Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
93.Tidak


__ADS_3

Anak-anak yang belum pulang membuat Keisha sangat khawatir, sedari tadi dia mondar-mandir seperti setrika di di ruang tengah, tangan nya saling bertaut, dan matanya sesekali melirik arah pintu yang terbuka lebar namun satupun yang datang dari tadi.


" Astaghfirullah,, mereka pada kemana sih, ini sudah sore, " Keisha begitu tak tenang dia terus saja dalam kepanikan dan kekhawatiran yang tak jelas.


Bukan para anak-anak nya yang masuk , ternyata Rayyan suaminya lah yang masuk dan memicing heran dengan tingkah Keisha saat ini


" Assalamu'alaikum " sapa Rayyan sembari melangkah masuk, berjalan dengan cepat dan berhenti di depan Keisha.


" Wa'alaikumsalam, pa. Papa, udah pulang.? tanya Keisha. matanya kembali melirik arah pintu.


Rayyan pun mengikuti arah pandang istri nya biasanya dia akan segera menyambut kedatangan suaminya dengan berbagai pertanyaan namun sekarang ada hal yang berbeda yang Rayyan rasakan " kamu Kenapa Ma.? Tanya Rayyan benar-benar sangat heran sekarang.


" Pa, kemana anak-anak kita pergi, ini sudah sore tapi mereka belum juga pulang. apa mereka ada kerjaan penting tapi kenapa nggak pamit dulu sama Mama, dan Dia juga si Aisyah, dia juga belum pulang sejak tadi pagi, siapa yang nggak khawatir coba, Pa. " terang Keisha banyak.


Rayyan mengusap bahu Keisha pelan dan menuntunnya untuk duduk setelah itu " Sudah la Ma, mereka sudah besar sebentar lagi pasti mereka pulang. " ucap Rayyan mencoba membuat Keisha tenang.


" Tapi Pa..?


" sudah sudah lebih baik Mama ambilin minum atau apa gitu untuk papa,"


" iya Pa, maaf malah jadi lupa kan. " Keisha beranjak dengan cepat pergi ke dapur untuk mengambilkan minuman dan Camilan untuk Keisha.


Tak lama Keisha kembali dengan nampan yang berisikan dua cangkir dan satu piring yang penuh dengan cemilan buatan nya sendiri, menaruh nya dan mengambilkan gelas dan di berikan nya pada Rayyan " ni Pa. mumpung masih hangat " ucapnya begitu lembut.


Baru saja Rayyan hendak mengambil nya tiba-tiba gelas yang Keisha pegang terjatuh dan pecah setelah menyentuh lantai.


Rayyan terjangkit dan berdiri dengan cepat hampir saja minum itu mengenainya. " Astaghfirullah... maaf Pa. " Keisha begitu gugup dan juga langsung khawatir entah kenapa dalam benaknya langsung terlintas wajah Aisyah yang tersenyum manis padanya dan memanggilnya Mama.


Keisha termenung, menjumputi pecahan gelas yang berada di lantai. " Awww,,, " Pekik nya saat tak sengaja pecahan itu mengenainya dan menggores jarinya hingga mengeluarkan darah. " Aww.. "


Rayyan yang sudah ikutan berjongkok di hadapan nya langsung menarik tangan Keisha dengan sangat khawatir mencecap nya jari yang mengeluarkan darah, " Astaghfirullah.... Mama, kenapa sih.? apa sangat sakit? tanya nya setelah jarinya Keisha sudah tak lagi mengeluarkan darah.


" sedikit " jawab nya singkat " Tiba-tiba Mama merasa khawatir aja Pa. Dan kenapa Aisyah yang pertama kali melintas di pikiran Mama. Mama takut Pa. " lirih nya memberitahu Rayyan.


