Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
54.Pertemuan


__ADS_3

Tiga hari sudah Aisyah berada di rumah sakit dan dia akan pulang hari ini karena keinginan nya sendiri. Dia benar-benar tak mau berlama-lama di rumah sakit. Dia akan semakin sakit kalau di sana, katanya.


Semua barang-barang sudah di masukkan ke bagasi mobil dan Aisyah pun sudah berada di dalam mobil. Rayyan dan Keisha sendiri lah yang menjemput Aisyah dari rumah dan juga Faisal yang tak ketinggalan.


" Ma,, lihat lah tiga hari saja aku di rumah sakit pipi ku tambah besar begini mana tubuhku semakin bulat juga lagi. " gerutu Aisyah dengan kesal.


Rayyan dan Keisha tersenyum mendengarkan kata-kata Aisyah yang tengah mengeluh karena keadaan nya sendiri. kalau di lihat sih emang benar. dalam tiga hari Aisyah bertambah berat badan empat kilo jadi semakin tambah bulat kan tuh badan dan pipinya pun semakin tembem.


" bagaimana nggak bengkak makan aja kayak bebek, main nyosor apapun yang ada. Untung cuma empat kilo kalau Abang sih mending kamu satu minggu lagi di sana Syah biar bertambah sepuluh kilo lagi. " ucap Faisal memanasi.


wajah Aisyah bertekuk, mulutnya mengerucut, matanya menatap tajam Faisal yang sedang mengemudi." abang,,,!! teriak Aisyah dongkol.


" lihat aja ya. Aisyah akan buktikan di rumah satu minggu Aisyah akan turun sepuluh kilo. " ucap Aisyah tegas.


" nggak usah dek. nanti kalau kamu kurus nggak ada lagi dong anak Mama dan Papa yang bulat, kan biar komplit gitu dek. " ledek Faisal.


" Abang,,!!!


Aisyah bersedekap dada dengan kesal dan memalingkan wajah nya menatap luar " abang jahat.! ucapnya penuh penekanan.


" Hahaha,,,!! adik Abang yang bulat merajuk. uluh uluh sayang, jangan sedih ya nanti Abang beliin kue coklat kesukaan kamu biar tambah bulat. hahaha..!! tawa Faisal terus menggoda.


" diam loh Bang, Aisyah unyeng-unyeng tuh pala biar botak. " ketus Aisyah.


" botak botak aja lah nggak masalah rela aku mah asal adek ku tetap bulat, hahaha..!!


" Abang..!!


" sudah sudah, kalian ini kenapa sih selalu saja ribut, berisik tak nggak. " kesal Keisha.


" Nggak,,!! serentak Aisyah dan Faisal.


" Ihh.. " geram Keisha sedangkan Rayyan hanya terus tersenyum menikmati perdebatan antara istri dan kedua anaknya.


Aisyah kembali menatap luar dan diam tanpa kata-kata apapun lagi. matanya terhenyak saat melihat ada sesuatu yang mengganggu pemandangan matanya. " Fans,? pekik Aisyah dengan tatapan tajam.


Mata Aisyah tak lepas dari Fans yang sedang bersama para gerombolannya yang tengah memalak satu persatu dari toko yang ada di pinggir jalan semuanya harus membayar sesuai dengan yang sudah di tentukan oleh Fans, kalau tidak maka toko akan di hancurkan.


" ya Allah ternyata dia memang sangat lah sadis, aku pikir yang aku lihat di ponsel kemarin hanya sebuah konten saja namun nyatanya itu memang benar-benar terjadi. "


Aisyah merasa sangat miris melihat para orang-orang yang di palak oleh Fans. untung tak seberapa namun harus di bayarkan pada Fans. pokoknya saja belum tentu kembali mana mungkin bisa memikirkan keuntungan.


Semakin lama wajah Fans semakin tak terlihat dari Aisyah karena mobil terus melaju jadi itu hanya bisa di lihat sekilas saja namun tetap saja jelas.


