Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
197.Pergi rapat


__ADS_3

____


Happy Reading...


_________________


Ikhsan dan Suci kembali berjalan beriringan, keduanya di perintahkan kepala sekolah untuk menghadiri rapat di salah satu sekolah SMA di sekolah lain.


Ikhsan nampak profesional, dia jarang sekali melirik Suci, dia melirik sesekali hanya sekilas saja dan itu di saat dia menjawab pertanyaan dari Suci.


Namun berbeda dengan Suci, dia nampak berbinar dia sangat bahagia karena sebentar lagi dia akan berada dalam satu mobil dengan Ikhsan dan tentunya hanya berdua saja, tanpa ada pengganggu.


Senyum Suci terus mengembang sempurna, kapan lagi kesempatan ini datang pada dirinya, ini adalah hal langka sepanjang dirinya menjadi guru di SMA Tunas Bangsa bahkan baru sekali ini dia akan satu mobil dengan Ikhsan selama dia mengenalnya.


Jantung Suci terus berpacu dengan cepat, suara Ikhsan dan tatapannya begitu menghipnotisnya. Bahkan senyum yang biasa saja dari Ikhsan seakan mampu mempercepat detak jantung nya.


Ikhsan bagaikan magnet untuk Suci, dia selalu ingin berada di sisi Ikhsan kapanpun, di manapun dan dalam kondisi apapun, dia sangat menginginkannya.


" Mari, Bu. " Ucap Ikhsan yang mempersilahkan Suci masuk kedalam mobilnya.


Meskipun Suci harus membuka sendiri pintunya namun nyatanya itu sudah membuat dia begitu bahagia, apalagi jika ada perlakuan khusus dari Ikhsan untuk nya.


𝘗𝘦𝘭𝘢𝘯-𝘱𝘦𝘭𝘢𝘯 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘚𝘶𝘤𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭. 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘢𝘯𝘪𝘴 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘚𝘶𝘤𝘪.


𝘛𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘚𝘶𝘤𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬. " 𝘚𝘪𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬, 𝘚𝘶𝘤𝘪. " 𝘜𝘤𝘢𝘱𝘯𝘺𝘢.


𝘏𝘢𝘵𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢-𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶, 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢.


𝘚𝘶𝘤𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘯, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬, 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘯𝘵𝘶𝘩 𝘱𝘶𝘯𝘤𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘚𝘶𝘤𝘪 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘫𝘦𝘥𝘰𝘵 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭, 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘚𝘶𝘤𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯.


" 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩. " 𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘚𝘶𝘤𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵.


" 𝘐𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘸𝘢𝘫𝘪𝘣𝘢𝘯 𝘬𝘶. " 𝘑𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘵𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯.


𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘵𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶. 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵, 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘵𝘪 𝘴𝘢𝘫𝘢. 𝘚𝘶𝘤𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘬𝘶𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘪𝘴𝘬𝘰 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘢𝘯𝘢.


" Bu, Bu Suci. Cepatlah, kita bisa telat!. " Teriak Ikhsan dan berhasil membubarkan seluruh mimpi indah yang baru saja di alami oleh Suci.


Suci tersentak, " I- iya, Pak. " Jawab Suci dengan gugup.


Suci baru tersadar bahwa semua tadi adalah angan-angan semata yang datang dari otak kirinya. Suci malu, wajahnya memerah, mau dia taruh dimana wajahnya sekarang.


Suci masuk ke mobil dengan pelan, dan menutupnya juga dengan pelan. Suci tersenyum tipis dengan hambar saat Ikhsan melirik sekejap sebelum dia menghidupkan mesinnya dan mulai menjalankannya.


" Bu Suci baik-baik saja?. " Tanya Ikhsan.


" I- iya. " Suci mengangguk. " 𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩 𝘴𝘪𝘩? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘩𝘢𝘺𝘢𝘭 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘵𝘢𝘥𝘪, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘬 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢-𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘫𝘰𝘮𝘣𝘭𝘰 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘮𝘪𝘬𝘪𝘢𝘯. " Batin Suci yang penuh harap.


_____


Kehebohan terjadi di kelas Fatma saat Santi kembali dari toilet. Dia yang tak sengaja melihat Ikhsan dan Suci pergi berdua dalam dafi mobil langsung menceritakan itu pada Miss error nya.


