Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
133.Kenapa?


__ADS_3

Akhsan dan Ikhsan masih setia di dalam mobil nya yang sudah berhenti, di saat itu juga orang-orang itu mendekat dan langsung menggedor kaca jendela di samping Akhsan dan Ikhsan.


" keluar kalian,,!! ucapnya dengan suara yang menantang.


Tak ada kepanikan yang berarti dari Ikhsan dan Akhsan, mereka berdua malah terlihat santai menanggapi kejadian itu. Bahkan mereka berdua tersenyum sinis menatap mereka semua bergantian.


" Keluar,,!! teriak nya.


Brakk brak...


kaca terus mereka gedor dan semakin lama membuat mereka berdua kesal.


" sebenarnya mereka mau apa sih, Bang. " tanya Ikhsan, sedangkan Akhsan mengangkat kedua bahunya tidak tahu." sepertinya mereka memang mau cari mati"


Akhsan dan Ikhsan keluar dari mobilnya secara bersamaan tanpa rasa takut dan panik.


" Sebenarnya apa yang kalian inginkan,!! tanya Ikhsan dengan suara tinggi.


" yang kami inginkan adalah mayat kalian,!!" jawab salah satu diantara mereka dengan ngotot.


"Hhh.. " alis Ikhsan terangkat matanya menatap mereka semua satu persatu dengan pergantian. " Benarkah kalau begitu Kita buktikan siapa yang akan menjadi mayat hari ini juga." jawa Ikhsan dengan santai.


" berdebah..!! beraninya kamu menantang ku rupanya sudah tak sabar lagi untuk menjemput ajal mu? serang mereka.!! teriak ketua dari mereka. semua langsung mengeroyok Akhsan dan Ikhsan dengan kekuatan mereka yang tak bisa di sepelekan juga.


Ikhsan melambaikan tangan yang menghadap atas meminta lawan untuk segera melawannya mengambil kuda-kuda dan beberapa orang berlari dengan cepat ke arahnya untuk melawan mereka berdua.


" coba aja kalau bisa" Jawab Ikhsan.


" Rasakan ini..!! " teriak nya.


Mereka semua saling beradu kekuatan menunjukkan betapa hebatnya mereka semua. Namun, itu tidak akan membuat si kembar pantang menyerah dan mundur begitu saja mereka berdua terus meladeni mereka semua dan membuat mereka babak belur karena permintaan mereka sendiri.


" Kurang ajar kalian berdua.!!" ucap salah satu dari mereka yang sudah terluka dan juga tangan nya sudah memegangi dadanya yang terasa sakit karena di tendang oleh Akhsan barusan.


Dengan kekuatan dan kemampuan beladiri mereka berdua mereka melawan semua orang yang telah mengeroyok mereka dan tak kenal ampun. Entah mengapa mereka berdua menjadi brutal, menghajar mereka hingga mereka semua berakhir dengan luka yang sangat parah.


Pukulan demi pukulan mereka semua tujukkan kepada si kembar, namun dan kemampuan mereka berdua mereka dapat menghalau dengan mudah hingga mereka begitu ringan membanting lawan.


Akhsan dan Ikhsan menyeringai puas setelah berhasil melumpuhkan mereka semua, mereka berdua mengibaskan tangan mereka yang terasa sedikit kebas, merenggangkan otot mereka yang barusan di pergunakan untuk mengajar mereka semua.


" ternyata hanya segitu saja kemampuan kalian.!" sinis Ikhsan. orang yang berjumlah enam orang itu sudah terkapar tak berdaya di di aspal dengan luka berat.


Ikhsan melangkah maju mendekati salah satu dari mereka, mencengkeram bajunya dengan tatapan sadis, "'siapa yang menyuruh kalian,? " tanya Ikhsan dengan suara menekankan.


Orang itu masih bisa tersenyum meskipun keadaan tubuh nya sudah tak memungkinkan. Meskipun melihat tatapan mata dari Ikhsan yang menakutkan tapi itu tidak bisa membuat nya takut sama sekali.


" Bukan urusan mu siapa yang telah menyuruh kami. bahkan sampai kami mati pun kamu tak akan mendapatkan informasi apapun dari kami" ucapnya dengan terbata-bata.


" Oh,, rupanya kalian anjing yang patuh juga ya sama majikan kalian. Oke oke.. kita buktikan siapa yang bisa bertahan lebih lama" ucap Ikhsan dengan menyeringai.


Orang itu bingung sebenarnya apa yang akan Ikhsan lakukan padanya. " apa yang akan kamu lakukan,!!! "


" Bukan urusan mu juga. " jawab Ikhsan santai.


