
Kedua gadis remaja tengah kebingungan di dalam sebuah ruangan yang sempit. Mereka terus mencari jalan dan mencari akal untuk bisa keluar dari sana. Entah siapa yang melakukan itu pada mereka berdua mereka juga tak tau pasti yang jelas mereka tersadar setelah berada di sana dalam keadaan pingsan.
Gadis yang berseragam sekolah dan yang satunya berseragam OB, siapa lagi kalau bukan kairi dan Fatma.
" Maaf, kakak siapa ya.? tanya Fatma memulai pembicaraan.
Kairi menoleh pada Fatma berusaha tetap tersenyum meskipun di hatinya tengah kebingungan dan ketakutan. " Saya kairi, kamu.? tanya balik kairi.
Fatma mengulurkan tangan, memperkenalkan diri dengan sopan pada Kairi. " saya Fatma,Kak. salam kenal. " jawab Fatma sopan.
Keduanya kembali fokus mencari jalan keluar. Siapa juga yang tega melakukan ini pada mereka, bukankah selama ini mereka seperti tak mempunyai musuh tapi kenapa bisa mereka di culik dan di sekap di sana.
" Kak Kairi punya musuh.? kok bisa di kurung di sini.? tanya Fatma.
" saya rasa selama ini saya nggak punya musuh satu pun, tapi nggak tau kalau ada orang yang diam-diam memusuhiku sih. Kita kan tak pernah tau isi hati orang lain, kadang mereka seperti orang jahat di hadapan kita tapi ternyata dia orang yang baik. Tapi ada juga yang di hadapan kita seperti orang baik ternyata menusuk kita dari belakang. " terang Kairi.
" Iya juga sih."
" Kalau kamu.? apa kamu punya musuh.?
Fatma berfikir sejenak mungkinkah dia punya musuh.? tapi bisa jadi sih setelah dia menang di acara cerdas cermat kemarin siapapun pasti akan iri dan mulai tak menyukai nya kan." Fatma nggak tau sih Kak. Meskipun Fatma itu nakal dan suka iseng tapi Fatma merasa tak pernah menyakiti siapapun. Semua yang kenal sama Fatma sudah tau akan hal itu. "
Baru beberapa saat mereka tersadar dan saling bicara, mereka berdua sudah sangat akrab. Mereka selalu tertawa dan tersenyum karena cerita yang mereka katakan dan semua itu hanya untuk menghilangkan rasa takut karena penyekapan itu.
Entah penyekapan itu dengan tujuan tertentu atau tidak entah itu untuk kejahatan atau tidak, namun mereka berdua merasa semakin dekat dan semakin akrab, Bahkan pembicaraan mereka sudah seperti selayaknya adik kakak yang tak ada ragu untuk menceritakan masalah pribadi masing-masing.
Hingga siang hari mereka masih tak bisa keluar dari sana dan kenapa juga tak ada satupun orang yang datang ke sana. Seandainya mereka di culik bukannya akan ada yang datang untuk melihat keadaan mereka berdua.? apa mungkin memang sengaja di biarkan dan akhirnya mereka berdua akan mati kelaparan di sana.? sungguh kejam yang melakukan itu pada mereka.
Suara adzan dzuhur berkumandang, keduanya langsung tersenyum bahagia. Alhamdulillah masih di berikan hidup hingga waktu solat dzuhur lagi. Keduanya hanya bisa menjalankan solat dengan seadanya, untung mereka memakai alas kaki jadi nggak membutuhkan mukena untuk menutupi nya. lagian mana ada penculik yang menyediakan perlengkapan tawanannya.
Tak ada air pun tak masalah, mereka berdua bisa dengan tayamum kan. Keduanya solat dengan khusuk dan tentunya meminta pertolongan sang Tuhan untuk kebebasan mereka berdua.
Solat tanpa mukena memang terasa aneh untuk Kairi dan Fatma, tapi mau bagaimana lagi daripada mereka tak menjalankan nya itu akan berdosa kan. Kardus bekas yang berserakan di sana pun bisa berguna juga sebagai alas pengganti sajadah.