Rayyan menuntun Keisha untuk kembali duduk di di sofa. Dan Rayyan lah yang membersihkan semua pecahan itu " Mama jangan terlalu khawatir seperti itu. Aisyah pasti baik-baik saja, sebentar lagi pasti dia pulang "


" semoga saja Pa, tapi pikiran Mama benar-benar tak tenang Pa. "


" sudah sudah, lebih baik Mama berdoa. Doa orang tua untuk anak-anak nya sangat lah mustajab Allah pasti akan mengabulkan doa Mama dan anak-anak kita pasti akan baik-baik saja. " pinta Rayyan.


Keisha langsung mengangguk membenarkan semua yang di katakan oleh Rayyan. " makasih Pa. "


🌾🌾🌾🌾🌾


Namun semua itu tak bisa mereka lanjutkan, hal yang benar-benar mengerikan telah terjadi di depan mata mereka berdua dan di depan semua anak buah mereka yang datang dan menyaksikan kejadian itu.

__ADS_1


Ledakan yang begitu dahsyat dan seketika menghancurkan meluluh lantahkan tempat itu hingga tak bersisa.


Bummm.....


Bummm.....


" Tidak..!! teriak keduanya bersamaan.


" Aisyah,,,, !!!!


" shelvia...!!!!


Akhsan dan Ikhsan langsung terduduk lemas tatapan nya kosong lurus ke depan dimana terjadinya ledakan itu. Semua sudah hancur berkeping-keping dan tak tersisa satupun ruangan di sana semuanya begitu rata dengan tanah.


Air mata keduanya langsung menetes begitu saja dengan sendirinya, bayangan akan kenakalan Aisyah terngiang jelas di benakmu mereka berdua, keusilan Shelvia juga tak kalah dengan Aisyah yang selalu saja membuat keributan pada Akhsan dan Ikhsan.


Akhsan membungkuk menaruh tangan nya di tanah dan mengepal sempurna di sana, memukuli tanah itu dengan brutal dengan air mata yang tak habis-habis nya. " kalian nggak mungkin pergi kan, kalian pasti tidak ada di sini, tidak-tidak." Akhsan terus menggeleng tak percaya, tak mungkin mereka berdua ada di sana anak buah nya pasti salah mengenali mereka berdua itu tidak mungkin terjadi kan. " Bugh... Bugh..., Arrrggghhh...!! teriak Akhsan.


" Aku telah gagal, Dek kamu tidak benar-benar kesini kan.? kamu sudah pergi sebelum tempat ini hancur kan. " Lirih Ikhsan Menatap kosong ke jauh sana.


" tidak tidak.. ini tidak mungkin aku harus pastikan " Ikhsan beranjak dan berlari ke tempat yang sudah hancur memastikan tak ada adek nya di sana. " Dek..Dek...!! teriak Ikhsan


Beberapa anak buah mereka mengejar Ikhsan, ini masih sangat bahaya siapa tau masih ada peledak yang belum sepenuhnya meledak. " Bos,,!! jangan bos, bahaya. " anak buah itu terus membuntuti di belakang Ikhsan bahkan mereka sudah menyentuh dan menarik tangan Ikhsan untuk mengajak nya pergi.


Tak kalah dengan Akhsan, dia mengusap air mata nya kasar dan menyusul Ikhsan untuk mencari Aisyah di sana " semoga Aisyah tidak ada di sini.? gumamnya begitu sedih.


Dengan bantuan semua anak buah nya Akhsan dan Ikhsan terus mencari keberadaan Aisyah dan Shelvia dan mungkin juga dengan semua penghuni yang berada di dana.


" Gimana Dek " tanya Akhsan berjalan mendekati Ikhsan, namun hanya gelengan kepala lah yang Akhsan dapat, Ikhsan benar-benar tetap dalam mode moh banyak omong. " Dimana mereka, "


" Cari cari sampai dapat, aku tak mau tau pokoknya semua harus ketemu. " teriak Akhsan namun dengan hati yang teriris sakit banget.


