
Langkah begitu cepat setelah Akhsan dan Ikhsan turun dari mobil. Mereka sudah tak sabar ingin bisa secepatnya mengetahui kegentingan apa yang di maksud oleh anak buah nya tadi yang membuat mereka berdua harus datang di saat itu juga.
Pintu utama terbuka lebar menyambut kedatangan kedua ketua dari mereka. Semua pasang mata menunduk hormat pada mereka berdua sebagai tanpa bakti mereka dengan bos sang penguasa.
" Mari bos, " salah satu dari mereka menunjukkan jalan untuk mereka berdua untuk mengikuti nya ke tempat yang semestinya mereka berada.
" Hmm.," Akhsan mengangguk pelan.
Sedangkan Ikhsan hanya membuntuti Akhsan dengan acuh tak menanggapi apapun yang di katakan oleh anak buah nya. Seketika Ikhsan menjadi kaku dan dingin saat berada di markas rahasia mereka dan semua pun sudah sangat paham termasuk Akhsan sendiri.
" Silahkan masuk Bos. "' lagi-lagi anak buahnya itu meminta Keduanya untuk mengikutinya memasuki ruangan yang kini sudah di depan mata.
Kedatangan Mereka berdua memang sudah dinanti oleh orang yang benar-benar terpercaya, orang yang menggantikan mereka berdua saat mereka tak ada. bisa di bilang sebagai kaki tangan Akhsan dan Ikhsan.
" apa yang sebenarnya terjadi " Akhsan mendekati orang itu namanya Arlan. matanya langsung menatap sebuah monitor monitor besar yang ada di depannya.
Sementara Ikhsan pun langsung asyik mengamati semuanya dan menyimpulkan apa yang ia lihat dengan sangat cepat. " siapa mereka,? kenapa mereka terus berkeliaran di markas yang di bangun oleh Oma " Ya ternyata itulah yang Ikhsan dapatkan dari matanya, Orang-orang yang mencurigakan yang terus berkeliaran di depan markas Geng Hantu yang dulu.
" itulah yang saya heran bos, mereka terus saja di sana. bahkan mereka juga di sana setiap malam dan dalam waktu dua puluh empat jam dengan orang-orang yang berbeda tapi sepertinya mereka dari kelompok yang sama. " Arlan menjelaskan apa yang berhasil dia lihat beberapa hari ini. namun baru kali ini dia mengatakan pada Mereka berdua karena Arlan tak mau mengambil langkah yang salah.
Akhsan dan Ikhsan kembali fokus dengan layar besar di sana. Matanya tak lepas dari orang yang terus mengawasi jalan masuk tempat itu. ya meskipun mereka berada di dalam persembunyian dan sedikit jauh dari markas sang Oma, namun semua itu terlihat sangat jelas. " Arlan, apa kamu sudah selidiki orang-orang kemarin.? tanya Akhsan namun matanya tak lepas dari monitor di depannya.
" Mereka tak menjawab apapun bos. Bahkan mereka tak takut mati sedikit pun, sepertinya mereka sangat patuh pada tuan mereka. " Arlan terdiam sejenak merogohkan tangannya di dalam sakunya mengeluarkan benda yang ia dapatkan dari semua orang yang merupakan tahanan mereka. " tapi saya mendapatkan ini Bos. Dan ini semua yang ada pada mereka "
Akhsan menoleh mengambil benda itu, melihat nya dengan teliti, mencoba mengenalinya namun ternyata dia sama sekali tak mengenalnya. " apakah ini bisa dikatakan dengan nama sebuah kelompok mereka?. " Benda yang berbentuk Ular dengan tiga kepala namun hanya satu badan.
" Apa kamu pernah melihat ini dek.? Akhsan memberikan nya pada Ikhsan.
Dengan begitu cepat Ikhsan menggeleng, dia juga tak pernah melihat benda yang seperti itu
" Ikhsan belum pernah melihat Bang, baru kali ini aja Ikhsan lihat " Ikhsan terus mengamati benda itu. memeriksa dengan teliti takut kalau sampai di selipkan GPS di dalamnya. " Alhamdulillah ternyata tak ada. " Syukur Ikhsan dengan menghela nafas begitu lega.
" ingat Arlan, sebelum kamu membawa siapapun masuk ke sini pastikan tak ada benda yang dapat melacak tempat ini yang mungkin mereka bawa. saya tak mau sampai tempat ini di ketahui oleh siapapun, ngerti.! titah Ikhsan dengan tegas.