Dua salam menjadi akhir dari sholat mereka doa mereka panjatkan masing-masing dari dalam hati. Harapan dan Impian pun tak pernah ketinggalan di setiap mereka berhadapan dengan sang Tuhan pemberi hidup. Kedua bersalaman sebagai tanda solat berjemaah telah usai di antara mereka berdua.
Krukkk.. Krukkk....
Perut Fatma berbunyi dengan sangat nyaring, sepertinya cacing peliharaan nya tengah mengadakan demo besar-besaran karena meminta jatah. Entah itu beneran demo atau bahkan mengamuk di dalam sana dan mau menggerogoti perut Fatma yang perlahan-lahan mulai terasa melilit.
" Aww perutku. " Fatma meremas perutnya dengan paksa, berharap bisa menghentikan cacing-cacing di dalam nya yang akan menghabiskan perut nya.
Kairi langsung panik. Bagaimana ini, tak ada makanan apapun di sana bahkan setetes air saja tak ada. Kairi memegangi pundak Fatma dan terus mengelus nya dengan cemas. " Aduh bagaimana ini.?Kamu bisa sabar kan. Kamu juga harus kuat." ucap Kairi yang semakin takut.
"Apa setelah dia tiada nanti giliran ku juga. semoga kalau kami harus tiada, kami tiada dalam waktu yang bersama-sama supaya salah satu di antara kami tak merasa menderita karena tak bisa menolong. " Batin Kairi yang sudah jauh menuju kematian.
" Kak, perut Fatma sakit sekali.! ucap Fatma yang sudah semakin memucat.
Mata Fatma perlahan-lahan mulai tertutup kesadaran Fatma pun mulai hilang." Kak.....
Fatma pingsan dengan kepala di pangkuan Kairi.
__ADS_1
" Ya Allah bagaimana ini. " Kairi semakin panik bagaimana dia bisa menolong Fatma. Mata Kairi pun berkaca-kaca hingga akhirnya tak bisa menahan air matanya. " Fatma.! Bangun.!! teriak Kairi dengan sedikit menggoyangkan tubuh Fatma.
🌾🌾🌾🌾🌾
Gadis kecil tengah berada di bawah pohon. bersembunyi dari keramaian dan membuka HP nya di sana. Tawanya langsung keluar setelah melihat siaran langsung kedua pria kembar yang tengah kebingungan dengan wajah yang sangat panik.
" Rasain loh Bang. Siapa suruh nggak dengerin ide dari ku. " gumam Aisyah menyeringai senang.
Ya ternyata adiknya sendirilah biang dari semua masalah menghilang nya Fatma dan Kairi. Aisyah benar-benar keterlaluan merencanakan semua itu seorang diri tanpa ada yang mengetahuinya.
" Hahahaha..!! tawa Aisyah begitu keras melihat kedua abang nya yang ia permainkan." sekarang lihat keadaan kakak ipar ah. "
Layar ponsel bergeser ke tempat lain, dimana kedua gadis itu berada. Mata Aisyah langsung terbelalak melihat mereka sangat menderita yang satunya terus menangis hingga matanya bengkak, sedangkan yang satunya dalam keadaan tak sadarkan diri.
" Astaga Aisyah, kamu benar-benar keterlaluan. Belum juga mereka menjadi kakak ipar kamu, secara tak langsung kamu udah mau membunuh nya. Aisyah , matilah kau. " gumam Aisyah panik.
Aisyah berlari dengan cepat membawa tas nya yang memang tak dia tinggal di dalam kelas. Sebenarnya dia sudah izin terlebih dahulu untuk pulang tadi dengan alasan sakit perut dan gurunya pun juga langsung percaya begitu saja.
Aisyah menghubungi seseorang terlebih dahulu sebelum sampai di jalan raya. Hingga pas dia sampai sudah ada mobil yang terparkir di sana yang menunggu nya.
