Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
16.Tengkorak jalan


__ADS_3

Di sebuah restoran yang sangat besar dan Megah di sanalah Ikhsan membawa Fatma untuk makan. dengan ragu-ragu Ikhsan tetap menuntun Fatma untuk masuk ke dalam Restoran tersebut.


" pak, aku bisa sendiri. " ucap Fatma yang sangat sungkan di perlakukan seperti itu oleh Ikhsan.


" aku juga nggak akan memperlakukan kamu seperti ini jika kamu dalam keadaan baik-baik saja, jadi sekarang diamlah dan jadilah murid yang baik." jawab Ikhsan


" justru aku bersyukur kalau aku nggak begini pak, karena keadaan ku yang begini bapak jadi tau kan sebenarnya hidup Fatma, tidak seharusnya juga aku menerima apa yang bapak lakukan padaku, "


" seandainya aku baik-baik saja mungkin bapak tidak akan datang ke gubuk ku yang tak pantas itu, dan sekarang entah apa yang bapak pikir kan tentang aku, gadis matre, atau gadis munafik, semua terserah bapak . mungkin aku memang seperti itu. "


" Fatma kita datang kesini untuk makan , bukan untuk melamun, cepatlah. " ucap Ikhsan mengagetkan Fatma


bukan nya melangkah Fatma malah memberatkan langkah nya dan menunduk, rasanya dia benar-benar ingin menangis karena perlakuan Ikhsan mungkin akan menjadi beban untuk nya. dan dia takut akan merasa hutang budi pada Ikhsan.


" kamu kenapa lagi sih.. ",


Ikhsan begitu bingung dengan gadis ini, Ikhsan tau kalau Fatma lapar dan mungkin sangat lapar tapi kenapa Fatma terus menundanya untuk segera masuk dan duduk.


" Pak, Fatma ingin pulang saja. " ucap Fatma takut dan menahan gejolak penderitaan yang akan keluar dari matanya.


Ikhsan benar-benar tak habis pikir dengan Fatma. bagaimana bisa gadis di depannya ini meminta pulang setelah sebelumnya menyetujui untuk makan lagian mereka juga sudah sampai di restoran pilihan Ikhsan.


" Fatma kamu kenapa.? tanya Ikhsan. melihat wajah Fatma yang langsung berubah murung membuat Ikhsan bingung sekaligus merasa kasihan, apa mungkin ada penderitaan yang lebih besar yang belum Ikhsan ketahui.


" Fatma.. Fatma tidak mau berhutang budi pada bapak.Fatma takut tidak bisa membalas budi, karena Fatma tak memiliki apapun untuk membalas nya" jawab Fatma dengan ngilu


Ikhsan terkejut mendengar jawaban dari Fatma . segitu besar ujian yang di dapatkan Fatma hingga dia tak mau menerima perbuatan baik dari Ikhsan saat ini.


Ikhsan berbalik dan menatap Fatma yang terus menunduk, Ikhsan memegang kedua bahu Fatma dan meminta Fatma menatap nya dan mereka saling bertatapan.


" Fatma lihat aku...


aku melakukan semua ini dengan ikhlas aku tak akan pernah meminta balasan apapun dari kamu, Fatma. aku hanya tidak mau sampai kamu semakin sakit nanti nya. ucap Ikhsan.


menatap mata Ikhsan sejenak. Fatma beralih menatap tangan Ikhsan yang berada di bahunya. rasanya begitu hangat mendapatkan perhatian yang selama ini tidak pernah Fatma dapatkan dari siapapun. dan Ikhsan adalah orang pertama yang membuat nya merasakan kehangatan kasih sayang.


"lepaskan Pak... " ucap Fatma


" Hmm.. kenapa.? bingung Ikhsan


" nanti pacar Bapak melihat nya. " jawab Fatma seketika membuat Ikhsan tersenyum dan melepaskan tangannya " kenapa Bapak tersenyum.?


