
Akhsan sengaja tak ke kampus hari ini. dia harus bekerja keras untuk mengembalikan keadaan perusahaan yang sedikit terkendala karena perbuatan Marco. Akhsan masih berusaha bersabar dia hanya tak mau bertindak dan akan semakin menambah buruk persahabatan mereka meskipun sekarang pun sudah sangat mustahil untuk kembali lagi seperti dulu.
Di depan para klien nya Akhsan menyerukan pendapat yang baru untuk bisa mendongkrak penghasilan mereka yang sempat merosot. Dan Alhamdulillah dalam dua hari ini keadaan sudah mulai stabil lagi meski dia masih harus tetap waspada.
" begitulah kiranya tuan-tuan yang bisa saya gambarkan untuk jalan kedepannya perusahaan kita bersama " ucap Akhsan setelah satu jam full dia terus menyerukan pendapat nya dan memberikan kepercayaan untuk para klien nya yang sempat meragukan kinerja Akhsan.
" baik Pak Akhsan kita akan kembali percaya dengan Anda, dan saya harap kepercayaan kami ini tidak salah " ucap salah satu dari mereka sebagai perwakilan. " kalau begitu kami permisi " sambungnya.
Mereka semua berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan dan sebagai tanda perpisahan. Akhsan bernafas lega akhirnya dan akhirnya semua bisa berada di genggaman tangan nya lagi.
Akhsan menyandarkan punggungnya di kursi yang terus bergerak itu menatap langit-langit dan masih terus terpikirkan bagaimana caranya bisa membuat Marco kembali mengerti.
" Pak. apa masih ada yang harus saya kerjakan" tanya Ardi dan membuat Akhsan kembali duduk dengan tegak.
" Hm.. ? atur pertemuan ku dengan pemimpin perusahaan XX, pak Marco. dan saya mau itu di lakukan hari ini juga. " tegas Akhsan.
Akhsan sudah memikirkan panjang bahwa dia akan berusaha bicara baik-baik pada Marco dan mungkin hari ini adalah hari yang tepat karena kesibukan nya yang tak terlalu padat seperti kemarin.
" Tapi pak.? jawab Ardi ragu.
" lakukan, Ardi. jangan pernah menolak permintaan ku " ucap Akhsan lebih tegas.
Ardi benar-benar tau kejadian dimana Marco marah saat pertemuan waktu itu. namun mau bagaimana lagi dia tak akan mungkin bisa menolak permintaan Akhsan selaku bos nya.
" baik Pak, akan saya coba. " Ardi beranjak dan membungkuk sebelum dia pergi " saya permisi pak "
" Hmm."
πΎπΎπΎπΎπΎ
Dengan keberanian dan menahan sejuta rasa takut Aira pergi keluar pesantren dia ingin sekali bisa menjenguk Faisal yang belum juga pulang dari rumah sakit. Aira sangat merasa bersalah karena dia sangat yakin kalau kejadian yang menimpa Faisal itu karena dirinya.
Tak ada satupun yang tau dari pengasuh pesantren tentang kepergian Aira hanya satu saja yang tau dia adalah teman sekamar dengan Aira.
Dengan angkutan umum Aira berniat pergi ke rumah sakit Natas Hospital dengan uang saku yang di berikan oleh Fatma tadi pagi sebagai uang jajan yang diberikan oleh Ikhsan padanya.
" pak rumah sakit Natas hospital ya pak "'ucap Aira begitu lembut, meskipun dengan ketakutan Aira tetap harus pergi ke sana dia sangat tidak enak dengan Faisal.
Aira terus terdiam dan terus was-was dia takut jika ada orang dari suruhan ayah angkat nya yang tiba-tiba masuk ke angkutan itu. Dan benar saja keringat Aira mengucur dengan begitu deras saat ada orang bertubuh kekar yang masuk ke sana saat berada di lampu merah.
orang itu menyeringai sinis menatap Aira yang ketakutan. Akhirnya gadis yang di cari telah datang sendiri tanpa susah payah dia mencarinya.