Disaat yang bersamaan dengan Ikhsan bertanya dengan orang itu, segerombolan yang di pimpin oleh Arlan datang.


Ikhsan menoleh setelah mendengar mobil Arlan datang dan langsung berdiri berjalan menjauh dari orang itu "'Urus mereka semua, bawa mereka ke markas. Aku dan Abang akan segera ke sana "'titah Ikhsan.


Arlan dan para ajudannya mengangguk dan segera menyeret enam orang itu dan membawanya pergi dari sana.

__ADS_1


" Kami permisi Bos. " ucap Arlan.


Akhsan dan Ikhsan mengangguk, " Hm.. " jawab Ikhsan singkat.


" jaga mereka baik-baik, masukkan mereka ke ruang bawah tanah. biarkan kami yang akan melakukan nya nanti "' Akhsan angkat bicara.


" Baik. "


Arlan begitu patuh dengan semua permintaan Akhsan dan Ikhsan, dan setelah memberikan jawaban yang singkat itu Arlan pergi dari hadapan mereka berdua.


🌾🌾🌾🌾🌾


Tumben-tumbenan tak seperti biasanya kali ini kairi terlihat sangat kesal, bahkan dia juga tidak semangat saat berada di dapur untuk memasak penuh makan malam.


Fatma yang melihat hanya bisa terheran karena ini ada pemandangan yang baru pertama kali dilihat oleh Fatma. " Kakak kenapa sih.?" tanya Fatma bingung.


Kairi hanya menoleh dengan acuh dan menjawab dengan nada dingin. " enggak apa-apa" jawabnya. Tangan yang terus memotong cabe dengan ukuran yang tak seperti biasa.


Fatma berjalan mendekati kairi mengambil pisau dari tangan ksiri dan beralih menggantikannya " kalau begini pekerjaan kita gak akan pernah selesai Kak " ucap Fatma.


Fatma menoleh sejenak ke arah kairi yang kini malah berdiri mematung di belakang nya. " kakak kenapa sih?. apa kakak mau apa gitu, bisa lah cerita dengan Fatma, mungkin nanti aku bisa bantu " imbuh Fatma.


" Nggak tau,, "'jawab Kairi yang malah bingung sendiri.


" Lah,,!! terdengar suara yang benar-benar terkejut dari Fatma, bagaimana tidak? Kairi yang yang seperti itu dia juga bingung karena tak tau apa sebabnya, bagaimana dengan Fatma.


" kakak mau makan sesuatu, atau mau kemana dan melakukan apa gitu? " tanya Fatma. berusaha mencari tau apa sebenarnya keinginan dari Kairi.


Kairi menggeleng " tidak.! " berjalan dan duduk dan langsung menarik wadah sayuran, tangan nya pun mulai beraksi namun dengan malas. " kenapa Mas Akhsan belum juga pulang " gumam nya matanya melirik ke arah pintu masuk.


Fatma tersenyum, ternyata itu lah yang membuat Kairi menjadi tak karu-karuan dan kehilangan semangat nya, alasannya karena dia ingin sekali melihat Akhsan dan bertemu dengan nya.


" Bukan itu Fatma, tapi aku hanya merasa khawatir saja, dan juga aku merasa tidak tenang. semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan Mas Akhsan " jawab Kairi.


" Amin..!! jawab Fatma dengan suara keras dan jelas.


Baru beberapa detik saja mereka membicarakan Akhsan kini dia sudah melangkah masuk ke dapur bersama Ikhsan di belakang nya.


Kedua laki-laki itu tersenyum melihat istri mereka yang tengah sibuk membuatkan makan malam untuk mereka berdua.


" assalamu'alaikum " ucap salam mereka bersama secara bersamaan.


" Wa'alaikumsalam " jawab Kairi dan Fatma juga yang hampir bersamaan.


Fatma dan juga Kairi langsung beranjak meninggalkan pekerjaan mereka untuk menyambut kedatangan suami mereka, dan tak lupa mereka mencium punggung tangan nya dan beralih mendapatkan kecupan di kening mereka masing-masing.


" kenapa Mas Ikhsan dan juga Abang Akhsan lama sekali, tuh lihat dari tadi ada yang menekuk wajah terus " ucap Fatma matanya melirik ke arah Kairi.


" apa sih, dia bohong, Mas. " elak Kairi.


" hahaha,,!! " Fatma tertawa melihat Kairi yang menutupi nya dari Akhsan, padahal dengan jelas tadi dia sangat ingin bertemu dengan Akhsan tapi sekarang dia malah mengelak nya.