Aisyah menjadi pendiam setelah melihat Fans barusan. pikiran nya terus terbayang-bayang dengan semua orang yang di mintai uang dari Fans tadi.


Mobil terhenti setelah sampai di rumah semua turun begitu pula dengan Aisyah. Aisyah berjalan nyelonong begitu saja membuat semua nya heran dengan Aisyah. Apa mungkin Aisyah marah karena perdebatan tadi di mobil,? tapi itu bukan Aisyah sih hanya seperti itu langsung marah, Tapi kenapa.?


Aisyah terus terdiam hingga dia sampai di dalam kamarnya sendiri, dia merebahkan tubuhnya perlahan-lahan, "astaga kenapa aku tak bisa melupakan kejahatan Fans itu. Aisyah, jangan kau buat pusing dirimu sendiri, jika dia tak berbuat salah dengan keluarga mu kenapa kau harus ikut campur urusan nya ,? semua itu sudah ada yang mengurus nya sendiri Aisyah. "


Keisha yang melihat perubahan Aisyah duduk di sebelah Aisyah bertanya padanya tentang perubahan dari Aisyah " Aisyah sayang, kamu kenapa.? kamu marah sama Abang Faisal.?


Aisyah menggeleng. " tidak, Ma. Aisyah hanya lelah. " jawab Aisyah.


" ya sudah sekarang istirahat lah. "


Keisha keluar setelah Aisyah istirahat dia mungkin memang butuh waktu sendiri untuk istirahat dengan baik.


Aisyah kembali duduk mengambil ponselnya dan dan menghubungi seorang


" Hallo pak Jon." sapa Aisyah.

__ADS_1


" hallo Nona, ada yang bisa saya bantu?


" gimana dengan kerjaan pak Jon, apa sudah menemukan titik terang nya.? atau ada hal lain yang lebih menarik lagi.?


"oh iya Nona. orang itu benar-benar ada hubungan dengan Fans, Nona. dan bisa jadi dia di suruh Fans untuk melakukan itu terhadap Abang Nona. " terang Jon.


" gali terus informasi yang lebih jelas pak Jon. saya menginginkan informasi yang lebih detail lagi daripada ini."


" baik Nona. "


telfon terputus dan Aisyah kembali terdiam.


" Aku harus bertanya pada kak Aira, semoga dia akan memberikan jawaban yang merupakan pertanyaan di hatiku. " gumam Aisyah lalu beranjak.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Seperti biasa hari-hari tak ada yang berarti bagi Aira, dia selalu saja diam dan menyendiri di suatu tempat atau mungkin dia akan mengurung diri di kamar.


Sekarang Aira berbusana tertutup dan juga memakai hijab tak seperti saat pertama dia datang ke sana. Setelah kedatangan Aira dengan busana yang dulu Aisyah sendiri lah yang antusias mencarikan baju yang pas untuk Aira.


Aira terduduk di kasurnya seorang diri tak ada siapapun di dalam kamar itu. kamar yang terdiri dari dua puluh anak itu sekarang telah sepi hanya ada Aira saja yang setia di sana.


" Assalamu'alaikum.. " ucap Aisyah pelan.


Aira menoleh ke arah pintu yang sudah mulai terbuka perlahan-lahan dan langsung menampakkan Aisyah yang sudah tersenyum di sana. " Wa'alaikumsalam,, dek Aisyah sini.! jawab Aira lembut.


Aisyah berjalan mendekat dengan begitu girang duduk di sebelah Aira dengan wajah berbinar.


" kenapa kakak tak pernah keluar.? apa kakak nggak suka tinggal di sini.? tanya Aisyah.


" saya suka kok dek, . "


" sebenarnya saya hanya takut suatu saat ayah akan datang dan membuat masalah di sini, dek. kalian semua belum mengenal Ayah kan.? dia begitu kejam dan tak akan segan untuk melakukan apapun pada orang yang menghalangi jalan nya. " terang Aira lesu.


