
Kabar tentang pengeroyokan Faisal telah sampai ke telinga Aira. dia sudah langsung menduga itu adalah perbuatan dari ayah angkat nya yang tak pernah akan mengampuni siapapun yang telah mengacaukan rencananya.
Aira menangis tersedu-sedu di pojok kasur matanya menatap kosong di hadapan nya, seperti nya memang tak ada lagi harapan untuk dia bahagia dan tak ada alasan untuk dia bertahan di sana. bertahan di sana hanya akan membuat orang yang baik padanya akan tersiksa karena ulah ayah angkat nya.
" Apa mungkin aku akan pergi dari sini dan menyerahkan diri pada Ayah, tapi bagaimana kalau aku benar-benar akan di nikahkan dengan orang kejam itu, aku gak mau aku takut. " Ucap nya dalam tangis.
" tapi jika aku tak pergi dari sini bagaimana kalau sampai orang yang ada di sini terluka lagi seperti Kak Faisal. dia sudah sangat baik padaku dan apa aku akan membiarkan dia terus menderita karena aku. "
Aira terus menangis dan terus bergumam hingga dia tak sadar kalau ada yang masuk dan sudah duduk di hadapan nya. wanita yang sudah tua itu mengelus bahu Aira dan pastinya akan mengejutkan nya juga. " Oma " pekik Aira.
Tasya tersenyum menatap Kasihan Aira yang sedih dan menyalahkan diri nya sendiri karena kejadian yang menimpa Faisal. "ini bukan salah mu, Aira. ini adalah kemauan dari Faisal untuk melindungi mu. kamu jangan pernah berfikir kalau kami semua akan membiarkan kamu kembali dan menderita di tangan ayah angkat mu. Tidak, Aira. kamu pasti akan terlepas dari ayah mu secepatnya yakin lah pada takdir yang Allah siapkan untuk mu. takdir itu akan segera datang, yakin lah. dan jangan pernah berfikir untuk pergi dari sini kamu harus tetap tinggal demi kami semua, demi kakak kamu dan juga demi kebahagiaan mu, Aira. " ucap Tasya.
" tapi Oma, Aira nggak mau kalian semua kesusahan karena Aira, Aira nggak mau Oma "
" Stttt,,, kami tidak pernah merasa apa yang kamu takutkan tapi kami malah sebaliknya kami senang bisa melindungi mu dari kejahatan. kamu yang sabar ya sebentar lagi pasti akan berlalu " Tasya memeluk Aira yang masih sangat sedih. Aira sudah seperti cucunya sendiri bagi Tasya.
" terimakasih Oma "
" Hmm.. "
πΎπΎπΎπΎπΎ
Kedua laki-laki kembar tengah bingung memikirkan langkah apa yang akan dia ambil sekarang. mereka belum mengenal dan tau pasti siapa dan seperti apa yang namanya Fans itu.
Ikhsan dan Akhsan duduk bersebelahan dengan tangan menompang dagu mereka dan melamun berfikir dengan keras. " Bang, kita harus selidiki Fans itu secepatnya. aku curiga dia tak akan berhenti sampai di sini saja, dia pasti akan melakukan hal yang lebih berbahaya lagi sebelum dia mendapatkan apa yang dia ingin kan. " ucap Ikhsan mengawali pembicaraan.
" kamu benar dek. aku dengar Fans adalah ketua preman jadi Abang rasa ini sangat mudah untuk kita mencari tau keberadaan dan mengenal dia orang seperti apa. dan setelah itu kita harus cepat bertindak sebelum semuanya menjadi semakin rumit. " ucap Akhsan.
Akhsan dan Ikhsan masuk ke tempat yang benar-benar tersembunyi dari orang lain ternyata bukan hanya Aisyah yang mempunyai tempat rahasia bahkan abang kembar pun juga mempunyai nya.
" hey kamu,!! teriak Akhsan memanggil salah satu ajudan kepercayaan nya.
ajudan itu mendekati Akhsan dan menunduk hormat layak nya dengan seorang pemimpin.
" apa yang bisa saya kerjakan tuan "
" aku mau kamu cari tau tentang Fans, dia seorang ketua preman di setiap jalanan kota. dia memiliki banyak anak buah dan dia juga sangat kejam, saya mau informasi itu secepatnya. "'ucap Akhsan tegas.
" baik tuan akan saya laksanakan "'jawab ajudan dan kembali membungkuk hormat sebelum pergi dari hadapan Akhsan dan Ikhsan.
