Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
200. Misi penyelamatan


__ADS_3

_____


Happy Reading..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, dan budayakan komen meski hanya satu kalimat.


Terima kasih. 😘💕😘💕


____________


Setelah beberapa saat kepergian Fatma, Keisha datang dengan di temani Akhsan dan juga Kairi. Kairi yang mulanya tak boleh ikut tetap kekeuh untuk ikut karena dia masih ingin terus bersama dengan Keisha dan juga ingin bertemu dengan Fatma, dia sangat merindukan adik ipar nya itu meski setiap hari ketemu.


Rumah terlihat sangat sepi namun terdengar ada suara yang sepertinya tengah beres-beres di dalam. Mereka bertiga masuk dan tak lupa mengucapkan salam untuk menghormati sang pemilik rumah.


" Assalamu'alaikum. " Ucapnya dengan serentak.


" Wa'alaikumsalam!. " Terdei suara teriakan dari dalam, dan beberapa saat terdengar bunyi langka kaki yang semakin mendekat.


" Ehh, ada Nyonya besar, mari mari. " Ucap asisten rumah tangga itu dengan begitu ramah tamah, menyambut kedatangan Keisha.


" Ada pak Akhsan dan Ibu Kairi juga, mari-mari masuk. " Imbuhnya lagi.


Mereka bertiga mengangguk, dan langsung mengikuti langkah asisten rumah tangga itu membawa mereka ke ruang tengah.


" Ikhsan dan Fatma dimana, Bik?. " Tanya Keisha sembari melangkah.


"Pak Ikhsan belum pulang, Nya. Kalau Ibu Fatma?.. Baru saja pergi dengan kedua temannya di antar pak sopir?. " Jawab nya.


" Emang mau kemana?. " Tanya Keisha yang kini sudah duduk dan menaruh tasnya di sebelah nya.


" Ngga tau, Nya. Tapi saya denger-denger mereka berkata ada yang tidak beres begitu, lalu mereka pergi tanpa memberitahu kepada saya, Nya. " Terang Asisten itu.


" Ada yang tidak beres? Apa maksudnya?. " Keisha mengernyit menatap Akhsan dengan bingung, sebenarnya apa yang tidak beres itu?. " Akhsan, kamu tau sesuatu?. " Tanya nya.


" Tidak, Ma. Sudah lah Ma, kayak nggak kenal ama Fatma saja. Dia kan posesifnya minta ampun, Ma." Jawab Akhsan.


" Ya, itu bagus dong! Kalau istri posesif itu berarti suami jadi lebih hati-hati. Karena sekali saja suami melirik ke arah kiri langsung tuh di pelototin. " Ujar Keisha.


" Iya juga sih, Ma. "


Asisten rumah tangga tadi kembali keluar setelah tadi sempet masuk saat Akhsan dan juga Keisha berbincang, kali ini dia keluar dengan membawa nampan yang berisi tiga cangkir dan beberapa piring kecil berisi cemilan.


" Silahkan di minum, Nya, Pak, Ibu. " Pintanya setelah semuanya sudah tersaji di depan mereka.


" Makasih Bik. " Keisha.


" Makasih Bik.. " Akhsan.


" Makasih. " Kairi.


" Sama-sama, kalau begitu saya lanjut kerja lagi, Nya. Mungkin sebentar lagi pak Ikhsan dan Bu Fatma pulang." Ucapnya begitu sopan.


" Iya, Bik. Kami akan menunggu nya. " Jawab Keisha.


______


Fatma dan kedua sahabatnya akhirnya sampai juga di depan rumah Suci. Masih terlihat jelas bahwa mobil Ikhsan masih terparkir manis di sana, namun penghuninya sama sekali tak ada.

__ADS_1


" Kok sepi banget ya?. " Ucap Fatma mengernyit bingung.


" Pak Lukman, taukan apa yang harus Bapak lakukan?. " Ucap Fatma.


" Tau, Bu. " Jawab nya.


Lukman memberikan sesuatu pada Fatma berupa semprotan kecil. Itu adalah senjata paling ampuh sepanjang masa bagi Fatma, senjata yang selalu Ikhsan berikan untuk nya, untuk berjaga-jaga dari segala sesuatu yang mungkin akan terjadi.