" Miss..!! Gaswat ini, gaswat..!. " Teriak Santi begitu heboh, Santi berlari dan menyerobot duduk di bangku sebelah Fatma berada.


Fatma yang di panggil tentunya langsung menoleh dan menatap fokus ke Santi yang kini sudah duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Fatma membalikkan badannya menatap intens wajah Santi yang panik dan mengeluarkan mimik yang sangat mencurigakan itu.


" Ada apa sih, San?. " Fatma mengernyit bingung namun dia bertanya dengan datar.


" Ada apa sih, seru banget kayaknya?. " Mirna pun tak mau ketinggalan, dia menghampiri keduanya membungkuk di depan mereka dengan kedua tangan yang dia lipat di atas meja.


" Gaswat Miss.. Ini sungguh gaswat..! " Ucap Santi yang masih terus mengatakan gaswat terus, membuat Fatma dan Mirna semakin penasaran bukan kepayang.


𝘗𝘭𝘦𝘵𝘢𝘬....


" Atur nafas mu, lalu cerita yang bener. Bukan hanya gaswat gaswat mulu, kita udah penasaran kau gantung terus. " Ngomel Mirna dengan kesal setelah dia juga berhasil melayangkan satu pukulan di kepala Santi.


𝘏𝘶𝘧𝘧𝘧... 𝘏𝘶𝘧𝘧𝘧... 𝘏𝘶𝘧𝘧𝘧....


Santi berusaha keras untuk mengatur ritme nafas nya dengan benar dan setelah semuanya benar-benar stabil dia baru bercerita pada Fatma dan juga Mirna.


" Miss jangan pingsan ya, dan jaga hati baik-baik jangan sampai memanas takut kebakar nantinya. " Ucap Santi memulai.


Fatma semakin kepo besar dengan kata-kata Santi barusan, sebenarnya apa yang terjadi kenapa Santi bisa mengatakan itu padanya.


" Maksudnya?. " Fatma mengernyit, semakin mengkerut deh tuh dahinya hingga terdapat begitu banyak garis yang tergambar di sana.


Sekali lagi Santi mengambil nafas panjang dan mengeluarkan nya perlahan.


" Kayak emak-emak mau lahiran aja kau, San. Cepat cerita! Atau aku jegong tuh pala biar peyang. " Gerutu Mirna yang tak sabaran.


" Sabar ngapa sih. " Ucap Santi dengan sewot akut.


Santi kembali fokus dengan Fatma dan dengan tujuan nya. Dia harus segera memberitahu pada Fatma apa yang terjadi dengan Ikhsan suaminya.


" Whattt!.... " Teriak Fatma yang seketika langsung syok mendengar cerita Santi.


Santi dan Mirna memundurkan kepala mereka karena takut kena semprot dari mulut Fatma yang siap menyembur. Sekaligus karena mereka berdua terkejut karena suara yang sangat keras dari Fatma.


" Apa sih, Miss! Jangan gitu amat juga kali. " Protes Mirna.


" Mereka pergi kemana? Dan untuk apa?. " Tanya Fatma dengan cepat.


" Mana aku tau. " Santi mengedikkan bahunya, dia benar-benar tak tau Ikhsan pergi kemana dengan Suci. Yang dia tau hanya mereka pergi berdua saja.


" Telfon aja, Miss. Tanya dianya langsung. " Saran dari Mirna.


Saran yang bagus dari Mirna, dengan cepat Fatma mengambil ponsel yang ada di dalam tas dan langsung menghubungi Ikhsan.


Sementara di dalam mobil Ikhsan dan Suci keduanya hanya diam, tak ada pembicaraan apapun dari keduanya.


𝘒𝘳𝘪𝘯𝘨... 𝘒𝘳𝘪𝘯𝘨... 𝘒𝘳𝘪𝘯𝘨.....


Bunyi ponsel mengejutkan mereka berdua. Ponsel yang ada di dalam saku kemeja yang Ikhsan kenakan. Dengan cepat Ikhsan mengambilnya, melihat siapa yang telah menghubungi nya. " 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢? " Sekilas Ikhsan melirik ke arah Suci namun dia pura-pura acuh.


Ikhsan mengangkatnya, menempelkan ponselnya di samping telinganya.


"Assalamu'alaikum.. " Ucapnya dengan pelan.