Seandainya mereka benar-benar menemukan adiknya di sana berarti adeknya telah benar-benar tiada, tapi kalau tak ada lalu pada kemana. " Aku harus menemukan kalian, dan kalian harus dalam keadaan baik-baik saja "


" Kalian dimana sih dek, " Ikhsan mengacak rambutnya frustasi. baru saja tadi Aisyah minta uang padanya dan sekarang dia tak melihat nya. di manapun. " dek jangan buat Abang pusing, pulanglah " Ikhsan semakin sedih.


" Aisyah,,!!!


" Shelvia,,,!!!!...


Berkali-kali semua teriak teriak namun sama sekali tak ada jawaban apapun hanya ada suara gesekan-gesekan para anak buah nya yang membongkar semua tempat.


" Bang, kita harus pakai alat berat bang, ini tak akan mungkin bisa karena semua ini sangat berat. " saran dari Ikhsan, material-material yang besar yang terdiri dari beton dan juga sejenisnya tak mungkin bisa hanya menggunakan tangan saja.


" Kamu benar Dek. kita harus secepatnya menemukan mereka, kalau tidak entah apa yang akan kita katakan pada orang tua kita.semoga saja mereka masih dalam keadaan baik-baik saja, Dek. "

__ADS_1


" Amin bang. kita juga hati berdoa untuk itu kan." jawab Ikhsan.


Tak akan sulit mendatangkan alat berat untuk membantu evakuasi, dalam satu jam saja beberapa alat berat sudah sampai dan siap menjalankan segala arahan dari Akhsan dan Ikhsan.


Pencarian harus secepatnya di laksanakan karena waktu juga sudah sore dan sebentar lagi akan berubah petang bahkan malam.


Di saat Akhsan dan Ikhsan hampir frustasi penemuan dua mayat anak kecil dan tiga orang dewasa yang tak lagi di kenali membuat mereka berhamburan mendekati penemuan itu.


" Bos,, kami menemukan nya..!! teriak anak buah nya dengan lantang memberitahu kedua nya dengan suara sangat keras.


Akhsan dan Ikhsan harap-harap cemas, berharap itu bukan Aisyah ataupun Shilvia.


" Abang yakin itu bukan kalian, bukan. " ucap Akhsan nunggu tetap berlari menghampiri nya.


sementara Ikhsan pun juga sama dia terus berlari dengan sangat cepat. " tidak dia bukan Aisyah bukan Shelvia juga, bukan bukan " Ikhsan terus menggeleng tak percaya.


Dua anak yang juga yang begitu mirip dengan Aisyah dan juga Shelvia. berbaring tak berdaya tanpa nyawa yang masih melekat.


Akhsan dan Ikhsan begitu syok melihat itu, tidak mungkin kan itu mereka berdua. tapi satu bukti lah yang membuat mereka berdua tak mampu untuk mengatakan apapun dan tak mampu untuk berdiri lagi.


Gelang pemberian keduanya di saat ulang tahun Aisyah di saat dia berumur pas 13 tahun beberapa bulan lalu, gelang itu masih melekat manis di pergelangan tangan mayat itu.


" tidak tidak, ini tidak mungkin. dia bukan Aisyah. " Akhsan semakin terisak.


Dan sama juga mayat yang satunya ada pin keluarga yang melekat di baju yang ia perkirakan adalah Shelvia, pin emas berbentuk bunga pemberian dari sang Oma Tasya.


" Tidak,,,!! argghhh...!! teriak Ikhsan sangat keras.


" Hiks hiks hiks.... "


keduanya menangis di tempat itu. antara percaya dan tidak percaya tapi bukti sudah menjadi jawaban nya.


" Arghhhh...!!!


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


**BENARKAH KEDUANYA TELAH TIADA, ? TIDAK MUNGKIN KAN. SEMOGA SAJA TIDAK. AMIN YA...


SIAPA YANG TAK MAU MEREKA MATI AYO TUNJUK JARI.


SUARAKAN SUARA KALIAN UNTUK MELANJUTKAN CERITA NYA AISYAH DAN SHELVIA.... πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


PLEASE KOMEN**,,,,

__ADS_1


__ADS_2