Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
43.Bahan yang sama


__ADS_3

Tak ada kata menyerah bagi Akhsan dan Ikhsan setelah kepergian Fatma dan Kairi mereka berkeliling mencari keberadaan mereka berdua hingga mereka pun mendatangi tempat tinggal mereka meskipun hasilnya nihil.


mereka berdua terus mencari berkeliling kota untuk yang kedua kalinya setelah kemarin Fatma dan Kairi hilang dan sekarang setelah mereka pergi karena salah paham.


Hingga larut malam mereka terus mencari namun tak ada titik terang di mana keberadaan mereka berdua. bahkan orang yang dia percayai tau keberadaan mereka berdua alias pembuat gara-gara juga tak mau mengatakan nya pada mereka berdua. sungguh sial bukan.


Akhsan dan Ikhsan berjalan dengan lemas masuk ke dalam kamar tanpa ada tenaga, kehilangan kekasih hati membuat mereka berdua kehilangan semangat nya.


Ikhsan membuang jasnya asal ke sembarang arah dan terduduk lemas di sofa, sementara Akhsan menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di kasur nya. kenapa semua jadi seperti ini.? jika semua ini benar-benar perbuatan Aisyah, apa alasan nya Aisyah melakukan ini, sepertinya mereka berdua tidak pernah mengusik Aisyah dan mengganggu nya. tapi seingat mereka bukan seingat Aisyah.


" Bang, kenapa lagi-lagi ini terjadi ya, seperti ada yang memainkan skenario untuk mempermainkan kita. seakan-akan hidup kita ini di atur oleh seseorang. " gumam Ikhsan dengan lirih.


" kamu benar dek. aku juga pusing dengan semua ini, Akhir-akhir ini nasib kita tak pernah beruntung apa memang mereka bukan jodoh kita ya. " jawab Akhsan yang sama lirihnya.


" bukan begitu bang.! Ikhsan yakin Bang mereka itu jodoh kita, mungkin hanya memang belum saatnya saja kita bersama. kalau memang udah saatnya pasti akan di permudah iya kan Bang. "terang Ikhsan.


" Amin.. semoga saja benar. sholat aja yuk dek daripada kita stress nanti lama-lama mikirin masalah ini. " saran Akhsan dan beranjak dari kasur.


" Hmm.. " Ikhsan pun sama mengangguk dan beranjak pula menyusul Akhsan untuk mengambil air wudhu dan menjalankan sholat bersama.


Dzikir dan doa mereka panjatkan berharap bisa membuat hati mereka tenang dan bisa ikhlas menerima jalan takdir yang di permainkan oleh adiknya sendiri. Aisyah benar-benar pembuat skenario terhebat hingga bisa membuat kedua Abang nya tak berdaya dan tak tau harus berbuat apa.


" sebenarnya Aisyah di mana sih.? kenapa aku tak bisa menemukannya apa dia sembunyi di lubang cacing.? atau di saran walet.? ishh kau ini Aisyah mencurigakan sekali hidupmu. " batin Akhsan di tengah-tengah membaca Ayat suci Al-Quran.


" bukannya aku menaruh sesuatu di tas Aisyah, bentar-bentar aku yakin bisa menemukan Aisyah dengan bantuan itu. " batin Ikhsan dan langsung beranjak dengan cepat membuka laptopnya dan mencari Aisyah dengan melacak GPS yang Ikhsan berikan di tasnya Aisyah.


Akhsan terkejut melihat Ikhsan yang tiba-tiba berdiri dan berlari, dan sekarang Ikhsan malah membuka laptopnya dengan wajah yang sangat serius. " ada apa dek.? tanya Akhsan dan ikut beranjak sembari menutup kitab suci dan menaruh nya di meja.


Akhsan berjalan mendekati Ikhsan dan duduk di sebelah nya melihat apa yang Ikhsan lakukan. " kamu mau ngapain dengan laptop mu.? tanya Akhsan penuh menyelidik.


" aku baru ingat bang, aku menaruh GPS di tas nya Aisyah mungkin kita bisa menemukan bocah itu dengan bantuan ini.dan kita juga bisa kan melacak dengan nomor HPnya." jawab Ikhsan terus fokus.


Tangan Ikhsan terus menari-nari memainkan laptop nya mencari tau keberadaan Aisyah hingga cukup lama. namun ternyata kesialan tetap menimpa mereka," kita kalah cerdik dari tuh anak, Bang. " kesal Ikhsan lagi-lagi harus kecewa. Sedangkan nomor Aisyah yang biasanya tak lagi aktif setelah terakhir dihubungi oleh Akhsan tadi. " sial sial...


