Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
128.Generasi


__ADS_3

Nessa masuk ke rumah sederhana nya dengan lemas. Tangannya menggandeng Edo yang masih terus menyimpan tanda tanya dalam otaknya. Langkah nya melemas, dan akhirnya terduduk lesu di kursi kecil.


Edo terus menatap Nessa dengan bingung, sikap keras nya Nessa kini telah berubah semenjak bertemu dengan Fatma tadi di depan supermarket.


"apakah ini karma yang Allah berikan padaku dan mas Hans. aku meninggalkan mereka berdua demi ingin mengejar harta dunia, dan sekarang karena kebodohan ku aku tak mendapatkan harta itu dan juga aku harus kehilangan kedua anakku " batin Nessa yang penuh dengan penyesalan.


Edo menyentuh bahu Nessa, membuyarkan lamunan nya. " Ibu kenapa? " tanya Edo bingung dengan keadaan ibunya yang sekarang " siapa kakak tadi, Bu? apa Ibu mengenalnya? atau kakak tadi keluarga kita? " imbuh Edo yang mengeluarkan semua yang sedari tadi menjadi pernyataan di dalam kepala nya.


Nessa tersenyum kelu, bagaimanapun juga Edo harus tau tentang kedua kakak nya yang selama ini dia sembunyikan kebenarannya dari Edo.


Nessa memegangi kedua bahu Edo membawa nya menghadap di depan nya.


" kakak tadi?, kakak tadi namanya Kak Fatma dia adalah kakak nya Kak Aira. dan kamu tau? mereka berdua adalah kakak nya Edo " jawab Nessa pelan, memberikan pengertian pada Edo sebaik-baiknya.


" jadi Edo punya dua kakak?, dan kak Aira? kak Aira kakak Edo? " tanya Edo.


Nessa mengangguk mengiyakan, bulir kristal keluar begitu saja dari mata Nessa mengingat betapa bodoh nya dia dan betapa kejamnya dia sebagai seorang Ibu yang tega membuang darah daging nya sendiri.


" Iya, mereka berdua adalah kakak kandung Edo. " jawab Nessa.


" terus, kenapa mereka tidak tinggal dengan kita, Bu. dan kenapa waktu kak Aira tinggal bersama kita kenapa Ibu dan ayah menyiksa nya? " tanya Edo lagi dan lagi.


Hati Nessa terasa tertampar dengan keras oleh pertanyaan Edo barusan, Nessa sadar dan sekarang dia begitu menyesal telah melakukan itu pada Aira dulu. Hati seorang Ibu nya benar-benar telah tertutup rapat saat itu hingga dia tinggal dengan anak kandung nya bertahun-tahun tapi tetap saja dia tak bisa mengenalinya.


" maafkan Ibu, Edo. maafkan Ibu " Nessa merengkuh tubuh kecil Edo memeluknya dengan kuat. mulutnya belum sanggup untuk mengatakan semua kebenaran yang sesungguhnya yang membuat mereka tak tinggal bersama-sama.


Nessa begitu takut, seandainya dia mengatakan sekarang dengan jujur pasti Edo akan sangat membenci nya dan kemungkinan Edo bisa meninggalkan nya.


Edo membalas pelukan Nessa menaruh dagunya di bahu Nessa. " Ibu jangan sedih, Edo yakin kita bisa tinggal bersama lagi. dan Edo tidak kesepian lagi " ucap Edo menghibur Nessa.


Semenjak Fans tertangkap oleh Marco, Fans seakan hilang di telan bumi begitu saja tak ada kabar tentang keberadaan nya hingga sekarang, membuat Nessa dan Edo harus meninggalkan rumah yang dulu dan sekarang hanya mengontrak di rumah yang kecil dan sangat sederhana.


" iya sayang, kita pasti akan tinggal bersama " jawab Nessa yang penuh harapan meskipun itu terasa sangat mustahil karena kejahatan yang dia lakukan pada Aira dan juga Fatma.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Bang, apa abang sudah mengatakan tentang Nara pada kakak ipar? " tanya Ikhsan.


Kejadian yang menimpa Nara karena perbuatan dari Marco harus segera di tuntaskan, dan apapun yang terjadi Marco harus bertanggung jawab akan perbuatan nya.


Akhsan menggeleng, Akhsan belum bisa mengatakan itu pada Kairi karena dia takut Kairi akan kepikiran dan akan berdampak pada kehamilan nya. " Belum, " jawab Akhsan singkat.


