
Aisyah dan Shelvia turun dari taksi dengan wajah yang berbinar, melangkah dengan pelan sembari sesekali bergurau dan saling melempar tawa.
" hahaha,,,, Kakak benar-benar hebat, bahkan kakak sangat pintar menawar sudah sangat cocok jadi emak-emak Komplek bahkan sangat cocok jika jadi ketua mereka" gurau Aisyah.
Shelvia terlihat sangat marah emosinya mulai terpancing gara-gara perkataan Aisyah barusan" omong kosong, bisa-bisanya kamu mengejek ku sudah bosan hidup?, kamu bisa pilih aku lempar ke Amazon atau Kutub Selatan"? kesal Shevia.
Lagi-lagi Aisyah hanya tertawa mendengar amarah dari Shelvia gara-gara ucapannya barusan." hahaha, jangan marah kak, Nanti luntur cantiknya" ucap Aisyah sembari melangkah dengan cepat meninggalkan Selvia.
Ingin rasanya shelvia mengambil sepatunya, menimpuk kepala Aisyah supaya tidak semakin tidak waras.
" Woi tunggu, benar-benar bosan hidup ya" teriak shelvia marah.
Aisyah Tak menanggapi kata-kata dari shelvia barusan dan lebih memilih mengayunkan kakinya dengan cepat" bodo,, bicara saja sendiri, marah-marah juga boleh" gumam Aisyah dengan acuh.
Mata Aisyah menangkap dua sosok laki-laki yang sangat Aisyah kenal, sontak Aisyah berhenti lalu celingukan untuk mencari tempat persembunyian supaya tidak diketahui oleh kedua laki-laki itu.
" Astagfirullah, Ada Abang kembar bagaimana ini. aku harus sembunyi "ucap Aisyah bingung.
Shelvia yang melihat Aisyah kebingungan berhenti melangkah di belakang Aisyah matanya langsung menatap arah Pandang dari mata Aisyah" Waduh,,, ada ada Abang kembar, sembunyi sembunyi" ajak Shelvia dan mereka bersembunyi di balik pohon dengan cepat.
" Fuhhhh,,, Akhirnya" Aisyah menghembuskan nafas lega.
Aisyah dan Shevia keluar dari persembunyian setelah mobil abangnya pergi hingga tak terlihat dari mata mereka.
" Alhamdulillah " seru keduanya bersamaan sembari mengelus dada mereka masing-masing.
Sekali lagi mereka menoleh memastikan mobil Abangnya tidak kembali lagi ke sana dan Setelah itu mereka baru bergegas masuk ke kompleks di kediaman Marco.
" Assalamualaikum" ucap keduanya bersamaan. Kedatangan mereka berdua pun langsung disambut dengan mata tajam dari seorang Marco.
" ada apa Abang jelek, apa ada masalah? tanya Shelvia menghentikan langkahnya tepat di depan Marco.
Marco yang semula sudah duduk dengan sedikit tenang langsung kembali berdiri dan menatap mereka berdua dengan sejuta pertanyaan dalam pikirannya.
" Dari mana kalian!! tanya Marco dengan kesal.
" Abang jelek tidak melihat!! kita berdua dari pasar emang dari mana lagi" jawab Aisyah santai.
Marco berjalan mendekati Aisyah, matanya melotot kepada Aisyah." dari mana kamu mendapatkan flash disk kemarin" tanya Marco to the point.
Aisyah tersenyum tipis" ternyata Bang Marco sudah melihatnya, baguslah" batin Aisyah.
__ADS_1
"Kenapa kamu tersenyum." tanya Marco heran.
lagi-lagi Aisyah tersenyum" Emang kenapa Bang,Apa ada yang salah? Apa mungkin abang mendapatkan sesuatu. kasih tahu Bang?" ucap Aisyah seakan-akan dia tidak mengetahuinya.
Marco semakin kesal, Aisyah takkan mungkin mengatakannya begitu saja, Marco harus melakukan sesuatu agar Aisyah mau memberitahukannya." oke oke,, terserah kamu yang pasti aku akan mengetahuinya dengan cepat. aku memang tidak mengenal kalian dengan pasti, tapi aku pastikan secepatnya kalian berdua bisa keluar dari rumahku tanpa berani mengancamku. ingat baik-baik" seru Marko dengan suara menegaskan kepada Aisyah.
Marco mengambil laptop yang berada di atas meja dan langsung meninggalkan Aisyah dan Shelvia saat itu juga." pergi sana, mengurung diri di kamar dan merenunglah sekalian menyesali perbuatan Abang" lirih Aisyah.
" kalian dari mana?" tanya Farel.
" bukannya Kak Farel sudah tahu ya, kita kan dari pasar" Jawab Aisyah.
Farel termenung sejenak, memikirkan yang dia dengar dari Marco barusan flash disk." flash disk apa yang yang Abang Marco maksud, Apa itu ada hubungannya dengan yang dikatakan bang Ikhsan dan Bang Akhsan tadi?" tanya Farel.
Aisyah dan Selvia sedikit terkejut tapi tak berlangsung lama." emang apa yang dikatakan Abang kembar" Tanya balik Selvia.
". Abang kembar mengatakan tentang gadis yang bernama Nara." Jawab Farel.
"Jadi mereka sudah mengetahui tentang Kak Nara, Pantesan Bang Marco marah " batin Aisyah.
🌾🌾🌾🌾🌾
Benar saja apa yang dikatakan oleh Ikhsan tadi benar-benar Dia perbuat. Belum genap 1 jam perusahaan Marco sudah mengalami penurunan penghasilan yang cukup signifikan.