" kamu yang sabar Ikhsan. aku yakin Aisyah tak akan pernah membuat kita menderita. " Akhsan mengelus pundak Ikhsan menenangkan hati yang semakin panas karena kesal.

__ADS_1


" tidak menderita gimana sih Bang, berkali-kali loh kita di buat seperti ini sama tuh anak. terbuat dari apa sih tuh anak.? heran Ikhsan dengan berpikir keras. " apa mungkin Papa dan Mama membuat nya dengan bahan yang berbeda dengan kita ya Bang. dari kita berempat hanya dia yang paling aneh dan paling luar biasa licinnya udah kayak belut. " kesal Ikhsan mulai menjadi.


" Sttt.. diam kamu.! kenapa malah jadi bawa-bawa nama Papa dan Mama,? yang pastinya kita semua itu berbahan sama bahkan dasarnya pun sama satu tanah tak ada yang berbeda. Mungkin hanya dosisnya dia aja yang berlebihan sedangkan kita hanya sedang-sedang saja. " ujar Akhsan menimpali.


" hahaha..!! itu mah sama saja Bang. tapi benar juga ya kata Abang kita semua itu sama tapi nyatanya kita tetap saja tak sama. " jawab Ikhsan.


" haduh ngomong apa sih kamu muter-muter bikin aku pusing. " kesal Akhsan. " udah yuk istirahat kita lanjutkan pencarian besok. sekalian kita minta orang untuk mencari Aisyah dan mereka berdua. " ucap Akhsan.


" kenapa kita nggak suruh mereka mencari dari sekarang aja Bang,? kan lebih cepat lebih baik. " saran Ikhsan " bentar aku hubungi seseorang dulu. Hp ada di tangan dengan cepat Ikhsan menghubungi seseorang yang harus membantu mereka untuk bisa menemukan mereka bertiga.


" Halo. ada kerjaan untuk kalian, cepat cari Aisyah dan juga dua gadis yang ada di foto itu. " ucap Ikhsan yang sebelumnya telah mengirimkan foto Fatma dan Juga Kairi.


" Baik Tuan. "


tut tut tut....


telfon mati sepihak. Senyum sinis keluar dari bibir Ikhsan, dia sangat yakin kalau dia akan menemukan adik bontot si tukang rusuh. " tunggu aja kau Aisyah aku bikin bergedel kamu ya, " gumam Ikhsan senang.


Akhsan hanya geleng-geleng kepala, antara bingung heran dan juga kecewa karena memiliki adik-adik yang seperti nya pada stres semua. Semuanya saling berseteru namun bukan berarti mereka berkelahi itu hanya sebuah bumbu saja untuk persaudaraan mereka untuk menjadi hangat. " Huffff sabar-sabar..


Adzan berkumandang. Membangun kan setiap hamba yang di ciptakan sang Tuhan. Akhsan dan Ikhsan masih terus uring-uringan di kasur semalaman dia tak bisa sedetik pun tidur dengan lelap, masalah yang mereka hadapi sangat membuat mereka tak bisa tenang bahkan selalu khawatir tak jelas.


Malas. Mereka sungguh sangat malas, mau ngapain pun juga ogah. semangat nya belum juga kembali ini kah kenapa orang tak boleh terlalu mencintai sebelum memiliki. Cinta itu tak salah karena cinta adalah fitrah yang hadir dan di pilih oleh hati, Cinta sejati tumbuh dan datang dari hati bukan dari pikiran jika berawal dari pikiran mungkin bisa jadi, akan berubah menjadi obsesi.Tapi tetap saja tak boleh terlalu berlebihan mencintai pada sesama ciptaan Tuhan. Karena bagaimana pun cinta yang sejati dan kekal hanya patut pada Tuhan semata.


Akhsan keluar dari kamar niatnya ingin sarapan karena waktu pun juga sudah sangat siang.Tak ada Aisyah ternyata juga sangat merugikan buat mereka tak ada lagi yang mengingat kan mereka untuk sarapan tak ada yang mereka jaili di pagi hari. " Huff Aisyah baru saja kau tak berada di rumah sehari saja, rumah ini udah sepi. " gumam Akhsan.