" ahh, sudah sangat lama kita tidak berlatih Bang, bagaimana kalau kita berlatih sebentar sebelum pulang, ya sekedar untuk mengasah kemampuan " ucap Ikhsan sembari merenggangkan otot-otot nya yang terasa sangat kaku.
" boleh juga, yuk. "
Keduanya melangkah masuk ke tempat pelatihan yang sangat luas terdapat banyak macam senjata di sana. Mereka bukan mau berlatih dengan senjata melainkan hanya sekedar melatih kembali ilmu bela diri yang sangat lama tak mereka gunakan sama sekali.
Keduanya selalu imbang dalam hal apapun begitu juga dengan ilmu bela diri mereka berdua sangat imbang bahkan tak ada yang kalah dan menang hingga akhir berlatih sampai keduanya terasa sangat lelah dan saat itulah keduanya mengakhiri pelatihan mereka berdua.
" kau masih sangat kuat Dek. " puji Akhsan sesekali tangan nya mengusap keringat yang keluar begitu deras.
" Abang juga masih sama seperti dulu tak ada yang berkurang, " ucap Ikhsan juga memuji.
Wajah tampan dan lembut kedua nya itulah yang di kenal di luaran sana tapi tidak ada yang mengenal sisi lain dari mereka berdua jika amarah nya sampai ke puncak ubun-ubun, semua harus kalah oleh mereka berdua. bukan hanya saudara kembar tapi mereka juga partner yang baik dalam hal menyelesaikan masalah. meski harus bertaruh nyawa sekaligus.
Jiwa-jiwa sang Oma ternyata benar-benar turun temurun hingga ke semua cucu-cucunya. jiwa Mafianya ternyata tak bisa lepas begitu saja dengan mudah dari semua keturunan Anastasya Wilona putri dan seperti nya darah-darah Mafia akan tetap mengalir hingga ke anak cucunya mendatang.
" Bang. dulu Oma pasti sangat hebat ya. kalau tidak tidak mungkin kan kita bisa menjadi seperti ini. "
" iya, Oma dulu pasti sangat kuat. bahkan dia seorang perempuan saja bisa melawan begitu banyak musuh dan kita juga harus seperti itu kan. ya meski bukan untuk membunuh sih. kata Opa tugas kita hanya mengingatkan dan memberi tahu jalan yang benar pada orang, kalau untuk menghukum bukan lah kekuasaan kita itu adalah kuasa untuk sang Pencipta " jawab Akhsan.
Mereka berdua sangat tau diri untuk bertindak mereka bisa mengambil tengah di antara Oma dan juga Opa nya. mereka harus bisa menjaga nama baik untuk keluarga besarnya jadi mereka harus berfikir dengan matang sebelum bertindak.
__ADS_1
" yuk Bang pulang, kasian Kak Kairi dia pasti sudah menunggu Abang " ucap
Ikhsan.
" Halah bilang aja loh yang kangen sama Fatma, pakai cari alasan tentang keadaan Kairi,, " tebak Akhsan yang sebenarnya tak meleset sama sekali dan benar.
" iya sih, kan buat basa-basi gitu Bang " Jawab Ikhsan.
" Huhh dasar,,!! yuk. " Akhsan menarik leher Ikhsan dan mengajaknya keluar secepatnya.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Fatma begitu sangat khawatir kepada Ikhsan yang belum juga pulang. setelah berhasil menemani Aira dan membuat nya tertidur sekarang Fatma berada di kamar nya sendiri menunggu Ikhsan yang tak kunjung datang
" mana sih pak Ikhsan, kenapa sampai malam gini nggak pulang,? atau jangan -jangan dia lagi sama cewek di luar sana. kan Fatma belum bisa memberikan hak nya, bagaimana kalau dia mencari kepuasan di luar, tidak tidak. pak Ikhsan dia orang baik tak mungkin melakukan itu pada Fatma tidak tidak, Astaghfirullah Fatma kamu harus bisa percaya pada Pak Ikhsan. bagaimana kamu bisa meragukan nya. Astaghfirullah Fatma kamu telah berdosa " ucap Fatma memberikan ceramah nya pada dirinya sendiri
Fatma kembali mondar-mandir tak jelas tangan nya meremas tangan yang lain hingga memerah matanya berkali-kali menatap pintu entah kapan Ikhsan akan membuka pintu dari luar " pak Ikhsan, pulanglah. Fatma sangat khawatir, bagaimana kalau pak Ikhsan mengalami hal serupa seperti Faisal, tidak tidak. Pak Ikhsan harus baik-baik saja "
Mata Fatma menoleh ke arah arloji yang menggantung di tembok waktu sudah menandakan pukul 11 malam tapi Ikhsan belum juga pulang " Pak Ikhsan pergi kemana sih "'
Pintu terbuka dengan pelan dari luar menampakkan wajah Ikhsan yang terlebih dahulu muncul dari belakang pintu. " assalamu'alaikum " lirih Ikhsan menatap Fatma yang mondar-mandir. Ikhsan menutup pintu perlahan berhenti sejenak dan tersenyum melihat Fatma yang mengerucutkan bibir nya dan belum menyadari kedatangan nya. " Assalamu'alaikum " ucap Ikhsan sekali lagi.
