Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
175.Kekacauan


__ADS_3

_________


Kembali lagi ke dunia halu ku, semoga selalu suka ya..


Jangan lupa tinggalkan like dan komen nya biar makin semangat..


Yuk siapa yang mau request untuk kedepannya buat cerita abang kembar...


Mau lanjut atau mau End aja...


🤣🤣🤣🤣


kagak ada komen berarti setuju kalau dalam waktu dekat akan End..


🤣🤣🤧🤧🤧


-----------__Happy Reading___--------


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Tasya, Joe dan juga Rico langsung di bawa ke rumah sakit. sedangkan Akhsan, Ikhsan dan juga Marco saling berbagi tugas.


Ikhsan dan juga Fatma mengantarkan mereka ke rumah sakit dengan di ikuti satu mobil sebagai pengawal mereka. sedangkan Marco, Akhsan dan juga Arlan pergi ke pesantren sesuai dengan perintah Rico.


Meskipun belum tau apa yang akan terjadi di sana namun mereka tetap mengikuti perintah Rico. Mereka sangat takut kalau kali ini juga benar.


Sementara markas Ular berkepala tiga di ledakkan begitu saja atas perintah Marco, karena Marco tak mau ada masalah di kemudian hari.


Ikhsan dan Fatma sangat khawatir dengan keadaan mereka bertiga, dari tadi mereka tak sadarkan diri, bahkan sampai rumah sakit mereka belum juga sadar.


Di rumah sakit mereka bertiga langsung di tangani oleh dokter spesial termasuk Airin dan juga David.


Airin sempat syok karena kedatangan mereka bertiga, Airin yang sama sekali tak di beri tahu akan masalah ini membuat dia kesal.


Meskipun kesal namun bukan sekarang saatnya untuk marah, namun nanti setelah keadaan semuanya membaik.


" kalian hutang penjelasan pada aunty! " ujar Airin dengan mata tajamnya.


Beberapa dokter datang dengan berlari dan langsung mendekati Airin, mereka pun bergegas masuk ke UGD untuk menangani mereka bertiga yang sementara ini masih ada dalam saru ruangan,yang hanya di tutup dengan korden yang menjuntai panjang.


Seorang perawat pun menutup pintu setelah semua dokter masuk memastikan tak ada lagi yang bisa masuk kecuali hanya pihak medis, termasuk Ikhsan dan Fatma pun juga tidak.


" Mas, sekarang kita harus bagaimana? Fatma takut " ujar Fatma.


Ikhsan merangkul Fatma, mengecup keningnya dan membuat hati Fatma sedikit tenang, mungkin hanya itu yang bisa dia lakukan kali ini. Meskipun Fatma tak melihat langsung kejadian tadi Ikhsan tetap yakin kalau Fatma merasa sangat takut.

__ADS_1


" jangan takut,Mas ada si sini, Mas akan selalu bersamamu dan melindungi mu " ucap Ikhsan dan mengecup kening Fatma lagi.


Fatma sedikit tenang setelah itu, dan mereka berdua pun duduk di kursi tunggu bersama-sama. Namun itu tetap gak membuat Ikhsan tenang, dia sangat gelisah dengan keadaan semuanya dengan mereka bertiga yang ada di ruang UGD dan juga semuanya yang ada di rumah.


"di sini ada Aunty, pasti mereka semua akan aman begitu juga dengan Fatma. Tapi yang ada di rumah? mereka semua pasti membutuhkan ku " batin Ikhsan yakin.


Ikhsan membelai kepala Fatma dan membuat nya menatap Ikhsan, " ada apa, Mas? " tanya Fatma yang seolah tau akan masalah yang kini Ikhsan alami.


Melihat wajah Ikhsan yang gelisah dan begitu gusar pastilah Fatma akan langsung mengetahuinya.


" Fatma, kamu di sini sebentar ya. Mas harus menolong Bang Akhsan. Kamu tidak apa-apa kan kalau Mas tinggal sendiri, kamu pasti aman di sini. disini ada Aunty yang akan menjaga kamu dan menjaga mereka " ucap Ikhsan memberi pengertian.


" tapi Mas, "


"kenapa, apa kau takut? " tanya Ikhsan.


" bukan takut Mas, tapi..? " Fatma terdiam sejenak seraya berfikir dengan keras, " baik deh, tapi nanti Mas langsung kesini kan kalau semuanya sudah beres. Dan Mas harus janji akan baik-baik saja "


" Mas janji " Ikhsan pun kembali merengkuh tengkuk Fatma dan mengecup kening nya dan secara bersamaan Fatma meraih tangan Ikhsan dan mencium punggung tangan nya. " assalamu'alaikum.. "


" Wa'alaikumsalam,, Hati-hati mas "


Ikhsan pun beranjak dan langsung pergi untuk menolong Akhsan .


