Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
161.Cemburunya Fatma


__ADS_3

" kamu kenapa Miss, dari tadi cembetut mulu. Wajah juga asem banget kayak rambutan mentah " celetuk Mirna yang melihat betapa mengerikan nya wajah Fatma yang kini sedang menahan rasa cemburu nya pada Ikhsan.


Fatma masih diam, nggak akan mungkin dia akan cerita begitu saja kalau dirinya tengah cemburu kepada suaminya karena memamerkan senyum manisnya pada wanita lain. " aku tak ikhlas " ucap Fatma sembari menjatuhkan wajahnya di atas meja.


Bayangan akan senyum keduanya tadi begitu memenuhi otak Fatma, baru kali ini dia merasa benar-benar cemburu berat pada Ikhsan, karena biasanya Ikhsan juga tak pernah berdekatan dengan wanita lain selain dirinya.


" tidak, tidak mau" ucapnya lagi.


Mirna yang berdiri di sampingnya semakin bingung, dia mengerutkan dahinya menatap Santi dengan sekali anggukan dan di balas dengan Santi yang menaikan kedua bahunya tak tau.


" Miss.. miss.. kamu kenapa? " tanya Santi semakin penasaran dibuatnya.


Fatma tak menjawab dia lebih asyik diam dengan angannya sendiri dan menyembunyikan wajahnya di antara lipatan kedua tangannya.


" Assalamu'alaikum..!! " seru seorang guru yang baru masuk.


Guru yang begitu cantik dan usianya juga masih sangat muda.


Semuanya berhamburan ke tempat duduk mereka masing-masing dan langsung menjawab salam Guru mereka.


" Wa'alaikumsalam, Bu!! " jawab Met serentak.


" wih gurunya baru, masih muda cantik lagi " bisik Mirna pada Santi, sementara Santi hanya mengangguk dan terus melihat guru barunya itu.


Berbeda dengan Fatma, dia masih dengan posisinya yang tadi tak memperdulikan gurunya yang sudah datang.


" Selamat pagi anak-anak, perkenalkan saya Bu Suci! dan saya akan menjadi wali kelas kalian sekarang. " senyum manis Suci keluarkan senyum yang begitu ramah untuk menarik perhatian para murid barunya.


Mendengar nama Suci Fatma langsung mengangkat wajahnya, menatap Suci dengan tatapan tak biasa. " astaga.. kenapa harus dia sih? " gumam nya.


Di saat yang bersamaan Suci juga menatap Fatma saat itu. " gadis itu? bukannya dia gadis yang tadi? terus kenapa dia menatapku seperti itu, apa jangan-jangan dia dan Mas Ikhsan ada hubungan? " batin Suci bingung.


Fatma memalingkan wajahnya acuh, dia tak ingin berlama-lama melihat Suci, meskipun kali ini Suci tengah tersenyum kearah nya.


Fatma semakin tak semangat sekarang, di tengah-tengah pelajaran yang di berikan oleh Suci dia hanya terus mencoret-coret bukunya dengan asal dan tentunya dengan wajah yang kesal.


Tak sengaja Fatma melirik ke arah jendela dan ternyata ada Ikhsan di sana yang sedang berdiri dan mengamatinya.


Ikhsan sedari tadi merasa tak enak, dia ingin memastikan kalau istrinya itu baik-baik saja dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan benar, tapi ternyata itu salah. Fatma sama sekali tak semangat.


Pandangan yang lurus dari Ikhsan untuk nya dan ternyata lurus dengan Suci juga membuat Fatma semakin kesal dan mengira Ikhsan datang ke sana untuk melihat Suci.


Fatma semakin cemberut, dia meletakkan bolpoin nya dengan kasar " tak!! " Fatma langsung beranjak untuk keluar.


" Maaf Bu, saya mau ke belakang sebentar" ucapnya dengan acuh.


Suci mengangguk seraya tersenyum dan mengizinkan Fatma untuk keluar.


Fatma melangkah dengan cepat pergi ke toilet dengan kesal. Ikhsan yang melihat itu pun langsung berlari mengikutinya.


" eishhh... dia pasti salah paham. " gumam Ikhsan seraya berlari mengejar Fatma.


Gerakan dari Ikhsan pun tak lepas dari pandangan Suci. Suci mengernyit, dia semakin curiga akan hubungan antara Ikhsan dan juga Fatma.