Fatma menoleh dan langsung berlari memeluk Ikhsan dengan melepaskan semua kekhawatiran yang terpendam sedari tadi
" pak Ikhsan kemana aja sih.? aku sangat takut pak Ikhsan kenapa-napa bahkan aku gak bisa tidur karena menunggu. " ucap Fatma manja.
Ikhsan membalas pelukan Fatma. dan langsung menggendong tubuh kecil istri nya dan membawa nya ke kasur dan duduk memangku istri nya yang masih terus kesal.
" sudah dong cemberut nya, kan sekarang aku sudah pulang dan alhamdulillah dalam keadaan baik-baik saja " jawab Ikhsan sembari satu tangan nya menyibak rambut Fatma yang menutupi matanya.
" emang Pak Ikhsan dari mana sih "'
" ada kerjaan mendadak Fatma, dan harus di kerjakan sekarang juga. kenapa, kamu merindukan ku.? " tanya Ikhsan seketika mengubah wajah Fatma menjadi memerah.
" ih jadi nggak rindu nih , kalau begitu aku pergi aja lagi nemenin Faisal di rumah sakit "
" eh jangan jangan!! kalau bapak pergi terus Fatma tidur sama siapa. terus yang meluk Fatma siapa? tanya Fatma.
sudah menjadi kebiasaan bagi Fatma tidur di temani oleh Ikhsan dan juga mendapatkan pelukan hangat dari nya. dan itu seketika langsung membuat Fatma bisa tertidur dengan lelap.
" apa hanya kamu yang mendapatkan pelukan hangat, terus aku,?
" Hmm,,?? ya deh nanti Fatma peluk pak Ikhsan. tapi nggak ngapa ngapain ya. hanya peluk saja. takut nya nanti pak Ikhsan minta yang lebih lagi kan Fatma masih sekolah dan juga Fatma takut kalau sampai Fatma hamil gimana? ucap Fatma dengan wajah imut.
Ikhsan meringis terpaksa, sebenarnya dia ingin sih mendapatkan yang lebih, setiap malam dia harus tersiksa karena hanya bisa memeluk Fatma saja tanpa melakukan hal yang lain lagi yang lebih bisa memanjakan dirinya.
" tidak akan sayang, aku akan menunggu sampai kamu bersedia. tapi kalau hanya karena takut hamil bukan nya kita bisa pakai pengaman kan "bisik Ikhsan di akhir kalimat.
Mata Fatma terbelalak. menatap Ikhsan yang terus mengedipkan matanya dengan genit. " ihhh pak Ikhsan mesum " teriak nya tak terima.
dan kedua tangan nya memukul dada Ikhsan..
Ikhsan menangkap tangan Fatma menahan nya ke dalam tangan nya. Matanya menatap lekat mata Fatma yang juga menatapnya. " seenggaknya aku bisa kan merasakan manis nya bibir mu " lirih Ikhsan dan langsung menyatukan bibir mereka.
Hanya melakukan itu saja Ikhsan sudah terasa melayang ke udara dia begitu menikmati setiap jengkal wajah dan Bibir Fatma bahkan kedua lidah mereka sudah saling bertaut dan mengecap rasa manis getir nya air ludah mereka.
Ikhsan membaringkan Fatma di kasur dengan bibir mereka yang masih menyatu. rasa nikmat itu tak bisa di akhiri begitu saja oleh Ikhsan apalagi Fatma yang juga ikut menikmati permainan itu membuat Ikhsan tak bisa lagi menahannya.
Fatma sampai mengerang penuh kenikmatan saat Ikhsan menjelajahi lehernya dengan lidahnya. Tubuh Fatma kian menegang dan merasakan desiran panas yang mengalir lewat darahnya. " Pak,, " lirih Fatma. " Ahhh pak,,, "
Hampir saja Ikhsan membuka baju Fatma dan Ikhsan langsung tersadar dia tak boleh sampai melakukan yang lebih dari ini sebelum Fatma lulus nanti atau masa depan Fatma akan hancur karena nafsu sesaat yang di miliki oleh Ikhsan. " maaf " ucap Ikhsan menyesal.