Mungkin memang keluarga Aisyah tak mengenal siapa Fans tapi bagi mereka kebaikan itu di atas segalanya, tak akan mungkin kan mereka semua membiarkan orang lain di sakiti begitu saja,? itu bukan jiwa dari Keturunan Anastasya Wilona putri.


" kakak tenang saja, selama ada kami semua pasti akan baik-baik saja. oh iya Kak,? sebenarnya kakak itu kemarin di perlakuan seperti itu karena apa sih.?


" sebenarnya.? Hmm.. kakak akan di nikahkan. kakak selalu berontak karena kakak tau kalau orang itu tidak baik dan sangat berbahaya Dek. bahkan dia juga tak segan untuk membunuh orang jika mereka terusik karena itulah aku sangat takut. " Air mata Aira tak dapat terbendung setelah menceritakan nasibnya yang harus di nikahkan paksa dengan orang kejam dan dalam umur yang masih sangat muda, 15 tahun.


Pantesan Fans begitu marah saat Aira di bawa kabur, ternyata karena alasan itulah Fans ingin melakukan kejahatan terhadap keluarga Aisyah. " kakak tenang saja ya, Aisyah janji akan selalu melindungi kakak. " Aisyah mengelus pundak Aira dengan lembut.


" Terima kasih Dek. "


" yuk kak keluar kita jalan-jalan sebentar. " Aisyah menarik tangan Aira dengan paksa. Sesusah apapun, Aisyah harus bisa membuat Aira merasa bahagia dan menghilangkan semua ketakutan nya.


" tapi dek.?


" ayo lah.! Aisyah berjuang keras untuk bisa membawa Aira keluar dan akhirnya dia bisa juga.


Mereka berdua berjalan-jalan mengelilingi pesantren di sore hari. ah udara nya sangat menyegarkan.


" Bakpao,,!! teriak Ikhsan dan berjalan dengan cepat, melihat Aisyah sudah pulang Ikhsan langsung berlari menuju Aisyah sedangkan Fatma masih ada di dalam mobil.


Aisyah dan Aira menoleh bersamaan. Aisyah langsung berlari berhamburan ke pelukan Ikhsan sedangkan Aira terus menunduk takut.


" Abang..!! Aisyah sangat merindukan Abang, " adu Aisyah dengan manja.


" apa sih setiap hari Abang datang ke rumah sakit juga. tapi sini Abang juga sangat merindukan mu. " Ikhsan kembali memeluk Aisyah dengan kuat. "Astaga pipimu tambah besar dek, dan nih lihat kamu juga tambah bulat "


" Abang,!! ini semua gara-gara kalian. seandainya kalian tak memberikan ku makanan yang enak pasti Aisyah tidak akan sebesar ini kan. dan nih lihat pipi Aisyah tambah besar kan, puas Abang buat Aisyah seperti ini, hah puas.!! kesal Aisyah.

__ADS_1


Semenjak Aisyah di rumah sakit para Abang nya memang selalu bergantian datang dan pergi dan saat itu juga mereka akan membawakan makanan yang enak-enak yang tentunya akan memanjakan lidah Aisyah dan sekarang buktinya dia semakin bulat.


" puas banget dek, pipimu semakin besar benar-benar sudah sangat mirip kayak bakpao jumbo. sepertinya enak jika langsung di makan, nyammm..!! ledek Ikhsan dengan mulut menganga dengan sang lebar.


" Abang..!! kakak ipar lihatlah apa yang di lakukan Abang.!! teriak Aisyah mengadu pada Fatma.


Aisyah dan Ikhsan melongo melihat air mata Fatma yang luruh begitu deras dan sudah berjalan perlahan-lahan mendekati Aira yang masih terus menunduk. " bang, ada apa dengan kak Fatma.? bingung Aisyah. "


Ikhsan menggeleng tak tau, dia sendiri juga tak tau kenapa Fatma merubah menjadi seperti itu setelah melihat Aira." apa mungkin,,?