Angkutan hendak berjalan lagi, namun orang itu menghentikan nya dengan suara yang cukup keras " berhenti ""
__ADS_1
Orang itu langsung menyeret Aira keluar dan berjalan dengan cepat tanpa membayar membuat sopir itu berteriak namun tetap saja tak di hiraukan oleh orang itu.
Aira terus meronta ingin sekali dia terlepas dari genggaman tangan yang sangat kuat itu. Aira begitu menyesali kebodohannya, seandanya dia tak pergi dia tak akan tertangkap oleh ayahnya.
Aira menangis berteriak memohon untuk di lepaskan tapi mana mungkin itu terjadi kan "' tolong lepasin Aira, Aira tidak mau kembali dengan ayah,,!! Aira terisak dalam langkah yang terseret orang itu.
" Om lepasin Aira, Aira tidak mau kembali dengan ayah" ucap Aira yang semakin terisak dan ketakutan.
Orang itu menoleh namun tetap menyeret Aira, tatapan nya begitu bengis, susah payah dia mencari Aira dan di minta untuk melepaskan nya mustahil " jangan pernah bermimpi untuk bisa pergi lagi Aira, kau gadis yang sangat menyusahkan untuk kami semua. gara-gara kamu nyawa kita berada di ujung tanduk " geram orang itu.
" Om lepasin Aira, Aira mohon " !!
" diam,,!!!
Aira benar-benar hanya bisa berdoa akan ada yang menyelamatkan nya sekarang. dia berjanji tidak akan melakukan kebodohan ini lagi jika ada orang yang menyelamatkan nya "Kak, Aira sangat takut, maafkan Aira Kak. Aira tidak mendengarkan kata-kata kakak , Kak Fatma tolongin Aira "
Begitu jauh mereka melintasi jalan dengan berjalan meskipun lelah namun orang itu sangat puas seenggaknya nyawanya akan terselamatkan setelah ini.
Orang itu menarik Aira mendorongnya hingga dia jatuh tersungkur di hadapan ayah angkat nya. " nih. aku sudah berhasil menemukan anak sial mu. mulai sekarang aku tak mau lagi ikut campur dengan urusan mu, aku tak mau nyawa ku melayang hanya karena masalah mu sendiri" ucap orang itu begitu kesal dan menatap bengis Fans.
Fans tersenyum picik. bagaimana bisa dia akan melepaskan orang begitu saja jika dia mau terlepas darinya maka di saat itu juga nyawa nya harus terpisah dengan raganya.
" benar kah kamu mau bebas dari ku. apa kamu lupa dengan konsekuensi yang akan kamu dapatkan "
Fans beralih pada gadis yang duduk di bawah dan terus menangis hingga tersedu-sedu bahkan tubuh nya bergetar sangat kuat.
Fans berjongkok di hadapan Aira menyapit dagu Aira dengan keras hingga membuat nya mengadu kesakitan. tatapan Fans yang seakan mau membunuh membuat Aira tak sanggup untuk menatap mata itu. " apa kau tak sayang pada dirimu sendiri Aira, apa kau tak mengenal ayahmu ini. apa kau pikir ayah akan memaafkan mu begitu saja. seandainya kau tidak di butuhkan oleh tuan, maka hari ini juga aku akan menyiksa mu hingga kau meminta untuk aku membunuh mu saja.
" A-ya-h sa-kit. " ucap Aira tersendat-sendat.
" Kau yang meminta nya sendiri Aira, jika kau menjadi anak baik dan menurut maka kau tak akan kesakitan sama sekali, dan mungkin sekarang kau sudah sangat bahagia dengan orang yang akan menjadi suamimu. " Fans melepaskan dagu Aira dengan kasar.
Aira terus menggeleng, dia tak mau sampai dia di bawa dan di serahkan pada orang yang sama sekali tidak dia kenal dan hanya kekejaman orang itu saja yang Aira tau. " tidak Ayah, Aira tidak mau pergi ke sana. " ucap Aira sedih.
