
" Astaga Miss,, loh kenapa.? masih ngebo.! begadang tadi malem? " tanya Mirna yang mulai mencerca dengan pertanyaan pada Fatma yang sedang tertidur pulas dengan menyembunyikan wajahnya di kelipatan tangan di atas mejanya.
" miss, bangun,,!! teriak Santi. namun seperti nya Fatma benar-benar tak bisa di ganggu gugat.
Mau tidur kek, mau bikin kacau kek itu terserah Fatma kan lagian hari ini Ikhsan tak akan datang karena ada kerjaan yang katanya sangat penting jadi sekarang Fatma akan memuaskan dirinya untuk tidur seharian di kelas.
" gadis malas amat sih nih. nggak takut di pingit sama jodoh seumur hidup "! ketus Mirna.
" Hahaha,,, " tawa Santi begitu senang mendengar bualan Mirna.
" mana mungkin di pingit jodoh kalau dia udah bersatu sama jodohnya. " ucap Rico dengan datar berjalan dari luar dan hendak duduk di bangkunya tanpa menoleh ke arah orang yang dia ajak bicara.
Mirna dan Santi mendelik mendengar kata-kata Rico, keduanya berlari dengan antusias mendekati Rico yang asyik duduk dengan wajah yang biasa. " loh ngomong apa tadi.? miss udah bersatu dengan jodoh nya, maksudnya.? sarkas Mirna dengan bola mata menatap Rico yang malah acuh.
Rico memutar tubuhnya malas. menanggapi cewek akan sangat menyebalkan " maaf udah tak ada lagi siaran ulang jadi tadi adalah yang pertama dan terakhir " jawab Rico angkuh.
Mata Mirna dan Santi terbelalak sejak kapan Rico menjadi menyebalkan seperti sekarang biasanya dia akan bergabung menjadi anggota rumpi dengan cewek-cewek kelas eror. apa mungkin dia udah mulai pensiun.?
" kejedot apaan sih pala Rico, tumben dia menjadi tidak asyik begini. " batin Mirna.
" ihh,, lagi pms mungkin nih cowok. kenapa hari ini dia sangat menyebalkan " batin Santi.
Rico mengernyit mendengarkan kata-kata kedua perempuan yang ada di depannya. percuma membatin kalau Rico dapat mendengarkan semuanya. Rico menggeleng dan tak menanggapi kedua perempuan itu lagi, matanya menatap luar melihat ketos yang tengah berjalan dengan cepat dan hendak masuk ke kelas mereka." Hmm, pebinor " gumam Rico pelan.
"seandainya saja pak Ikhsan datang apa mungkin akan terjadi perang Dunia di kelas ini. Hm,,, ketos melawan wali kelas menarik sekali. Fatma hidup mu sungguh beruntung menjadi rebutan kedua pria yang fenomenal " batin Rico.
Benar saja, ketos masuk ke kelas mereka dan menghentikan omelan Mirna dan Santi meskipun yang ada di dalam hati. kedua menatap penuh terpesona dengan ketos yang sangat terkenal itu. " wuiiihhh, tumben kelas kita mendapatkan penghormatan dengan hadir nya ketos ke sini '" ceplos Mirna.
" mungkin dia lagi khilaf " saut Santi.
Mata mereka terus mengawasi Iqbal yang akhirnya berhenti di sebelah Fatma yang masih asyik dengan mimpinya" mau ngapain tuh ketos deketin miss, "
" oh jangan jangan dia mau menjadi perusak rumah tangga mis dengan pak Ikhsan, tidak tidak ini tak boleh di biarkan. " Santi menggeleng dengan cepat.
" Hey,,, bangun,!! teriak Iqbal menepuk-nepuk bahu Fatma.
Fatma hanya menggeliat saja dan memalingkan wajah nya ke arah lain. Hmm,, "
" Fatma bangun,,!! teriak Iqbal semakin kesal.
" apa sih pak, Fatma masih ngantuk. kalau pak Ikhsan mau berangkat ya berangkat aja jangan ganggu Fatma. apa pak Ikhsan masih mau ikut tidur juga. ya silahkan tapi biarkan Fatma tidur " ucap Fatma tanpa sadar bahkan suaranya sangat keras semua yang ada di sana mendengar nya dengan begitu jelas.
Mata Iqbal terbelalak sempurna. sedekat apa sih sebenarnya hubungan Fatma dan Ikhsan hingga Fatma mengatakan hal itu tanpa sadar " Fatma bangun ini sekolahan bukan kandang kamu !! " teriak Iqbal menahan kesal bahkan hatinya begitu dongkol dan terasa panas karena perkataan Fatma barusan.
" apa sih ganggu orang aja. "'Fatma terhenyak bangun matanya langsung menatap Iqbal dengan kesal. " eh tadi aku ngomong apa,? astaghfirullah sepertinya aku salah bicara " apa loh kesini,! mau cari gara-gara iya "'ketus Fatma.