__ADS_1


" kalian selesaikan soal itu, saya akan keluar sebentar " pamitnya.


" iya, Bu!! " jawab semuanya serentak.


Suci pun keluar, dia mengikuti kemana perginya Fatma dan juga Ikhsan. Dia sangat penasaran dan ingin mengetahui segalanya.


Fatma masuk ke toilet wanita dan langsung menutup pintunya. Fatma berdiri di depan kaca besar dan membasuh wajahnya di depan wastafel di hadapan nya.


Fatma melihat pantulan wajahnya dari cermin itu, wajah yang kini terlihat lebih segar dari sebelumnya.


" apa aku kurang cantik? atau aku kurang seksi? aku tau Bu Suci itu cantik, seksi dan bohay lagi, lah aku?? " Fatma melihat dirinya sendiri dari ujung kaki sampai atas dadanya dan terakhir wajahnya dari cermin.


" aku rata begini."


" Apa jangan-jangan Mas Ikhsan suka sama yang seksi dan bohay begitu ya? kalau iya... ahhh tidak tidak! apapun yang terjadi aku nggak boleh kalah dengan wanita itu. Aku harus bekerja keras untuk melindungi suamiku dari wanita-wanita genit seperti dia."


Fatma terdiam, memikirkan langkah apa yang akan dia lakukan untuk melindungi suaminya, dia tidak mau suaminya lebih melirik wanita lain daripada dirinya, istrinya. Fatma memejamkan matanya sejenak dan terus berfikir. " ya.. itu sepertinya akan mujarab " ucapnya dengan wajah yang manggut-manggut.


Pintu terbuka dari luar, namun Fatma sama sekali tak tau karena dia masih menutup mata nya.


Lega rasanya hati Ikhsan melihat istrinya ternyata dalam keadaan baik-baik saja dan tidak semurung tadi. Ikhsan memastikan tak ada orang lain di sana selain Fatma dan setelah benar-benar tidak ada yang lain Dia menutup pintu dan menguncinya.


Ikhsan memeluk Fatma dari belakang dan yang pasti akan sangat mengejutkan Fatma. Fatma berontak, memukuli tangan Ikhsan dengan tangan nya. " lepas lepas! beraninya kau.. lepas! " teriak nya.


" nggak akan aku lepas. " ucap Ikhsan.


Fatma membuka mata nya dengan cepat setelah mendengar suara suaminya itu. Fatma melihat dari pantulan cermin dan kini dia menghentikan pukulannya.


"Mas ngapain di sini. bagaimana kalau ada orang yang melihat nya. " lirih Fatma yang tak habis pikir bagaimana bisa suaminya itu masuk ke sana.


" biarkan seperti ini sebentar " ucap Ikhsan. Ikhsan menaruh dagunya di atas bahu Fatma dan kadang-kadang memiringkan nya memasukkan nya di keruk leher Fatma.


Ikhsan mengangkat hijab Fatma menutup kepala nya dengan itu, Ikhsan sungguh menikmati aroma tubuh Fatma yang masih sangat harum membuat Fatma kegelian sendiri karena deru nafas Ikhsan.


" Mas,, geli. " protes Fatma " udah ih lepasin!"


" sebentar lagi " ucap Ikhsan. Bukannya melepaskan Ikhsan malah mencumbu leher Fatma dan memberikan dia tanda kepemilikan di sana.


Suara erangan Fatma sungguh membuat Ikhsan mabok saat ini. Seandainya saja mereka ada di rumah mungkin Ikhsan akan menerkam Fatma tanpa ampun.


" Mas" panggil Fatma yang sudah meradang karena kelakuan Ikhsan.


Hampir saja Ikhsan membuka baju Fatma saat itu namun Fatma cepat Fatma melarangnya. Ini bukan tempat yang tepat untuk melakukan itu dan menuruti suaminya. " jangan Mas "


" apa kamu marah? " tanya Ikhsan.


Fatma cemberut mendengar pertanyaan itu dari Ikhsan.


" kalau kamu masih marah, aku akan melakukannya di sini " ancam Ikhsan.


" tidak, siapa yang marah? " jawab Fatma acuh.