" Dasar kalian bodoh. Nggak becus bekerja, sia-sia kalian ikut aku kalau kamu malah mau membunuh kakak ipar ku. " ucap Aisyah dalam amarah dan sudah duduk di kursi penumpang" cepat jalan.!! Awas ya kalau sampai kedua kakak ipar ku kenapa-napa kalian yang harus bertanggung jawab. "
Kedua laki-laki bertubuh kekar yang berada di depan Aisyah hanya bisa menelan ludahnya sendiri. meskipun mereka berbadan besar namun nyatanya mereka takut hanya dengan gadis kecil di belakang mereka. "Ma-maaf Nona. " ucap mereka bersamaan dengan suara gemetar.
" Maaf maaf. Awas ya kalian. " Aisyah begitu marah dengan laki-laki di depannya. mungkin mereka juga yang terlalu bodoh karena mengurung kedua gadis kurus tanpa memberikan makanan apapun.
" cepat cepat..!! kalau dalam lima menit nggak sampai,aku masukan kamu ke sumur biar dimangsa sama harimau. " ucap Aisyah kesal.
" Ish..!! astaga. Kalian bener-bener ya. " Aisyah semakin kesal. " berhenti.!!! teriak Aisyah dengan kencang.
Laki-laki itu pun menginjak pedal rem depan tiba-tiba hingga Aisyah terjedot kursi pengemudi di depannya. " Kamu mau buat aku mati, Hahh..!! ingat ya kalau sampai aku mati siapa yang akan membayar kalian.! dasar anak buah nggak becus. " omel Aisyah.
" Maaf Nona. Saya terkejut jadi saya menginjak rem mendadak. Lagian Nona sih teriak mendadak. " gerutu sang sopir.
" Heyy..!! sejak kapan bos yang salah. Dimana-mana bos itu selalu benar dan harus benar, mengerti.!! Aisyah turun dari mobil dengan tergesa-gesa, dan menutup pintu mobil pun dengan keras hingga kedua laki-laki itu terjengkit kaget. " Brakkk...
" Astaga." keduanya mengelus dada. " Sabar-sabar. "
" Kecil-kecil kalau ngamuk mengerikan. Udah kaya Harimau kelaparan, Bud. " ucap laki-laki sopir panggil saja Jon
" Iya Jon. Sebenarnya siapa di antara kita yang kecil sih Jon.? dia atau kita . " ucap Budi.
" yang pasti kita hanya besar di tubuh saja Bud tapi kecil di nyali. Tapi beda dengan dia, dia kecil tubuh tapi besar di nyali, dan besar di uang juga. " jawab Jon.
"Hahaha..!! tawa kedua girang.
Tawa mereka langsung di kunci dengan rapat saat Aisyah masuk mobil dengan mata tajam nya dan dengan aura wajah yang mematikan. Blushhh,...., keduanya langsung takut dan menunduk.
" Kenapa kalian ketawa.? gunjingin Aisyah, iya.! gunjingin aja terus gaji bulan ini di tunda hingga satu tahun ke depan. " ketus Aisyah.
" Eng-enggak Nona. Siapa yang berani gunjingin Nona. "
__ADS_1
" Cepat jalan.! ingat,ti ga me nit.! nggak sampai awas!! " Kakak ipar maafkan Aisyah ya. besok kalau kakak ipar udah nikah sama Abang, Aisyah siap kok di jewer sampai telinga Aisyah putus. "
Mobil melaju dengan cepat, meskipun mustahil namun Jon tetap harus berusaha kalau tidak dia akan dimangsa oleh Harimau di dalam sumur. Ucapan gadis kecil ini tak pernah main-main semua harus sesuai apa yang ia katakan.
Mobil terparkir di sebuah halaman yang sangat luas namun rumah yang di sana sangat kecil. Rumah yang tak lagi berpenghuni mungkin hanya makhluk astral saja yang tinggal di sana.
" Telat lima menit. Gaji potong lima puluh persen. " ucap Aisyah dengan angkuh.
Aisyah turun dengan membawa makanan, minuman dan juga obat yang ia beli tadi di jalan. Karena perbuatan nya dia harus bisa memperbaiki semuanya jangan sampai dia menjadi pembunuh karena kecerobohan nya.