Baru saja Fatma mulai membuka pintu mobil dia di kejutkan dengan kedatangan anjing besar yang sudah melongok dan menggonggong ke arahnya, sontak Fatma kembali menutup pintunya karena terkejut dan karena gak mau di gigit oleh anjing itu.


" Akk! Anjing!!. " Teriak Fatma histeris, mengejutkan Santi dan Mirna yang masih menikmati ayam goreng buatan Fatma.


" Apaan sih, Miss! Ganggu aja orang bagi makan enak. " Keluh Mirna tak terima karena Fatma mendesak Mirna dan ayam goreng yang ada di tangannya hampir vs aja mau jatuh.


" Ibu nggak apa-apa?. " Tanya Lukman khawatir.


Fatma menggeleng " Tidak!. " Fatma mengintip anjing itu dari kaca mobil yang tertutup rapat. Fatma bingung, bagaimana mungkin bisa ada anjing di sana secara tiba-tiba? Apa Suci yang memeliharanya? Atau anjing milik tetangga.


Fatma menoleh ke arah Santi dan juga Mirna yang masih Asyik, bahkan Mirna masih mau mengambil ayam goreng yang menjadi jatah untuk Fatma. Dengan cepat Fatma menyambar ayam goreng itu sebelum Mirna mengambilnya, dan itu mengakibatkan Mirna mengerucutkan bibirnya karena kesal.


" Miss, tadi katanya tidak mau makan?. " Ucap Mirna.


" Aku memang tidak makan, tapi ada yang benar-benar ingin memakannya. " Fatma tersenyum penuh arti membuat semua yang ada di sana bingung, sebenarnya apa yang Fatma pikirkan dan rencanakan.


" Untung aku bawa ini. " Ucap Fatma sumringah.


Fatma mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Sebuah botol kecil yang ukurannya hanya sama seperti ibu jari orang dewasa. Fatma membuka tutupnya dan meneteskan beberapa tetes air di dalamnya ke atas ayam goreng tadi.


" Itu apa, Miss. Penambah rasa? Boleh dong coba gimana rasanya. " Mirna begitu menginginkannya, bahkan dia sampai menjilati bibir nya sendiri, dan berkhayal betapa enaknya itu ayam goreng.


" Kamu mau?. " Fatma mengedipkan satu matanya.


" Kamu mau tidur satu hari satu malam? Kalau iya sok atuh di makan. "


" Hah!. " Terkejut Santi dan Mirna sedangkan Lukman tersenyum kecil karena dia memang sudah tau kegunaan cairan itu.


Fatma membuka jendela sedikit dan melemparkan ayam goreng itu ke arah anjing yang masih menunggu dengan duduk manis di depan pintu Fatma.


" Ayo dimakan. " Terlihat Fatma harap-harap cemas, bagaimana kalau anjing itu tidak mau makan? Yang ada mereka akan semakin lama di dalam mobil dan entah apa yang akan dilakukan oleh uler keket di dalam sana pada suaminya.


Keinginan Fatma terkabul dengan cepat, anjing itu langsung memakannya hingga habis.


" Ternyata dia anjing yang tidak pilih-pilih makanan. " Ucap Fatma.


Tak sampai satu menit anjing itu sudah ambruk dan memejamkan matanya, obat itu ternyata bekerja sangat cepat. Fatma cepat keluar dia segera menyelamatkan Ikhsan.


Fatma langsung menuju ke arah pintu, menarik handle dan perlahan membukanya, untung saja tidak di kunci.


Semuanya masuk dengan mengendap-endap, tak ingin sampai ketahuan dan mereka bakal gagal.


Rumah itu terlihat sangat sepi, mereka harus terus mencari keberadaan Ikhsan. Satu kamar yang Fatma tuju, dan kamar itu terdapat jendela yang mudah untuk dia melihat kondisi di dalamnya.


Fatma ternganga saat melihat apa yang di lakukan Suci pada suaminya, dia langsung melotot dan tangan nya langsung mengepal, ingin sekali menghajar Suci sekarang juga karena telah berani menyentuh tubuh suaminya.


" Rasakan ini, uler keket! " Ucap Fatma.