Arlan mengangguk hormat. mungkin kali ini memang dia ceroboh dan untung saja tak ada benda satu pun tak seperti Ikhsan katakan kalau tidak mungkin tempat ini langsung di buru oleh musuh dalam selimut yang belum mau menampakkan jati diri yang sesungguhnya. " baik bos. saya akan selalu mengingat itu. " jawab Arlan patuh.
" ini benar-benar mencurigakan. " gumam Akhsan.
" begini saja Arlan. kamu tau pintu rahasia masuk ke sana kan.? "tanya Akhsan dan Arlan mengangguk " bagus, kamu bawa beberapa orang ke sana dan ambil semua senjata sisakan beberapa untuk menjadi senjata orang yang tinggal di sana dan juga barang-barang berharga yang ada di sana harus kalian pindahkan ke sini . dan ingat katakan pada semua orang yang tinggal di sana untuk lebih waspada. Aku takut mereka mempunyai niat buruk. " titah Akhsan.
" Baik bos " patuh Arlan.
Ikhsan menoleh ke arah Arlan menatapnya dengan ide yang terlintas di otaknya. " Arlan, berikan tugas pada satu atau dua orang untuk ikut serta menjadi anggota dari orang-orang itu dan minta mereka membawa benda ini satu satu. mintalah untuk mengikuti mereka dan selidiki semuanya tentang mereka termasuk siapa tuan mereka sebenarnya " perintah Ikhsan.
" Baik, semua akan sesuai dengan yang bos minta."Arlan keluar dari sana mencari orang yang dapat di andalkan untuk mengemban misi yang sangat berat ini.
" seberapa kuat mereka sebenarnya. dan sebenarnya mereka dari kalangan apa dan siapa.? Akhsan kembali dengan benda yang ada di tangan nya menatap itu dengan bingung begitu pula dengan Ikhsan.
Puas dengan kebingungan mereka, keduanya langsung mengantongi benda-benda itu dan berniat membawanya pulang dan menyimpan nya di rumah saja. Dan menanyakan itu pada Rayyan atau kalau tidak Tasya mungkin salah satu dari mereka ada yang tau.
🌾🌾🌾🌾🌾
Semua sudah selesai dengan sholat subuh berjamaah di masjid. Semua kembali ke tempat mereka masing-masing bersiap-siap untuk menjalankan rutinitas keseharian mereka seperti biasa.
Rayyan hanya bisa celingukan dari tadi karena tak melihat anak kembarnya yang biasanya ikut serta berjamaah di masjid " Kairi, Fatma, dimana suami kalian? Rayyan bertanya dan berhasil menghentikan langkah Kairi dan juga Fatma.
__ADS_1
Kairi dan Fatma terdiam sejenak. mereka kira Akhsan dan Ikhsan sudah pamit dengan Rayyan dan ternyata perkiraan mereka salah
" kami juga nggak tau Pa. Saat kita bangun mereka sudah tidak ada " jawab Kairi mewakili, dan Fatma mengangguk mengiyakan.
" Kemana mereka? tumben-tumbenan mereka seperti ini " bingung Rayyan. " Ya sudah sekarang kembalilah dan bantu Mama kalian seperti biasa "
" Baik Pa. " jawab keduanya serentak dan pergi setelah itu.
" Papa.!! teriak Aisyah dengan nafas ngos-ngosan karena berlari mengejar papa nya. " Papa telinga nya kotor ya.? dari tadi Aisyah koar-koar nggak nyaut sama sekali, atau mungkin sinyal nya kabur ya. " begitu asal Aisyah berkata membuat Papanya harus menggeleng.
" Astaghfirullah, Aisyah. Sampai kapan kamu mau menjaga ucapan mu. Papa selalu ajarkan kamu untuk memperbaiki kata-kata itu, tak sopan bicara seperti itu sama orang tua, Aisyah." ucap Rayyan tak habis pikir.
" kasih aja bodyguard untuk menjaga mulut Aisyah Pa, supaya kalau ngomong bisa di atur. " jawab Aisyah dingin. " lagian ya Pa. yang Aisyah katakan kan emang benar dari tadi Papa di panggil nggak nyaut ya pasti telinga Papa kotor kan perlu di korek "
Sabar-sabar. Rayyan harus lebih sabar menghadapi anak bontot nya yang seperti nya sedikit melenceng dari ketiga abangnya. Meskipun ketiga Abang nya juga tak lempeng-lempeng amat tapi anak gadis nya itu ia lah yang belok nya bener-bener kebangetan.