__ADS_1
" bapak nggak salah, mungkin Fatma yang salah karena membuat Bapak harus menunggu lama. " ucap Fatma.
"' kamu tidak salah, sekarang tidur lah besok kamu harus sekolah jangan sampai kamu mengantuk di kelas, sini biar bapak peluk " Ikhsan mengangkat kepala Fatma menaruhnya di atas tangan dan memeluk nya dengan tangan yang lain.
" maafin Fatma Pak, "
" Sstttt, sudah. sekarang tidur "
" maafkan Fatma pak, Fatma tau bapak pasti sangat tersiksa kan setiap malam. maafkan Fatma " batin Fatma menyesal.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Sama di tempat yang lain. Kairi tengah menunggu kepulangan Akhsan. sesekali Kairi menatap pintu dan kembali lagi dengan tugas kampus yang sangat banyak.
" kemana Mas Akhsan pergi hingga selarut ini. semoga saja Mas Akhsan cepat kembali dan dalam keadaan baik-baik saja " Gumam Kairi dan kembali fokus.
" Assalamu'alaikum " lirih Akhsan . matanya menatap Kairi yang belum tidur dan masih di meja belajar.
" Wa'alaikumsalam, " Kairi menyambut Akhsan menyalami dan mengambil jaket yang Akhsan kenakan. " Mas dari mana kok sampai malam gini baru pulang? tanya Kairi.
" Makasih sayang " ucap Akhsan seketika mencium kening Kairi setelah Kairi melepaskan jaket nya. "'Mas ada kerjaan penting. terus kenapa kamu belum tidur?
" nungguin Mas, sekalian ngerjain tugas " jawab Kairi.
Akhsan manggut-manggut. ", sekarang tidurlah. ini sudah sangat malam " perintah Akhsan.
" tapi Mas, tugas Kairi belum selesai " jawab Kairi yang masih enggan.
Akhsan mengambil aba-aba tanpa sepengetahuan Kairi mengangkat tubuh Kairi dan menurunkan nya di kasur dan langsung menyelimuti nya. " tidur sayang "'Akhsan menyusul berbaring di sebelah Kairi.
"'Tapi Kairi belum ngantuk Mas. "'?!
" Hmm,,? belum ngantuk.? Hmm,, apa tamu mu udah pergi.? tanya Akhsan.
"'emangnya kenapa.?
"'ya kita bisa melakukan itu kalau tamu nya udah pergi, kan katanya belum ngantuk.?
" Hehehe, maaf mas tapi tamu nya belum pergi." meringis Kairi
"'ya sudah nggak apa-apa masih ada hari esok.sekarang tidur lah. "'pinta Akhsan.
Kairi terdiam dan mulai menutup matanya berharap bisa menutup mata nya tapi ternyata tak semudah itu, karena Akhsan tiba-tiba menciumi leher Kairi dan membuatnya menggeliat kegelian " Mas geli. "
"' aku hanya mau mencium istri ku saja. tolong izinkan aku, aku tak akan meminta lebih kok sungguh "" ucap Akhsan merengek.
iya kali minta lebih kan Akhsan tau kalau Kairi masih dalam masa kedatangan tamu.
Kairi pasrah dan membiarkan Akhsan melakukan apapun sesuai kehendaknya . Meskipun dalam masa Haid namun Kairi tetap bisa merasakan ada rangsangan yang luar bisa hingga Kairi tak henti-hentinya melenguh penuh kenikmatan membuat Akhsan tak segan lagi menjelajahi yang tidak tertutup akan baju Kairi bahkan dengan sengaja Akhsan juga meremas bukit kembar Kairi hingga Kairi berkali-kali kembali melenguh kenikmatan. "
" Mas.. "ucap Kairi menegang.
" iya sayang,, " jawab Akhsan di sela-sela aktivitas nya.
" Mas,,!"' Kairi terus merasakan kenikmatan.
" sekarang tidur lah sudah malam, kita lanjutkan besok saat tamu mu udah pergi "ucap Akhsan dan langsung memeluk Kairi.
" Hmm" Kairi mengangguk menahan malu karena tadi berkali-kali dia mengeluarkan lenguhan halus.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
__ADS_1
πππππππππ
maaf kan Author ya. bukan maksudnya membuat kalian panas dingin. jangan berfikir macam-macam jika kalian bacanya Siang, karena author nulisnya malam. πππ€π€π€π€