" Hahh...


" kenapa bapak tersenyum..!!


" udah, sekarang duduk dulu nanti aku Jawab. "


Fatma pun menurut dengan ajakan Ikhsan. Fatma dan Ikhsan langsung duduk berhadapan dengan meja sebagai sekat di antara mereka berdua.


Ikhsan langsung memesan begitu banyak makanan dan tentunya itu adalah makanan yang tak pernah Fatma makan.


setelah beberapa saat menunggu makanan pun sampai di meja.semuanya terlihat enak setelah semua berjajar dengan rapi.


perut Fatma langsung keroncongan melihat semua jenis makanan di hadapan nya, matanya pun langsung terang dan lidah berkali-kali menjilati bibir nya sendiri.dan hidungnya pun berkali-kali menghirup aroma yang belum pernah masuk ke dalam hidung Fatma.


" astaga baunya, hidungku pun tak bisa di bohongi. apa semua ini boleh aku memakannya atau hanya sebagai pajangan. astaga nih perut juga sudah mulai berdemo besar-besaran. " batin Fatma.


Ikhsan tersenyum melihat tingkah Fatma yang sangat lucu menurut nya. biasanya seorang gadis seusia Fatma banyak yang menggilai uang sedangkan Fatma, dia sangat menggilai makanan.


krucukk.....


suara perut Fatma benar-benar keras terdengar di telinga Ikhsan cacing cacing di perut Fatma sudah tidak sabar untuk makan ternyata, membuat Ikhsan semakin melebarkan bibir nya dengan manis


melihat senyum Ikhsan membuat Fatma malu dia menunduk, mau di taruh mana muka Fatma dia benar-benar dipermalukan oleh cacing peliharaan nya yang berada di dalam perutnya.


" makanlah, sepertinya cacing mu juga sudah mulai kelaparan." ucap Ikhsan


" hehehe bapak bisa aja, cacing cacing Fatma mah sangat penurut pak mereka tak pernah berontak pada Fatma mereka selalu menerima dengan lapang dada apa yang Fatma berikan " jawab Fatma


" benarkah..!!


" iya lah pak, Fatma kan pengasuh yang baik jadi mereka semuanya pada nurut. kalau mereka nggak nurut ya, tinggal di kick aja lah" jawab Fatma


" hahaha kamu ada-ada saja, cepat makan " ucap Ikhsan dengan tertawa. " kamu harus makan yang banyak, biar gemukan dikit, masak badan hanya tinggal tulang aja gitu, nanti kena angin terbang loh.. " ucap Ikhsan

__ADS_1


" ya bapak ngeledekin.lagian ya pak, ini bukan hanya tulang ada daging dan kulit nya juga, kalau hanya tulang emang Fatma tengkorak jalan apa. " jawab Fatma


" ya kalau saya pikir sih emang iya sih, sama persis kayak tengkorak jalan. hanya saja tengkorak nya berpakaian dan juga cerewet banget. "


" wahh, bapak nantangin nih, " jawab Fatma yang mengarahkan pisau kepada Ikhsan, yang kebetulan Fatma tengah membawa pisau untuk memotong daging.


" saya bukan ayam Fatma, jadi nggak usah di kuliti," ucap Ikhsan


" ya kan biar sama-sama seperti tengkorak jalan pak, "


" iya ya. dua tengkorak berjalan berkeliling Dunia. "


" aku nggak ikut kalau itu mah pak. Fatma nggak ada dananya buat keliling dunia, buat makan aja susah mau keliling dunia. " jawab Fatma.


" ya elah neng bingung amat. nanti ada angin juga udah terbang sendiri keliling dunia pakai nungguin dana. " ucap Ikhsan


" hah,, maksudnya.?


" kan kamu kecil, jangan kan ada angin, saya bersin saja kamu udah langsung sampai ke kutub Selatan. " ucap Ikhsan


" eishh. emang Fatma debu apa kena bersin langsung terbang " jawab Fatma kesal.