"' sebenarnya apa hubungan kamu dengan Pak Ikhsan, kenapa kamu sampai mengatakan hal itu di saat kamu tidur, katakan Fatma, katakan. " bentak Iqbal.
" bukan urusan loh. " Fatma beranjak pergi dari sana dan bergegas ke toilet untuk cuci muka.
Semua yang ada di sana hanya bisa menahan tawa , seorang ketos yang terkenal tampan di tolak mentah-mentah oleh siswa yang di anggap paling tak waras di sekolah itu. " Pufftttt,,, "" Mirna dan Santi tertawa tertahan karena mereka menutup mulut nya dengan telapak tangan.
"ngapa loh lihat-lihat, !! ketus Iqbal melihat Mirna dan Santi yang menertawakan nya. Iqbal melangkah keluar dengan kesal niatnya ingin kembali mengejar Fatma namun seperti nya itu tak akan ada hasilnya dia harus punya jurus untuk mendapatkan hati Fatma.
__ADS_1
" Bhahaha.. "" tawa Semua terpingkal setelah kepergian Iqbal.
" biasanya ketos yang dikejar-kejar fans dan sekarang lihatlah ketos menjadi fans berat miss error kita, Hahaha,,, ;;;
" iya. palingan udah mulai tobat tuh ketos. semoga saja bukan tobat sambel. " sinis. Mirna.
" diam kalian pada, berisik tau nggak " ucap Rico dengan jengah pada kedua gadis di hadapan nya sungguh berisik membuat telinga nya seakan mau pecah.
" enggak,,!! jawab mereka barengan.
" gue pites juga loh pada "
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Akhsan dan Ikhsan tengah melakukan pekerjaan penting saat ini. Setelah mendapatkan hasil dari mata-mata nya, mereka berdua langsung menuju ke tempat yang menjadi tongkrongan Fans dan para anak buah nya.
Mata keduanya terus menatap target yang tengah gusar dan mondar-mandir tak jelas entah apa yang sedang dia pikirkan.
" Bedebah,, !! waktu hanya tinggal dua hari lagi tapi gadis sialan itu belum juga di temukan. Arrrggghhh,,!!! teriak Fans frustasi.
" Itu lah bos yang membuat kita bingung, sebenarnya dia ada dimana, apa dia ada di tempat kediaman laki-laki itu.? ucap salah satu anak buah Fans.
" kamu benar mungkin dia ada di sana. kita harus cari cara untuk bisa masuk ke sana dan membawa Aira dan secepatnya menyerahkan pada bos besar , kalau tidak kita bisa mati karena amukan nya. " ucap Fans.
Akhsan dan Ikhsan yang mendengar itu hanya diam ini bukan saatnya mereka melakukan pergerakan yang berbahaya. mereka harus menunggu waktu yang tepat.
" Dek kenapa sekarang aku malah lebih penasaran dengan bos besar yang mereka maksud ya. sebenarnya siapa yang mengendalikan mereka semua apa dia segitu berbahaya nya hingga mereka semua takut pada orang itu "'bingung Akhsan.
" aku juga berfikir seperti itu sih Bang. jika mereka saja sudah kuat begitu aku rasa orang di balik mereka sangat lah kuat. dan mungkin tak bisa dianggap sepele kan " jawab Ikhsan yang sama bingung nya.
" Abang benar kita tak boleh gegabah dengan urusan semua ini. saya hanya takut kalau orang itu sebenarnya sudah mengenal kita. dan aku takut dia mengetahui kelemahan kita, Bang " ucap Ikhsan khawatir.
" kamu benar dek, kita harus lebih waspada lagi"
Akhsan dan Ikhsan bergegas pergi dari tempat itu, seenggaknya untuk hari ini mereka Sus tau apa yang di rencana kan oleh Fans dan mereka hanya tinggal mempersiapkan sesuatu yang akan menjadi sambutan yang hangat untuk Fans dan anak buah nya jika mereka benar-benar datang untuk menculik Aira dari mereka.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Kairi berjalan seorang diri di trotoar depan kampus. dia tak berniat untuk menghadang taksi atau pun ojek karena dia hanya ingin pergi di toko buku di sebelah kampus untuk keperluan tugas nya.
Dengan beberapa buku yang ada di dadanya Kairi berjalan semakin cepat. matanya sudah melihat jelas keberadaan toko tujuan nya Kairi pun tersenyum kecil.
" kok buru-buru amat neng " ucap seorang yang menghadang Kairi.
Dua orang bertubuh kekar menghentikan laju Kairi dan membuat nya langsung ketakutan dan sedikit gemetar " maaf saya mau lewat, saya mau ke depan " ucap Kairi berjalan mencari celah yang kosong dari kedua orang itu. namun orang itu seperti nya memang berniat untuk melakukan hal buruk pada Kairi.
Kairi ke kanan orang itu ke kanan Kairi ke kiri orang itu pun sama melakukan hal yang Kairi lakukan. Kairi mengambil nafas panjang dan mengeluarkan nya perlahan untuk mengontrol dirinya yang sebenarnya sudah sangat ketakutan. " maaf saya hanya mau lewat " ucap Kairi lagi.