______

__ADS_1


Keadaan yang sangat menguntungkan untuk Suci, kali ini Ikhsan tak sadarkan diri dan dia bisa bebas menyentuh apapun yang dia Impi-impikan dari seorang Ikhsan.


Sebelumnya Suci mengganti baju biasa dengan sebuah lingerie berwarna biru muda, baju yang begitu tipis bahkan yang memakainya sama saja seperti tak memakai baju.


Suci melepaskan sepatu Ikhsan dengan pelan, dan setelah itu dia mulai merangkak naik ke atas ranjangnya untuk menyusul Ikhsan.


" Akhirnya aku bisa menyentuhmu dengan sesuka hatiku, Mas Ikhsan. Lihatlah kamar ini, semuanya terpajang foto-foto mu, foto-foto kita saat kuliah dulu. Semuanya masih aku simpan dengan baik, kamu lihat kan. " Ucap Suci seorang diri sembari tangannya mulai membelai lembut wajah Ikhsan.


Satu-persatu kancing baju Ikhsan di lepaskan oleh Suci dia ingin bisa melihat seberapa gagahnya seorang Ikhsan jika telanjang dada, pasti akan sangat mengagumkan.


" Woww.. Sempurna. " Ucap Suci begitu mengagumi tubuh Ikhsan yang begitu indah.


Suci tak salah begitu tergila-gila pada Ikhsan, bukan hanya wajahnya saja yang tampan namun tubuh Ikhsan juga sangat bagus dan sangat menggairahkan.


" Aku boleh kan mencium mu, Mas. " Ucap Suci dengan nada manja. " Bolehkan?. "


Tangan Suci sudah terus meraba tubuh Ikhsan, wajahnya semakin mendekat ingin mencium pipi Ikhsan yang sudah ada di depan matanya. Namun, belum juga terjadi Suci sudah ambruk tak sadarkan diri di sebelah Ikhsan dan tangannya memeluknya.


Fatma masuk setelah Suci tak sadarkan diri, dia berlari dengan cepat, menyingkirkan tangan Suci dari tubuh suaminya. " Dasar guru gila!. Bisa-bisanya dia berbuat seperti ini. Dasar nggak waras!. " Sungut Fatma.


Fatma langsung merangkak naik dan membenarkan lagi kancing Ikhsan. " Nanti kalau sudah sadar, Mas harus mandi kembang setaman, kalau tidak awas aja, lagian tuh najis mugoladho nggak akan hilang. " Ucap Fatma.


" Sebaiknya kita apain dia, Miss! Nggak asyik dong kalau kita biarkan dia begini saja. Iya nggak Mir?. " Tanya Santi minta pendapat.


" Pak Lukman, sini." Panggil Fatma dan Lukman langsung berlari mendekat.


"Iya, Bu. " Jawab Lukman setelah sampai di depan Fatma.


" Bantu saya membawa Mas Ikhsan ke dalam mobil setelah itu, kamu lakukan apa yang aku minta pada uler keket ini. Dia harus mendapatkan kesenangan yang lebih dari ini. " Ucap Fatma.


" Kamu mau lakuin apa Miss?. " Santi dan Mirna mengernyit bingung.


" Kalian juga akan tau nanti. " Jawab Fatma. " Tolong bawain semua barang-barang Mas Ikhsan. " Pintanya.


" Siap, Bos. " Jawab Keduanya kompak.


Fatma dan juga Lukman memapah Ikhsan sedangkan Santi dan Mirna membawa barang-barang Ikhsan berupa sepatu dan juga ponsel.


Semuanya masuk kedalam mobil, karena Mirna bisa menyetir jadi dia di tugaskan untuk membawa mobil Ikhsan bersama Santi sedangkan Fatma tetap berada di mobil yang tadi bersama Ikhsan dan Lukman.


" Laksanakan tugas mu pak Lukman. " Ucap Fatma dengan senyum menyeringai.


" Astaga... Beneran tuh Miss lakuin itu untuk falakor?. " Ucap Mirna.


" Ini belum sepadan dengan apa yang falakor itu lakukan, Mir. " Jawab Santi.


" Kamu benar. "


___


Bersambung....


_______________


Yuk tebak, hukuman apa yang Miss error berikan pada falakor.?...


Jawab ya..

__ADS_1


😘😘😘😘


__ADS_2