Sebenarnya mereka berdua tidak tega melakukan itu pada Marco, namun kesombongan Marco yang membuat mereka berdua harus lakukan itu." gimana dek, apa semua sudah beres? tanya Akhsan.
Ikhsan mengangguk dengan cepat." beres,!semua dalam kendaliku," jawab Ikhsan dengan sangat puas.
" baik" jawab Akhsan mengerti." setelah ini kita harus lebih Waspada karena aku yakin Marco Tidak akan tinggal diam, dia pasti akan menyerang kita balik" imbuh Ahsan
Ada rasa menyesal di antara mereka berdua seharusnya semua ini tidak perlu terjadi, dan seharusnya mereka bahagia dan saling mendukung satu sama lain. tapi nyatanya mereka sekarang saling menjatuhkan.
" Abang yakin setelah ini kita harus lebih waspada Abang yakin Marco pasti akan meminta bantuan kepada sekutu nya. dan kita harus menjaga dengan baik semua keluarga kita juga dari serangan yang mungkin akan datang setelah ini." ucap Akhsan
" Abang benar, jika Marco dan sekutunya berani berulah maka kita kita harus menangani mereka meskipun kita tidak bisa membunuh mereka tapi kita bisa menghentikan kejahatan mereka."Jawab Ikhsan. " bukan orangnya yang harus kita bunuh tetapi kejahatannya lah yang harus kita bunuh dan hentikan" imbuh nya.
" kamu benar, lagian kejahatan mereka juga sudah terlalu banyak jadi secepatnya kita harus menghentikan semua itu," jawab Akhsan.
Setelah pekerjaan mereka selesai keduanya bergegas untuk segera pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarganya.
" pulang yuk, Bang. lelah nih" ajak Ikhsan sembari berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Akhsan mengangguk pelan, mendahului jalan di depan Ikhsan, mereka pun berjalan keluar dengan beriringan.''
Dengan mengendarai satu mobil berdua mereka berniat untuk pulang bersama toh mereka berangkat juga bersama. di perjalanan mereka sesekali bergurau hingga mereka tertawa terbahak-bahak bersama di dalam mobil.
"Bang memang kakak ipar tidak pernah meminta yang aneh-aneh ya" tanya Ikhsan, Akhsan yang tengah menyetir mobil hanya menggeleng lalu menoleh sebentar ke arah Ikhsan." Benarkah,!! Kok aneh ya? kenapa jadi Fatma yang kebanyakan minta, bisa aneh gitu ya" bingung ya Ikhsan.
" Entah aku sendiri juga nggak tahu apa alasannya, mungkin karena kasih sayang diantara mereka sangatlah besar." jawab Akhsan.
Ikhsan mengangguk paham mungkin yang dikatakan Abangnya adalah benar.
" tapi Dek, Fatma beneran enggak sedang hamil kan" tanya Akhsan.
Ikhsan tersentak, membalikkan duduknya menghadap ke arah Akhsan yang kembali fokus dengan jalan raya.
" Nggak, Bang. Ikhsan bisa buktikan kalau dia benar-benar tidak hamil, " elak Ikhsan.
" Kenapa kamu bisa seyakin itu,? emang kalian belum,,,,, "
" udah,,!! kenapa? " ucap Ikhsan memotong perkataan Akhsan. " Aku juga laki-laki normal kali Bang, mana aku bisa tahan di saat tidur bersama dengan seorang perempuan, apalagi dia adalah istri sendiri, bagaikan nasi goreng di pagi hari Bang, mubazir kalau tidak di makan " imbuh Ikhsan.
Akhsan tertawa terbahak-bahak mendengarkan Ikhsan yang menyamakan istrinya sendiri Fatmah seperti nasi goreng di pagi hari. Ikhsan menepuk wajah sembari menatap abangnya dengan kesal." resek loh, bang" kesalnya
Akhsan semakin tertawa melihat kekesalan kembarannya karena perkataannya sendiri." Bukannya kamu sendiri yang resek, Kenapa nyalahin Abang" jawab Akhsan.
" Bang,!! berhenti kenapa sihh, Seneng banget ngetawain adik sendiri dasar Abang enggak ada akhlak. " kesel Ikhsan.
Akhsan terdiam bukan karena Ikhsan yang mengeluh melainkan karena ada beberapa motor yang menghadang mobil mereka. dengan sigap Akhsan menginjak pedal rem dengan mendadak membuat Ikhsan terhuyung kedepan dan kepalanya membentur dasbor.
" apa sih Bang,,!! kesal Ikhsan tanpa menoleh ke depan terlebih dahulu.
" Diam kamu,,! tuh lihat di depan. sepertinya ada yang mau cari gara-gara dengan kita. apa perlu kita keluar dan selesaikan semua ini.ucap Akhsan memberi tahu.
Hampir saja Ikhsan kembali menyerukan suaranya tadi namun dia urung kan setelah melihat sendiri di depan mereka tedapat beberapa orang yang tengah menghadang mereka berdua.
" Sepertinya cari mati mereka " ucap Ikhsan.
Akhsan dan Ikhsan masih setia di dalam mobil nya yang sudah berhenti, di saat itu juga orang-orang itu mendekat dan langsung menggedor kaca jendela di samping Akhsan dan Ikhsan.
" keluar kalian,,!! ucapnya dengan suara yang menantang.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Kira-kira orang dari siapa ya yang menghadang mereka berdua....??