" ya debu debu cantik "


" dasar mulut lemes " ketus Fatma.


" mulut ku nggak lemes Fatma , tapi seksi.. " jawab Ikhsan


" seksi apanya, mulut kayak emak-emak gitu seksi, dasar. "


" emak-emak.?


" iya.! emak-emak lagi nawar sayur. "


" sayur nya dong bang..!! teriak Ikhsan dengan suara perempuan nya.


" hahahaha... " tawa Fatma girang


dengan begitu banyak candaan Ikhsan berkali-kali bisa membuat Fatma tertawa dan tersenyum. sejenak Fatma bisa menghilangkan penderitaan nya, ya meskipun nanti akan hadir lagi seenggaknya Fatma bisa melepaskan kepenatan yang selama ini dia tahan hanya seorang diri.


Fatma langsung terdiam wajah nya langsung merona, Fatma menunduk karena tatapan Ikhsan yang membuat nya salah tingkah.


sadar membuat Fatma malu Ikhsan pun segera mengalihkan pembicaraan dan menyodorkan piring makanan yang ada di depan nya.


" kamu coba ini, ini sangat enak. " ucap Ikhsan


" Hmm...


" cobalah..


" I-iya pak. " jawab Fatma gugup sembari tangan nya mengambil apa yang Ikhsan tawarkan padanya.


dengan begitu lahap Fatma makan inilah itulah semuanya dia cicipi, makanan yang belum pernah dia rasakan sekarang semuanya tersaji di depan mata dan itu semuanya gratis pula, ah beruntung nya hari ini Fatma, lapar nya terobati dengan semua makanan enak.


" astaghfirullah, udah berapa tahun nggak makan nih anak, " batin Ikhsan melihat Fatma yang cepat sekali makan nya.


melihat Fatma makan sudah cukup membuat Ikhsan kenyang, rasanya hanya Fatma yang memakan nya tapi semua yang Fatma makan masuk ke dalam perut Ikhsan " kenapa jadi aku yang kenyang. ?.


" bapak nggak makan juga, " tanya Fatma sembari mengunyah. mulut nya masih penuh dengan makanan membuat bicara nya pun tak jelas.


" kalau sedang makan jangan sambil bicara Fatma, nanti tersedak. " ucap Ikhsan.


uhuk.. uhuk..


belum juga mulut Ikhsan tertutup Fatma sudah tersedak karena terlalu buru-buru.


" Hati-hati Fatma. " Ikhsan menyodorkan minum kepada Fatma, dan Fatma pun menerimanya dengan cepat dan meneguknya


" Ahhh..!! makasih pak, sekarang Fatma udah kenyang, terus sisanya buat apa pak. " tanya Fatma.


" ya udah tinggal aja, " jawab Ikhsan


" ehhh jangan jangan, di bungkus aja pak buat Fatma makan nanti malam. mubadzir kalau di buang. hehehe.. " meringis Fatma. dengan tak tau malunya Fatma meminta untuk membungkus nya padahal semua tadi Fatma yang makan dan sekarang sisanya juga mau di bungkus, hadeuh Fatma.


" ini udah sisa Fatma. "'jawab Ikhsan.

__ADS_1


" nggak apa-apa Pak, lagian sampai nanti juga masih enak, "


" nih anak benar-benar"


bukannya langsung pulang setelah selesai makan Ikhsan malah membawa Fatma ke rumah sakit. dan tentunya untuk memeriksakan keadaan Fatma saat ini, takut kalau sampai berlarut-larut pikir Ikhsan.


" pak, bapak sakit.? tanya Fatma bingung.


mata Ikhsan menyipit, gadis di samping nya benar-benar tidak peka sama sekali, iya kali Ikhsan sakit bukankah kamu yang sakit Fatma.


" enggak..!!


" lah, terus.?


