
Sebuah undangan melalui chat membuat Rico datang ke perusahaan Ikhsan, berjalan pelan namun pasti untuk segera sampai di ruangan sang CEO.
Langkah nya terhenti karena ada yang menghentikan nya." permisi, apa kamu Rico? tanya laki-laki itu yang tak lain adalah Anton Asisten nya Ikhsan.
Rico mengangguk menatap Anton yang terdiam setelah bertanya" iya, saya Rico. apa pak Ikhsan ada? saya sudah ada janji dengan nya" jawab Rico.
" pak Ikhsan sudah menunggu, mari saya antar" Anton mengayunkan tangan nya ke depan mempersilahkan Rico berjalan terlebih dahulu dan segera masuk ke lift khusus menuju ruangan Ikhsan.
" Hm.. Siap-siap di introgasi nih. Hufff.. malas sebenarnya " batin Rico sembari menggeleng
malas.
Ting...
Lift terbuka dengan lebar Rico dan Anton pun bergegas ke ruangan Ikhsan. sudah dari tadi Ikhsan mewanti-wanti pada Anton kalau Rico datang harus langsung di antar ke ruangan
Tok tok tok...
Anton terlebih dahulu mengetuk pintu seperti biasa meskipun sudah di tunggu-tunggu tapi anton tetap harus mematuhi aturan sebelum masuk ke ruangan bos nya
" Masuk.!! teriak Ikhsan dari dalam.
" Mari," ajak Anton mempersilahkan Rico untuk masuk " Assalamu'alaikum pak. ini orang yang Anda tunggu telah datang " ucap Anton sembari menunduk hormat.
" Assalamu'alaikum pak" salam Rico datar.
" Wa'alaikumsalam " jawab Ikhsan dan juga Akhsan yang ternyata sudah ada di sana juga.
Anton pergi setelah tugas nya selesai.
" Duduk lah. " perintah Ikhsan menyuruh Rico duduk di sofa dan di susul oleh nya dan juga Akhsan.
" ya elah gini banget sih. seperti mau di sidang saja. " batin Rico.
" Ada apa pak? apa ada yang bisa Rico bantu? tanya Rico, menatap Ikhsan yang masih berfikir mau dari mana memulai nya namun Rico sudah terlebih dahulu memulai nya.
" kata Fatma kamu mengetahui di mana Aisyah dan shelvia, apa kamu bisa tunjukkan pada kami? " ucap Ikhsan tanpa basa-basi.
Apa yang harus Rico katakan saat ini. kalau dia memberi tahu keberadaan mereka tapi dia tak punya hak untuk itu lagian mereka berdua belum mengambil keputusan. " maaf Pak. saya....
" kenapa? apa kamu tidak mau membantu kami? " Akhsan angkat bicara.
" bukan seperti itu pak, tapi....
" tapi kenapa.!!
" saya tidak bisa memberi tau bapak, tapi tenang saja saya akan bantu. yakin lah sebentar lagi mereka pasti akan pulang " jawab Rico yakin.
Bagaimana Rico seyakin itu akan kata-kata bahkan Akhsan dan Ikhsan pun masih ragu.
" Tapi Rico.?
" bapak tenang saja, mereka akan pulang tunggu aja satu sampai dua hari mereka pasti akan pulang "
Clink...
Notif pesan masuk di ponsel Akhsan dan Ikhsan. keduanya pun langsung melihat nya. sebuah Foto kebersamaan Aisyah dan Rico yang sedang naik di bianglala tadi malam, di kirim jelas dari Arlan orang kepercayaan Akhsan dan Ikhsan di markas.
Keduanya begitu bahagia meskipun belum melihat Aisyah secara langsung tapi seenggaknya mereka bisa melihat Aisyah meski lewat foto saja.
Akhsan dan Ikhsan langsung menatap Rico, Ikhsan memberikan ponsel nya pada Rico supaya Bisa di lihat nya " jelaskan ini? kapan kamu bersama dengan Aisyah. " tanya Ikhsan.
Rico mengambil ponsel Ikhsan dan langsung melihat foto nya dan malah membuat Rico berdecak " Ck.. udah kayak buronan aku " celetuk nya.
" jelas kan Rico " saut Akhsan.
" itu semalam pak, saya tidak sengaja bertemu dengan Aisyah. karena saya mau bertanya dan tak mau dia kabur lagi ya udah saya ajak aja dia naik itu "'terang Rico.
" Aisyah bersama siapa ke sana?
" ada Shelvia juga dan satu pria seumuran dengan Saya. " jawab Rico jelas, membuat Kedua nya mengernyit bingung, dan bertanya-tanya siapa sebenarnya pria yang Rico maksud.