" Aisyah sayang. bisa alusan sedikit nggak ngomong nya kasian Papa tuh nanti uban nya semakin banyak " Faisal sudah menyusul mereka pun langsung merangkul pundak Aisyah dan menatap nya dengan sebelah mata.
Aisyah berontak tak mau di perlakuan itu sama Faisal, melepaskan diri nya sendiri dari Faisal dan maju beberapa langkah namun masih tetap berada di sana " Apa sih Bang,! Abang Faisal senang banget ikut urusan Aisyah. " Aisyah begitu kesal tak terima meskipun yang Faisal katakan itu adalah benar.
Entah sejak kapan Aisyah memiliki keberanian menjawab dengan orang yang lebih tua seperti sekarang ini. Entah dapat dari mana juga Aisyah berperilaku seperti sekarang bukankah seperti nya Aisyah selama ini berteman pun juga dengan orang-orang yang baik juga tapi entahlah ?
" Tumben Abang Faisal nggak ikut ngelayap juga seperti Abang kembar. biasanya kan kalian selalu tiga serangkai " sinis Aisyah.
Faisal ternganga sejak kapan Dia ikut-ikutan seperti Abang kembar nya, bukannya setiap hari setiap saat dia habiskan waktu di rumah saja selain ke sekolah? bukannya Faisal terus di rumah dan fokus dengan memperdalam ilmu agama karena Faisal lah yang mengemban tugas untuk menggantikan sang Opa nantinya?
" kapan Bang Faisal ikutan Abang kembar? dan sejak kapan juga Abang menjadi komplotan mereka dan mendapatkan gelar sebagai tiga serangkai " Faisal tak terima dengan perkataan Aisyah barusan.
Ini kenapa sih dengan Aisyah tumben-tumbenan dia berperilaku seperti saat ini membuat Rayyan dan Faisal tak habis pikir tentu nya. " Aisyah, sebenarnya kamu itu kenapa, ada masalah.? Rayyan memegangi kedua pundak anak gadis nya menatapnya intens ke bola mata Aisyah dan tatapan mereka pun langsung bertubrukan karena Aisyah melakukan hal yang sama.
" Terus.?
" Terus apanya.? Aisyah mau siap-siap, permisi assalamualaikum " Aisyah melepaskan dirinya dari Papa dan melenggang pergi tanpa sepatah kata apapun lagi.
" Wa'alaikumsalam.. "
Mata Faisal dan Rayyan terus menatap kepergian Aisyah.Heran, ? siapa yang tak heran melihat perubahan Aisyah yang cepat begini, mungkin Aisyah lagi dalam mod yang gak stabil mungkin jadi terlalu sedikit emosional.
" Pa, Sebenarnya ada apa sih dengan Aisyah, tumben. " sejenak Faisal menatap Rayyan dan kembali dengan punggung Aisyah yang sudah jauh.
Rayyan menggeleng pelan, dia juga tak tau dengan Aisyah kali ini ini benar-benar terjadi di luar pengawasan Rayyan dan dia harus lebih lagi dalam mengawasi Aisyah dalam pergaulan mungkin itu sebabnya " Papa juga nggak tau Bang. Sudah lah nanti biar Papa cari tau sekarang pergi lah dan bersiaplah untuk sekolah " Rayyan mengusap bahu Faisal dengan lembut dan tersenyum padanya.
" Iya Pa. Assalamu'alaikum.. " pamit Faisal.
" Wa'alaikumsalam " jawab Rayyan.
Dengan berdiri seorang diri Rayyan mengamati kepergian Faisal, anak satunya ini benar-benar berbeda dia lebih seperti Fahmi Abi nya yang selalu patuh pada orang tua, bahkan kepribadian nya benar-benar sama seperti Fahmi, maklum saja Faisal di nobatkan sebagai penerus pengasuh pesantren setelah Fahmi.
" Ya Allah, Jadikanlah anak-anak ku anak yang membanggakan.dan bisa selalu menjaga kehormatan untuk keluarga besar nya. " doa Rayyan tulus sebelum dia melangkah dan pergi ke pendopo nya.
🌾🌾🌾🌾🌾
Akhsan dan Ikhsan yang sampai rumah sudah sangat terlambat pun langsung bersiap-siap dan tentunya dengan tergesa-gesa karena waktu sudah menandakan pukul setengah tujuh dan mereka juga harus sarapan berlebih dahulu sebelum pergi.