" 𝘞𝘢'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘔𝘢𝘴 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘨𝘢𝘯𝘫𝘦𝘯 𝘪𝘵𝘶?. " 𝘚𝘶𝘯𝘨𝘶𝘵 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢.

__ADS_1


" Apa sih, Sayang. Mas ada rapat di SMA Bakti. " Jawab Ikhsan.


" 𝘉𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶? 𝘔𝘢𝘴 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘶𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨!. 𝘑𝘢𝘮 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘔𝘢𝘴 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨? . "


" Mungkin jam dua Mas pulangnya. " Jawab Ikhsan.


" 𝘈𝘸𝘢𝘴 𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘫𝘢𝘮 𝘥𝘶𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘶𝘯𝘤𝘪𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘴 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘯𝘺𝘢𝘮𝘶𝘬!. " 𝘈𝘯𝘤𝘢𝘮 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢.


" Iya iya. Mas akan pulang tepat waktu. Tunggu Mas di rumah, jangan kelayapan dan masak yang enak. Mas pulang pasti sangat lapar. " Ucap Ikhsan.


" 𝘖𝘬𝘦. 𝘐 𝘭𝘰𝘷𝘦 𝘺𝘰𝘶 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨.. 𝘮𝘶𝘢𝘤𝘩.. " " 𝘊𝘪𝘶𝘮 𝘫𝘢𝘶𝘩 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯.


" Love you to my hany... Muach.. " Ikhsan pun membalas hal yang serupa. " Assalamu'alaikum.. "


" 𝘞𝘢'𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘶𝘮𝘴𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘢𝘸𝘢𝘴 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘨𝘦𝘯𝘪𝘵-𝘨𝘦𝘯𝘪𝘵. " 𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘵𝘶𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘰𝘯𝘴𝘦𝘭 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯.


ikhsan tersenyum kecil, merasa lucu aja dengan istri kecilnya yang mulai posesif dengan nya.


Hati yang tadinya adem ayem kini telah panas saat mendengarkan percakapan Ikhsan dengan orang di seberang yang tak tau dia siapa. Tapi yang pasti itu adalah orang spesial untuk Ikhsan.


" Siapa, pak?. " Tanya Suci menyelidiki.


" Oh, ini? Istriku yang telfon. " Jawab Ikhsan.


"𝘈- 𝘢𝘱𝘢? 𝘔𝘢𝘴 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪? 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩?. " Batin Suci syok.


" Wah, ternyata Pak Ikhsan sudah menikah ya, sudah berapa lama Pak? Bolehlah kenalin istrinya pada saya. Penasaran aja siapa wanita yang beruntung itu. " Senyum hambar lolos dari bibir Suci sebagai tanda dia tidak apa-apa tapi tidak dengan hatinya yang kini tengah patah " 𝘒𝘳𝘦𝘬𝘬. " Begitu sakit.


" Udah setengah tahun ini sih. Istriku pemalu jadi dia sering dirumah saja. " Jawab Ikhsan, yang tak mungkin dia akan mengatakan kalau Fatmalah yang menjadi saingannya.


" Oh.. " Suci manggut-manggut.


Sementara di dalam kelas Fatma sedikit lega karena mendengarkan penjelasan dari Ikhsan. Dia hanya rapat saja di SMA Bakti jadi mana mungkin pelakor itu bisa bereaksi.


" Gimana, Miss?. " Tanya Santi.


" Rapat, di SMA Bakti. "


" Terus Miss percaya gitu aja kalau pelakor itu tidak akan melakukan apapun pada Pak Ikhsan? Kan bisa saja nanti pas mereka pulang dia memberi sesuatu pada Pak Ikhsan dan menjebaknya. " Ucap Mirna.


" Itu nggak mungkin lah, Mir. "


" Ya, kan siapa tau, Miss. Hati orang mana ada yang tau. "


" Tenang, aku bisa lacak keberadaan Mas Ikhsan jadi kalau dia jam dua belum pulang aku tau harus cari dia dimana. Jadi kalian berdua nanti pulangnya ke rumah ku aja ya, kita tunggu sama-sama. Kalau ada sesuatu yang tidak di inginkan kita beraksi bersama, Oke.. "


" Siap, Miss. Kita mah oke oke saja, iya kan Mir. "


" Iya lah. "


___


Bersambung..


_________________

__ADS_1


__ADS_2