata karyawan Abang. ",


" ehh... kenapa Abang ikut-ikutan dengan perkataan ku, nggak bisa mikir kata-kata lain.?


" lagi males dek.


" males males.!!


" udah cepat turun udah sampai. ingat besok Abang harus berangkat pagi. ada meeting " ketus Akhsan.


" iya Bang, lagian Ikhsan hanya numpang sampai bengkel juga, " jawab Ikhsan.


Dengan berjalan beriringan Akhsan dan Ikhsan masuk ke kamar mereka berdua, meskipun mereka sudah besar namun mereka masih saja sekamar masih susah untuk berpisah.


kamar yang cukup luas karena memang untuk berdua jadi semuanya serba dua kecuali ranjang saja. ranjang hanya satu namun yang besar sih.


Akhsan dan Ikhsan bergantian untuk membersihkan diri sebelum mereka akan berkumpul dengan keluarga nya yang menunggu mereka berdua untuk makan malam.


" Abang Akhsan Ikhsan.buruan udah di tunggu. Abang mau buat kita semua mati kelaparan. cepet Bang. " teriak gadis kecil dengan terus menggedor-gedor pintu.


pintu pun terbuka dan keluar lah Akhsan dan Ikhsan dan langsung Mengomeli gadis itu


" dasar bakpao berisik.!! gerutu Ikhsan dan mencubit pipi tembem adiknya itu siapa lagi kalau bukan Aisyah.


" Abang..!! nanti pipi Aisyah tambah besar.!! kesal Aisyah


" bukannya pipimu emang udah besar ya. sini Abang Akhsan tambahin. " Akhsan pun tak mau kalah dan mencubit pipi Aisyah lalu kabur dengan Ikhsan.


" Abang..!! Mama Papa.!! lihat lah apa yang di lakukan Abang double.


" hahahaha..!! tawa Akhsan dan Ikhsan girang dan berlari dengan cepat.


Aisyah mengejar mereka berdua dengan kekuatan super sembari mengepalkan tangan dan mata melotot " awas kalau ketangkap ya, telinga kalian akan Aisyah buat putus. " teriak Aisyah.


🌾🌾🌾🌾🌾



Like....


Vote.....


Rate....


&comment....

__ADS_1


😘😘😘😘😘


yang buanyakk ya. Author tunggu.


__ADS_2