" kau pikir Ayah akan menerima apa yang kamu minta, tidak,!. kau akan tetap ayah serahkan pada tuan. " Fans mencengkram lengan Aira dan menyeret nya untuk pergi ke tempat tuan nya berada.
Aira menggigit tangan Fans hingga terlepas bahkan tangan Fans langsung mengeluarkan darah. Aira berusaha lari namun itu tak akan mudah karena begitu banyak anak buah dari Fans yang langsung menangkap Aira lagi.
Plakkk....
plakkk....
Dua tamparan mendarat sempurna di kedua pipi Aira. perbuatan nya menumbuhkan kemarahan dari Fans dan harus melayang kan tamparan di pipi Aira hingga kembali lebam seperti dulu lagi.
__ADS_1
Fans kembali menyapit dagu Aira, tatapan membunuh nya begitu besar. sedangkan Aira tak bisa bergerak lagi karena kedua tangan nya di pegang dengan kuat oleh anak buah Fans.
" beraninya kamu membuat ku mengeluarkan darah. darah ku sangat berharga. tak pantas keluar karena gadis tak tau diri seperti mu. " kesal Fans .
Fans melepaskan dengan kasar dagu Aira dan menarik hijab yang Aira kenakan hingga rambut nya menutupi wajah dengan berantakan. " kamu tak pantas memakai ini. " Fans membuang hijab Aira dengan kasar dan menginjak nya hingga kotor. " bawa dia. " pintanya pada anak buah nya.
" baik bos. "
Tak jauh dari tempat itu Fatma tengah berdiri dengan tangis yang sangat deras dia tak kuasa melihat semua ini terjadi pada Aira dan pasti nya laki-laki yang menyiksa Aira barusan.
" Ayah,, Aira,,, " lirih Fatma.
Fatma berlari mengejar Aira berteriak sekeras-kerasnya supaya Aira di lepaskan
" Aira,,,!!! teriak Fatma.
" Ayah,, !! lepaskan Aira,,!! teriak Fatma begitu histeris.
Fatma terus berlari mengejar mereka yang sama sekali tak tau kalau mereka adalah anak dan ayah sesungguhnya. Fatma juga begitu bingung bagaimana Aira bisa berada pada ayahnya bukankah dulu dia menyerahkan pada orang lain tapi kenapa sekarang semua ini bisa terjadi.
" Ayah,,,,!!! lepaskan Aira,,,!!
Fatma harus terus menerobos kendaraan yang terus lalu lalang di sana. apapun yang terjadi dia tak boleh kehilangan Aira dan jangan sampai Aira berakhir buruk pada ayah nya sendiri.
Akhsan yang hendak pergi menemui Marco melihat kejadian itu sangat jelas dimana Fatma mengejar Aira dan yang paling membuat Akhsan bingung bagaimana bisa Fans ternyata adalah ayah mereka berdua.
" Ikhsan harus tau masalah ini. jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Aira dan Fatma" gumam Akhsan.
Akhsan mengambil ponsel di saku nya dan segera menghubungi Ikhsan yang sebenarnya tadi tengah bersama dengan Fatma, namun entah kemana Ikhsan saat ini dan apa yang sedang dia lakukan hingga Ikhsan tak tau di saat Fatma berlari mengejar Aira.
"Assalamu'alaikum dek. kamu dimana.? ini gawat Fatma dan Aira ada dalam masalah besar sekarang "'
" Wa'alaikumsalam, apa maksud Abang..!!
" nanti Abang cerita kan yang penting sekarang kamu harus menyelamatkan mereka, aku akan kirim alamat nya sekarang dan Abang akan mengikuti Fatma sebelum kehilangan jejak nya Abang akan nyalakan GPS Abang kamu ikuti itu, sekarang cepat lah. " Akhsan langsung menutup Ponsel dan kembali menaruhnya di saku setelah mengalahkan GPS nya.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Terungkap satu kebenaran Fatma yang bikin author bergidik ngeri.
Astaga apa yang akan terjadi pada mereka berdua.? ππππππ
__ADS_1