Ikhsan pun juga demikian dia membuntuti Akhsan. Meskipun tak semangat dan tak melakukan apapun ternyata perut mereka merasa lapar juga. " lah..! pada kemana ini sepi amat Bang " tanya Ikhsan sembari melebarkan mata menatap semua ruangan yang ada di sana.


" iya. nih pada kemana.? bingung juga Akhsan. " Ma, Pa, Faisal..!! teriaknya begitu keras. Berjalan mondar-mandir membuka satu kamar ke kamar yang lain namun satu pun tak ada penghuni nya yang tinggal.


" Gimana Bang.?


" Nggak ada. " Jawab Akhsan dengan menggeleng "pada kemana sih.? kenapa tak ada yang bilang kalau pada pergi. "


" ada kerjaan mendadak mungkin. " Ikhsan menarik kursi dan duduk di sana, mengambil nasi beserta lauk yang sudah tersedia dan langsung melahap nya. " makan aja dulu Bang dari pada pusing. Perut kosong juga pusing loh." ucap Ikhsan. Dan Akhsan pun langsung bergabung.

__ADS_1


Baru saja selesai makan telfon Ikhsan berbunyi. sepertinya dari orang suruhannya tadi malam. " Halo, gimana.? udah kalian temukan mereka.?


" belum pak. bahkan kami sudah menyusuri desa-desa terpencil pun mereka tak ada. tapi tadi saya melihat keluarga besar bapak datang ke rumah Nona Kairi pak. "


" ke rumah Kairi,ngapain.?


" saya juga kurang tau pak untuk jelas nya tapi mereka membawa orang tua Nona Kairi beserta adiknya nya pak. "


" apa kalian tau mereka kemana.?


" maaf Pak kami kehilangan jejak. "


" cari mereka dan berikan kabar yang baik. jangan pernah kecewakan saya. " jawab Ikhsan dengan kesal dan menutup telfon sepihak.


" ada apa ini sebenarnya, apa mereka merencanakan sesuatu yang tidak kita ketahui, Bang.?


Kling...


Notifikasi pesan masuk di HP Akhsan dan Ikhsan bersamaan. Sebuah notifikasi pengeluaran uang yang berjumlah sangat banyak sebanyak dua ratus juta di setiap nomor. Dan itu pengeluaran dari ATM yang di bawa oleh Aisyah.


Akhsan dan Ikhsan mengerutkan dahi hingga terdapat begitu banyak barisan di sana. Aneh, ini sangat aneh. untuk apa Aisyah memakai uang yang begitu banyak empat ratus juta, untuk apa.? " Bang apa sama. pemberitahuan pengeluaran uang dari kartu ATM. " tanya Ikhsan.


" iya., kok bisa sama.! kartu ini di bawa oleh Aisyah loh punya abang. " kaget Akhsan.


" punya Ikhsan juga iya. beberapa hari yang lalu Aisyah minta ATM pada Ikhsan, ya Ikhsan nggak mengira sih kalau dia benar-benar mau mloroti kita seperti ini. Belum juga genap dua bulan bang kita jadi bos. kalau begini bisa-bisa bangkrut kita. " gerutu Ikhsan.


" iya benar kamu. Nih anak memang perlu di beri pelajaran biar nggak ngelunjak untuk kedepannya. bagaimana kalau kita blokir aja dulu sebelum nih anak lebih banyak lagi ngeluarin uang. " saran Akhsan.


iya Bang. itu lebih baik. "


Sudah pusing ditambah lagi semakin pusing, belum juga selesai masalah Fatma dan Kairi sekarang masalah baru datang lagi, kenapa Aisyah begitu banyak memakai uang, kira-kira uang itu untuk apa coba. anak bocah sekecil itu bisa menghabiskan uang segitu banyak pasti tidak hanya sekedar untuk membeli perlengkapan sekolah saja kan.? Pasti ada hal yang lebih lagi yang ia beli, tapi apa.? emas, berlian, mobil,atau rumah? tapi Aisyah bukan gadis matre seperti itu.


Akhsan dan Ikhsan harus mencari kebenarannya sekarang, pertanyaan mereka tak akan mereka dapatkan jika mereka tak mencari tau.Ikhsan dan Akhsan pergi dengan mobil masing-masing melacak dimana Aisyah melakukan transaksi, ya meskipun sudah tak lagi melihat Aisyah nanti nya tapi mereka bisa tau untuk apa uang sebanyak itu.


" Awas aja kalau hanya untuk beli barang-barang yang tak guna aku ceburin ke sumur kamu dek. " gumam Akhsan kesal.

__ADS_1


__ADS_2