" kita kesini buat periksa keadaan kamu Fatma, bukan aku yang sakit tapi kamu, kamu. " jelas Ikhsan


" aduh pak, Fatma nggak apa-apa besok juga sembuh nggak usah pakai ketemu dengan dokter segala. " jawab Fatma


" sudah nurut. "


" tapi Pak..?


" nurut Fatma, jangan membantah lagi. " tegas Ikhsan


" hufff..... sini yang sakit kenapa situ yang repot dasar, nggak nyesel apa buang-buang duit, luka gini aja pakai acara temu dokter segala. " gerutu Fatma


" Fatma..!!


" iya iya.. "


pemeriksaan demi pemeriksaan Fatma jalani semuanya baik-baik saja hanya kaki nya saja yang sedikit bengkak dan itu mungkin sedikit lama untuk sembuh jadi Fatma harus istirahat lebih lama lagi di rumah.


" pak, seharusnya bapak nggak melakukan semua ini untuk Fatma, Fatma takut nggak bisa membalas kebaikan bapak. " tutur Fatma


" sudah lah Fatma jangan terlalu di pikir kan,, saya ikhlas melakukan ini, " jawab Ikhsan.


keduanya masuk ke dalam mobil, semua pemeriksaan Fatma sudah selesai dan Fatma pun sedari tadi minta untuk pulang.


Ikhsan segera menjalankan mobilnya dengan perlahan-lahan. rasanya dia benar-benar tak ingin berpisah dengan Fatma. entah kenapa tapi Ikhsan benar-benar tak rela meninggalkan Fatma seorang diri di rumah nya, apalagi mengingat keadaan rumahnya yang sama sekali tak layak.


" Fatma..


" Hmm..


" Bagaimana kalau kamu tinggal di tempat ku. " ucap Ikhsan dan Fatma langsung terbelalak pikiran nya Ikhsan mengajak Fatma tinggal di rumah nya. " maksud ku di dekat rumah ku ada kontrakan disana, bagaimana kalau kamu ngontrak di sana. " sambung Ikhsan.


" oh..


" tapi maaf Pak Saya nggak bisa. " jawab Fatma


" kenapa.?


" bapak pasti tau sendiri kenapa, tapi yang jelas Fatma tak mau lagi menerima bantuan bapak, Fatma benar-benar takut berhutang budi sama bapak. " jawab Fatma


" tapi Fatma..


" sudah lah pak, Fatma sudah nyaman dengan tempat tinggal Fatma yang sekarang Ya meskipun memang tak layak, tapi Fatma seneng. " ucap Fatma


" Hufff.., baiklah kalau kamu bersikeras. " jawab Ikhsan kecewa.


Hening.,..


hingga depan rumah Fatma, Fatma dan Ikhsan tak ada kata-kata apapun lagi mereka terus diam. dan ternyata karena Fatma tertidur makanya sedari tadi terus diam.


wajah yang damai dalam tidur nya membuat Ikhsan benar-benar tak tega membangun kan Fatma. Fatma begitu pulas, mungkin dia sangat lelah sehingga dia bisa tidur dengan lelap.


mata Ikhsan benar-benar tak bisa lepas dari wajah Fatma, wajah yang begitu indah di pandang, tak sedikit pun membuat rasa bosan saat menatap nya.


"astaghfirullah, kenapa aku jadi seperti ini,? kenapa gadis ini begitu membuat aku tenang saat bersamanya. tidak mungkin ini yang di namakan cinta kan.? aku tidak mungkin mencintai murid ku sendiri kan.?


" apakah aku hanya merasa kasihan saja karena kisah hidup nya yang begitu terasa menyayat.? dan perasaan ini hanya sebatas rasa kasihan atau iba saja, eitsss kau ini Ikhsan bener-bener keterlaluan jika itu memang benar hanya karena kasihan. " gumam Ikhsan


🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌹🌹🌹🌹🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2