__ADS_1
Rico tersenyum geli membuat Akhsan dan Ikhsan semakin bingung, tak ada angin tak ada hujan tapi bisa mengubah Rico menjadi orang yang tidak waras, tersenyum sendiri.
" kenapa kamu senyum? " tanya Ikhsan heran.
" Hm.., tidak.! Tak ada yang tau apa apa akan Aisyah dan shelvia lakukan saat pulang nanti dan hanya sekelebat saja datang di mata batin Rico dan membuat nya tersenyum geli seorang diri.
" Ada-ada aja tuh anak" Rico menggeleng.
Akhsan dan Ikhsan saling tukar pandang. berfikir macam-macam akan Rico, apa mungkin Rico juga kurang sedikit otaknya? sehingga dia tersenyum.
" udah ya pak, Rico mau pulang ada banyak kerjaan. " pamit Rico dan hampir mau beranjak namun kembali lagi duduk. " oh ya. jangan terlalu di pikirkan akan mereka berdua, lebih baik kalian lebih fokus dengan perusahaan kalian. jangan sampai ada di tusuk dari belakang oleh orang lain " ucapnya mengingatkan.
Keduanya terhenyak. apa maksud dari Rico, di tusuk dari belakang? apa coba " maksud mu? "
" udah ya pak. besok-besok undang Rico lagi, tapi kalau undang itu di suguhi apa gitu. masak tamu di biarkan kelaparan " ucapnya nya. " Assalamu'alaikum.. "
Rico berjalan dan hampir saja membuka pintu namun di kembali menoleh " oh iya Pak, jaga rumah baik-baik jangan sampai kecolongan kalau ada penyusup masuk, sekali lagi Assalamu'alaikum. "
" Wa'alaikumsalam. " jawab keduanya serentak.
Kata-kata yang penuh dengan teka-teki yang Rico katakan, semuanya begitu membuat Akhsan dan Ikhsan bingung karena tak tau maksudnya.
" semoga saja Rico bukan orang yang bermuka dua. "' ucap Ikhsan yang penuh harap.
" iya" Akhsan mengangguk dan masih dengan mata melihat pintu yang sudah tertutup.
🌾🌾🌾🌾🌾
Akhsan dan Ikhsan terus memikirkan semua kata-kata Rico. semuanya begitu jelas dan seperti terputar ulang dan ulang hingga membuat mereka berdua pusing.
" Astaghfirullah Bang, pusing aku lama-lama " keluh Ikhsan.
" Sama" jawab Akhsan singkat
" Assalamu'alaikum,, " sapa Akhsan dan Ikhsan bersamaan. keduanya celingukan karena seperti nya tak ada orang. tak ada yang menjawab salam mereka berdua.
Keduanya putus kan untuk pergi ke kamar masing-masing dan segera istirahat sejenak sebelum datang waktu maghrib tiba.
kakinya mengayun semakin dalam, meletakkan tas nya dan juga melepaskan jas beserta sepatunya.
Mata Akhsan melirik ke ranjang dan ternyata istri tercinta nya tengah tidur meringkuk dan menyelimuti seluruh tubuh nya.
Terlihat dengan jelas kalau Kairi juga menggigil dan membuat Akhsan dengan tergesa-gesa mendekati nya duduk di samping nya dan menyentuh kening nya memastikan keadaan Kairi.
" Astaghfirullah,, Kairi! kamu kenapa? panik Akhsan setelah memeriksa Kairi yang suhu tubuh nya di atas rata-rata. " Kairi heyy" Akhsan menepuk-nepuk pipi Kairi perlahan dan membuat Kairi menggeliat.
" Aku nggak apa-apa Mas, aku hanya dingin saja" jawab nya dengan lemas.
" kamu udah minum obat? tanya Akhsan dalam kepanikan nya dan Kairi hanya menggeleng namun belum juga mau membuka matanya.
" kamu udah makan? " tanya nya lagi dan lagi-lagi Kairi menggeleng, " sebentar " Akhsan berlari keluar untuk mengambil makan untuk Kairi beserta minum dan juga obat.
Sementara di kamar Ikhsan....
" Hmm Hmmm hmm..
Ikhsan berlari mendengar rintihan Fatma yang tertutup rapat di kasurnya bahkan semuanya tertutup dengan selimut begitu pun juga kepalanya.
" Fatma " panggil Ikhsan namun tak dapat jawaban.
Ikhsan duduk di sisi Fatma membuka perlahan-lahan selimut yang menutupi Kepala nya. " Fatma, kenapa? " tanya Ikhsan.
"nggak tau Mas, setelah pulang dari sekolah tadi. Fatma langsung begini " Jawab Fatma dengan mulut gemetar.