Orang itu terus menyeringai bahagia berhasil membuat Kairi takut itu adalah tujuan mereka dan setelah itu mereka bisa melakukan apapun pada Kairi saat dia terkontrol dengan ketakutan nya dan tak bisa melakukan apapun untuk melawan. " tidak usah buru-buru neng. ayolah ikut dengan Abang "'tangan satu orang hampir saja menyentuh tangan Kairi namun Kairi mengibaskan nya dengan kasar.
" jangan coba-coba anda mengganggu saya, ya. mata Kairi melotot dengan jaringan tangan menunjuk orang itu dengan kesal.
" terus kalau kami ingin mengganggu mu apa yang bisa kamu lakukan.?
__ADS_1
" sa-saya bisa teriak atau saya bisa menghubungi polisi sekarang juga. Tangan Kairi hendak mengambil ponsel yang berada di dalam tas nya namun tangan Kairi sudah di tangkap oleh orang itu terlebih dahulu.
" jangan berani macam-macam ya,,!!
Kairi terus berontak. ketakutan nya semakin menjadi karena tak ada satupun orang yang melintas di tempat itu. " tolong,, tolong,,,!! teriak Kairi namun tak ada satupun yang datang. " saya mohon lepaskan saya, "
" Hahaha,, kau tak akan bisa mendapatkan pertolongan dari siapapun, di sini tak ada siapapun kecuali kira bertiga , hahaha,,!! tawa orang itu bahagia " ikut,,!! sentaknya dan menarik Kairi.
" lepas,,!! tolong tolong,,!!
" hahaha,,, teriak lah sepuas mu, tak akan ada yang datang untuk menjadi malaikat penolong mu " sinis orang itu sedangkan yang satu hanya terus tertawa.
Kairi berusaha menarik tangan nya dengan kuat tapi kekuatan nya tak sebanding dari pada kedua orang itu " tolong lepas kan saya "'ucap Kairi merintih dan sudah mengeluarkan air mata begitu saja.
" jangan menangis kita tidak akan menyakiti ku. kita hanya ingin bersenang-senang " ucap nya.
" jangan, tolong lepasin "
Hingga ke tempat yang sangat sangat sepi Kairi terus berontak memohon supaya di bebas kan dari kedua orang itu. namun orang itu malah semakin senang membuat Kairi tak berdaya.
Kairi begitu sangat takut apa yang akan terjadi padanya setelah ini hanya Tuhan lah yang tau. dan hanya pada Tuhan lah Kairi berkali-kali meminta perlindungan.
" saya mohon lepaskan saya. " ucap Kairi tersedu-sedu dengan tangis yang semakin keras. " lepaskan,,!! ;
" hahaha,,,!! orang itu malah tertawa seenaknya tak menghiraukan Kairi yang sangat ketakutan dan. " ikut,,!!!
" Lepaskan dia, kalau berani lawan aku. " ucap laki-laki berperawakan tinggi kulit putih bersih wajah tampan dan penuh dengan wibawa namun tercetak begitu jelas ada semburat hitam di tatapan matanya.
kedua orang itu menoleh pada orang itu. tersenyum sinis memunculkan perlawanan yang sadis meskipun baru lewat matanya saja.
" Siapa kau beraninya mengganggu kesenangan ku " !!
" Hmm, apa perlu kalian tau namaku. apalah arti sebuah nama yang terpenting sekarang lepas kan gadis itu atau aku akan menghabisi kalian berdua., lepas,,!!
" coba saja kalau bisa menghentikan kami. ".
" Bedebah cari mati rupanya kau, rasakan ini" orang itu langsung melawan kedua orang yang membawa Kairi dan terjadilah baku hantam di sana.
Bugh
Bugh
Setelah beberapa pukulan keras akhirnya kedua orang itu terkapar di aspal dan mengeluh kesakitan. Orang itu bangun dan lari terbirit-birit meninggalkan Kairi dan orang yang barusan menolong nya.
" Terima kasih tuan telah menolong saya " ucap Kairi gugup.
" sama-sama, kamu harus lebih berhati-hati lagi di tempat seperti ini, jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi " ucap orang itu " oh iya perkenalkan nama saya Marco. saya kebetulan lewat dan tak sengaja melihat kamu di ganggu orang itu, Hmm kalau boleh tau siapa namamu? tanya orang itu yang ternyata adalah Marco.
" Saya Kairi tuan, sekali lagi Terima kasih telah menolong saya, saya permisi " pamit Kairi menunduk menatap bawah tak berani menatap Marco.
Marco tersenyum simpul. " silahkan dan ingat hati-hati '" ucap Marco memperingatkan.
Marco tersenyum sinis menatap kepergian Kairi yang semakin jauh " perlahan-lahan kalian akan hancur, kalian kira aku lemah dan tak bisa melakukan apapun, ? lihat saja apa yang bisa aku lakukan " Marco menyeringai.
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