" ya, siapa lagi. Masak aku yang marah "

__ADS_1


Fatma melepaskan tangan Ikhsan dari perutnya dan segera menyingkir dari sana. " udah ah! aku mau masuk kelas. "


" tuh kan masih marah " ucap Ikhsan.


" oke, aku marah karena Mas genit sama cewek lain, Mas senyum-senyum dan menatap wanita itu terus menerus. Apa aku masih kurang untuk Mas Ikhsan " ucao Fatma yang akhirnya mengeluarkan unek-unek nya.


Ikhsan masih terdiam mendengarkan semua keluh kesah istri nya akan dirinya.


" aku tau aku tidak secantik dia, tidak seseksi dan sebohay dia tapi aku...?? " bingung sendiri Fatma akan meneruskan kata-katanya.


Ikhsan mendekat, meraih kedua tangan Fatma dengan lembut. " Memang kamu itu tidak secantik, seseksi, dan sebohay dia, makanya aku tadi terus melihat nya "


" tuh kan! " Fatma menepis tangan Ikhsan dengan kasar.


Ikhsan menarik Fatma kedalam pelukan nya meskipun awalnya Fatma berontak namun akhirnya dia bisa memeluk Fatma.


" kamu memang tidak seperti dirinya, tapi hanya kamu yang aku mau, bukan dia ataupun orang lain. Bagiku kamu itu lebih segala-galanya daripada dia, karena apa? karena kamu adalah milik ku, dan aku akan selalu menjadi milik Fatma saja, Selamanya." ucap Ikhsan menekankan di akhir.


Hati Fatma menghangat, dia tau akan hal itu tapi Fatma hanya merasa sangat takut saja bahkan saat melihat Ikhsan menatap wanita lain dia ingin sekali marah-marah. Mungkin ini yang di namakan cemburu berat.


" benar? " rengek Fatma.


" apa kamu meragukan ku? kalau kamu masih ragu aku akan buktikan sekarang. Aku akan bilang kesemua orang yang ada di sekolah ini bahwa kamu adalah milik Ku begitu pula sebaliknya, bagaimana? "


" nggak! nggak! aku nggak mau jadi bahan gosip nantinya. " tolak Fatma.


" ya sudah. Bertahan lah seperti ini kalau kamu mau, sampai saatnya tiba aku akan mengumumkan segala kebenaran ini. "


" tapi jangan genit-genit lagi ya? "


" iya iya. "


Ikhsan menghujani kecupan di kening Fatma begitu banyak, dia sangat sayang padanya tak akan pernah dia melirik wanita lagi selain dirinya meskipun itu sangat cantik dan menggoda sekaligus.


" sekarang kita keluar, jangan sampai kita kepergok dan akan di gelandang ke penghulu untuk yang kedua kalinya nanti " gurau Ikhsan.


" hemm" Fatma mengangguk dan mulai melangkah terlebih dahulu untuk memastikan tak ada orang di luar yang akan melihat mereka keluar dari sana.


" aman " ucap Fatma memberikan kode dengan jarinya yang berbentuk lingkaran.


Dengan lega Fatma meminta Ikhsan keluar lebih dahulu dan setelah beberapa menit baru dirinya yang keluar. " Alhamdulillah nggak ada orang yang melihat " ucapnya.


Ikhsan menoleh ke arah nya di saat sudah di jarak aman, dia tersenyum manis dan tentunya di balas hal yang sama oleh Fatma.


" ada-ada saja tuh laki gue " Fatma menggelengkan kepala nya geli.


Fatma melangkah pergi menuju kelas nya. Sandi saat Fatma sudah sangat jauh dan Ikhsan sudah tak terlihat lagi Suci keluar dari persembunyiannya. Suci menatap Fatma penuh curiga. Meskipun dia berusaha menguping namun sedikit saja tak ada kata yang dia dengar.


" sepertinya tak sesimpel yang aku kira. Hubungan mereka tak mungkin hanya sebatas Guru dan murid saja, tapi sepertinya ada hubungan yang lebih. Mas Ikhsan juga bukan laki-laki yang mudah di sentuh oleh wanita jadi mana mungkin dia bisa mudah begitu saja dengan gadis seperti dia, pasti dia menggunakan cara kotor untuk mendekati Mas Ikhsan. Aku harus menyelidikinya. " ucap Suci dengan segala kecurigaannya.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2