" apapun keadaan nya kakak ipar harus tau, Bang. karena aku yakin sekarang pun kakak ipar pasti sangat memikirkan Nara, dia kan sahabat nya, Bang. " ucap Ikhsan.


Akhsan termenung sejenak. apa yang di katakan oleh Ikhsan semuanya benar, bagaimana pun keadaan Kairi harus tau lagian dia juga sudah berjanji untuk membantu Nara untuk menemukan pelaku yang telah merenggut kehormatan yang telah Nara miliki dan selalu dia jaga.


" nanti akan aku katakan pada Kairi " jawab Akhsan." terus gimana dengan ujian Fatma, Ikhsan. kenapa sepertinya kamu tenang-tenang saja, padahal hanya tinggal beberapa hari lagi kan dia ujian " tanya Akhsan.


Ikhsan tersenyum dan berjalan mendekati Akhsan bergabung duduk di sofa " aman Bang. Dia sudah siap untuk ujian itu.aku yakin dia akan mendapatkan apa yang aku harapkan, dia akan mendapatkan nilai yang luar biasa, dan aku benar-benar yakin dia tidak akan mempermalukan ku " jawab Ikhsan begitu yakin akan kemampuan Fatma.


Setiap malam Ikhsan terus saja membuat Fatma berjuang penuh untuk belajar, tak akan dia biarkan Fatma tidur jika tugas dari Ikhsan belum selesai, jadi mana mungkin dia tidak yakin.

__ADS_1


" yakin sekali kau. apa yang kamu lakukan emangnya? sepertinya kamu tak melakukan apapun? "


" iya kali, apapun yang kami lakukan harus lapor pada Abang, kita juga butuh privasi kali. " Jawab Ikhsan tegas.


" terserah kamu lah. "


" udah lah Bang, Ikhsan mau siap-siap ke sekolah bisa telat kalau ngobrol terus sama Abang "


Ikhsan beranjak dan secepatnya pergi ke kamar nya untuk bersiap-siap.


🌾🌾🌾🌾🌾


Pelajaran yang terasa sangat membosankan bagi Fatma pagi ini, bagaimana tidak bosan setiap malam dia di gembleng habis-habisan oleh Ikhsan. semua pelajaran harus di pelajari oleh Fatma dan tak boleh tidak.


Fatma menumpu dagunya dengan telapak tangan nya yang terselip bolpoin di sana, matanya menatap Ikhsan yang tengah menjelaskan di depan sana. " membosankan " gerutunya malas.


Fatma beralih menempelkan pipinya di meja menyembunyikan dengan tangan yang ia lipat lalu memejamkan matanya untuk tidur.


Fatma benar-benar mengantuk karena begadang semalam, Ikhsan sungguh keterlaluan padanya memberikan tugas yang sangat banyak dan harus di selesaikan pada malam itu juga.


Tak butuh waktu lama, Fatma langsung mendengkur membuat semua teman-teman nya menatapnya nya heran.


" pagi-pagi udah ngorok aja tuh miss " ujar Santi tak habis pikir.


" iya " saut Mirna menanggapi sembari menggelengkan kepalanya tak percaya, miss mereka benar-benar luar biasa. Ujian tinggal beberapa hari malah dengan santainya dia malah tidur.


Si tangan jail pun mulai beraksi tangan siapa lagi kalau bukan Rico yang sudah berpindah duduk di samping Fatma.


Rico mengambil gantungan tas yang ada di tas nya Santi lebih tepatnya pinjem sih dan langsung di setujui oleh sang pemiliknya.


Rico mengerjai Fatma dengan bulu halus di gantungan itu membuat Fatma sesekali nyengir namun masih sangat enggan untuk membuka matanya.


" lanjut " lirih Santi yang sudah berdiri di samping Rico memperhatikan tingkah Rico.


"sip " Rico mengangkat ibu jarinya ke atas dia perlihatkan pada semua temannya dan juga senyum usilnya.


Plakkk...


Dengan keras Fatma menepuk pipinya sendiri dengan tangan nya karena rasa gelinya dan mengira sebuah lalat yang mengganggu tidur nya.


Semua menutup mulut, berusaha untuk tidak tertawa saat itu juga.


Plakkkk....


Kedua kalinya Fatma menampar sendiri pipinya dan kali ini semua teman-teman nya tak lagi mampu untuk menahan nya.


"Hahaha...!!!!


Tawa terlepas dari semaunya membuat Fatma terkejut dan langsung terbangun. Tangan Fatma mengusap mulutnya yang mungkin terdapat iler di sana membuat semua semakin tertawa terpingkal.