Ikhsan menoel pipi Fatma, membuat Fatma langsung menoleh ke arah Ikhsan yang tengah tersenyum. " kenapa? " tanya Fatma polos.


" apa kamu tidak merindukan ku, seperti kak Kairi yang merindukan Abang.? " tanya Ikhsan.


" Nggak,!! " jawab Fatma ketus.


Ikhsan menggelengkan kepalanya, sementara Kairi dan Akhsan hanya bisa menertawakan tingkah mereka berdua yang terkadang seperti anak kecil.

__ADS_1


" kenapa ketawa? " kesal Ikhsan.


" nggak,, hanya lagi pengen aja " jawab Akhsan dan berusaha menahan tawanya namun seperti nya tak bisa. " Hahaha,,!!


" Dasar kampret,!! " sungut Ikhsan.


Ikhsan berjalan dengan kesal meninggalkan tempat itu sementara Akhsan dan Kairi masih terus menertawakan nya.


" Masss,!!! " Fatma berlari mengejar Ikhsan dan langsung merangkul lengan nya setelah sampai di sisinya. " jangan marah dong, Fatma kan hanya bercanda " ucap Fatma dengan Wajah imut.


Ikhsan terus diam tak menghiraukan apa yang di lakukan Fatma di sebelahnya, bahkan Ikhsan tak menoleh dan melirik Fatma sedikitpun.


" Mass,, " panggil Fatma yang mulai kesal karena di abaikan.


Lagi-lagi Ikhsan hanya terus diam. " Mass!!


Sampai masuk ke kamar nya pun Ikhsan masih tetap diam, sementara Fatma masih terus merangkul lengan Ikhsan. Fatma begitu bingung bagaimana caranya membuat Ikhsan tak lagi mengacuhkan nya.


Dengan sengaja Fatma mendorong tubuh Ikhsan dan berakhir terjatuh di ranjang dengan terlentang. Fatma melompat naik, duduk di pangkuan Ikhsan lalu tidur tengkurap di tubuh Ikhsan.


"'Mas Ikhsan,, kalau marah jangan keterlaluan dong. nanti Fatma suruh tidur di luar baru tahu rasa loh "'ancam Fatma sembari jarinya telunjuknya menggaruk-garuk dada Ikhsan.


" aku yang marah kenapa harus aku yang tidur di luar " jawab Ikhsan.


Fatma tersenyum, akhirnya Ikhsan sudah bicara lagi. Fatma mengangkat wajah nya tersenyum menatap wajah Ikhsan yang terlihat lelah. " Mas lelah sekali ya.? apa perlu Fatma pijitin? "


" nggak,,!!


" kenapa?.


" nggak bisa plus plus juga. " jawab Ikhsan.


" Hahaha,,!! maaf Mas, kan itu di luar kehendak Fatma " tawa Fatma heboh. mana mungkin bisa pijat plus-plus kalau Fatma lagi kedatangan tamu bulanan nya kan.


" maka dari itu, aku nggak mau " jawab Ikhsan. " tapi kalau sekedar...... "


" oh,, nggak mau ya, ya sudah Fatma lanjut masak lagi. " Ucap Fatma memotong perkataan Ikhsan yang entah mau mengatakan apa. Fatma beranjak dengan cepat dari tubuh Ikhsan dan berlari tunggang langgang keluar dari kamar.


" Heyy,, aku belum selesai bicara.! " teriak Ikhsan. " eitss anak itu. " imbuhnya pasrah.


Sementara Kairi dan Akhsan, setelah Ikhsan dan Fatma pergi mereka pun juga pergi dari dapur menuju ke kamar dengan berangkulan.


Ada rasa puas di benakmu Kairi setelah bertemu dengan Akhsan, bahkan tatapan nya tak pernah lepas dari wajah Akhsan.


" Kamu kenapa? " tanya Akhsan bingung.


Kairi menggeleng " tidak apa-apa, hanya pengen saja " jawab nya dan Akhsan mengangguk.


Di saat Akhsan dan Kairi hampir sampai di kamar, di saat itu juga Tasya masuk. Mata jeli Tasya berhasil menangkap benda kecil yang terjatuh dari saku Akhsan, seketika Tasya mendekat tanpa memanggil cucunya itu.


Tasya mengambil benda itu dan langsung khawatir juga syok saat melihat benda itu.


" Benda ini,,??"


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Kira-kira benda apa ya yang Tasya dapat...

__ADS_1


apa mungkin benda itu ada sangkut pautnya dengan masa lalunya.....


__ADS_2