" Woiii.!! kalian nggak mau dapat gaji selama satu tahun..!! teriak nya lagi melihat Budi dan Jon yang masih berada di dalam mobil.
" Iya Nona. Maaf.!!
Jon dan Budi terbirit-birit mengejar Aisyah dan berjalan di belakang Aisyah dengan terus menggerutu di dalam hati mereka masing-masing.
" Fatma, bangun Fatma.!! Kairi terus menggoyang kan tubuh Fatma hingga dia perlahan-lahan mulai membuka matanya.
" Alhamdulillah, akhirnya kamu bangun juga, kau membuat aku hampir mati ketakutan Fatma. " ucap Kairi sembari mengusap air mata yang masih tak mau berhenti.
" Maaf Kak, Fatma salah. " Fatma berusaha untuk bangun dan Kairi pun membantu nya.
" sekali lagi maaf ya Kak.
Kairi mengangguk. Lega akhirnya melihat Fatma bangun dari pingsan nya. Kairi langsung memeluk tubuh kecil Fatma dengan hangat " jangan buat aku takut lagi ya. Kita harus bisa keluar dari sini bersama-sama. "
Hati Fatma begitu nyaman. inikah rasanya memiliki seorang kakak.? di perhatikan, di sayang, di tangisi saat sakit. Rasa yang tak pernah Fatma dapatkan dari siapapun dan kini dia dapatkan dari Kairi. Kakak perempuan yang tiba-tiba datang meskipun dengan cara yang sangat menegangkan. " iya Kak.
Brakkk....
Pintu di dobrak dari luar hingga pintu itu terbang jauh dari tempatnya. Meskipun sebenarnya kuncinya berada pada yang mendobrak nya tapi mereka harus bisa membuat seolah-olah mereka tengah menolong nya.
Aisyah berlari masuk mendekati Fatma dan Kairi dengan wajah sedih. " Kak Kairi,! Kak Fatma.!! teriak Aisyah.
Kairi dan Fatma terkejut. Bagaimana bisa Aisyah menemukan mereka berdua. bahkan dari tadi pagi tak ada satupun nafas yang keluar dari manusia di tempat itu selain mereka berdua. " Aisyah.. " pekik keduanya.
Aisyah duduk di sana. Berakting itu memang susah tapi tidak untuk Aisyah bahkan Kairi dan Fatma percaya begitu saja dengan semua yang Aisyah katakan. " Kakak makanlah, kalian pasti lapar kan. Kebetulan tadi abis pulang sekolah Aisyah beli untuk Mama, tapi tak apa di makan kakak dulu. " Aisyah tergesa-gesa membukakan makanan untuk Fatma dan Kairi dari dalam plastik.
" Tidak usah Aisyah. Ini untuk Mama kamu kan.? lebih baik kita cari makan saja di luar. " ucap Kairi.
" tidak tidak.! bagaimana kalian punya tenaga untuk berjalan. " ucap Aisyah. " Dasar penculik nggak punya norma nyulik ya nyulik tapi mbok ya di kasih makan gitu napa. Aisyah tongseng kalau sampai ketemu sama Aisyah. "
Kedua laki-laki yang berdiri di dekat pintu terus saja merutuki Aisyah. Dia sendiri yang menjadi penculik nya kenapa dia marah-marah. " benarkah itu Nona. silahkan saja kalau mau di buat tongseng bahkan saya akan senang hati melihatnya. dan setelah itu saya akan bebas dari Nona. " batin Jon.
" ternyata bos ku pintar juga berakting . Seharusnya dia mendapatkan piala Oscar tahun ini. tapi tidak mungkin lah bukannya dia mau jadi tongseng sebentar lagi. " batin Budi.
Seperti merasakan tengah di gunjing Aisyah langsung menatap keduanya dengan mata elang, Keduanya langsung tertunduk takut dan bulu kuduk mereka langsung bangun saat itu juga .
" hehehehe.." keduanya hanya mampu meringis manis di hadapan Aisyah.
"Awas kalian sampai berani menertawakan ku. Danau Toba menanti kalian berdua. awassss.. "
__ADS_1