" hahaha,,, !! miss ngiler... hahaha,,!! tawa Rico sangat keras dan juga semua teman-teman nya yang juga ikut menertawakan Fatma.

__ADS_1


Ikhsan pun juga sama terkejut nya seperti Fatma, dia fokus menjelaskan mata pelajaran untuk semuanya tapi ternyata tak di perhatikan tapi semua malah asyik mengerjai Fatma yang tidur di kelas.


" Ada apa ini ? " tanya Ikhsan yang sudah menghadap ke arah belakang.


" Fatma,! apa yang kamu lakukan? " tanya Ikhsan dan beralih menatap tajam ke arah Fatma.


Wajah Fatma tertekuk semua itu tak akan terjadi jika Ikhsan tak membuat nya harus begadang semalam. " pakai nanya lagi? ini kan gara-gara Mas Ikhsan. coba saja tak membuat Fatma begadang semalam pasti Fatma tidak akan di tertawakan seperti ini kan. " gerutu Fatma dalam Hati.


Riko membungkuk di samping Fatma dengan senyum jaim nya karena mendengar kata hati dari Fatma barusan " Cie cie.. begadang nya ngapain miss, buat generasi penerus ya? " bisik Rico sekenanya.


Mata Fatma melotot terang benderang, tangan nya mengambil buku yang ada di depan nya dan seketika....


Plokkk...


Dan buku itu berhasil mendarat di wajah Rico. " sembarangan kalau ngomong, belum pernah nyicipin sepatu ya? " kesal Fatma. katanya sepatu tapi yang mendarat hanya sebuah buku, Rico masih beruntung hari ini.


" sepatu rasa apa miss? rasa coklat atau rasa Strawberry atau rasa vanila? apapun rasanya yang enak itu kalau rasa bayar, iya kan Ric? " celetuk Mirna.


" Hahaha..!! tawa Sinta heboh.


Sudah sakit karena perbuatan Fatma sekarang Rico harus mengelus dada karena kata-kata Mirna barusan. Mirna benar-benar pintar jadi tukang provokasi dan seperti nya memang sudah sangat handal.


" sudah-sudah,, kalian ini mau belajar atau mau bercanda. cepat kerjakan soal yang di depan, sampai salah kalian harus Les sampai Sore " ancam Ikhsan kesal.


" sabar pak, sabar. orang sabar di sayang jodoh" celetuk Rico sembari berjalan di depan Ikhsan. " Rico berhenti pas di dekat Ikhsan dan berbisik di sana. " jangan sering di paksa pak, nanti nggak enak. apa lagi keseringan begadang nanti sakit loh, dan generasinya batal jadinya " Rico melenggang dengan cepat setelah mengatakan itu pada Ikhsan.


Begadang? generasi yang batal? Ikhsan di buat tak bisa berkata-kata lagi karena Rico. seketika Ikhsan tau kenapa Fatma menampar Rico dengan buku, semua itu karena kata-kata Rico barusan.


" pantesan? "


"pantesan apa Pak!! " teriak Rico yang sudah duduk di bangku nya sendiri.


semua menoleh ke arah Rico. semua melotot bingung sebenarnya apa yang di katakan Rico barusan begitu juga Ikhsan di sangat bingung bagaimana Rico bisa tau apa yang ada di dalam hatinya.


" hadeuh,, sebenarnya apa yang di katakan mas Ikhsan, kenapa Rico mengatakan itu, hadeuh parah..!! " batin Fatma.


" miss butuh obat? " tanya Rico lagi dan membuat semua semakin bingung. " hehehe,,, maaf salah ngomong " meringis nya tak boleh sampai semua nya tau akan keahlian yang di miliki Rico.


" Sial" gumam Fatma.


" sudah sudah, cepat kerjakan,!! teriak Ikhsan.


semuanya mengangguk patuh dan langsung fokus ke arah papan tulis yang ada di depan mereka, termasuk Fatma juga.


Sekali lagi Ikhsan menatap Rico dengan bingung, sebenarnya apa yang Rico miliki kenapa Rico seakan-akan tau segalanya.


" hehehe "' meringis Rico yang sadar di perhatikan oleh Ikhsan.


Ikhsan menggeleng acuh sebelum akhirnya dia duduk di kursi nya sendiri dan menunggu semua muridnya menyelesaikan tugas darinya.


🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Siapa yang Kangen sama Rico,, yuk tunjuk jari...


__ADS_2