" kamu udah makan? " tanya Ikhsan dan Fatma menggeleng " Astaghfirullah.. kenapa kami nggak hubungi Mas sih kalau kamu sakit "
" Fatma nggak sakit kok Mas, hanya menggigil sedikit aja kok" jawab Fatma.
" ya sudah kamu di sini sebentar Mas ambil kan makan " Ikhsan langsung beranjak dan berlafi keluar kamar untuk mengambilkan Fatma makan.
" kok bisa sakit sih" gumam Ikhsan dengan langkah cepat nya.
__ADS_1
Sesampainya di dapur Ikhsan mengernyit sedang apa Akhsan sibuk di sana, dan sama seperti dirinya belum ganti baju apalagi mandi, mereka masih bau acem tentunya.
" Abang ngapain? " tanya Ikhsan dan mengagetkan Akhsan.
Akhsan menoleh menghentikan tangannya yang hampir mengambil nasi. " mau ambil makan " jawab Akhsan.
" tumben abang makan jam gini? "
" bukan untuk ku, Ikhsan tapi untuk Kairi. dia sedang demam" terang Akhsan dan berlanjut mengambil nasinya. " terus kamu ngapain kesini?
"'Kok bisa barengan! Fatma juga demam dia, dan aku juga mau mengambil makan untuk nya juga" ucap Ikhsan dan kembali menghentikan Akhsan dan menoleh padanya.
"'masak sih? " tanya Akhsan tak percaya. " masak iya demam aja pakai berjamaah? nggak mungkin kan? "
" Tau, " Ikhsan menaikan bahunya sembari berjalan mengambil piring. " mungkin mereka beneran demam kali Bang dan tak sengaja barengan. " Jawab Ikhsan.
" mungkin " Akhsan beralih mengambil lauk dan juga segelas air putih.
Begitu juga dengan Ikhsan dia juga melakukan hal yang sama seperti Akhsan, dan kembali ke kamar masing-masing untuk memberikan makan untuk istri mereka masing-masing.
" ada-ada aja. masak demam pakai berjamaah juga" gumam Akhsan.
"Assalamu'alaikum.." Akhsan masuk bergerak cepat ke arah ranjang di mana Kairi berada " Kairi makan yuk" ucapnya.
" Kairi nggak mau makan, Kairi nggak lapar "
" tapi kamu harus tetap makan, yuk mas suapin" Kairi duduk dengan bantuan Akhsan dan Langsung di suapinya.
" sejak kapan kamu begini? tadi pagi kamu baik-baik saja ? tanya Akhsan sembari menyuapi Kairi.
"'pulang dari kampus" jawab nya.
"'ya sudah makan yang banyak lalu minum obat nya " pinta Akhsan dan Kairi mengangguk.
" Mas,, Hmm..? boleh Kairi minta sesuatu? tanya Kairi takut.
" apa?
" Kairi mau..? Kairi mau Mas suapin tidak dengan sendok, tapi dengan tangan Mas Akhsan " pinta Kairi.
" kenapa?
" hanya mau saja, please ya ya... " ucap Kairi memelas.
" apa sih yang tidak! baik lah, sebentar Mas cuci tangan dulu " Akhsan masuk ke kamar mandi nya sembari mengernyit bingung, hari ini Kairi nampak berbeda bahkan tak seperti biasa, kali ini Kairi lebih manja dan minta perhatian.
Sama seperti Akhsan, Ikhsan pun juga merayu Fatma untuk makan. Tapi seperti nya Fatma lebih susah di rayu hingga Ikhsan harus berjuang penuh.
" Ayo lah Fatma, kamu harus makan. bagaimana kamu akan sembuh kalau tidak mau makan. ingat ya Fatma ujian tinggal Dua minggu lagi, ayo lah. " rayu Ikhsan.
Fatma menggeleng, menutup mulutnya dengan selimut nya. " nggak mau"
" Ayo lah Fatma " Ikhsan terus menyodorkan sendok berisi untuk Fatma. " setelah habis makan kamu boleh minta apapun aku janji"
" aku nggak mau apapun, aku hanya mau..??
" Hm.. mau apa? " tanya Ikhsan.
" aku mau...? tidur, tapi Mas peluk " ucap Fatma malu-malu.
Ikhsan tersenyum. ada apa ini? kenapa Fatma menjadi begitu manja pada Ikhsan, hanya mau minta di peluk dalam tidur nya Fatma sampai demam apa itu tidak berlebihan.?
" Baik lah, dengan senang hati bahkan tanpa kamu minta Mas akan memelukmu kapanpun kamu tidur. tapi sekarang makan dulu " ucap Ikhsan.
" tapi beneran ya. awas kalau bohongin Fatma " ancam Fatma.
" oke oke. "
🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1