Akhsan keluar dari kamar nya dengan cepat menutup pintu kamar hingga begitu rapat. Tangan nya merogoh sakunya mengambil ponsel untuk memeriksa beberapa pesan yang telah datang.
__ADS_1
Klinting...
Tak sadar benda yang ia bawa dari markas nya terjatuh di depan kamar Akhsan, dan barengan saat itu Aisyah yang juga keluar dari kamar nya. " Itu apa.? gumam Aisyah begitu lirih
Akhsan yang terus fokus dengan ponsel nya tak memperhatikan Aisyah yang di sana, dan Akhsan berjalan begitu saja melalui Aisyah.
Aisyah berlari mengambil benda itu melihat nya dengan begitu teliti. " Pin.! aneh, sejak kapan Abang menggilai barang-barang seperti ini. dan kenapa harus seperti ini yang dia pilih, tiga kepala ular dengan satu badan, apa maksudnya.? Aisyah memicingkan matanya bingung.
" Atau mungkin ini sebuah organisasi gitu, yang memilik tiga anggota namun dengan akar yang hanya satu. atau.? tiga bersaudara yang kandung jadi mereka tumbuh dalam tubuh yang satu.? apa sih.? membingungkan sekali. " Aisyah benar-benar sangat bingung hanya melihat saja. Dan yang Aisyah katakan itu hanya apa yang sontan keluar dari dalam pikiran nya saja.
Aisyah tak mau ambil pusing dan menyimpan nya di dalam tasnya mungkin entah kapan dia juga harus menyelidiki nya untuk mengetahui kebenaran tentang pin tiga kepala ular di satu badan itu.
" Tapi kira-kira Abang kembar dari mana ya.? tak mungkin mereka pergi hanya karena barang seperti ini saja pasti ada tujuan lain, atau jangan-jangan Abang kembar juga seorang mata-mata juga seperti Aisyah, eisshh,, kenapa semuanya harus jadi mata-mata nggak asik dong. " oceh Aisyah sembari melangkah keluar.
Aisyah menggeleng beberapa kali mengambil nafas panjang sebelum dia bergabung duduk dengan semua keluarga nya untuk sarapan.
" Assalamu'alaikum,,, pagi,,!! teriaknya sembari berjalan dengan cepat dan senyuman yang kian melebar.
" Wa'alaikumsalam,, pagi sayang " jawab serentak.
" Pagi bontot. " sambung Ikhsan. " weh senyum nya lebar sama seperti badannya yang semakin lebar juga " ledek Ikhsan.
Bugh...
" Sialan loh ya Bang,,, nantangin Aisyah nih ceritanya. baru aja Aisyah datang langsung sinis gitu aja apa lagi pada sensi nih sama Aisyah, oke. Aisyah akan pergi kalau memang tak di anggap lagi. " Aisyah melenggang pergi dengan membawa sejuta kekesalan nya.
Semuanya cengo, menatap kepergian Aisyah dengan tak percaya. semuanya langsung lempar pandang satu sama lain " ini kenapa dengan Aisyah,? bingung Ikhsan.
Semuanya menggeleng tidak tau. " entah. "
" Ma, apa Aisyah lagi dapet.? sensi amat dia. " tanya Akhsan.
Keisha menggeleng tanda bahwa dia juga nggak tau " mungkin dia lagi ada masalah aja, sudah lah makan saja biar Mama nanti yang bicara sama Aisyah.. "
" tapi Ma, Aisyah berangkat sama siapa.?
" biasanya ada teman nya yang jemput.
" teman.? sejak kapan Aisyah berteman sampai di jemput begini.? weh ini ni, teman yang mungkin berpengaruh buruk pada Aisyah. " ucap Rayyan mengambil kesimpulan. " ini harus di hentikan. jangan sampai Aisyah belok semakin jauh lagi. aku musnahkan tuh teman hitam. "
Sementara di luar, Aisyah tengah menunggu kedatangan mobil yang selalu menjemput nya, .
Tinnnn.,.
Aisyah masuk dengan cepat. " Pak Jon cepat, Aisyah nggak mau terlambat. " sinis Aisyah pada Jon.
hacih...
hacih...
" Baik Nona. " patuh Jon.
Mungkin itulah efek yang Jon dapatkan karena tengah di pergunjingkan dari semua keluarga Aisyah, yang iya kira adalah teman hitam yang membawa pengaruh buruk pada Aisyah.
🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