🌾🌾🌾🌾


Mereka bernafas lega tak ada hal yang harus di takutkan, namun beberapa detik kemudian mereka semua terkejut karena ada ledakan yang sangat keras dan menghancurkan salah satu ruangan yang ada di paling ujung.


" Allahuakbar!!! " teriak Akhsan yang benar-benar terkejut.


" Kita lihat ke sana! " seru Marco seraya menepuk pundak Akhsan dan mereka langsung berlari.


Ini benar-benar bencana untuk kedua kalinya setelah dulu saat Oma Tasya masih aktif dengan status nya sebagai mafia, dan setelah itu tak terjadi lagi hingga sekarang dan kali ini harus terjadi lagi.


Semua berhamburan keluar, mereka berlari mencari tempat yang bisa mereka gunakan untuk berlindung dari bencana ini.


Arlan pun langsung membantu mengevakuasi semua orang yang ada di sana, dan setelah semuanya berkumpul mereka di bawa pergi untuk sementara waktu ke tempat yang lebih aman.


" Mass!! " teriak Kairi yang terjatuh saat dia berlari.


Akhsan yang tadinya berlari ke lain arah menoleh setelah mendengar teriakan istrinya yang seolah kesakitan dan meminta tolong.


" Kairi " pekik Akhsan.


Akhsan berlari dengan cepat, menghampiri Kairi yang sangat ketakutan bahkan tubuhnya sudah gemetaran dan keringat dingin sudah mulai keluar.

__ADS_1


" Astaghfirullahalazim, Kairi " Akhsan pun membantu Kairi berdiri, namun karena lutut Kairi terluka dan tak mungkin untuk berjalan sendiri Akhsan pun langsung menggendongnya.


Kairi di bawa lari oleh Akhsan, di bawa ke tempat dimana semua orang berkumpul untuk menunggu mobil yang akan membawa mereka pergi dari sana ke tempat yang lebih aman.


" kamu ikut mereka, mereka adalah orang-orang nya Mas, jadi kamu nggak usah takut. Mas harus menyelamatkan yang lain dulu " ucap Akhsan dengan sangat gusar.


" tapi Mas!! " tangan Kairi menggantung begitu saja setelah Akhsan melepaskan tangannya yang tadi di pegang oleh nya. Akhsan sudah keburu lari untuk menyelamatkan yang masih tersisa, termasuk Mama nya dan juga Papa nya sendiri yang seharusnya tadi belum juga terlihat.


" Mari mbak ikut kami, Ketua pasti akan baik-baik saja. Percayalah dan doakan yang terbaik untuk Ketua " ajak salah satu dari anak buah Akhsan.


" tapi..?? "


Kairi masih sangat ragu untuk pergi, dia sangat khawatir jika akan terjadi sesuatu dengan suaminya.


" sudah, Mbak. ini bukan tempat yang aman untuk kalian semua untuk sekarang kita harus pergi dari sini " ajaknya lagi.


Dengan sesekali menoleh ke belakang ke arah Akhsan pergi tadi Kairi tetap melangkah pergi, mungkin benar kata anak buah dari Akhsan, di sana bukanlah tempat yang aman untuk nya dan semuanya,


" Mas harus baik-baik saja, Mas harus jemput aku setelah semuanya selesai " gumam Kairi.


____


Akhsan , Marco dan para bala tentaranya terus mencari Rayyan dan juga Keisha dan juga mencari orang yang telah melakukan semuanya.


" pasti ini perbuatan laki-laki bi*dab berani-beraninya di membuat masalah disini. Tunggu baku menemukan mu, dan saat aku menemukanmu kau akan mati di tanganku " sungut Marco yang begitu emosi.


Duarrrrr.....


Suara ledakan kembali terjadi dan itu ada di bangunan di sebelah masjid. Lagi-lagi mereka semua terkejut dan langsung menatap tempat itu yang sudah hancur dan hampir rata dengan tanah.


" Allahuakbar!! " teriak Akhsan lagi.


Terlihat dengan jelas ada beberapa orang yang berlari menuju ke ruangan yang lain Akhsan pun langsung berlari secepat kilat sembari berteriak.


" Woii..!!! " teriak Akhsan seraya berlaro mengejar orang itu yang kini menuju ke pendopo milik Rayyan.


Entah dimana Rayyan sekarang sedari tadi tak terlihat. Akhsan sangat khawatir, dia harus secepatnya menemukan kedua orang tuanya.


" Siapa kalian!! " terdengar suara teriakan yang begitu sangat keras dari dalam, membuat Akhsan langsung berlari ke arah sumber suara itu.


" Papa.! " teriak Akhsan seraya berlari.


_______________


Bersambung...

__ADS_1


__________


__ADS_2