" apa mungkin apa Bang, jangan buat Aisyah bingung deh. "


" kakak belum tau pasti sih. tapi melihat Fatma seperti itu seperti nya memang benar demikian. " jawab Ikhsan.


" Abang,,!! jangan buat Aisyah seperti orang bodoh deh, sekarang jelaskan apa kata-kata abang barusan, atau aku jitak abang sampai botak. "


" lihat aja tuh,, " Ikhsan mengarahkan matanya pada Fatma yang sudah dekat dengan Aira dan Aisyah pun juga mengikuti arah mata dari Ikhsan.


" A-aira.. " lirih Fatma ragu.


Mereka berpisah di usia yang masih sangat kecil Fatma tujuh tahun dan Aira lima tahun jadi kenangan akan wajah Aira sangat terbatas di pikiran Fatma.


" Aira. " lirih lagi Fatma dengan air mata yang tak pernah berhenti keluar dari matanya.


Aira mendongak menatap Fatma dengan bingung. " kakak siapa.? tanya Aira bingung.


Tangis Fatma semakin pecah mendengar kenyataan kalau Aira tak lagi mengenalnya. adik yang selama ini dia rindukan kini sudah ada di depan matanya namun sama sekali tak mengenalinya. " Aira, ini kakak. Kak Fatma. " suara Fatma tercekat. dia begitu rapuh.


Aira masih tak percaya dia benar-benar telah lupa dengan Fatma, dia hanya ingat bahwa dia mempunyai seorang kakak namun dia sama sekali tak mengingat apapun.


Fatma memegangi pipi Aira dan kembali dengan deraian air mata melihat bekas penyiksaan Ayah angkat nya yang sudah mengering. " Aira, " Fatma merengkuh tubuh Aira kedalam pelukan nya.


Penyesalan Fatma rasakan begitu besar. dia telah salah menyerahkan adiknya pada orang yang tak baik bahkan dia juga tega menyakiti adiknya yang dia kira akan bahagia dengan orang tua angkat nya yang saat itu terlihat sangat baik. " maafkan kakak, Aira. maafkan kakak. " Fatma menciumi kepala Aira terus menerus.


" Kakak,,,? lirih Aira ragu.


Fatma mengangguk dengan cepat. " ya, aku kakak mu, Aira. Kak Fatma mu. " jawab Fatma.


Aira kembali menubruk Fatma dengan pelukan nya. bertahun-tahun Aira menanti akan hal ini, pertemuan yang dia sangat rindukan dan sekarang telah menjadi nyata. Kakak yang selalu hadir di dalam mimpinya dengan wajah yang tidak jelas sekarang tengah memeluknya dengan penuh kasih sayang.


" Kakak, Aira merindukan mu, Kak. " ucap Aira yang juga tak dapat menahan air mata nya.


" kakak juga sangat merindukan mu dek, sangat. "


Ikhsan dan Aisyah terharu dengan pertemuan Fatma dan Aira saat ini. jalan takdir memang begitu indah, lama mereka terpisah dan akhirnya mereka bisa bertemu kembali dan sekarang mereka dalam lingkup keluarga yang baik dan menyayangi mereka.


" Abang, Aisyah sedih. " Aisyah menghapus air mata yang juga tak sengaja jatuh di pipi Aisyah.


" cup cup cup Adek Abang kan kuat tak boleh sedih begini cukup Abang saja yang sedih, oke." jawab Ikhsan.


" yee,,,!! kirain Abang tidak sedih.


" sedih sayang. " Ikhsan mengelus kepala Aisyah dengan kasar hingga merusak hijab Aisyah yang ia kenakan.


" Abang,,,!!!.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


jaga baik-baik adik mu Fatma, jangan sampai kau melakukan kesalahan yang kedua. menyerahkan adik mu pada orang yang salah.

__ADS_1


__ADS_2